RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Hani


__ADS_3

Sudah hampir 10 menit Rei berdiri di koridor dekat kantin. Rei tahu betul di jam – jam bebas seperti sekarang ini Baim pasti akan menghampiri Rinai . Dan ya dugaan Rei benar saja , Baim berjalan di sepanjang koridor arah kantin tempat Rinai biasa makan bersama yang lain .


“Gue mau bicara , ikut Gue” ucap Rei ketika Baim berpapasan dengannya di koridor . Tanpa bertanya Baim mengekor dari belakang .


Rei berjalan menaiki tangga menuju atap gedung satu – satunya tempat yang jarang di datangi oleh orang .


Rei berdiri di tengah – tengah atap menunggu Baim menghampirinya di bawah terik matahari Baim dan Rei berdiri saling berhadapan satu sama lain .


“Gue minta Lo jauhin cewek Gue” Rei to the point.


“Cewek Lo siapa? Ahhh Rinai maksudnya?” Baim berlagak bego.


“Gue peringatkan Lo mulai sekarang jauhi Rinai kalau tidak “


“Kalau Gue tidak mau bagaimana? Apa Lo mau ancam Gue? Mau pukul Gue? Ahhh ayolah yang benar saja” Baim stay cool.


“Gue akan lakukan apapun untuk menjauhkan Rinai dari Lo, ngerti !!” Rei mencengkeram kerah baju Baim kasar.


“Hahaha konyol sekali, Lo dengar baik – baik , Gue akan rebut Rinai dari Lo, dalam waktu sebulan Rinai akan ninggalin Lo dengan senang hati” Baim terbahak menertawakan Rei yang terlihat begitu kesal menatapnya dengan sorotan mata ingin menghabisi.


“Dan dalam waktu sebulan itu  Gue pastikan akan menjauhkan Lo dari Rinai lihat saja nanti” Rei melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Baim dan meninggalkannya begitu saja .


****


“Hi kalian” sapanya menarik kursi  kosong di samping Ridho. Semua mata auto mendelik melihat perubahan Miko yang merubah penampilannya 180° menjadi lebih tampan. Model rambut Korean style, gigi putih tertata rapi, penampilan yang biasa urakan seadanya sekarang menjadi lebih stylish Miko berubah bak opa – opa dalam Korean drama yang sebelumnya hanyalah  beruk buruk rupa dan di anggap tak kasat mata.


“Daebakkkk!!!!” Rinai berdecak kagum.


“Uhukk.... Mikooo Lo”  Ridho tak kalah terkejut hingga tersedak orange jus miliknya.


“Ngapa Lo pada enggak pernah lihat cowok tampan ya , biasa saja kali lihatnya, bang pesan baksonya satu ya yang pedes sama minumnya sekalian” Miko memesan.


“Gila Lo Mik , speechless Gue” Rei ikut buka suara.


“Gantengan Lo Mik” tambah Ale.


“Awas Lo pada kalo sampe naksir Gue” ancam Miko.


“Anjay Lo Mik , masih doyan cewek Gue masa ya mau sama yang berbatang juga” Ale melempar kulit kacang  pada Miko .


Rinai terkikik melihat perseteruan antara Miko dan Ale .

__ADS_1


“Hani tuh” Ale memberi kode pada Miko ketika melihat Hani memasuki kantin.


“Hani , sini – sini” Rinai memanggil Hani untuk ikut bergabung.


“Sejak kapan Lo dekat dengan Hani Nai” Miko setengah berbisik.


“Ada deh” Rinai tersenyum jahil .


“ Hei , Nai” Hani berjalan mendekati meja tempat Rinai duduk saat ini.


“Gabung di sini saja masih ada kursi kosong tuh” Rinai menunjuk 2 kursi kosong.


“Tapi Nai” tolak Hani merasa sedikit canggung .


“Ngak ada tapi – tapi”


“Bener nih enggak apa-apa kalau kita gabung dengan kalian di sini.


“Silahkan duduk di sebelah Abang" Ale menarik bangku kosong di sebelahnya.


“Baik lah kalau begitu” Hani mengambil tempat duduk di samping Ale dan tepat di depan Miko.


“Hai salam kenal Gue Hani”


“Gue Rei” Rei melambaikan tangan pada Hani.


“Hai Hani Lo  cantik juga ya kalau dilihat dari dekat” Ale menyangga dagunya melihat Hani yang tepat duduk di sampingnya.


“Hehehe terima kasih”


“Kalau perlu apa – apa panggil saja Abang”


“Iya bang” Hani tersenyum pada Ale.


“Sorry Han biasa gitu Ale kalo lagi kumat enggak usah di dengerin”


“Ahh iya santai aja Nai Gue ngerti kok”


“Nah berikutnya itu Ridho dan yang di depan kamu adalah Miko “ Rinai memperkenalkan.


“Hai Hani “ sapa Miko .

__ADS_1


“Hai Miko “ Hani menyapanya balik.


“Lo Ridho alumni SMP 1 Sindang kan?”


“Iya kok Lo tau?”


“Tau dong kan kita pernah sekelas dulu di kelas 9” jelas Hani .


“Ahhh masa sih kok Gue enggak tau ya?”


“Iya mungkin karena Lo  cukup populer di kalangan anak – anak jadi enggak terlalu merhatiin yang lain”.


“Sorry – sorry “


“Iya enggak apa – apa”


“Lo mau pesan apa biar Gue yang pesanin” Miko angkat bicara .


“Sama kayak Ridho aja Gue suka” Miko auto mendelik pada Ridho.


“Ohh oke Gue pesanin dulu ya” .


“Terima kasih Mik”.


“ Dho” panggil Hani setelah Miko berlalu dari hadapannya.


“Iya” Ridho menoleh mendengar namanya di sebut.


“Lo sudah punya pacar ?” Hani to the point membuat semua yang mendengar ikut terkejut.


“Sudah kenapa memang?” Ridho balik bertanya.


“Hmmm enggak apa – apa Cuma tanya” Hani tersenyum garing .


****


To be continued....


 


 

__ADS_1


__ADS_2