Royal School

Royal School
Chapter 52:Shopping


__ADS_3

“Hei Miyu, setelah ini kau mau kemana?” Kata Ai.


“Ya setelah ini aku mungkin akan pulang dan istirahat,” Kata Miyu.


“Kau tidak belanja untuk keperluan makananmu?” Kata Ai.


“Cie cie Miyu,” Kata Rie dan Shinmaru.


Miyu langsung salting.


“Ah Ai!!!!” kata Miyu.


“Memangnya kenapa kalau aku mengingatkan temanku untuk membeli sesuatu?” Kata Ai.


“Ya kau seperti tak tahu zaman sekarang saja Ai. Zaman sekarang kalau cewek sama cowok deketan dibilang cie cie dan disangka pacaran. Padahal kita tak tau hubungan mereka itu sebenarnya seperti apa. Bisa saja mereka itu saudara kan?” Kata Shuichi.


“Atau mungkin bisa saja mereka itu sepupu,” Kata Ai.


“Kalau sepupu masih bisa, kalau saudara kan gak bisa,” Kata Shuichi.


“Tapi kan di negeri ini ada aturan kalau tak boleh menikah dengan sepupu,”Kata Ai.


“Iya sih, tapi kan diluar negeri boleh boleh saja,” Kata Shuichi.


“Entah kenapa ya mereka menikah dengan sepupunya sendiri? Padahal masih banyak laki-laki dan perempuan yang jomblo diluar sana?” Kata Ai.


“Ya begitulah, memang cinta itu sulit dimengerti Ai,” Kata Miyu.


“Ya faktor nya sih karena mereka selalu deket dari kecil sampai mereka besar,” Kata Shuichi.


“Tapi kenapa saudara kandung itu tidak seperti itu?” Kata Ai.


“Bukan tidak ada sih. ada sih ada yang cinta sama saudara kandungnya sendiri, tapi ya kalau mereka nikah anaknya ya tak sempurna,” Kata Shuichi.


“Bukannya semua manusia itu tak sempurna ya?” Kata Ai.


“Iya sih, maksudku itu anaknya ya begitulah,” Kata Shuichi.


“Ya begitulah?” Kata Ai.


“Cacat.”Kata Miyu. “oh,” Kata Ai.


“Dibilang seperti itu langsung paham dia,” Kata Shuichi.


“Oh iya, kenapa cowok sama cewek lagi deketan pasti selalu diomongin sama orang lain?” Kata Ai.


“Ya kau seperti tak tau saja manusia zaman sekarang itu bagaimana Ai,” Kata Shuichi.


“Manusia zaman sekarang itu sebagian besar kalau melihat sesuatu langsung mengomentarinya tanpa dicari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Dan juga manusia zaman sekarang itu suka mencampuri urusan orang lain,” Kata Shuichi.


“Ya sepertinya tidak semuanya manusia zaman sekarang seperti itu,” Kata Ai.


“Iya sih, maksudku itu sebagian besar manusia zaman sekarang ini,” Kata Shuichi.


“Tapi ciri-cirimu itu seperti mengarah ke ciri-ciri netizen Shuichi,” Kata Ai.


“Memangnya netizen itu bukan manusia apa?” Kata Shuichi.


“Iya sih, tapi kan netizen itu ada di media sosial, bukan di dunia nyata,” Kata Ai.


“Memangnya tidak ada yang mengomentari hidup seseorang di dunia nyata Ai? ,” Kata Shuichi.


“Iya ada sih,” Kata Ai.


“Sudah sudah, jangan ribut,” Kata Miyu.


“Kalian tau sendiri kan, semua yang kita lakukan itu memiliki dampak positif dan dampak negatif. Jika kita melakukan sesuatu yang positif, maka kita akan dipuji. Jika kita melakukan sesuatu yang negatif, maka kita akan dihina dan diserang oleh netizen. Tidak semua netizen itu berkomentar negatif dan berkomentar positif. Mereka berkomentar sesuai masalah yang seseorang hadapi,”Kata Miyu.


“Iya sih,” Kata Shinmaru.


“Jadi kita harus melakukan hal yang positif terus agar kita tak dihina atau disarkasin netizen,” Kata Miyu.


“Tapi kalau pacaran itu termasuknya positif atau negatif?” Kata Ai.


“Kalau hal itu aku tak bisa menjawabnya sekarang,” Kata Miyu.


“Kadangkalanya ada sebuah pertanyaan yang kita tak bisa jawab walaupun kita harus menjawabnya di waktu itu juga,” Kata Miyu.


“Bilang saja kau tak mau menjawab karena kau pacaran dengan Ai kan?” Kata Rie. “Cie cie,” Kata Shinmaru.


Miyu Mukanya memerah.


“bu-bukan begitu maksudku.....”Kata Miyu. “Ya hubungan kami memang cukup dekat tapi belum mencapai sedekat itu sih,” Kata Ai.


“Nah itu ada minimarket,” Kata Ai sambil menunjuk minimarket itu.


“Kau mau disana saja?” Kata Ai.


