
Akhirnya bel pulang pun berbunyi, para anak murid bersiap siap untuk pulang. Pak Kagemaru pun memberikan pengumuman kepada murid nya.
“Oh iya saya ingin kasih tau ke kalian, besok kalian pakai baju olahraga ya. Karena besok kalian ada festival ekstrakurikuler.”Kata Pak Kagemaru.
“Baik pak.”Kata pada murid.
“Baiklah selamat beristirahat semua.”Kata Pak Kagemaru.
Pak Kagemaru pun pergi dan para anak murid keluar dari kelas. Ai, Shinmaru, Shuichi, Miyu, Kyoko pulang bersama.
“Katanya bakal ada guru lain yang ngajar dikelas kita, ternyata gak ada. Cuman pak Kagemaru doang yang ngajar. ”Kata Miyu.
“Ya mungkin pak Kagemaru lupa bilang lagi kali.”Kata Shinmaru.
“Oh iya Shinmaru, apa kau baik-baik saja sekarang? ”Kata Miyu.
“Ya nggak apa apa sih, tapi kenapa hati ku masih bisa belum tenang ya?”Kata Shinmaru.
“Mungkin kau belum minta maaf ke perempuan itu kali. Karena itu hatimu mungkin nggak tenang.”Kata Miyu.
“Tapi bagaimana caranya? Tau sendiri sekolah ini benar benar mirip sebuah kota.”Kata Shinmaru.
“Tak ada yang tak mungkin kan?”Kata Miyu. “Mungkin saja kau bertemu di jalan, atau dimana gitu.”Kata Miyu.
“Iya sih tapi sepertinya itu mustahil.”Kata Shinmaru.
“mencari orang gak kenal di sekolah ini sama saja mencari jarum di tumpukan jerami.”Kata Shuichi.
“Benar kata Shuichi.”Kata Shinmaru.
“Tapi, jika itu takdir ya mungkin kalian akan bertemu lagi.”Kata Shuichi.
“Iya sih.”Kata Shinmaru.
“Baiklah aku pulang duluan ya teman teman.”Kata Shinmaru.
Shinmaru pun pergi duluan ke apartemen.
“Kasian Shinmaru, dia merasa bersalah karena belum meminta maaf ke orang yang dia sendiri gak tahu keberadaan sekarang.”Kata Miyu.
“Tapi bagaimana keadaan orang itu ya?”Kata Ai.
“Sepertinya dia mungkin sedang sedih hatinya.”Kata Miyu.
“Ya mungkin saja, soalnya Ekspresi nya saja tadi seperti itu.”Kata Ai.
“Hei kalian, mau makan diluar tidak?”Kata Ai.
“aku punya rekomendasi restoran yang enak nih.”Kata Ai.
“Wah dimana tuh?”Kata Miyu.
“Mau kesana tidak? ”Kata Ai.
“Boleh.”Kata Miyu.
“Kalian?”Kata Ai.
“Aku sih ikut kata Miyu aja.”Kata Kyoko.
“Kalau aku sih iya iya aja.”Kata Shuichi.
“Baiklah ayo kita pergi kesana!!!”Kata Ai.
Mereka pergi kesana.
Sementara itu, Shinmaru sudah sampai di apartemen dan masuk ke rumahnya. Dia pun mandi.
Setelah ia mandi, dia memakai baju dan bersiap siap memasak sebuah mie rebus. Setelah mie rebus itu jadi, dia pun makan mie rebus itu.
Sambil memakan mie rebus itu, ia menonton televisi.
“Ah waktunya nonton film face racing.” Kata Shinmaru.
Sementara itu ditempat lain, Ai, Miyu, Kyoko, dan Shuichi sudah sampai ke tempat yang dimaksud. Tempat yang dimaksud tadi adalah tempat makan yang tadi.
“Maksudmu di restoran ini?”Kata Miyu. “Ya kalau luar nya si ya gak sesuai harapan tapi...”Kata Ai.
“Baiklah Ayo masuk.”Kata Miyu.
“Eh kalian kok mau masuk? Biasanya orang lain gak mau masuk jika melihat seperti ini.”Kata Ai.
“Makanan enak itu gak harus tempatnya bagus dan mewah kan?”Kata Miyu.
“Lagian aku juga percaya kepadamu Ai.”Kata Miyu.
