
“Kenapa bapak sampai meminta maaf seperti itu? Kan bapak nggak juga harus sampe sujud begitu untuk meminta maaf,” Kata Shinmaru.
“Terkadang kita harus meminta maaf seperti itu, walaupun itu adalah kesalahan orang lain,” Kata Pak Kagemaru.
“Ya aku juga salah sih karena aku tak menjaga mereka dengan baik,” Kata Pak Kagemaru.
“Tapi kenapa ya pak, banyak kasus yang anaknya yang salah tapi orang tuanya malah kena efeknya juga. Padahal orang tuanya nggak ngelakuin apa apa,” Kata Shinmaru.
“Ya karena mungkin masyarakat berpikir bahwa kelakuannya seperti itu karena orang tuanya nggak bener mendidik anaknya. Padahal orang tuanya sudah memberikan yang terbaik untuk anaknya,” Kata Pak Kagemaru.
“Ya begitulah, air susu dibalas drngan air tuba,” Kata Pak Kagemaru.
“Ya terkadang kita harus menebus kesalahan walaupun kita tak bersalah,” Kata Shinmaru.
“Benar sekali,” Kata Pak Kagemaru.
“Lucu banget ya pak dunia ini,” Kata Shinmaru.
“Kalau lucu, aku akan selalu tertawa seperti orang-orang yang berada di pulau itu,” Kata Pak Kagemaru.
“Tapi sayangnya dunia ini tak lucu. Dunia ini keras, banyak orang yang saling menjatuhkan, dan juga banyak yang menjadi penjilat agar mereka bisa di zona aman,” Kata Pak Kagemaru.
“Banyak orang zaman sekarang yang berteman bukan pada orangnya, tapi dengan uangnya.”Kata Pak Kagemaru.
“oleh karena itu, kau harus berhati-hati dalam memilih teman, karena teman bisa juga menguntungkan dan juga bisa merugikan,” Kata Pak Kagemaru.
“Tapi kan katanya kita itu bebas siapa saja teman kita pak?” Kata Shinmaru.
“Sebebas bebasnya seseorang, dia masi terikat oleh sesuatu,”Kata Pak Kagemaru.
“Kebebasan hanyalah ungkapan putus asa manusia yang terus dibelenggu oleh rasa cemas, khawatir, dan juga ketakutan akan sesuatu yamg terikat di dalam dirinya,”Kata Pak Kagemaru.
“Oh begitu ya pak,” Kata Shinmaru.
“Oh iya pak, bapak tau nggak bapak kamar Miyu dan Ai dimana?” Kata Shinmaru.
“Tidak sih, hehehe,” Kata Pak Kagemaru.
“Lalu dari tadi kita berjalan kemana?” Kata Shinmaru.
“Ya kita jalan jalan aja,” Kata Pak Kagemaru. Tiba-tiba ada suara pesan masuk.
“Oh ini suara Hpku.”Kata Pak Kagemaru.
Pak Kagemaru membaca pesan itu.
“Wah sepertinya ini pesan dari Gin dan juga Catherine,”Kata Pak Kagemaru.
“Disini tertulis dimana ruangan tempat Miyu dan Ai dirawat,” Kata Pak Kagemaru.
“Baiklah pak, ayo kita kesana,” Kata Shinmaru.
“Let’s go,” Kata Pak Kagemaru.
Mereka pun pergi ke ruangan dimana Ai dan Miyu dirawat.
“Pak, Bapak mau ke siapa dulu?” Kata Shinmaru.
“Ya ke mereka berdua lah, kamar rawat mereka itu sama,” Kata Pak Kagemaru.
“Oh,” Kata Shinmaru. Akhirnya mereka sampai di depan kamar Miyu dan Ai.
Gin dan Catherine sedang berada di depan ruangan itu.
“Eh, kenapa kalian disini?” Kata Pak Kagemaru.
“Menunggu bapak, biar bapak nggak kesasar atau salah masuk kamar,” Kata Gin.
__ADS_1
“Tapi seharusnya satu dari kalian saja yang menunggu di depan,” Kata Pak Kagemaru.
“Mungkin bapak tak tau bahwa Ai dan Miyu satu ruangan,”Kata Catherine.
“bapak sih tau, karena kalian ngirim SMS nya itu bersamaan,”Kata Pak Kagemaru.
“Oh iya bagaimana kondisi mereka, mereka baik baik saja?” Kata Pak Kagemaru.
“kata dokter, mereka tidak apa apa, cuman luka luar saja,” Kata Gin.
“Baiklah ayo masuk,” Kata Gin. Mereka pun masuk.
Rupanya Ai dan Miyu sedang makan sebuah bubur.
“Hello Kalian,” Kata Pak Kagemaru.
