Royal School

Royal School
Chapter 24:Go to a funeral


__ADS_3

Hari sudah pagi. Ai pun bangun, dia pun langsung mandi. Setelah ia mandi ia pun membuat masakan untuk dia sarapan pagi ini. Sepertinya ia sedang membuat telur mata sapi.


“Ah hari libur begini enaknya makan telur mata sapi.”Kata Ai.


Telur itu sudah matang. Dia menaruh telur tersebut ke piringnya. Lalu ia ambil nasi kemarin yang sudah dihangatkan.


Setelah itu ia duduk di karpet.


“Selamat makan.”Kata Ai.


Dia pun memakan makanan itu. Akhirnya dia sudah selesai makan. Dia pergi ke lemarinya dan memilih pakaian untuk pergi ke acara pemakaman itu. Ia membuka lemari itu. Sepertinya ia akan memakai baju Tuxedo.


“Sepertinya aku pakai ini saja deh.”Kata Ai.


Ai mengambil pakaian itu lalu memakainya. Setelah itu ia menyisir rambut dan keluar dari kaamarnya.


“Miyu sudah berangkat atau belum ya?” Kata Ai.


Ai mengetuk pintunya Miyu dan memanggil nama Miyu.


“Miyu.” Kata Ai.


“Kau mau bareng nggak?” Kata Ai.


“Sebentar ya Ai.”Kata Miyu.


“Ya sudah deh, kau boleh masuk.”Kata Miyu. Ai pun masuk ke kamarnya Miyu. Kamarnya Miyu cukup lumayan banyak barang-barang. Walaupun keadaan seperti itu, kamarnya Miyu sangat rapih dan tertata.


“Maaf aku agak lama. Kau tau kan wanita berdandan itu bisa sejam.” Kata Miyu.


Ternyata Miyu memakai Tuxedo.


“Kau pakai Tuxedo Miyu?” Kata Ai. “Kalau ke acara pemakaman aku tidak merasa enak kalau memakai gaun.”Kata Miyu.


“Tapi yang penting warnanya hitam kan?” Kata Miyu.


“Iya sih.”Kata Ai.


“Dari kecil kalau aku pergi ke makam nggak pernah pake gaun. Selalu pakai Tuxedo.”Kata Miyu.


“Oh begitu ya Miyu.”Kata Ai.


“Baiklah ayo kita langsung berangkat.”Kata Miyu.


“Ayo.”Kata Ai.


Ai dan Miyu keluar dari kamarnya Miyu. Disaat yang sama, Shuichi keluar dari kamarnya.


Dia memakai jas yang rapih.


“Wah, Shuichi. Kau mau kemana”Kata Miyu.


“Aku mau pergi ke acara pemakaman itu.”Kata Shuichi.


“lha katanya kau tak mau datang?”Kata Miyu.


“Ya setelah dipikir pikir, sepertinya aku harus kesana. Walaupun itu musuhmu atau orang yang nyaris membunuhmu, kita harus datang walaupun tanpa diundang.”Kata Shuichi.


“Tapi kan kita diundang kemarin.” Kata Miyu.


“Ya oleh karena itu, kita harus datang kan?” Kata Shuichi.


“Hehehe, kalau nggak ada besek nya sih aku tak begitu peduli.”Kata Shuichi di dalam hatinya. “Masa orang kaya seperti dia mati nggak ada beseknya.”Kata Shuichi.


Shinmaru keluar dari kamarnya bersama Rie. Shinmaru memakai jas bagus, sedangkan Rie memakai Gaun berwarna hitam yang lumayan anggun dan cantik sekali.


“Wah Shuichi, kukira kau tak akan pergi kesana.”Kata Shinmaru.


“Ya, walaupun itu orang yang nyaris membunuhku. Aku harus tetap datang kesana.” Kata Shuichi.


“Oh begitu ya.”Kata Shinmaru.


“Biasanya tipe tipe sepertimu ini tak begitu peduli dengan hal seperti ini.”Kata Shinmaru.


