
Akhirnya bel pun berbunyi. Waktunya mereka istirahat.
“Wah sudah waktunya istirahat.”Kata Pak Kagemaru.
“Baiklah kalian boleh istirahat, waktunya 1 jam.”Kata Pak Kagemaru.
“Selamat beristirahat.”Kata Pak Kagemaru. Pak Kagemaru pun keluar.
“Pyuh akhirnya istirahat.”Kata Miyu.
“Iya benar.”Kata Kyoko.
“Sepertinya pada bawa bekal semua.”Kata Ai.
“Oi Ai, kau mau ikut nggak?”Kata Shinmaru.
“Kemana?”Kata Ai.
“Cari makanan.”Kata Shinmaru.
Ai pun keluar mencari jajanan untuk dia makan.
“Ah rame semua nih.”Kata Shinmaru.
“Iya bener bener rame disini.”Kata Ai.
“Hei Shinmaru liat, ada tempat yang kosong tuh.”Kata Ai.
Ai menunjuk ke sebuah restoran kayu yang sudah tua.
“Baiklah ayo coba kita kesana.”Kata Shinmaru.
Mereka pun kesana.
“permisi.”Kata Ai. Ai membuka pintunya.
“Halo selamat datang anak muda.”Kata seorang nenek yang sepertinya pemilik restoran makan itu.
“Halo nek. Kami ingin memesan makanan.” Kata Ai.
“Baik tunggu sebentar ya.”Kata Nenek itu
“Kalian duduk saja dahulu.”Kata nenek itu.
Mereka pun duduk di kursi yang sudah disediakan. Nenek itu pergi ke belakang. Setelah ke belakang nenek itu menghampiri mereka.
“Baiklah ini buku menunya.”Kata nenek itu.
“Kalian mau makan apa?”Kata nenek itu.
“Aku ingin makan nasi goreng telur aja nek.”Kata Ai.
“Kalau kau anak muda? ”Kata nenek itu.
“Aku ingin friend chicken aja deh.”Kata Shinmaru.
“Mau yang Dada paha atas, paha bawah, atau apa?”Kata nenek itu.
“Dada aja deh nek.”Kata Shinmaru.
“Baiklah kalau minumannya?”Kata Nenek itu.
“saya Susu coklat aja deh nek.”Kata Ai.
“kalau saya es teh manis.”Kata Shinmaru.
“Oh baiklah, tunggu sebentar ya.”Kata nenek itu.
Nenek itu pergi ke belakang untuk memasak makanan itu.
“restoran ini sepertinya cukup tua ya.”Kata Ai.
“Dari keliatan nya, sepertinya ini sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. “Kata Shinmaru. “Iya.”Kata Ai.
“Darimana kau tau?”Kata Ai.
“Aku melihat dari kondisi bangunan dan interiornya.”Kata Shinmaru.
“Wah kau hebat Shinmaru, kau bisa melihat usia bangunan dengan sekali tatap saja.”Kata Ai. “Hehehehe.”Kata Shinmaru.
“Tapi kenapa tempat ini sepi ya? ”Kata Ai.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya makanan dan minuman itu jadi. Nenek itu mengantarkan makanan tersebut ke meja mereka.
“Ini dia, selamat menikmati.”Kata Nenek itu. Terlihat makanan itu benar-benar lezat.
“Wah terima kasih nenek.”Kata mereka berdua. Nenek itu kembali ke dapur.
“Selamat makan!!!!”kata mereka berdua. Mereka pun melahap makanannya.
Mereka terkejut dengan rasanya.
“Ini lezat sekali.”Kata Ai.
“Wah rasanya seperti makan fried chicken di restoran bintang 5.”Kata Shinmaru.
Nenek itu kembali lagi ke mereka. Lalu mengambil sebuah kursi.
“Bagaimana rasanya.”Kata Nenek itu.
“Rasanya enak, nek.”Kata Ai.
“Wah aku senabg jika kalian bilang seperti itu.”Kata Ai.
“Oh iya nek, mengapa restoran ini sepi nek? Padahal kan makanannya selezat ini.”Kata Shinmaru.
“Sepertinya anak muda sekarang tak terlalu suka dengan tempat ini.”Kata nenek itu.
“Dahulu, saat tahun pertama kali dibuka. Restoran ini adalah salah satu destinasi favorit para murid untuk jajan. Gaya nya yang cukup klasik dam sederhana membuat anak murid pada masa itu merasa suka drngan tempat ini. Jangan lupa makanan dan minumannya cukup lezat. Tapi seiring dengan waktu dan perkembangan, restoran ini semakin lama semakin nggak ada yang mau mampir kesini lagi.”Kata nenek itu.
“Oh begitu ya nek.”Kata Ai.
