Royal School

Royal School
Chapter 54: Insincere


__ADS_3

Akhirnya giliran Si A dan Si B yang membayar barang barang mereka.


“0,2 poinnya mau disumbangkan ke yayasan amal tidak?” Kata Pina.


“Tidak perlu, nanti kita rugi lagi,” Kata Si B.


“Lagipula apakah duitnya beneran buat membantu orang? Mungkin uangnya akan dimakan sih sama mereka,” Kata Si A.


Pina merasa kesal tapi dia tetap mencoba terus ramah kepada mereka.


“Oh kalian nggak mau ya? Ya sudah nggak apa apa,” Kata Pina.


“Kalau mau minta tip ya bilang saja mbak, nggak usah ngemis dengan iming iming membantu orang yang kurang mampu,”Kata Si A.


“Ah aku tak minat dengan tip atau apapun itu,” Kata Pina. “Kalau kau tak minat kenapa kau minta itu?” Kata Si A.


“Ya menawarkan itu adalah tugasku,” Kata Pina.


“Berarti pekerjaan mu itu kotor dong?” Kata Si B.


“Kotor, apa maksudmu?” Kata Pina.


“Ya kau sudah makan uang hasil kebohonganmu itu,” Kata Si A.


“Dan kau sudah mencurangi bahkan membohongi semua orang,” Kata Si B.


“Sembarangan, jaga bicaramu ya!!!!!” kata Pina. “Pekerjaanku ini tak seperti itu ya!!!” kata Pina.


“Jika kau marah, berarti kau melakukannya,” Kata Si B.


“Iya, dasar kau memakan uang haram,” Kata Si A.


Tiba-tiba Pina menampar Si A dan Si B.


“Ahhhhh!!!! Dia menamparku. Dia benar-benar menamparku,” Kata Si B.


Pina juga kaget karena dia sudah memukul seorang pelanggan.


“Apakah kelakuan seorang kasir itu seperti ini?“ Kata Si A.


Si A memukul Pina hingga ia terjatuh. Si A langsung melompati meja kasir dan menghajar Pina.


Pina menangis dan mengerang kesakitan. Miyu, Rie dan Machi menenangkan Pina, sedangkan Shinmaru dan Shuichi membawa Si A dan Si B menjauh dari Pina.


Pak Manager yang mengetahui itu langsung keluar dari ruangannya.


“Ada apa ini?” Kata manager itu.


“Mereka sudah membuat kerusuhan, dan menyerang kasir ini pak,” Kata Miyu.


“Baiklah bawa mereka keluar dan usir mereka!!!!” Kata Manager itu.


Shuichi dan Shinmaru membawa mereka keluar.


Saat keluar, Shuichi dan Shinmaru dipukul oleh mereka.


Mereka pun berkelahi diluar.


Dan yang menang adalah mereka berdua.


“Awas saja kalian,” Kata Si A dan Si B. Si A dan Si B pergi dari sana.


Sementara itu Pina masih menangis dan masih merasakan kesakitan di tubuhnya.


“Kenapa orang memandangi pekerjaan ku rendah sekali? Memangnya aku memakan uang sumbangan itu?” Kata Pina.


“Bahkan mereka sampai menghajarku karena mereka tak percaya kepadaku,” Kata Pina.


“Ya kalau menurutku sih mereka itu tak ikhlas memberikan 0.2 poin itu ke orang lain. Tapi mereka tak mau martabat mereka turun di depan mata orang. Jadi ya begitu,” Kata Miyu.


“Tapi ujung ujungnya harga diri mereka turun juga karena menghajarmu,” Kata Miyu.


“Tapi apakah aku memang kelihatan seperti itu?” Kata Pina.


“Ya kalau menurutku sih bisa iya daj bisa tidak,” Kata Ai. Ai menghampiri Pina.


“Ada sebagian orang yang menganggap kalau uang itu mungkin akan diambil oleh pegawainya,” Kata Ai.


“ya, Tapi seharusnya mereka tak usah berburuk sangka seperti itu,” Kata Ai.


“Kalau mereka ikhlas, mereka tak akan berburuk sangka seperti itu,” Kata Ai.


“Dan argumen ini bisa menjadi sebuah fakta karena sebagian pegawai ada juga yang seperti itu,” Kata Ai.


“Jadi itulah yang sebagian orang beranggapan kalau uangnya itu diambil oleh pegawainya,” Kata Ai.


“Jadi kau beranggapan sama seperti mereka?”Kata Pina.


“Ya kurang lebih seperti itu,”Kata Ai.

