Royal School

Royal School
Chapter 32: A lie that comes true


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Magister dan pak Halpres baru saja selesai menginterogasi Jim.


“Dia tak mau membuka mulut juga ya.”Kata Magister.


“dasar orang rendahan.”Kata Magister.


“Kau tak boleh seperti itu, walaupun mereka rendahan tapi mereka itu juga manusia sama sepertimu.”Kata Pak Halpres.


“Terkadang manusia khilaf dengan godaan hawa nafsunya.”Kata Pak Halpres.


“Iya juga sih pak. Tapi bagaimana jika kita kalah?” Kata Magister.


“Kalah dan menang itu sudah biasa, tapi itu saja sudah membuat kita menang” Kata Pak Halpres.


“Lagipula keadilan itu selalu menang, kau jangan takut dirimu kalah,"” Kata Pak Halpres.


Sementara itu di tempat lain, Ai dan kawan-kawan masih berjalan jalan.


“Oi Ai, kenapa daritadi kau pegang perut terus?” Kata Miyu.


“Cieee, perhatian nih.”Kata Kyoko dan Shinmaru.


“Ih kalian!!!” kata Miyu yang malu.


“Mules.”Kata Ai sambil memegang perutnya.


“Ah aku sudah tak kuat lagi, Kalian duluan saja ya.”Kata Ai yang memegang perutnya.


Ai pun lari dan pergi entah kemana.


“Baiklah ayo kita lanjut berjalan lagi.”Kata Gin.


Mereka berlanjut jalan kembali lagi.


“Oh iya kau sudah tanya Rie?” Kata Shuichi.


“Oh iya aku lupa.”Kata Shinmaru. Shinmaru membuka hpnya dan menelepon Rie.


“Halo Rie.”Kata Shinmaru.


“Halo Shinmaru.” Kata Rie di telpon.


“Ngomong ngomong bagaimana keadaan disana?”Kata Shuichi.


“Sepertinya tempat ini tak diawasi dari tadi.” Kata Rie.


“Oh begitu rupanya. Lalu apa kau menemukan bukti tertinggal disana?”Kata Shinmaru.


“Sepertinya semua bukti sudah diambil oleh IRSSO. Jadi aku tak menemukan apa apa lagi.” Kata Rie di telponnya.


“Begitu ya, hati hati ketauan ya.”Kata Shinmaru.


“tenang saja, teman temanku dari kelas F selalu memantau keadaan diluar sana.”Kata Rie di telponnya.


Sementara itu di TKP, Rie mendengar suara tong sampah jatuh.


“Apa itu?” Kata Shinmaru di telpon.


“Aku akan memeriksanya.”Kata Rie.


Sebelum memeriksanya ia melihat dua ekor kucing yang sedang bertengkar.


“Oh itu hanya kucing kok.” Kata Rie.


Rie melihat salah satu kucing yang bertengkar.


“Tunggu sebentar, jangan jangan...”Kata Rie di dalam hatinya.


Tiba-tiba ada yang menyetrum dia.


“Ahhhhh!!!!!”Teriak Rie.


“Rie kau kenapa?!!!!” kata Shinmaru.


Rie pun pingsan dan terjatuh. Rie dibawa pergi dengan kereta kuda oleh orang yang menyetrumnya.


sementara itu di tempat Shinmaru....


“RIE!!!!!!!!!” Kata Shinmaru.


Shinmaru mematikan teleponnya.


“Apa yang terjadi Shinmaru?” Kata Miyu. “Rie....”Kata Shinmaru.


“Rie diculik oleh orang yang tak dikenal.”Kata Shinmaru. Semuanya yang disana kaget.

__ADS_1


“Kok bisa? Bukannya dia bilang tadi bahwa ada temannya yang memantau kondisi sekitar tempat itu?” Kata Gin.


“Entahlah.” Kata Shuichi.


“Baiklah kalau begitu ayo kita pergi kesana.”Kata Miyu.


“Sepertinya aku tak ikut.”Kata Catherine.


“Kenapa kau tak ikut Catherine?”Kata Miyu.


“Itu karena......”Kata Catherine.


“Perutku mules daritadi!!!!!”Kata Catherine. “apa!!!!” kata Shuichi, Miyu, Shinmaru, Gin dan Kyoko.


Catherine langsung lari menuju ke apartemen.


“Ah sepertinya kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa orang yang diam itu adalah orang yang menahan untuk buang ke kamar mandi.”Kata Shuichi.


“Tapi kenapa ia lari kesana ya? Padahal di tempat sekitar sini ada kamar mandinya juga.” Kata Miyu.


“Mungkin dia mencari kloset jongkok.” Kata Shuichi.


“Kalau kloset jongkok memang jarang sih di restoran restoran seperti ini.”Kata Miyu.


“Ya tapi menurutku masih enakkan closet jongkok sih.”Kata Shinmaru.


“Iya soalnya agak lebih lancar aja gitu.”Kata Miyu.


“Oi oi, kenapa kita berbicara tentang kloset.”Kata Shinmaru.


“baiklah ayo pergi.”Kata Miyu.


“Aku juga tak ikut.” Kata Gin.


“kenapa? perutmu sakit juga?” Kata Miyu.


“Tidak, aku ada tugas negara.”Kata Gin.


“Oh begitu ya.”Kata Miyu.


