Royal School

Royal School
Chapter 36: Sore throat


__ADS_3

Ai pun bangun dari tempat tidurnya.


“Kenapa kok tenggorokan ku sakit dan panas ya.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Bahkan aku susah untuk berbicara.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Sepertinya aku terlalu banyak makanan gorengan semalam.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Tapi, aku tak boleh menyalahkan makanan karena makanan tak salah apa apa. Akulah yang terlaku nafsu untuk memakannya.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Apa hari ini aku izin sakit saja ya? Biar pergi ke apotek.”Kata Ai didalam hatinya.


“Tapi sepertinya nanti pulangnya saja deh.”Kata Ai di dalam hatinya. Ai melihat jam alarm nya.


“Wah sudah jam segini, aku mandi saja deh.”Kata Ai di dalam hatinya.


Ai pun pergi ke kamar mandi untuk mandi. Ia pun mandi. Setelah ia mandi, ia memakai seragam. Setelah ia memakai seragam, ia mempersiapkan diri untuk memasak sebuah makanan.


“Oh iya, persediaan kulkas ku tinggal sedikit. Nanti pulang beli deh.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Mau nggak mau aku makan nasi goreng lagi deh.”Kata Ai didalam hatinya.


“Eh tapi bisa kan masak telur rebus?” Kata Ai di dalam hatinya.


“Tapi sepertinya waktunya tidak cukup.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Tapi kan ada margarin dan teflon, jadi aku bikin itu saja deh.”Kata Ai di dalam hatinya.


Ia pun mengambil bahan bahan dan peralatan makanannya.


Pertama tama ia memecahkan telur itu dan memasukkannya ke dalam sebuah wadah.


Setelah itu, ia memasukkan bumbu seperti bawang putih instan, lada, Mecin, dan sebuah garam itu ke wadah yang berisi telur itu.


“Pake sayuran nggak ya?” Kata Ai di dalam hatinya.


“Tapi sepertinya itu tak perlu karena terlalu banyak menggunakan bahan.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Bahan bahan yang dianggap remeh terkadang dibutuhkan di masa depan.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Makan itu gak perlu terlalu wah banget, karena yang penting perut masuk makanan.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Makanan enak belum tentu dampaknya juga enak untuk kedepannya.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Ya tapi makan telur saja sudah cukup deh, karena ini demi bertahan hidup.”Kata Ai & di dalam hatinya.


“Orang diluar sana makan nasi dan garam saja sudah bersyukur, masa aku nggak sih yang makannya itu cuman telor doang.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Oh iya aku belum mengaduknya.”Kata Ai di dalam hatinya.


Setelah bumbu bumbu itu dimasukkan, ia mengocok ngocok telur yang berada di wadah tersebut menggunakan sendok.


Setelah itu ia mengambil teplon dan menaruh nya di kompor lalu mengolesi panggangan teplon itu dengan margarin.


Setelah itu ia pun memanaskan dan meratakannya agar margarin itu merata.


Setelah merasa cukup, Ai memasukkan telur tersebut ke dalam teplon itu. Ia membalikkan telur itu agar tidak gosong.


Akhirnya setelah sekian lama menunggu, telur itu jadi.


“Ah akhirnya selesai juga telur dadarnya.”Kata Ai didalam hatinya.


Ia pun mengambil piring dan menaruh telur dadar itu ddi piring tersebut. Setelah itu, dia pun mengambil nasi yang kemarin di kulkasnya.


“Ah nasi ini masih bagus. Jadi gak usah dihangatkan lagi deh.”Kata Ai di dalam hatimya.


Ai mengambilkan sekepal nasi dan menaruh nya di piringnya. Ia pun duduk.


“Selamat makan.”Kata Ai.


Ai pun memakan makanan itu. Ai merasa senang sekali.


“Rasanya enak sekali.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Benar kata seseorang, apapun makanannya rasanya akan enak jika kita bersyukur.”Kata Ai di dalam hatinya.


Akhirnya makanan nya habis. Ai menaruh piring itu di wastafel.