Kyoko pun keluar dengan memakai gaun dan ia masih memakai perban di kakinya dan tongkat.


“Wah ternyata kau ikut juga Shuichi?” Kata Kyoko.


“Ya begitulah.”Kata Shuichi.


“Baiklah ayo kita pergi.”Kata Miyu.


“Ayo.”Kata Ai. Mereka pun pergi dan menuju tempat dimana acara pemakaman itu dilaksanakan.


Mereka pun sampai depan aula tempat itu. Disana, suasana sangat ramai sekali.


“Wah disini ramai sekali ya.”Kata Miyu.


“Ya wajar saja, yang diundang itu satu sekolah.”Kata Shinmaru.


“Baiklah ayo masuk.”Kata Miyu.


Mereka masuk ke gedung itu. Disana benar benar ramai sekali.


“Wah ramai juga disini.”Kata Miyu.


“Iya pastinya.” Kata Shinmaru.


“Tapi kok ini malah mirip seperti acara pesta ya? Kan di acara pemakaman biasanya itu suasananya sedih kan? Tapi mengapa sebagian orang raut wajahnya pada senang dan pada tertawa tawa terbahak bahak.” Kata Miyu.


“Ya mungkin dia mati, semuanya senang”Kata Shuichi.


“Ah positif thinking saja, mungkin mereka sedang saling menghibur diri mereka.”Kata Ai.


“Iya juga sih.”Kata Miyu.


“Baiklah ayo kita memberikan doa kepada mereka berdua. Mereka pun berdoa di depan foto Surgeon dan Coiler dan si sniper itu.


“Semoga disana kalian tenang.”Kata Miyu.


“Semoga kalian disana terus, jangan mengganggu kami.”Kata Kyoko.


“Semoga kalian tenang disana, jangan menggangu kami.” Kata Shinmaru.


“Semoga harimu menyenangkan di alam sana.”Kata Shuichi.


“Semoga kalian tenang.”Kata Ai.


“beristirahatlah dengan tenang.”Kata Rie. Mereka pun selesai berdoa.


“Ah akhirnya urusan disini selesai.”Kata Miyu.


Ai melihat seseorang berfoto tempat itu.


“Hei Miyu, kenapa orang orang pada foto di acara pemakaman ya? Bukannya agak serem ya foto di acara pemakaman.”Kata Ai.


“Ya begitu lah orang orang zaman sekarang, biarin aja nanti fotonya juga ada penampakan.”Kata Miyu.


“Ya namanya juga orang-orang, pengen keliatan keren aja gitu.”Kata Shuichi.


“Lagian itu juga bisa buat kenang kenangan kan?” Kata Shinmaru.


“emang ada ya, kenang kenangan foto di acara pemakaman atau kuburan gitu?” Kata Ai.


“Ya mungkin saja kan? Kita gak tau juga selera orang-orang.”Kata Shinmaru.


“Orang zaman dahulu sepertinya tidak ada yang foto dikuburan.”Kata Miyu.


“Ya memang zaman dahulu belum ada camera yang secanggih sekarang.”Kata Shuichi.


Mereka melihat nasi kotak.


“Wah nasi kotak.” Kata Shinmaru.

__ADS_1


“yang lain pada ngambil tuh. Ikutan ngambil yuk!” Kata Shinmaru.


“ayo.”Kata mereka. Mereka pun mengantri untuk dapat nasi kotak. Setelah itu mereka keluar dari gedung itu.


“Wah, kira kira isinya apa ya?” Kata Miyu.


“Dari aromanya sepertinya nasi kuning.”Kata Kyoko.


“Oh iya ngomong ngomong dimana Shuichi dan Shinmaru?”Kata Miyu.


“Sepertinya mereka masih mengantri.”Kata Ai. “Oh yasudah.”Kata Miyu.


“Nah itu mereka.”Kata Miyu.


Shuichi dan Shinmaru datang menghampiri mereka Dan membawa banyak nasi kotak.