“kepala sekolah sebelumnya juga sering datang ke tempat ini.”Kata Nenek itu.
“Pantas saja restoran ini terkenal.”Kata Nenek itu.
“Walaupun dia adalah orang nomor satu di sekolah ini, dia tetap merakyat, nggak terlalu sombong, dan dihormati oleh para murid disekolah ini.”Kata nenek itu.
“Wah beliau hebat ya.”Kata Ai.
“Kebaikan beliau sangat berjasa bagi sekolah ini. Karena dia, sekolah ini bisa lebih maju daripada sekolah lainnya.”Kata nenek itu.
“Wah jadi begitu ya.”Kata Ai.
“oh iya maaf ya kalau menggangu makan kalian.”Kata nenek itu.
“Tidak apa apa nek. Kami jadi tau sebagian sekolah ini deh.”Kata Ai.
“Iya benar kata dia nek.”Kata Shinmaru.
“Ngomong ngomong, apa nenek sendirian mengurus tempat ini?”Kata Ai.
“Sebenarnya dulu ada suamiku dan juga anakku yang mengurus, hingga suamiku jatuh sakit dan meninggal dan anakku pergi entah kemana.”Kata Ai.
“Memang anakmu pergi kemana nenek?”Kata Ai.
Nenek itu menangis.
__ADS_1
“Sebenarnya dia pergi karena kami betengkar. Dia memutuskan untuk pergi menjauh dariku.”Kata nenek itu.
“sampai sekarang, ia belum pernah kembali lagi kesini.”Kata nenek itu. “
Benar benar anak yang durhaka ya.”Kata Ai.
“Oleh karena itu, aku harus buktikan bahwa aku ini bisa membuat restoran ini kembali ke masa kejayaannya.”Kata Nenek itu.
“Tapi nenek juga sudah termasuk hebat, karena sudah mempertahankan restoran ini. Coba kalau restoran lain, pasti tak akan bertahan lama.”Kata Ai.
“Iya juga sih.”Kata nenek itu.
Akhirnya mereka sudah selesai makan.
“Wah terimakasih ya nek.” Kata Ai.
“Iya sama sama.”Kata nenek itu.
“Berapa totalnya nek?”Kata Ai.
“kalian berdua 15 poin aja.”Kata nenek itu.
“Wah beneran nek, makanan seenak ini harganya 15 poin?”Kata Shinmaru.
“iya sebenarnya harganya 10 poin.”Kata nenek itu.
“Ee-sepuluh poin?!?”Kata Shinmaru dengan ekspresi terkejut.
“Apa nenek tak rugi?”Kata Shinmaru.
“Tapi kan biasanya makanan di sekolah harganya segitu.”Kata nenek itu.
Mereka pergi ke mesin kasir dan membayar nya. Mereka keluar dari restoran itu.
“Aku tak percaya tempat seperti itu ternyata makanannya enak enak.”Kata Shinmaru.
“Jadi kau tadi sebenarnya tak mau makan disana ya Shinmaru?”Kata Ai.
“Ya begitulah.”Kata Shinmaru.
“Mungkin orang orang akan berpikir seperti itu juga.”Kata Shinmaru.
“Terkadang orang-orang hanya melihat luarnya saja, padahal mereka tidak tahu isinya seperti apa. Seperti menilai seseorang, mereka pasti langsung menilai orang lain dari luarnya saja. Padahal kita gak tau kan hatinya seperti apa?”Kata Ai.
“eh tapi kan aku bilang masakan nenek itu enak kan?”Kata Shinmaru.
“iya sih.”Kata Ai.
“Tapi aku juga kasihan ke nenek itu. Bagaimana jika dia kebanyakan pelanggan, kan dia sudah tua dan tak ada lagi yang membantunya.”Kata Shinmaru.
“oleh karena itu ada seorang yang mengatakan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menjadi manusia harus seimbang diantara kurang dan lebih itu. Kalau mereka tak seimbang maka mereka akan terjatuh ke salah satunya. Ya yang pasti mereka menjadi orang yang negatif.” Kata Ai.
“Mungkin nenek itu sadar bahwa dia sudah tua dan tak ada lagi anggota keluarganya yang bisa mengurus restorannya. Jadi dia sengaja tak mempromosikan atau merenovasi restoran itu.”Kata Ai.
“Tapi bukannya ia bilang bahwa dia ingin membuktikannya kan ke anaknya kan? Membuktikan nya berarti restoran itu harus ramai kan? ”Kata Shinmaru. “
Itu hanya buat dia semangat doang. Dia sendiri gak tau apakah anaknya akan kembali ke pelukannya atau tidak.”Kata Ai.
“Mungkin saja anak nya juga sudah mati ya?”Kata Shinmaru.