__ADS_1


Setelah itu, Ia mengambil dan meminum obat sakit tenggorokan.


Setelah itu, Ai mengambil tas dan memakainya. Ia membuka pintu kamar nya.


Saat ia keluar, Miyu juga keluar dari kamarnya.


Miyu tersenyum dan melambai lambai kan tangannya. Ia pun menghampiri Ai.


Ia mengambil handphone dan mengetik sesuatu. Ia menunjukkan nya ke Ai.


“Apa kau juga sama sepertiku?” tulisan di Hp Miyu itu. Ai terkejut.


“Dia juga?” Kata Ai di dalam hatinya. Ai mengangguk angguk kepalanya.


Ai mengeluarkan hp nya lalu ia mengetik sesuatu. Lalu ia menunjukkan ke Miyu.


“Darimana kau tau?” Tulisan di Hp Ai.


Miyu mengetik sesuatu di Hpnya lalu menunjukkannya ke Ai.


“Biasanya kau menjawab sapaan ku.”Tulisan di hp Miyu.


Ai mengetik di hpnya lalu ia menunjukkan tulisan itu ke Miyu.


“kau juga biasanya menyapaku dengan suaramu tapi sekarang tidak.” tulisan di hp Ai itu.


Ia mengetik kembali dan menunjukannya.


“Sepertinya ini salah kita, karena kita tak menjaga tenggorokan kita.”tulisan di HP Miyu.


Ai mengetik lalu ia menunjukkan nya ke Miyu.


“Iya, ini salah kita.”Tulisan di Hp Ai.


Miyu kembali mengetik dan menulis sesuatu. Lalu ia menunjukkannya ke Ai.


“Ayo kita berangkat.”Tulisan yang Miyu tunjukkan itu.


Ai mengangguk anggukan kepalanya. Mereka memasukkan hp mereka masing-masing ke saku celana mereka.


Ai menepuk tangan nya. Shinmaru berhenti dan menengok. Ai melambai lambaikan tangannya. Shinmaru membalas sapaan itu dengan melambai lambaikan tangannya. Shinmaru langsung berjalan kembali.


Ai menepuk pundak Shinmaru. Shinmaru pun berhenti. Ai mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu, lalu ia menunjukkan nya ke Shinmaru.


“Apakah kau sama seperti kami?” tulisan di hp Ai itu.


Shinmaru mengeluarkan hp nya lalu ia menulis sesuatu.


Setelah ia selesai mengetik, ia menunjukkannya ke mereka.


“Sama seperti kalian?”Tulisan yang ada di hp nya Shinmaru.


Ai mengetik sesuatu, setelah itu ia tunjukkan ke Shinmaru.


“Maksudku? Kau sakit tenggorokan juga?” Tulisan yang Ai tunjukkan itu.


Shinmaru pun kaget.


“Bagaimana mereka tahu????” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


Shinmaru mengetik dan menunjukkan nya ke mereka.


“Bagaimana kalian tahu? Kalau aku sakit tenggorokan?” Tulisan di Hp Shinmaru itu.


Ai mengetik kembali dan menunjukkannya ke Shinmaru.


“Kami tau karena saat kami menyapamu kau tak bilang “Kalian kenapa?” atau “Dih”. Pasti menurutmu aku itu aneh karena menyapa mu seperti itu.”Tulisan di Hp Ai itu.


Miyu pun memukul Ai. Ai bersujud ke Miyu. Miyu membuang muka seakan seperti orang yang marah.


“Haduh, ada ada saja,”Kata Shinmaru di dalam hatinya.


Shuichi pun menghampiri mereka. Shuichi menggerakkan tangannya seperti mengisyaratkan sesuatu.


Shinmaru mengetik di hpnya dan menunjukkannya ke Shuichi.


“Kau kenapa Shuichi?”tulisan di HP Shinmaru itu. Shuichi menarik nafas. Ia mengeluarkan Hpnya dan mengetik sesuatu. Setelah itu ia tunjukkan ke Shinmaru.