“Haduh haduh. Kalian ini, udah seumuran segini ambil nasi kotaknya masih banyak.”Kata Miyu.


“Kalian jangan begitulah, kan masih banyak orang yang membutuhkan nasi kotak itu. Mereka juga punya hak untuk dapat nasi kotak itu.”Kata Miyu.


“Ya murid lain saja ngambil nasi kotaknya juga lebih dari satu kok. Tuh coba aja liat yang lain.”Kata Shuichi.


Sebagian orang mengambil nasi kotaknya mengambil nasi kotaknya lebih dari satu.


“Ya tapi kalian jangan mengikutinya juga.”Kata Miyu.


“Haduh, makin kesini malah makin kesana.”Kata Ai.


“Baiklah ayo kita pergi dari sini.” Kata Miyu.


Mereka pun pergi. Shinmaru dan Rie jalan di depan, sementara sisanya di belakang.


“Wah mereka lengket sekali ya seperti lem.” Kata Miyu.


“Tapi kan lem itu mematikan.” Kata Shuichi.


“ya walaupun mematikan, tapi bermanfaat kan? Untuk merekat atau menempelkan.”Kata Miyu.


“Lem itu juga banyak jenisnya. Jadi tidak semuanya bisa menempelkan suatu barang.”Kata Shuichi.


“Iya sih.”Kata Miyu.


“Hei Miyu kau mau pergi kemana?” Kata Shinmaru.


“Aku juga bingung sih.”Kata Miyu. “Mau ke apartement dulu?” Kata Shinmaru.


“Boleh.”Kata Miyu.


Mereka pun pergi ke apartemen. Akhirnya mereka sampai di apartemen.


“Mau makan dimana nih?” Kata Miyu.


“Di tempatmu saja Miyu.”Kata Kyoko.


“Mau makan di kamarku nih?” Kata Miyu.


“Aku sih terserah.”Kata Shuichi.


“Ya aku sih boleh boleh aja.”Kata Shinmaru.


“Ya boleh kalau nggak ngerepotin.”Kata Rie.


“aku ikut suara terbanyak saja.”Kata Ai.


“Baiklah kalau kalian mau begitu.”Kata Miyu.


Mereka pergi ke kamarnya Miyu. Setelah sampai di depan kamarnya, ia membuka pintu kamarnya.


“Nah ayo silahkan masuk.”Kata Miyu.


Mereka masuk kamar Miyu dan duduk di karpet yang sudah disediakan. Miyu menutup pintunya.


“ada sendok plastik nggak di kotaknya?” Kata Miyu. Kyoko membuka kotak nasinya.


“Ada deh Miyu.”Kata Kyoko.


Miyu pergi ke belakang untuk mengambil air putih.


“Wah kamarnya Miyu cukup rapih dan bersih.”Kata Rie.


“Ah itu karena dia perempuan, kebanyakan perempuan itu pasti ya suka merapikan dan membersihkan rumah.” Kata Shinmaru.


“Iya sih aku juga begitu.”Kata Rie.


Miyu pun kembali dari dapur nya dan membawa teko air putih dan membawa beberapa gelas plastik. Miyu duduk kembali.


“Maaf ya Kalau sempit.”Kata Miyu.


“Ah ini nggak begitu sempit kok.”Kata Ai.


“Benar kata Ai, ini nggak terlalu sempit.”Kata Shinmaru.


“Baiklah ayo kita makan nasi kotaknya.”Kata Miyu.


Mereka membuka nasi kotaknya. Isi nasi kotaknya adalah nasi kebuli, ayam bakar, sop iga, tempe orek, kerupuk udang, dan segelas air putih. Mereka membuka pembukus makanannya.


“Selamat makan.”Kata Mereka. Mereka pun makan itu.


“Wah rasanya enak banget ya.”Kata Miyu. “Iya betul, rasanya enak.”Kata Shinmaru.


“Oh iya, kalian mau menonton tv tidak?”Kata Miyu.