“Baiklah aku pergi dulu ya.”Kata Gin.


Gin pergi dan meninggalkan mereka.


“Baiklah ayo kita pergi kesana.”Kata Miyu.


Mereka pun akhirnya sampai.


“Ini kan, hp nya Rie.”Kata Rie.


“hmmm, Sepertinya ini adalah kasus penculikan.”Kata Shuichi.


“Baiklah ayo kita cari jejak si pelaku,” Kata Miyu.


Mereka memeriksa tempat itu.


“Sepertinya tidak ada yang aneh disini.” Kata Shuichi.


“Oi, kalian cepat kesini.”Kata Miyu.


Shuichi, Kyoko dan Shinmaru menghampiri Miyu.


“Ada apa Miyu?” Kata Shuichi.


“Lihat ini, ada amplop.”Kata Miyu.


“Sebuah amplop?” Kata Shuichi.


Shuichi mengambilnya lalu membukanya.


“Wah isinya adalah sebuah surat.”Kata Shuichi.


Shuichi membaca surat itu.


“Sepertinya hal yang kutakutkan terjadi juga.”Kata Shuichi.


“Apa maksudmu?” Kata Miyu.


Miyu mengambil paksa surat itu.


“Hei kalian, menyerah saja di hari penghakiman nanti jika wanita yang kami culik ingin selamat.”Kata Miyu yang sedang membaca surat itu.


“Jadi 20% itu menjadi kenyataan ya?”Kata Shuichi .


“Apa maksudmu 20% itu?”Kata Shinmaru.

__ADS_1


“20% itu kemungkinan Rie akan ketahuan. Kalau ketahuan aku tak tau apa yang akan terjadi kepadanya.”Kata Shuichi.


Shinmaru memukul wajahnya Shuichi hingga terjatuh.


“Kalau kau tau itu, mengapa kau menyuruh Rie untuk pergi memeriksanya!!!!!!” Kata Shinmaru.


Shuichi berdiri lagi.


“Dia sendiri yang mau, dia yang menawarkan diri duluan.”Kata Shuichi.


“Lalu aku memberitahunya rencana ini. Ia pun setuju tanpa ada keraguan.”Kata Shuichi.


“Aku juga memberitahu resikonya, dan dia tetap kepada keputusannya.”Kata Shuichi.


“Kenapa kau tak menghentikannya!!!!”Kata Shinmaru.


Shinmaru memukul lagi Shuichi hingga terjatuh.


“Dia itu temanmu kan? Kenapa kau tak menghentikan dia!!!!” kata Shinmaru.


Shuichi kembali berdiri.


“Terkadang seseorang yang memiliki tekad kuat itu susah untuk digoyahkan.”Kata Shuichi.


Shinmaru meninju Shuichi kembali.


“Kenapa kau tak goyahkan tekad itu!!!!” Kata Shinmaru.


“Karena tekad itu terbuat dari cinta.”Kata Shuichi.


“Dia rela melakukan seperti itu karena kau SHINMARU!!!!!!!!” Kata Shuichi.


Shuichi menghajar Shinmaru tepat di mukanya.


“Dia rela melakukan itu karena dia mencintaimu, Shinmaru.” Kata Shuichi.


“Dia juga melakukan ini karena dia ingin membuat teman temannya bahagia,Shinmaru. ” Kata Shuichi.


“Dia melakukan ini untuk kita, Shinmaru!!!!!!!”Kata Shuichi.


Shinmaru menangis.


“mereka hebat ya, bisa membuat sandiwara sebagus ini. Mirip seperti sungguhan”Kata Miyu yang berbisik bisik ke Kyoko.


“Kalau yang ini sungguhan.”Kata Kyoko yang berbisik bisik ke Miyu.


“Eh?!?!?” Kata Miyu yamg terkejut.


Miyu menghampiri Shinmaru.


“Sudahlah Shinmaru, jangan menangis terus. Aku yakin kok, Rie tak kenapa kenapa sekarang.”Kata Miyu.


“Baiklah ayo pulang yuk.”Kata Miyu. Mereka pun pergi menuju apartement mereka.


“Oh iya, aku belum kabarin Ai tentang ini.”Kata Miyu.


Miyu mengambil ponselnya dari kantongnya dan menelepon Ai.


“halo Ai,.”Kata Miyu.


“halo Miyu.” Kata Ai.


“Kau dimana sekarang?”Kata Miyu.


“oh, aku sedang menuju arah ke apartemen.” Kata Ai.


“Berarti kau sudah dekat dengan apartemen ya?” Kata Miyu.


“Belum.” Kata Ai.


“Hah belum?”Kata Miyu.


“Ya soalnya aku berada di kamar mandi cukup lama sih.”Kata Ai.


“Ini saja aku baru keluar dari kamar mandi.”Kata Ai.


“memangnya kenapa Miyu?”Kata Ai.


“itu....”Kata Miyu.


“ah mohon maaf Miyu sepertinya aku harus ke kamar mandi lagi, sampai jumpa.” Kata Ai.


Ai menutup telponnya.


“Apa kata Ai?” Kata Kyoko.

__ADS_1


“dia sedang sibuk dengan urusan pembuangan limbah nya.”Kata Miyu.


Akhirnya mereka sudah sampai apartemen mereka.


__ADS_2