“Boleh,” Kata Miyu.


“Kalian mau sekalian ikut tidak?” Kata Miyu.


“Boleh deh,” Kata Shuichi.


Mereka pun sudah sampai di luar minimarket itu. Mereka pun masuk dan disambut dengan kasir minimarket itu.


Tapi mereka seperti tak asing dengan pelayan minimarket itu.


“Kau kak Pina kan?” Kata Miyu.

__ADS_1


“Kau yang waktu itu kan?” Kata Kak Pina.


“Mengapa kakak jadi ada disini? Bukannya kakak kerja di minimarket dekat TKP ya?” Kata Miyu.


“Ya aku dipindahkan ke sini karena kasus waktu itu,” Kata Kak Pina.


“Masih syukur dipindahin lokasi kerjanya daripada aku dipecat,” Kata Kak Pina.


“Benar juga sih,” Kata Miyu.


Tiba-tiba ada dua orang pemuda yang datang ke minimarket itu. “Hei kalau mengobrol jangan di depan pintu dong!!!!” Kata salah satu pemuda itu.


“Iya iya, maaaf ya,” Kata Ai.


“Ayo Miyu, kita belanja terlebih dahulu saja,” Kata Ai.


Ai menarik tangan nya Miyu lalu pergi mencari apa yang mereka butuhkan.


“Ah romantisnya mereka,” Kata Rie.


“Kau mau aku pegang tanganmu,” Kata Shinmaru.


“Boleh deh, tapi jangan ditarik juga ya,” Kata Rie.


“Iya,” Kata Shinmaru. Shinmaru memegang tangan Rie lalu pergi mencari apa yang mereka butuhkan.


“Apakah semua orang pacaran seperti itu?” Kata Shuichi.


“Sepertinya tidak semuanya Shuichi,” Kata Kyoko.


“Ya sudah, kita ambil keranjang nya lalu kita mencari sesuatu,” Kata Shinmaru.


Shinmaru dan Kyoko mengambil keranjang mereka lalu mereka pergi bersama untuk mencari apa yang mereka butuhkan


Ai dan Miyu berkeliling.


“Kau mau beli apa Miyu?” Kata Ai. “Hmmm sepertinya ke tempat Mie dulu deh,” Kata Miyu.


Mereka pergi ke tempat Mie.


“Baiklah kau beli Mie rasa apa Miyu?” Kata Ai.


“Rasanya hampir mirip semua nih, aku jadi bingung,” Kata Miyu.


“Yang paling kau sering beli saja Miyu,” Kata Ai.


“Yang paling kau sering beli berarti mie itu enak menurutmu,” Kata Ai.


“Tapi aku bosan mie dengan rasa itu terus,” Kata Miyu.


“Ya sudah, coba rasa yang baru saja,” Kata Ai. “Tapi takut nggak enak,” Kata Miyu.


“Iya sih, terkadang aku juga penasaran bagaimana rasa mie baru saja rilis,”Kata Miyu.


“Ya sudah deh aku ambil mie rasa baru ini,” Kata Miyu. Miyu mengambil mie rasa baru itu.


“Kamu nggak sekalian ambil bumbu nasi goreng Miyu?” Kata Ai.


“Kalau bumbu untuk nasi goreng aku masih ada,” Kata Miyu.


“Baiklah setelah ini kamu mau kemana Miyu?” Kata Ai.


“Aku juga bingung sih,” Kata Miyu.


Tiba-tiba mereka ada suara. Suara itu sepertinya berasal dari belakang mereka.


“Tch, aku jijik dengan orang-orang seperti mereka,”Kata salah satu pemuda itu, sebut saja si A.


“Mereka berani mesra mesraan di depan umum padahal di sekitar mereka banyak orang,” Kata si A.


“Ya begitulah anak-anak zaman sekarang, gak tau malu,” Kata Si B.


“Mataku saja melihat mereka slangsung perih,” Kata Si A.


“Ya sekalinya mereka dibilangin mereka malah bilang seperti ini, “Hidup-hidup saya, terserah saya dong,” atau “Iri ya?” begitu.”Kata Si B.


“Tapi cewek yang tadi itu seperti jual murah ke cowok itu ya, cewek nya mau nerima tarikan cowoknya” Kata B.


“Apalagi laki-lakinya tuh, sok tarik tarik tangan ceweknya agar biar terlihat kesan kesan romantisnya,”Kata si A.


Semua nya ikut tertawa.


“Mereka semua seperti tak ada harga dirinya ya,” Kata Si A.


“Aku kasihan sama orang tuanya karena punya anak seperti mereka,” Kata Si B.


Miyu pun kesal dan ingin langsung teriak di ninimarket itu. Tapi Ai melarangnya.


“Jangan teriak ke mereka, nanti kau disangka gak ada diri beneran,” Kata Ai yang mendekati kuping Miyu.


“Aku kesal Ai kepada mereka,” Kata Miyu.


“Kau kesal karena harga dirimu diinjak-injak Miyu?” Kata Ai.