“Boleh boleh aja sih.”Kata Ai. Miyu mengambil remote nya.


“Ini Ai jika kau mau menonton.”Kata Miyu. Miyu memberikannya ke Ai.


“Ok terima kasih ya Miyu.”Kata Ai. Ai mengambil remote nya dan menyalakan tvnya. Dia mencari channel apa yang acaranya bagus.


“Sepertinya tak ada yang bagus acaranya.”Kata Ai.


“Bukannya tidak bagus Ai, tapi acaranya tak sesuai dengan expetasimu.”Kata Miyu.


“Ya sudah nonton film saja yuk. Kebetulan flashdisk ku ada film.” Kata Miyu.


“boleh tuh.”Kata Ai.


“Baiklah aku akan nyalakan DVD player nya.”Kata Miyu.


Miyu mengambil remote dvd dan menyalakan dvd player milik nya. Setelah DVD playernya menyala, ia mencari file film itu lalu memutarnya.


“Bajakan kah?” Kata Shuichi.


“Enak saja, bukanlah.”Kata Miyu.


“Lah itu kok ada di flashdisk?” Kata Shuichi.


“Ya aku download di situs resmi yang menanyangkan film ini.” Kata Miyu.


“Oh baguslah.”Kata Shuichi.


“Kau juga suka Anime Miyu?” Kata Shinmaru.


“Nggak begitu sih.”Kata Miyu. “oh.”Kata Shinmaru.


“Ini memang film apa Miyu?” Kata Kyoko.


“Film berbau romance sepertinya. Aku juga belum pernah nonton. Karena nggak sempet terus.”Kata Miyu.


“Oh begitu ya.”Kata Kyoko.


Mereka pun menonton film itu sambil makan. Akhirnya mereka selesai menonton film anime itu. Mereka semua menangis, kecuali Shuichi.


“Kukira happy ending ternyata sad ending.”Kata Ai.

__ADS_1


“endingnya nggak disangka sangka ya.”Kata Miyu.


“Ya walaupun begitu, ceritanya tetep seru sih. Mereka bertemu satu sama lain lalu lama kelamaan mereka saling jatuh cinta dan mereka saling salah paham dan akhirnya mereka bermusuhan dan saat mereka berbaikan, salah satu dari mereka malah mati. Sungguh tragis.”Kata Miyu.


“Ya betul sih.”Kata Miyu.


“Tapi scene kerennya pas cowoknya ngamuk karena si cewek nya mati sih.”Kata Shuichi.


“Ratingnya cocok dikasih 10 sih.”Kata Miyu.


“Baiklah kalian mau ngapain lagi nih.”Kata Miyu.


“Enaknya sih tidur.”Kata Shuichi.


“Jangan tidurlah, nanti diabetes loh.”Kata Miyu.


“Iya sih.”Kata Shuichi.


“Tapi aku bingung mau ngapain.”Kata Miyu.


“Main kartu aja yuk.”Kata Miyu.


“Boleh tuh.”Kata Ai.


“Baiklah aku akan ambil kartu dulu ya.”Kata Miyu. Miyu pergi dan mengambil kartu itu.


“Nah ini dia. Ayo kita bermain.”Kata Miyu.


Mereka pun bermain kartu itu. Mereka tak sadar bahwa waktu sudah sore.


“Hahaha, aku selalu menang pertama.”Kata Miyu. “Haaaah, aku selalu kalah.”Kata Shinmaru.


“Sabar ya Shinmaru.”Kata Rie.


“Wah waktunya sudah sore nih.”Kata Miyu.


“Ayo kita makan dimana gitu.”Kata Miyu.


“mau ke restoran nenek?” Kata Ai.


“Ya Terserah sih.”Kata Miyu.


“Aku sepertinya tak ikut.” Kata Shuichi.


“Aku dan Rie juga tak ikut.”Kata Shinmaru.


“Berarti kita bertiga aja nih?”Kata Miyu.


“Nggak deh, aku nggak ikut. Kalian aja berdua.”Kata Kyoko.


