Royal School

Royal School
Chapter 29:Mentally insecure


__ADS_3

Ai pun sampai di ruang tamu apartemen itu. Disana sudah banyak orang. Ia melihat Shuichi dan Kyoko kemudian menyapa mereka.


“Oi Shuichi, hello Kyoko.”Kata Ai.


“Oh Oi Ai.”Kata Shuichi.


“Hello Ai.”Kata Kyoko. “Apakah kalian melihat Miyu?”Kata Ai.


“Tidak.”Kata Shuichi.


“Sepertinya dia belum pergi kesini.”Kata Kyoko.


Shinmaru pun datang dan menghampiri mereka.


“Oi Ai, Oi Shuichi,Hai Kyoko” Kata Shinmaru.


“Oh oi Shinmaru.”Kata Ai.


“Oi Shinmaru.”Kata Shuichi.


“Hello Shinmaru.”Kata Kyoko.


“Ngomong ngomong Kyoko, Miyu dimana?” Kata Shinmaru.


“Entahlah, dia tak mau turun. Jika ditanyain, Bilang aja sakit perut.”Kata Kyoko.


Pak Kagemaru pun datang dengan kursi rodanya yang dibantu didorong oleh Gin.


“Halo semuanya.” Kata Pak Kagemaru.


“Hai Pak Kagemaru.”Kata para murid.


“Hari ini, bapak ingin memberitahukan sebuah pengumuman nih.”Kata Pak Kagemaru.


“Mau dengar?” Kata Pak Kagemaru.


“Mau pak.”Kata Para murid.


“Baiklah mungkin sebagian kalian sudah tau bahwa Jim itu menghajar orang tadi siang. Nah Gin tadi di pinta untuk kirim para perwakilan kelas untuk membela Jim di hari penghakiman nanti.”Kata Pak Kagemaru.


“apa mungkin maksud bapak itu perwakilan itu akan menjadi pengacaranya si Jim?” Kata Ai.


“Ya bisa dibilang begitu juga sih.”Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah siapa yang mau?” Kata Pak Kagemaru.


Tak ada yang menunjuk tangan.


“Ah informasi gini doang, mending bubar saja yuk.”Kata Silvia.


Sebagian murid pun pergi.


Tinggal Ai, Shuichi, Kyoko, Shinmaru, dan Catherine.


“Oh iya ngomong ngomong dimana Miyu?” Kata Pak Kagemaru.


“Ah, dia sedang sakit perut pak, tapi nanti saya akan beritahu dia deh.”Kata Ai.


“Ok.”Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah karena hanya tersisa kalian, jadi kalian saja yang jadi perwakilan kelas kita.”Kata Ai.

__ADS_1


“Baik pak.”Kata Catherine.


“Oh iya, karena kondisi bapak masih begini, Gin. Kau jadi pengganti ku saja ya.”Kata Pak Kagemaru.


“Baik pak.”Kata Gin.


“Baiklah kalian boleh bubar sekarang.“Kata Pak Kagemaru.


Gin dan murid-murid pun pergi, kecuali Ai.


“Pak Kagemaru. Ada yang aku ingin tanyakan kepadamu.” Kata Ai.


“Apa itu?” Kata Pak Kagemaru.


“Ini soal asal usul kelas kita.”Kata Ai.


“Oh jadi kalian sudah tau ya.”Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah aku akan ceritakan bagaimana kelas ini dijuluki sebagai salah satu kelas terburuk.”Kata Pak Kagemaru.


“Alasan kelas ini dicap sebagai salah satu kelas terburuk karena....”Kata Pak Kagemaru.


“Karena apa pak Kagemaru?” Kata Ai.


“Karena...”Kata Pak Kagemaru.


“Karena udah darisananya udah dijuluki seperti itu.”Kata Pak Kagemaru.


“Saat aku mengajar dikelas ini, kelas ini sudah dijuluki seperti itu dari dulu.”Kata Pak Kagemaru.


“Guru yang lain pada tak ada yang mau menjadi wali kelas ini. Bahkan tak ada yang mau mengajar di kelas ini.”Kata Pak Kagemaru.