Mereka pun masuk.
“Hello bu kami ingin memesan makanan.”Kata Miyu.
“Wah ada pelanggan. Tunggu sebentar ya.”Kata nenek itu.
“Silahkan duduk duduk dulu.”Kata nenek itu. Nenek itu pergi ke dapur.
“Interior nya lumayan.”Kata Shuichi.
“Kupikir kalian tak suka.”Kata Ai.
“Tidak kok, kami suka suka aja.”Kata Miyu.
Nenek itu menghampiri mereka dan memberikan buku menu makanannya.
“Baiklah kalian mau pesan apa?”Kata nenek itu.
“Hmm apa ya?”Kata Miyu.
“Yang rekomendasi apa nek?”Kata Miyu.
“Hmmm, semuanya rekomendasi.”Kata Nenek itu.
“Yaudah nek, aku chicken katsu sama nasi aja nek.
Minumannya es Susu coklat aja nek.”Kata Miyu.
“Saya burger saja nek, sama es Cappucino.”Kata Shuichi.
“Saya nasi goreng aja deh nek. Sama es susu coklat”Kata Kyoko.
“Saya teriyaki sama nasi, terus minumannya es susu coklat.”Kata Ai.
__ADS_1
“Ok baiklah tunggu sebentar ya.”Kata nenek itu.
Nenek itu kembali ke dapur untuk mempersiapkan makanannya.
“Hei Miyu, bagaimana jika kita ajak Shinmaru ke sini?”Kata Ai.
“Memangnya dia tahu tempat ini?”Kata Miyu.
“Dia kan tadi makan disini.”Kata Ai.
“Oh begitu ya.”Kata Miyu.
“Boleh boleh aja sih.”Kata Miyu.
Ai pun menelepon Shinmaru.
Sementara itu, Shinmaru masih menonton acara tv kesukaannya. Tiba tiba ada handphonenya berdering. Dia pergi untuk memeriksanya.
“Wah Ai menelepon. Ada apa ya?”Kata Shinmaru.
Shinmaru menjawab telepon nya. “Oi Shinmaru, ini aku Ai.”Kata Ai di telepon.
“Oi Ai, Kenapa kau meneleponku?”Kata Shinmaru.
“Kau mau pergi ke restoran nenek nggak?”Kata Ai di telpon.
“Oh maaf Ai aku tak bisa kesana. Aku sudah makan.”Kata Shinmaru.
“Ngomong ngomong, apakah kau sudah bertemu dengan orang itu?”Kata Ai di telepon itu.
“Belum.”Kata Shinmaru.
“Baiklah Shinmaru sudah dulu ya.”Kata Ai ditelepon itu. Shinmaru matikan telponnya.
“Benar juga orang itu, aku belum meminta maaf kepadanya.”Kata Shinmaru.
“Oh iya tadi kan aku bawa bekal ya.”Kata Shinmaru.
Shinmaru memeriksa tasnya.
“Lha kok gak ada.”Kata Shinmaru.
“Aduh ketinggalan disekolah keknya.”Kata Shinmaru.
“Gimana ya, apa aku biarin tinggalin di kelas aja ya?”Kata Shinmaru.
“Tapi sayang kalau makanannya basi.”Kata Shinmaru.
“Ya sudah deh aku pergi ke sekolah aja deh buat mengambil lagi.”Kata Shinmaru.
Shinmaru mengambil jaket dan pergi ke kelasnya.
Akhirnya dia sampai di kelasnya.
“Nah sekarang waktunya pulang.”Kata Shinmaru.
Saat keluar kelas, ia melihat seorang perempuan.
“Perempuan itu kan...”Kata Shinmaru.
“Dia mau kemana ya?” Kata Shinmaru.
Dia pun mengikuti perempuan itu. “Apa aku langsung minta maaf aja kali ya?”Kata Shinmaru.
Shinmaru terus mengikuti. Tiba-tiba perempuan itu meangis.
“Mengapa, hidup ku selalu begini.”Kata Orang itu.
“Aku akan akhiri, semua penderitaanku ini.”Kata orang itu.
Tiba tiba orang itu naik ke atas pagar batu kecil dan bersiap untuk melompat.
Shinmaru yang melihat itu langsung teriak.