“Mungkin saja jika umurnya memang segitu.”Kata Ai.
“Mungkin saja nenek itu memang gak tau teknologi atau tak punya cukup modal untuk mempromosikan atau merenovasi restoran itu.”Kata Shinmaru.
“iya juga sih”Kata Ai.
“semoga saja kau benar.”Kata Ai.
“Mungkin juga dia tak ingin menghapus kenangan di restoran itu.”Kata Shinmaru.
“Ya itu alasan logis sih.”Kata Ai.
“Oi Shuichi.”Kata Ai.
“Oi Ai.”Kata Shuichi.
“Kalian sedang ngapain?”Kata Ai.
“Kami sedang jalan-jalan aja.”Kata Miyu.
“Enaknya kemana nih?”Kata Miyu.
“Aku juga bingung.”Kata Shinmaru.
“Sepertinya jalan jalan aja deh.”Kata Ai.
“Kau benar, mungkin ada yang menarik saat kita jalan jalan.”Kata Miyu.
Mereka pun akhirnya berjalan bersama.
“Dipikir pikir ini sama saja ya sama dunia luar.”Kata Miyu.
“Benar.”Kata Ai.
“Suasananya seperti di kota.”Kata Miyu. Tiba-tiba mereka melihat sebuah kerumunan di depan sebuah restoran.
“Wah ada apa ini?”Kata Miyu.
“Sepertinya mereka sedang mengantri sesuatu.”Kata Shuichi.
Miyu pun melihat sebhuah spanduk.
“Hmmm, band S5I1B8E3G6O0Z24A Katanya akan tampil disini nanti malam.”Kata Miyu.
“S5I1B8E3G6O0Z24A? Sepertinya aku tak pernah mendengar nama itu.”Kata Ai.
“Namanya juga agak aneh.”Kata Shinmaru.
“HEI SIAPA YANG KAU BILANG ANEH?”Kata Seseorang itu. Tiba-tiba datang seorang perempuan yang marah marah ke Shinmaru.
“Mengapa kau memaki maki idolaku?”Kata seseorang itu.
“Ya iyalah mana mungkin nama band begitu.”Kata Shinmaru.
“Ya idolaku ini punya reputasi yang bagus di sekolah ini ya.”Kata Seseorang itu.
“Lagian nama itu buat ciri khas ya.”Kata seseorang itu.
“Maksudnya ciri khas nya itu bodoh gitu?”Kata Shinmaru.
“Oi Shinmaru sudah sudah.”Kata Miyu.
“Iya Shinmaru sudah hentikan.”Kata Ai.
“Tch, ngebela idola sama kek ngebela hando. Hando gak dibela tapi idola dibela.”Kata Shinmaru.
“Apa katamu?!??!”kata Seseorang itu.
Orang itu langsung memukul wajah Shinmaru.
“Jangan sok tau kau ya!!!! Aku juga membela negeri ini dan jugs ngebela idola ku.”Kata Ai.
“Lagipula aku sampai disini karena idola ku. Aku sampai dititik ini karena idolaku.”Kata seseorang itu.
Dia pun menangis.
“Jika Waktu itu dia tak menciptakan lagu itu, aku mungkin sudah mati.”Kata Seseorang itu.
__ADS_1
“Jika dia tak menyemangatiku lewat lagu itu, mungkin aku sudah bunuh diri ditempat itu.”Kata seseorang itu.
Dia pun menangis. Semua orang melihat mereka.
“Hei Hei sudah. Kau jangan diambil hati dengan omongan barusan ya.”Kata Miyu.
“Iya Jangan dengarkan dia.”Kata Kyoko.
“Apakah menurut kalian aku ini salah?”Kata Shinmaru.
“Coba lihat diluar sana, banyak orang yang lebih memilih ngebela idolanya daripada agama dan negara nya.”Kata Shinmaru. “Apa aku salah?.”Kata Shinmaru.
“Apa aku ini salah!!!!!”Kata Shinmaru.
“Terkadang sesuatu yang kau pahami itu tidak dipahami oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya sesuatu yang kau tidak pahami itu dipahami oleh orang lain.”Kata Shuichi.
“Ya memang begitu kenyataan nya kan? ”Kata Shinmaru.
“Lalu, Apakah seseorang harus selalu menuruti yang diinginkan orang lain terus? Tidak kan?”Kata Shuichi.
“Semua orang itu memiliki hak. hak untuk hidup, hak untuk bebas, dan hak untuk menikmati dunia menurut ia sendiri.”Kata Shuichi.
“Kau sama saja memaksakan kehendak mu kalau begitu.”Kata Shuichi.