“Semua murid itu sama, walaupun dia terburuk ataupun terbaik dia berhak mendapatkan haknya.”Kata Pak Kagemaru.


“Aku sebagai guru dan wali kelas tidak boleh memilih milih murid.”Kata Pak Kagemaru.


“Lagipula siapa yang mau membuang satu kesempatan untuk mengajar di sekolah terbaik kan? Hehe.”Kata Pak Kagemaru.


Ai hanya terdiam.


“Baik, sepertinya aku harus pergi.”Kata Pak Kagemaru.


“Semoga jawabanku itu tadi memuaskan.”Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru pergi. “


Ah tinggal aku sendiri disini.”Kata Ai. “Sepertinya aku pergi ke kamarnya Miyu saja deh.”Kata Ai.


Ai pergi ke kamarnya Miyu.


“Miyu.”Kata Ai sambil mengetuk pintu.


Tak ada jawaban.


“Sepertinya dia sudah tidur ya.”Kata Ai.


“Baiklah aku sepertinya butuh angin segar diluar.”Kata Ai.


Ai pergi ke atap apartemen itu. Saat ia sampai, ia melihat seorang perempuan sedang minum minum.


Ternyata itu Miyu.

__ADS_1


“Miyu!!!!” kata Ai. Ai menghampiri Miyu. “Oi oi Miyu, hentikan.”Kata Ai.


“oohei Ai, Apakabar.” Kata Miyu yang sedang mabuk.


“Miyu, hentikan. Ini bukanlah dirimu.”Kata Ai.


Miyu mencium bibir Ai.


“Ah, biarkan aku minum sekali lagi Ai ku.”Kata Miyu.


“Miyu, sadarlah. Ini bukanlah solusinya.”Kata Ai.


“Apaaaa? Aku tak bisa mendengarmu?” Kata Miyu yang sedang mabuk berat.


“Jangan mabuk mabukkan Miyu, nanti tubuhmu rusak.” Kata Ai.


“Ah Aku ingin pergi ke sana saja deh.”Kata Miyu. Miyu menuju pembatas.


“Miyu Sadarlah!!!!” Kata Ai.


Ia terus memegang Miyu dengan erat.


Dia menangis.


“Mengapa hidupku seperti ini, mengapa aku harus tinggal kelas seperti ini.”Kata Miyu.


Miyu memeluk erat Ai. Ia pun menangis.


“Apakah kau Miyu?” Kata Ai.


“Kau itu bukan Miyu yang ku kenal.”Kata Ai.


“Miyu yang ku kenal itu ia selalu ceria dan bahagia. Walaupun dia ada masalah, ia tetap memasang senyum itu.”Kata Ai.


“senyum itu, senyum yang membuat hati orang lain menjadi senang lagi.”Kata Ai.


“Dan juga, Miyu itu tak suka melakukan hal hal seperti ini. Dia itu anak baik.”Kata Ai.


“Jika kau Miyu, maka sadarlah MIYU!!!!!!” Kata Ai.


“Kau tidak sendirian, kami juga merasakan sakit yang kau alami sekarang Miyu.”Kata Ai.


“Walaupun kami dihina hina, walaupun kami diinjak injak, kami tetap diam dan bertahan. Kenapa? Karena jika kami melawan kami sama bodohnya seperti mereka.”Kata Ai.


“Lebih baik kita buktikan ke mereka saja bahwa kelas kita itu bukan kelas rendahan!!”Kata Ai.


“Ai...”Kata Miyu. “Kita buktikan ke orang orang brengsek itu bahwa kita itu tak payah MIYUU!!!!!” Kata Ai. “Ai....”Kata Miyu.


Miyu mencium bibir Ai lagi.


“Terima.. Kasih....”Kata Ai. Miyu pingsan.


“Miyu!!!!!” Kata Ai.


“Miyu, sadarlah.”Kata Ai.


“Eh dia cuman tertidur.”Kata Ai.


“Baiklah aku bawa ke kamarnya saja deh.”Kata Ai.


Ai membawa Miyu ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2