“HEI APA YANG KAU LAKUKAN!!!!!!!”Kata Shinmaru.
“Oh ternyata kau ya.”Kata orang itu.
“Mengapa kau lakukan hal ini?”Kata Shinmaru.
“Aku ingin mengakhiri penderitaan ku ini.”Kata Orang itu.
“Aku sudah bosan disalahkan terus dan kau sepertinya benar, aku terlalu memuja muja idolaku.”Kata Orang itu.
“Aku tak bisa melihat, betapa idolaku melecehkan seorang perempuan. Bukan, aku melihat dia merusak masa depan seseorang tepat didepan mataku.”Kata Orang itu.
“aku merasa ini hanyalah mimpi burukku. Tapi aku sadar ini adalah kenyataan.”Kata Orang itu.
“Aku sadar bahwa aku ini sudah salah mengidolakan seseorang.”Kata orang itu.
“Aku sudah tak punya tujuan hidup lagi.”Kata orang itu.
“Jadi aku lebih baik mati saja.”Kata Shinmaru.
“Apakah kau berpikir bahwa mati adalah jawaban dari semua masalahmu?”Kata Shinmaru.
“KALAU KAU MATI SEPERTI INI SAMA SAJA KAU LARI DARI KENYATAAN HIDUPMU, SADARLAH!!!!!!”Kata Shinmaru.
Orang itu terdiam.
“Walaupun idolamu melakukan itu. Bukan, walaupun idolamu mati sekalipun kau tetap masih bisa hidup!!!!!!”Kata Shinmaru.
“Karena kehidupanmu itu, adalah milikmu. Kau yang kendalikan.”Kata Shinmaru.
“Walaupun kau hidup tanpa seorang idola, kau masih bisa hidup dan berjalan di jalan yang lurus.”Kata Shinmaru.
“Jika kau memiliki kemauan untuk hidup, pasti kau ingin hidup terus.”Kata Shinmaru.
“Dan, maafkan aku.”Kata Shinmaru.
“Jika saja aku tak bilang seperti itu. Mungkin kau tak akan seperti ini.”Kata Shinmaru.
“Kau benar, aku bisa hidup tanpa idolaku yamg brengsek itu.”Kata orang itu.
“Dan aku tak boleh mati seperti ini.”Kata orang itu.
Orang itu membalikkan badan nya, tapi saat ia membalikkan badannya ia salah menginjak dan membuatnya jatuh ke bawah.
“jadi begini ya akhirnya, aku memang mati seperti ini.”Kata orang itu didalam hatinya.
__ADS_1
“Tapi aku senang bahwa ada yang menyadarkanku disaat saat terakhir, bahwa hidup itu hanya kau lah yang kau tentukan bukan idolamu yang tentukan. Aku awalnya sudah menentukan nasibku seperti ini, jadi inilah ganjaranku.”Kata Orang itu didalam hatinya .
Tiba-tiba Shinmaru memegang tangan orang itu.
“Hei, bertahanlah.”Kata Shinmaru.
“Sudah lepaskan aku, memang ini ganjaranku.”Kata Orang itu.
“Kau akan ikut terjatuh jika kau seperti ini.”Kata orang itu.
“aku tak akan melepaskan tangan mu.”Kata Shinmaru.
“Jika aku melepaskanmu, AKU TAK AKAN BISA MEMAAFKAN DIRIKU!!!!!”Kata Shinmaru.
“Jika kau mati, aku tak pantas melihat kuburanmu itu.”Kata Shinmaru.
“Oleh karena itu, aku akan menolongmu!!!!!! Bertahanlah!!!!!”Kata Shinmaru.
“Sudah lah hentikan semua ini.”Kata Orang itu. “Kau itu, sama sepertiku.”Kata Shinmaru.
“Kau selalu lari dari kenyataan hidup yang begitu kejam dan tak menyenangkan untukmu.”Kata Shinmaru.
“Kau selalu merasa bahwa dirimu memang benar, padahal kau ini salah.”Kata Shinmaru.
“Dan kau, Sama keras kepala sepertiku.”Kata Shinmaru. Orang itu terdiam.
“Kau sama sepertiku.” Kata Shinmaru
Shinmaru menangis.
“Jadi jika aku membiarkan mu mati maka....”Kata Shinmaru.