__ADS_1


“Jika tak ada dokumentasinya,” Kata Ai.


“Jika ada dokumentasinya aku percaya uangku sampai ke mereka yang membutuhkan,”Kata Ai.


“Ya mungkin ada yang beranggapan kalau memberikan sesuatu ke seseorang itu tak boleh direkam atau didokumentasikan,”Kata Ai.


“Tapi jika itu ada campur tangan orang lain, kau sebaiknya mendokumentasikannya karena takutnya ada salah paham,”Kata Ai.


“Tapi jika itu uangmu sendiri, lebih baik tak usah didokumentasikan,” Kata Ai.


“Iya sih benar juga apa katamu,” Kata Miyu.


“Kalau menurutku mereka tak melakukan itu karena mereka tak ikhlas memberikan poin itu,”Kata Shuichi.


Shuichi dan Shinmaru masuk ke minimarket.


“Apa maksudmu?” Kata Ai.


“Mereka melakukan itu untuk membawa ini,” Kata Shuichi yang ingin menunjukkan sesuatu.


“Itu kan!!!!” Kata Ai. Ternyata itu adalah snack mahal yang tadi Ai dan Miyu bicarakan.


“Iya, dia mengincar snack mahal ini,”Kata Shuichi.


“Dan juga, dia mengincar voucher gosok pulsa yang harganya saldonya lumayan banyak,” Kata Shinmaru sambil mengeluarkan voucher itu.


“Apakah kasir nya masih bisa melayani? Kalau tak biaa, aku tak jadi berbelanja nih,” Kata Orang itu.


“Mohon maaf pak kami sementara tutup dahulu,” Kata Managernya.


“Oh baiklah kalau begitu,”Kata orang itu. Orang itu pergi dan meninggalkan minimarket itu.


“Oi tunggu dulu,” Kata Ai. Orang itu berhenti.


“Memangnya kenapa?” Kata Orang itu. Saat ia menoleh ke belakang ia kaget Karena Ai memegang sesuatu.


“Ini, kuemu ketinggalan,”Kata Ai. Orang itu menghampiri Ai.


“Wah terima kasih ya,” Kata Orang itu.


Orang itu pergi meninggalkan Ai.


“Tapi kok aneh ya?” Kata Ai.


“Kuenya kelihatannya seperti baru saja beli dari sebuah toko,” Kata Ai.


“Apa jangan jangan kau.....”Kata Ai.


“Hayo mau kemana hayo,” Kata manager itu.


Tapi manager itu berhasil dilewati oleh orang itu.


Tiba-tiba Rie menghalangi dan menendang orang itu. Orang itu terjatuh.


“Sudah kuduga,” Kata Ai. “Dia pencuri,” Kata Ai.


“Ampuni saya pak, ampun,” Kata orang itu.


“Saya hanya ingin makan pak, saya sudah lama nggak makan,” Kata orang itu.


“Memangnya poin kamu itu kamu kemanakan?” Kata manager itu.


“poin saya abis karena buat bayar hutang saya pak,” Kata orang itu.


“Jadi pak saya mohon bebaskan saya kali ini saja pak,” Kata orang itu.


“Oh poin mu habis ya?” Kata Ai. Ai mengeluarkan sebuah handphone. Orang itu meraba raba kantong saku celananya.


“Kenapa? kau mencari handphonemu kan?” Kata Ai.


“Berarti ini adalah handphone mu,” Kata Ai. Ai menyalakan hpnya dan mencari sesuatu.


“Ah poinnya masih banyak nih,” Kata Ai. Ai pun menunjukkan nya kepada semua orang disitu.


“Sial, sejak kapan Hp itu ada di dirimu?” Kata Orang itu.


“Saat kau menabrakku tadi, aku mengambil hpmu,” Kata Ai.


“Mungkin jika tak ada penyerangan itu, kau berpura-pura berbelanja dan membeli sebuah barang lalu kau pergi mrmbawa barang curian itu.”Kata Ai.


“Sial kau!!!” kata orang itu.


Orang itu menendang ke arah Ai tapi berhasil dihentikan oleh Ai. Ai langsung mengangkat dia lalu membanting nya.


“Kenapa kau melakukan ini? Bukannya poin mu itu banyak ya?” Kata manager itu.


“Biskuit itu juga harganya tak seberapa kok,” Kata manager itu.


“Aku bertaruh bukan hanya biskuit saja yang ia curi,” Kata Ai.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” Kata manager itu. Semua barang-barang itu ada dibalik jaket dan topinya,” Kata Ai.


“coba kau buka semuanya,”Kata Ai.