“Ya ini memang salahku sih karena menarik tanganmu tadi orang-orang itu jadi salah paham deh,” Kata Ai.


“Aku merasa tak senang dengan ucapan mereka. Mereka menganggap diri mereka itu berada di paling atas dan jijik melihat orang lain pacaran,”Kata Miyu.


“Padahal pacaran itu belum tentu se jijik yang mereka bayangkan,” Kata Miyu.

__ADS_1


“Mungkin sifat-sifat biologis mereka belum keluar, kalau sudah keluar mungkin mereka tak seperti itu,” Kata Ai.


“Aku setuju sih dengan perkataan mereka. Orang pacaran itu seperti tak ada harga dirinya sama orang lain. Mereka berani mencium pasangannya di depan umum.”Kata Ai.


“Jadi kau setuju dengan perkataan mereka Ai?” Kata Miyu.


“Tidak, kata siapa aku setuju pendapat mereka semua,” Kata Ai.


“Pendapat mereka itu punya kelemahan dan kelebihan. Kelebihan nya itu ya, memang semuanya seperti itu. Kekurangannya adalah apakah memang semua orang yang berpacaran seperti itu?” Kata Ai.


“Cinta itu bukan tentang ciuman, cinta itu Bukan tentang kemesraan , cinta itu bukan tentang nafsu, tapi cinta itu tentang bagaimana kau menghargai dan peduli terhadap orang yang kau sayangi,”Kata Ai.


“Dan mungkin saja mereka belum mengetahui bagaimana rasanya pacaran Miyu. Karena itu mereka tak menyukai orang yang pacaran,” Kata Ai.


“Iya sih,”Kata Miyu.


“Kau memangnya sudah pernah pacaran Ai?” Kata Miyu.


“Ya belun sih,” Kata Ai.


“Darimana kau tahu hal hal itu?”Kata Miyu.


“Ya dulu dilingkunganku aku sering melihat orang orang sedang pacaran memang seperti itu,” Kata Ai.


“Ya awalnya aku pikir memang agak aneh sih. Tapi, setelah kupikir pikir yang aku anggap aneh itu akan aku lakukan suatu saat nanti sih,” Kata Ai.


“Apakah kau sekarang masih menganggap nya aneh Ai?” Kata Miyu.


“Biasa saja sih. ya kecuali Sesama jenis, aku masih menganggap mereka aneh,”Kata Ai.


“Ya kalau itu sampai kapanpun aku juga menganggap mereka aneh,” Kata Miyu.


“Kau tidak mengambil Mie Ai?” Kata Miyu.


“Oh iya aku lupa,” Kata Ai.


Ai mengambil beberapa mie itu.


“Hei Miyu, apakah kau tadi membawa keranjang?” Kata Ai.


“Oh iya ya,” Kata Miyu. “Tapi itu ada sebuah keranjang,” Kata Ai.


Mereka menghampiri keranjang itu.


“Ada dua keranjang nih,” Kata Miyu.


“Kenapa orang menaruhnya disini ya?” Kata Ai.


“Mungkin saja seseorang tak jadi berbelanja,” Kata Miyu.


“Baiklah kita pakai saja deh,” Kata Miyu.


“Yakin nih? Mungkin saja ada yang memakai keranjang ini,” Kata Ai.


“Kalau begitu, siapa yang memakainya?” Kata Miyu.


“Mungkin saja staff yang memakainya untuk mengangkut barang lebih mudah,” Kata Ai.


“kan staffnya tak ada,” Kata Miyu.


“dan juga isi keranjangnya kosong,” Kata Miyu.


“Iya sih,” Kata Ai.


“Ya sudah deh,” Kata Ai. Mereka mengambil keranjang itu.


Dan menaruh Mie mereka di keranjang itu.


“Kau setelah ini mau kemana Ai?” Kata Miyu.


“Ya pulang ke rumah,” Kata Ai.


“Bukan itu, maksudku setelah ini kau mau pergi mencari apa lagi?” Kata Miyu.


“Oh, setelah ini sih cari telur ayam,” Kata Ai.


“Oh begitu ya,” Kata Miyu.


“Nah itu telur ayam Ai,”Kata Miyu.


Mereka pergi ke tempat telur ayam itu. Ai dan Miyu mengambil telur ayam itu.


“Bumbu masakmu masih ada Ai?” Kata Miyu.


“Ya masih ada sih,” Kata Ai.


“Kau mau beli bumbu Miyu? ”Kata Ai.


“Iya sih tapi nanti saja deh,” Kata Miyu.


“Sekalian saja, biar nanti kau tak keluar lagi,” Kata Ai.


“Ya sudah deh,” Kata Miyu.


“Tapi dimana tempat bumbu nya ya?” Kata Miyu.


“Tadi aku lihat sih dibelakang lemari lemari ini,”Kata Ai yang menoleh ke arah kebelakang.


“Oh begitu ya, baiklah ayo kita kesana,” Kata Miyu.

__ADS_1


Mereka pergi menuju tempat bumbu itu.


__ADS_2