__ADS_1


“itu tadi adalah bahasa isyarat.”Tulisan di Hp Shuichi itu.


Ai mengetik lalu ia menunjukkan nya ke Shuichi.


“Tenggorokanmu sakit juga ya?” Tulisan di Hp nya Ai. Shuichi mengetik lalu menunjukkannya ke mereka.


“Ya begitulah.” Tulisan Di hp Shuichi itu. Shuichi mengetik kembali.


“Sepertinya ini salah makanannya. Masa semuanya bisa sakit tenggorokannya?”Tulisan di hp nya Shuichi itu.


Shinmaru mengetik dan menunjukkan nya ke mereka.


“Iya juga ya.”Tulisan di hp nya Shinmaru itu.


Miyu mengetik dan menunjukkanmya ke mereka.


“Kita tak boleh menyalahkan makanan, karena makanan nggak salah apa apa.”Tulisan di Hp Miyu itu.


Ai mengetik dan menunjukkan nya ke mereka.


“Jika kau menyesal makan itu, muntahkan saja kembali” Tulisan di hp Ai itu.


Shuichi mau memuntahkannya. Sebelum isi perut Shuichi keluar, Miyu menendang Shuichi. “Jangan di depan sini juga!!!”teriak Miyu.


Miyu terdiam,lalu tenggorokannya terasa seperti dilukai dengan sebuah pisau.


Miyu terjatuh seperti merasakan sebuah kesakitan. Ai berlari ke kamarnya. Ia mengambil sebuah air putih. Kyoko pun melihat kejadian itu. Ia langsung menghampiri Miyu.


“Miyu kau kenapa?” Kata Kyoko yang suaranya lumayan agak tidak jelas. Ai memberikan nya sebuah air dan obat sakit tenggorokan.


“Ini Miyu.”Kata Miyu.


“Ai kau bisa berbicara?” Kata Shinmaru.


“Kau juga Shinmaru?” Kata Shuichi.


Ai membawa Miyu ke kamarnya dan membaringkannya.


“Bagaimana Miyu, sudah enakkan?”Kata Ai. “Kau bisa berbicara?” Kata Miyu.


“Sebenarnya aku bisa sih, tapi saat berbicara tenggorokanku sakit.”Kata Ai.


“Oh kalian juga sakit tenggorokan ya? Pantas saja kalian tak menjawab sapaanku tadi.”Kata Kyoko.


“Oh jadi kau juga sakit tenggorokan ya Kyoko?” Kata Shuichi.


“Ya sedikit sih, tenggorokanku seperti berminyak saja, ” Kata Kyoko.


“Oh begitu ya,”Kata Shuichi.


“Bagaimana Miyu? Kau masih bisa sekolah kan?” Kata Ai.


“Ya bisa, Ayo kita berangkat, ”Kata Miyu.


Mereka pun keluar dari kamar Miyu. Mereka keluar dari apartement itu. Di dekat apartemen, Rie sudah menunggu mereka dan duduk di sebuah kursi. Mereka menghampiri Rie.


“Hello Rie.” Kata Shinmaru.


Rie diam saja.


“Rie apakah kau....”Kata Shinmaru.


Tiba-tiba ada suara seperti kentut. Rie pun bangun dan lari menjauh dari mereka.


“Ternyata dia diam itu sakit perut ya.”Kata Miyu.


“Benar kata orang itu, diam itu bukan emas, tapi diam itu menahan untuk mengeluarkan emas.”Kata Shuichi.


“Shuichi, darimana kau mendengar kata kata itu?”Kata Miyu.


“Tak usah dengarkan dia Miyu, lagipula jika seseorang yang sedang diam itu takut mengeluarkan emas dari mulutmya.” Kata Shinmaru.


“Sepertinya ini gara-gara makanan pagi tadi, otak kalian agak begini.”Kata Miyu.


“Sudahlah Miyu, mereka hanya ngejokes doang kok.”Kata Kyoko.


Mereka melanjutkan berjalan kembali.

__ADS_1


__ADS_2