Orang itu membuka jaket dan topinya. Dan benar saja, banyak barang barang yanh disembunyikan disana.


“Kenapa kau mencuri semua ini? Kan kau mampu beli semua ini,” Kata manager itu.


“hmm sebenarnya aku....”Kata manager itu.


“mengalami kleptomania,” Kata Shuichi.


Shuichi, Miyu, Kyoko, Machi dan Pina keluar.


“Kleptomania merupakan gangguan yang tak bisa menahan ingin mencuri suatu barang tertentu walaupun barang itu tak berharga sekalipun,” Kata Shuichi.


“Apakah aku salah Ai Ushinawareta?” Kata Shuichi.


“Tidak, kau benar,” Kata Ai.


“Jadi kau mengalami Kleptomania ya?” Kata manager itu.


“Iya mereka benar, aku pengidap kelptomania,” Kata orang itu.


“Entah kenapa aku tak bisa menahan rasa ingin mencuri suatu barang itu,” Kata orang itu


“Mengapa kau tak bilang saja sejak awal kalau kau mengidap kleptomania?” Kata Ai.


“Percuma saja, tak ada yang percaya kalau aku mengidap kleptomania,”Kata orang itu. “Dan juga, aku tak mau dibawa ke rumah sakit jiwa karena gangguan itu,” Kata orang itu.


“Ya memang kleptomania itu agak merepotkan ya,” Kata manager itu.


“rasanya ingin mencuri terus walaupun kita memiliki uang yang cukup untuk membelinya,” Kata manager itu.


“dulu aku pengidap kleptomania sama sepertimu, jadi aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang,” Kata manager itu.


“Pak manager pernah mengalaminya juga?” Kata Pina.


“Ya begitulah,” Kata manager itu.


“Tapi aku sudah tak begitu lagi kok,” Kata manager itu.


“Dulu aku tak bisa menahan hasratku dan akhirnya aku mencuri, mencuri dan mencuri lagi,” Kata manager itu.


“sampai akhirnya aku sadar bahwa yang kulakukan ini salah. Aku harus menghentikannya,” Kata manager itu.


“Aku terus mengurungkan niatku untuk mencuri, tapi tetap saja tak bisa dan akhirnya aku mencuri lagi,”Kata manager itu.


“Aku mterus mencoba bertahun-tahun, tapi tetap tak bisa,”Kata manager itu.


“Dan akhirnya pada suatu hari, aku ditangkap oleh polisi karena aksiku ketahuan,”Kata manager itu.


“Aku sarankan kau segera berhenti karena dihukum tak enak,” Kata manager itu.


Orang itu menangis.


“Lalu bagaimana cara aku menghentikan gangguan ini?” Kata orang itu.


“aku sudah mencoba semuanya untuk mengobati gangguan ini,”Kata orang itu


“Bahkan aku sampai dibenci oleh orangtuaku karena ini,” Kata orang itu.


“Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan menuju kemauan itu,” Kata manager itu.


“Jika kau menyerah, maka kau tak akan mendapatkan apa yang kau mau,” Kata manager itu.


“tapi apa yang harus kulakukan lagi untuk mengobati penyakit ku ini?” Kata orang itu.


“Kau harus terus mencoba dan mencoba,” Kata manager itu.


“Tapi aku bosan terus mencoba karena selalu gagal,” Kata manager itu.


“kegagalan itu bukan sebuah akhir, tapi kegagalan itu adalah sebuah awal menuju apa yang kita inginkan,” Kata manager itu.


“Ya sudah aku akan membantumu menyembuhkan penyakit mu itu,” Kata manager itu.


“Bekerja lah bersamaku di tempat ini, aku akan membuatmu menyembuhkan penyakit itu,” Kata manager itu.


“Tapi aku takutnya akan mencuri barang barang tokomu nanti,” Kata manager itu. “Tidak, aku tak akan membiarkan itu terjadi,” Kata manager itu.


“Tapi.....”Kata orang itu.


“Tak usah kebanyakan tapi. Kau mau sembuh tidak?” Kata manager itu.


“Tapi pak manager, bukannya kita butuh persetujuan dari pusat ya kalau kita menambah pegawai di tempat ini?” Kata Pina.


“Kalau itu biar ku urus nanti,” Kata manager itu.


“Terimakasih.” kata orang itu.

__ADS_1


“Terimakasih, terimakasih, terimakasih, terimakasih, terimakasih,” Kata Orang itu sambil meneteskan air mata.


“Aku tahu apa yang kau rasakan sekarang, jadi aku akan menolongmu,” Kata manager itu.


__ADS_2