Royal School

Royal School
Chapter 44:Apologizing first is better


__ADS_3

Sementara itu, Ai dan Miyu sudah kembali ke Lapangan.


“Eh Dimana Shuichi, Kyoko dan juga Shinmaru Gin?” Kata Ai.


“Entahlah, aku saja baru sampai disini,”Kata Gin.


Pak Kagemaru pun datang.


“Hello semuanya,” Kata Pak Kagemaru. “Halo pak,” Kata Para murid.


“Eh dimana Shuichi, Kyoko san Shinmaru?” Kata Pak Kagemaru.


“Kami tidak tau dimana mereka pak,” Kata Miyu.


“Begitu ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya mungkin mereka sedang dalam perjalanan menuju kesini,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah sambil menunggu mereka, bapak ingin memberikan sebuah wejangan untuk kalian,” Kata Pak Kagemaru.


“Kalian harus menghargai orang lain, walaupun orang itu tak ada harganya. Dan kalian harus menghormati orang lain, walaupun orang itu tak memiliki jabatan yang lebih tinggi dari kalian,”Kata Pak Kagemaru.


“Kalau kalian tak menghargai orang lain maka kalian juga akan tak dihargai orang lain,”Kata Pak Kagemaru.


“kalau kalian tak menghormati orang lain maka kalian juga tak akan dihormati oleh orang lain,”Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya kalian berdua sudah meminta maaf belum?” Kata Pak Kagemaru.


Silvia dan Miyupun saling membuang muka. “Baiklah ayo minta maaf,” Kata Pak Kagemaru.


Miyu menyodorkan tangannya.


“Sudah kuduga hal ini akan terjadi,” Kata Ai di dalam hatinya.


Silvia tetap membuang mukanya.


“Ayolah dia kan mau maaf maafan,” Kata Pak Kagemaru.


“Pihak yang benar meminta maaf kepada pihak yang salah,” Kata Ai di dalam hatinya. Silivia pun berjabat tangan.


“Ayo pelukan dong,”Kata Pak Kagemaru.


“dan mereka ditekan oleh orang lain yang tak ada sangkut pautnya dengan masalah mereka,” Kata Ai di dalam hatinya.


Silvia dan Miyu pun berpelukan.


“Baiklah sekarang kau Ai meminta maaf dengan Silvia,”Kata Pak Kagemaru.


“Tapi kan aku tak salah apa apa pak,” Kata Ai.


“Sudahlah, kau minta maaf saja,” Kata Pak Kagemaru.


“Lucu sekali,” Kata Ai di dalam hatinya.


Ai pun menyodorkan tangannya.


Silvia pun menepis tangannya Ai.


“Terkadang seseorang harus meminta maaf duluan walaupun orang lain yang salah,” Kata Ai Di dalam hatinya.


“Aku tak mau memaafkanmu semudah itu,”Kata Silvia. Ai pun menundukkan kepalanya.


“Walaupun itu terlihat bahwa aku yamg salah, tapi intinya aku harus meminta maaf duluan,”Kata Ai di dalam hatinya.


“Maafkan aku,” Kata Ai.


“aku tetap tak mau,” Kata Silvia.


“Bagaimana caranya kau agar memaafkan dia, Silvia?” Kata Pak Kagemaru.


“Dan terkadang kita meminta maaf bukan karena ingin, tapi karena dipaksa oleh orang lain,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Bersujudlah kepadaku!!!!!” kata Silvia.

__ADS_1


“Terkadang orang memanfaatkan kesalahan orang lain dimasa lalu dengan cara menjadikan menjadi budaknya,” Kata Ai di dalam hatinya.


Ai pun bersujud kepada Silvia.


“Tolong maafkan aku,”Kata Ai. Silvia pun menginjak punggung nya Ai.


“Hei APA YANG KAU LAKUKAN!!!!!” kata Miyu. Miyu maju, tapi dihalau oleh Pak Kagemaru.


“Pak Kagemaru, kenapa....”Kata Miyu.


“Apakah kau sudah memaafkan dia?” Kata Pak Kagemaru.


“Oh begitu ya, silahkan kau lanjutkan,” Kata Pak Kagemaru.


Silvia terus menginjak dan menginjak Ai.


“AI!!!” kata Miyu.


Ai pun muntah darah.


Silvia menginjak lagi, lagi, dan lagi. “Sudah, sudah cukup!!!!” kata Miyu.


“Kenapa, kau mau menggantinya kah?” Kata Silvia. Miyu pun maju.


“Miyu, kau...”Kata Ai.


“Tidak apa apa Ai, Lagipula kau seperti ini karena salahku juga,” Kata Miyu.


“Gin, tolong ya bawa Ai ke rumah sakit,” Kata Miyu.


“Tunggu, Miyu apa yang kau lakukan!!!!” Kata Ai.


Gin pun membawa Ai dan pergi menjauh. Ai hanya bisa melihat dari jauh bagaimana Miyu diinjak-injak oleh Silvia.


“Miyu!!!!” Teriak Ai.


Ai mengingat kenang kenangan saat mereka bersama.


“Kenapa kau lakukan ini Miyu, kenapa, kenapa!!!!” kata Ai di dalam hatinya.