“Eh, masa kami berdua aja sih.”Kata Miyu.


“Baiklah aku akan buat nasi goreng saja deh.”Kata Ai.


“Kau mau tidak Miyu? Kalau kau mau, aku buatkan.” Kata Ai.


“Eh nggak usah deh.”Kata Miyu.


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan.


“Eh...”Kata Miyu.


“Miyu mau tuh.”Kata Kyoko.


“Ah..Kyoko.”teriak Miyu dengan malu.


“Baiklah aku akan buatkan untukku ya.”Kata Ai.


Ai pergi ke dapur dan membuat nasi goreng. Kyoko, Shinmaru, Shuichi dan Rie membuka kotak nasinya.


Dan mereka langsung menyantapnya. Ai pun selesai membuat nasi goreng itu.


“Ini dia Miyu.”Kata Ai.


“te-terimakasih Ai.”Kata Miyu sambil tersipu malu.


“Kau tak usah malu begitu, makan dan nikmati saja makanannya.”Kata Ai.


Miyu pun memakan nasi goreng itu. “Ini enak.”Kata Miyu.


“INI BENAR-BENAR ENAK!!!!!” Kata Miyu.


“Ah mungkin kau bilang seperti itu karena..”Kata Kyoko. “Karena enak!!!!” Kata Miyu.


“wah terima kasih Miyu.”Kata Ai.


“Aku harusnya yang bilang terima kasih karena sudah membuatkan ku nasi goreng,Ai.”Kata Miyu.


“Sama-sama Miyu.”Kata Ai.


Mereka pun makan bersama. Akhirnya mereka selesai makan.


“Ah terimakasih ya Miyu, karena kami sudah diperbolehkan makan disini.”Kata Shinmaru.


“Sama sama Shinmaru.” Kata Miyu.


“Oh iya besok kalian mau kemana nih?” Kata Miyu.


“Entahlah, aku juga bingung.”Kata Shinmaru.


“Bagaimana kalau kita ke tempat bermain game retro? ”Kata Rie.


“Wah ide yang bagus Rie.”Kata Miyu.


“Baiklah ayo besok kita akan kesana.” Kata Miyu.


“Yang lain mau nggak?” Kata Miyu.


“Aku terserah sih.”Kata Shuichi.


“Boleh deh Miyu.”Kata Kyoko.


“Aku sih terserah Shinmaru.”Kata Rie.


“Aku pasti akan ikut.”Kata Shinmaru.


“Ya aku ikut suara terbanyak.”Kata Ai.


“Baiklah sudah diputuskan, besok pergi ke tempat itu.” Kata Miyu.


“Hei Rie, biar kamu nggak capek. Kusaranakan kau menginap disini aja.”Kata Miyu.


“Tapi bajunya....”Kata Rie.


“Tenang saja kok, aku bisa pinjam bajuku kepadamu.”Kata Miyu.


“Tapi yakin nih? takutnya ngerepotin.”Kata Rie.


“Nggak kok.”Kata Miyu.


“Baiklah kalau begitu, boleh deh.”Kata Rie.


“Kyoko kau mau tidur bareng nggak?” Kata Miyu.


“Wah boleh deh.”Kata Kyoko.


Shinmaru, Ai dan Shuichi keluar dan pergi ke kamarnya masing masing. Sedangkan para perempuannya masih dikamarnya Miyu.


Miyu mengambil bantal, guling dan selimut untuk tidur di ruang tamu.


“Maaf ya, jika kita tidur dibawah.”Kata Miyu.


“Ya nggak apa apa Miyu. Malah sepertinya kami yang nggak enak kepadamu. Kau jadi nggak bisa tidur dikasur mu.”Kata Rie.

__ADS_1


“Ah itu tak masalah. Terkadang aku juga tidur dibawah seperti ini kok.”Kata Miyu.


“Mereka pun bersiap siap untuk tidur. Dan mereka akhirnya tidur.


__ADS_2