“Siapa yang memaksakan kehendakku? Dialah yang memaksakan pendapat nya kepadaku!!”kata Shinmaru.
“SUDAH CUKUP SHINMARU!!!!!!”kata Ai.
“Kau jangan mengelak terus, memang kau lah yang salah!!!!”Kata Ai.
“coba saja kau tak berbicara seperti itu, pasti peristiwa ini takkan pernah terjadi.”Kata Ai.
“Yang dikatakan Ai benar, kau yang salah kali ini Shinmaru.”Kata Miyu.
“Mengapa kalian semua membelanya?”Kata Shinmaru.
“Padahal aku ini teman kalian.”Kata Shinmaru.
“Mengapa kalian membela orang asinh seperti dia!!!!!”Kata Shinmaru.
Semuanya terdiam.
“Teman yang baik adalah teman yang menolong temannya jika ia berada di jalan yang salah dan teman yang jahat adalah teman yang mendorongnya ke jalan yang salah.”Kata Miyu.
“Sadarlah Shinmaru.”Kata Miyu.
“Kau lah yang salah.”Kata Miyu.
“Sudah cukup.”Kata Seseorang itu.
“Kalian jangan ribut lagi.”Kata seseorang itu.
“Aku memang salah aku memang selalu salah.”Kata Seseorang itu.
“Aku selalu salah!!!”kata Seseorang itu. Seseorang itu mendorong Kyoko dan pergi meninggalkan tempat itu.
“Baiklah kalau begitu jika kalian berpihak kepada dia, jangan menampakkan wajah kalian ke hadapanku.”Kata Shinmaru.
Shinmaru pergi dan pergi meninggalkan tempat itu.
“Aduh bagaimana ini, Shinmaru ngambek.”Kata Ai.
“Sudahlah biarin aja, biar dia introspeksi diri.”Kata Miyu.
“Terus Mau jalan lagi?”Kata Ai.
“Yaudah deh.”Kata Miyu.
Mereka lanjut berjalan.
“Wah sepertinya disana ada stand takoyaki tuh.”Kata Miyu.
“Kalian mau kesana?”Kata Miyu.
“Boleh boleh aja sih.”Kata Ai.
“Baiklah ayo kita kesana.”Kata Miyu.
“Ya!!!!”Kata Shuichi, Ai, dan Kyoko.
Mereka pun pergi ke toko itu.
“Halo Kak, selamat datamg di stand kami, kakak mau beli apa?”Kata Penjualnya.
“Saya mau Takoyaki nya bu.”Kata Miyu. “Berapa kak?”Kata penjual itu.
“4 porsi bu.”Kata Miyu.
“Berapa takoyakinya kak per porsi?”Kata Penjual itu.
“Kalian mau berapa?”Kata Miyu.
“5 aja deh.”Kata Ai.
“Iya, aku juga 5.”Kata Shuichi.
“Aku sih 5 juga.”Kata Kyoko.
“Baiklah masing masing 5 buah takoyaki ya bu.”Kata Miyu.
“oke siap kak.”Kata penjual itu.
“Oh iya kak, mau sosis bakar dan seafood bakar nya juga nggak?”Kata penjual itu.
“Maaf ya bu, nggak dulu.”Kata Miyu.
“Oh baiklah, tunggu sebentar ya.”Kata penjual itu.
Dia pun mengangkat takoyaki itu ke dalam sebuah wadah plastik. Setelah itu ia memberikan kepada mereka.
“Ini dia kak.”Kata penjual itu.
“Wah makasih ya bu.”Kata Mereka. Mereka pun membayar dan pergi sambil membawa makanan itu.
“Nah ayo duduk yuk disana.”Kata Miyu.
Terdapat sebuah tempat yang terdapat meja bundar dan kursi. Mereka pun pergi kesana daj duduk di kursi itu.
Setelah mereka duduk, mereka menyantap makanan itu.
“WAH RASANYA ENAK!!!!!!!!”Kata Miyu.
“Iya enak.”Kata Ai.
“Hei Miyu, apakah Shinmaru akan baik baik saja?”Kata Ai.
“Iya dia akan baik baik saja kok Ai.”Kata Miyu.
Sementara itu ditempat lain, Shinmaru sedang duduk di sebuah lorong yang sepi, tak ada orang yang melintas dan melihatnya. Dia bersandar ke sebuah tembok yang cukup kokoh sambil menangis.
“Mengapa, mengapa semuanya menganggap aku salah.”Kata Shinmaru.
“Padahal aku benar kan? Aku hanya menyampaikan aspirasi ku.”Kata Shinmaru.
“Apa apaan kalian, kalianlah yang tak mengerti aku.”Kata Shinmaru.
Tiba-tiba seorang nenek datang ke Shinmaru.
__ADS_1