
Ternyata itu adalah Miyu.
“Hei Shinmaru, kau kenapa?” Kata Miyu.
“Tidak, aku tak kenapa kenapa.”Kata Miyu.
“Coba ceritakan saja kepadaku Shinmaru.”Kata Miyu.
“Mungkin aku bisa membantumu.”Kata Miyu. “Sepertinya tak ada yang bisa membantumu kali ini.”Kata Shinmaru.
“Kenapa kau bilang seperti itu? Semua masalah pasti ada jalan keluarnya kan?” Kata Miyu.
“Karena kau tak pernah mengalaminya Miyu!!!!!!” Kata Shinmaru.
“Kau juga tak mengerti masalahku.”Kata Shinmaru.
“Memang tak ada yang mengerti masalahku.”Kata Shinmaru.
“Karena kau tak menceritakan nya kepada seseorang.”Kata Miyu.
“Jika saja kau ceritakan apa masalahmu, orang lain pasti akan sedikit mengerti masalahmu. Tapi jika kau diam saja seperti ini, Kau lama kelamaan hatimu akan hancur secara perlahan.”Kata Miyu.
“Aku tak bisa menceritakan masalah ini. Karena ini terlalu berat untukku.”Kata Shinmaru.
“Semua masalah akan kita bisa lalui jika kita memiliki keinginan untuk mengatasi masalah itu.”Kata Miyu.
“Tapi.....”Kata Shinmaru. “Sudahlah cerita pelan pelan saja.”Kata Miyu.
Shinmaru pun menceritakannya.
“Oh jadi begitu ya, Kalau kau begitu lebih baik lupakan dia saja.”Kata Miyu.
“Aku sepertinya tak bisa melupakan dia, Miyu. Jika aku melupakan dia, hatiku merasa sakit dan kepala ku pusing.”Kata Shinmaru.
“Oh jadi begitu ya.”Kata Miyu.
“Masalah kalian begitu rumit ya.”Kata Miyu.
“Jadi terima saja.”Kata Miyu.
“Maksudmu?” Kata Shinmaru.
“Kita harus menerima kenyataan hidup ini. Walaupun itu pahit.”Kata Miyu.
“Terkadang yang kita harapkan itu belum tentu sesuai dengan kenyataan.”Kata Miyu.
“Jika expetasimu tak terwujud maka biasanya seseorang akan menyalahkan diri sendiri. Jika orang itu tak mau menyalahkan dirinya biasanya dia akan menyalahkan oramg lain dan dunia ini.”Kata Miyu.
“Bagaimana cara menerimanya?”Kata Shinmaru.
__ADS_1
“Kau harus ikhlas dan sabar.”Kata Miyu.
“Jika kau ingin menerima semua itu, kau harus ikhlas dan sabar.”Kata Miyu.
“Ikhlas dan sabar itu mudah diucapkan tapi susah untuk diterapkan.”Kata Miyu.
“Jika kau sudah bisa menerapkan perilaku ikhlas dan sabar itu maka kau akan bisa menerima mengatasi semua masalahmu.”Kata Miyu.
“Begitu ya.”Kata Shinmaru.
“Semua masalah bisa dilewati dengan ikhlas dan sabar ya?”Kata Shinmaru.
“Dan juga kau harus tabah dalam menghadapi ujian hidup. Ketabahan kadang kadang bisa membantumu dalam menghadapi masalah hidupmu.” Kata Miyu.
“semua masalah pasti ada jalan keluar.”Kata Miyu.
“Kesedihan itu tak abadi, begitu juga sebuah kesenangan. Kita pasti akan mengalami senang dan sedih karena itulah hidup.”Kata Miyu.
“Semua orang ingin terus bahagia, tapi bahagia tak bisa terus menerus.”Kata Miyu.
“Semua orang ingin tak memiliki kesedihan. Tapi kesedihan itu pasti muncul dengan sendirinya.”Kata Miyu.
“Begitu.”Kata Miyu.
“Kau lama kelamaan mirip seperti Shuichi yang sering memberikan quotes ya?” Kata Shinmaru.
“Iya kau benar.”Kata Shinmaru.
“Bagaimana, sudah enakkan hatimu?” Kata Miyu.
“Iya sudah enakkan.”Kata Shinmaru.
“Syukurlah.”Kata Miyu.
“Tapi entah mengapa aku tak bisa lupakan dia.”Kata Shinmaru.
“Semua itu butuh proses. Mie instan saja yang instan saja butuh proses kan?” Kata Miyu.
“Dipikir pikir iya juga sih.”Kata Shinmaru.
“Nah begitu juga sebuah masalah. Kita tak bisa menyelesaikannya secara instan. Pasti sebuah masalah perlu sebuah proses untuk menyelesaikan masalah itu.”Kata Miyu.
“Kau benar.”Kata Shinmaru.
“Jadi, jika kau ingin bisa mengatasi masalah ini. Kau harus tabah dan ikhlas menerima masalah hidupmu. Dan kau harus sabar dalam menjalani masalahmu itu.”Kata Miyu.
“Ingat, dunia itu berputar. Pasti ada perasaan senang dan pasti ada perasaan sedih juga.”Kata Miyu.
“Ya aku hanya bisa memberikan saran seperti itu. Mohon maaf apabila saran ku tak membantumu.”Kata Miyu.
__ADS_1
“Tidak Miyu, saran mu itu benar-benar membantuku.”Kata Shinmaru. “Oh benarkah?” Kata Mjyu.
“Iya, hatiku jadi merasa lega.”Kata Shinmaru.
“Wah kalau begitu syukurlah.”Kata Miyu.
“Terimakasih ya Miyu. “Kata Shinmaru.
“Berkatmu aku jadi sadar. Kita harus menerima semua masalah ini dengan tabah dan ikhlas.”Kata Shinmaru. Wah sepertinya sudah jam 8 aja.”Kata Shinmaru.
“Baiklah aku pergi ke kamarku ya Miyu.”Kata Shinmaru.
“Iya.”Kata Miyu.
Shinmaru pergi menuju kamarnya.
“Ah masalah cinta memang merepotkan ya, Miyu.”Kata seseorang.
Rupanya itu adalah Ai yang dari tadi bersembunyi dan mendengarkan cerita mereka.
“Ya begitulah.”Kata Miyu.
“Ngomong ngomong kenapa kau membantu memberikan solusi kepada Shinmaru? Yang lain aja cuek kepadanya.”Kata Miyu.
“Karena dia adalah.....”Kata Miyu.
“Temanku.”Kata Miyu.
“Begitu juga dengan kamu, Ai. Kau adalah teman ku juga.”Kata Miyu.
“Teman itu bukannya harus saling membantu kan?” Kata Miyu.
“Iya kau benar.”Kata Ai.
“Baiklah aku pergi ke kamarku ya.”Kata Miyu.
“Iya.”Kata Ai. Miyu pun berjalan.
“Mengapa kau tak memberitahukannya soal itu?” Kata Ai.
Miyu berhenti berjalan.
“Kalau soal itu biar dia sendiri yang tau.”Kata Miyu. Miyu pergi ke kamarnya.
“Baiklah sepertinya aku juga harus kembali ke kamarku.”Kata Ai.
Ai pun pergi ke kamarnya dan bersiap siap untuk tidur.
__ADS_1