“AKU SAMA SAJA AKAN MEMBIARKAN DIRIKU MATI DI DEPANKU!!!!!!”Kata Shinmaru.
“HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!! JANGAN MATI SEPERTI INI DI DEPANKU!!!!!!”Kata Shinmaru.
Akhirnya Perempuan itu terangkat dan naik lagi ke balkon itu.
“Pyuh, akhirnya.”Kata Shinmaru.
“Maaf, maafkan aku.”Kata orang itu. Perempuan itu menangis.
“Maafkan aku, aku memang salah.”Kata orang itu.
“Tak ada yang salah kok.”Kata Shinmaru.
“Maafkan aku, aku sudah membuatmu repot.”Kata Orang itu.
Dia menangis sedikit drmi sedikit
Shinmaru mengelap air matanya.
“Jika kau ingin menangis, menangis lah.”Kata Shinmaru.
Perempuan itu menangis sekencang kencangnya, hingga merasa puas. Shinmaru memeluknya dan menepuk badannya.
“AKU INGIN HIDUP!!!!! AKU INGIN SELALU HIDUP!!!!”Kata orang itu. orang itu akhirnya berhenti menangis.
“Terima kasih ya, kau sudah menolongku.”Kata Orang itu.
“Sama-sama.”Kata Shinmaru.
“Maafkan tingkah ku tadi ya.”Kata Orang itu.
“Tidak-tidak, akulah yang meminta maaf atas tingkahku kepadamu tadi.”Kata Shinmaru.
“Terus bagaimana hidupmu selanjutnya?”Kata Shinmaru.
“Aku akan mengendalikan hidupku sendiri, menuju ke jalan yang lurus.”Kata orang itu.
“Oh iya ngomong ngomong nammu siapa?”Kata Shinmaru.
“Namaku Rie Shiori.”Kata Rie perempuan itu. “Kalau kau?”Kata Rie.
“Namaku adalah Shinmaru Masumi.”Kata Shinmaru.
“Oh namamu Shinmaru ya? Salam kenal.”Kata Rie.
“Salam kenal juga ya Rie.”Kata Shinmaru.
“Oh iya ngomong ngomong kau kelas mana?”Kata Shinmaru.
“Aku kelas 1-F.”Kata Rie.
“Kalau kau?”Kata Rie.
“Aku dari kelas 1-ZZZ”Kata Shinmaru.
“Wah nasibmu tak beruntun ya.”Kata Rie.
“Tapi walaupun begitu aku merasa nyaman di kelas itu.”Kata Shinmaru.
“Aku merasa senang, karena mendapatkan teman teman seperti itu.”Kata Shinmaru.
“Walaupun kelasmu tak beruntung, tapi kau beruntung ya.”Kata Rie.
“Kau mendapatkan teman-teman yamg menyayangimum sedangkan aku, tak ada yang mempedulikanku.”Kata Rie.
“Dulu aku juga begitu sama sepertimu, tak ada yang menyukaiku tapi aku merasa juga begitu ke mereka. Aku dulu seorang introvert, jadi aku tak mengerti hal hal apa itu teman dan sebagainya.”Kata Shinmaru.
“Tapi entah kenapa pas SMA ini, aku ingin mendapatkan teman.”Kata Shinmaru. “Jadi begitu ya.”Kata Rie. Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan.
“Aduh, sepertinya aku lapar.”Kata Rie.
“Apakah kau mau makan bekalku?”Kata Shinmaru.
“Itu kan bekalmu, tak apa apa memangnya.”Kata Rie.
“Iya aku tak apa apa kok. Daripada kau sakit.”Kata Shinmaru. Rie memakan bekal itu.
“Sepertinya kita bisa menjadi seorang teman, Rie.”Kata Shinmaru didalam hatinya.
“Benar kata nenek pemilik restoran itu.”Kata Shinmaru di dalam hatinya.
“Hei kau mau? Kalau kau mau buka mulutmu akan ku suapi.”Kata Rie.
“mereka yang saling membenci lama kelamaan akan saling menyayangi satu sama lain.”Kata Shinmaru di dalam hatinya.
Shinmaru membuka mulutnya.
__ADS_1
Dan Rie memasukkan sendok yang berisi makanan itu kedalam mulut Shinmaru. Mereka akhirnya makan bersama.