“Gin, kenapa kau tak menghentikan dia!!!! Kau kan Ketua kelas!!!!” kata Ai.


“Jika aku ikutan, maka aku juga akan bernasib sama seperti kau dan Miyu.”Kata Gin.


“Apakah ini yang disebut dengan keadilan? Menghukum orang yang tidak bersalah dan menuruti permintaan dari orang yang salah?” Kata Ai.


“Bukan begitu Ai, tapi.....”Kata Gin.


“Apakah Guru itu membiarkan murid-murid nya bertengkar? Tidak kan? Apakah ia pantas disebut guru? ” Kata Ai.


“Bukan begitu Ai, pak Kagemaru tak mau menghentikan itu karena dia sedang tertekan,” Kata Gin.


“Tertekan? Justru Miyu yang tertekan oleh kakinya Silvia si anak sialan itu,” Kata Ai.


“Mungkin Pak Kagemaru punya alasan tersendiri,” Kata Gin.


“Alasan apa yang memperbolehkan muridnya diinjak-injak seperti itu. Gin pun terdiam. “Kau tak akan mengerti,” Kata Gin.


“Pak Kagemaru saja tak mengerti kepadaku dan Miyu,” Kata Ai.


“Hmpph sepertinya aku harus jelaskan kepadamu tentang sesuatu.”Kata Gin.


Sementara itu ditempat lain, Miyu masih saja Diinjak injak oleh Silvia. Miyu pun muntah darah dan sudah seperti sekarat.


“Habislah kau!!!” kata Silvia.


Silvia mengangkat kakinya dan bersiap-siap untuk menginjak Miyu lagi.


“Hentikan!!!!” kata Pak Kagemaru. Silvia menaruh kakinya di tanah.


“Kenapa kau menghentikanku? Bukannya kau bilang lanjutkan sampai kau puas?” Kata Silvia.


“Perasaan aku bilang tadi lanjutkan saja kok,” Kata Pak Kagemaru.

__ADS_1


“Baiklah lanjutkan saja, tapi poinmu akan habis nanti,”Kata Pak Kagemaru.


“Apa maksud bapak?” Kata Silvia.


“Aku hanya mengetes kepedulian kalian tadi,” Kata Pak Kagemaru.


“Dan kau Silvia, kau tak mendapatkan poin untuk test ini,”Kata Pak Kagemaru.


“Bahkan poin mu sekarang akan ku kurangi setengahnya,” Kata Pak Kagemaru.


“Apa maksud bapak? Kenapa bapak....”Kata Silvia.


“Diam. Atau aku habiskan poinmu,” Kata Pak Kagemaru.


Silvia pun shock.


“Ini akibatnya jika kau memiliki sikap yang sombong dan ingin menjatuhkan orang orang,” Kata Pak Kagemaru.


“Dan kau Miyu, kau dapat 1500 poin. Ai juga dapat 1500 poin.”Kata Pak Kagemaru.


“Kalau kami pak?” Kata Chao.


“Kalian dapat 50 poin saja,” Kata Pak Kagemaru.


“Kecuali kau Yoonseo, poinmu juga aku kurangi menjadi setengahnya,” Kata Pak Kagemaru.


“Tapi pak....”Kata Yoonseo.


“Kau juga terlibat Yoonseo, kaulah yang memberi saran agar Silvia melakukan hal ini,” Kata Pak Kagemaru.


Shinmaru pun datang.


“Darimana saja kau?” Kata Pak Kagemaru.


“Ada urusan pak, urusan untuk membuang sisa sisa makanan di perut saya,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah akan ku kasih kau 100 Poin,” Kata Pak Kagemaru.


“Eh kenapa dia dapat 100 poin pak?” Kata Pak Kagemaru.


“Tadi juga awal poin kalian itu 100,tapi karena kalian tak bergerak dan melihat saja, bapak potong setengahnya,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya, Catherine kau bawa Miyu ke rumah sakit ya,”Kata Pak Kagemaru.


Shinmaru melihat Miyu.


“Sebenarnya apa yang terjadi pak?” Kata Shinmaru.


Tiba-tiba asa suara telpon yang berdering.


“Oh itu nada dering Hpku ,” Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru mengangkat telpon nya. “Halo?” Kata Pak Kagemaru.


“Oh begitu ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah aku akan kesana ya,” Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru menutup telponnya. “Baiklah Shinmaru, kau ikut aku,”Kata Pak Kagemaru.


“Kemana pak?” Kata Shinmaru. “Sudah, ikut saja,”Kata Pak Kagemaru.


Yang lain, kalian boleh pulang!!!” Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru teringat sesuatu


“ kalian mau poin tambahan nggak?” Kata Pak Kagemaru.


“Mau pak!!!” kata Para murid.


“Bawain tasnya Ai, Miyu, Kyoko, Shuichi, Shinmaru, Gin, dan juga Catherine ke depan kamarnya ya,” Kata Pak Kagemaru.


Para murid pun pergi.

__ADS_1


“Baiklah ayo ikuti bapak,” Kata Pak Kagemaru. Pak Kagemaru dan Shinmaru pergi ke suatu tempat.


__ADS_2