“Hello pak Kagemaru,”Kata Ai dan Miyu. “Bagaimana kondisi kalian? Sehat?” Kata Pak Kagemaru.
“Sehat darimananya pak? Masa orang sehat dirawat di rumah sakit,” Kata Miyu.
“Iya pak, orang sehat kok makannya bubur rumah sakit,” Kata Ai.
“Iya sih, kebanyakan orang kalau ditanya pasti jawabannya nggak kenapa kenapa, padahal badannya udah dipenuhi dengan darah.misalnya habis dipukuli sampai berdarah darah, terus ditanya sama ibunya, “Kamu nggak apa apa?” Kata ibunya. Terus dijawab sama orang yang dipukul itu. “Iya nggak apa apa kok.” Padahal badannya itu udah berdarah darah,” Kata Pak Kagemaru.
“Ah itu sih karena orang yang dipukuli itu tak mau memberikan sebuah beban sama ibunya,” Kata Miyu.
“orang yang mukulin dia aja ibunya,” Kata Pak Kagemaru.
Miyu, shinmaru, Gin, Dan Catherine terkejut. Ai yang makan bubur langsung tersedak akibat mendengarkan ucapan Pak Kagemaru.
“Lah kok bisa, bukannya seorang ibu itu merawat anaknya dengan sepenuh hati ya?” Kata Miyu.
“Ibunya aja psikopat,”Kata Pak Kagemaru.
“Baiklah yang pertama aku kesini cuman untuk meminta maaf kepada kalian berdua karena....”Kata Pak Kagemaru.
“Maafkan aku, karena aku sudah membuat kalian seperti ini,” Kata Pak Kagemaru.
“Ah kami mengerti pak kalau pak Kagemaru tak bisa melakukan apa apa saat itu,” Kata Miyu.
“Bukan, yang satunya lagi,”Kata Pak Kagemaru.
“Oh yang itu, tidak apa apa kok. Bapak ngelakuin itu biar kami bisa berkembang sikapnya, ” Kata Miyu.
“Terimakasih banyak, tapi darimana kalian tau?” Kata Pak Kagemaru.
“Hehehe,” Kata Gin. “Gin, kau....” kata Pak Kagemaru.
“Hehehe, maaf pak, darimana mereka terus salah sangka, ”Kata Gin.
“Oh begitu ya,” Kata Pak Kagemaru.
“Baiklah aku pulang dulu ya, aku kebetulan masih banyak urusan,” Kata Pak Kagemaru.
“Shinmaru kalau kau mau masih disini, disini aja. Aku tak apa apa pulang sendiri,”Kata Pak Kagemaru.
“Oh begitu ya,” Kata Shinmaru.
“Ya sudah, bapak pergi dulu ya,” Kata Pak Kagemaru. Pak Kagemaru pergi pulang.
“Oh iya Shinmaru, Kyoko dimana?” Kata Miyu.
“Kyoko juga dirawat di rumah sakit ini,” Kata Shinmaru.
“Hah? dirawat? Kenapa dia?” Kata Miyu.
Shinmaru menjelaskannya ke Miyu.
__ADS_1
“Oh begitu ya,” Kata Miyu.
“Kyoko yang malang, dia ingin menolong orang tapi orang yang ditolongnya memukulinya,” Kata Miyu.
“Iya kasihan ya, padahal niatnya baik,”Kata Ai.
“Untung Shuichi ada menolongnya,” Kata Shinmaru.
“Baiklah ayo jenguk kesana,”Kata Miyu.
“Itu tak perlu,”Kata seseorang.
Rupanya itu adalah Shuichi.
“Utamakan kondisi kalian terlebih dahulu,” Kata Shuichi.
“Dia bilang seperti itu,” Kata Shuichi.
“Oi oi Shuichi, bagaimana kau bisa tau ruangan ini?” Kata Gin.
“Ah, kalau itu tadi aku bertanya ke orang di meja administrasi,” Kata Shuichi.
“Oh begitu ya,” Kata Gin.
Catherine menarik baju Gin.
“Baiklah, kami keluar dulu ya,” Kata Gin. Gin dan Catherine pun keluar.
“Kenapa mereka keluar?” Kata Ai.
“Entahlah, mungkin mereka menganggap ada sesuatu pembicaraan yang mereka tak boleh dengar,” Kata Shinmaru.
“Ya Mungkin juga sih,” Kata Miyu.
“Memang kita berbicara apa sampai mereka tak boleh tau?” Kata Ai.
“Ya mungkin soal privasi, masalah percintaan, atau yang lainnya,” Kata Shinmaru.
“Ya benar juga sih,” Kata Miyu.
“Oh iya, kenapa kalian bisa disini?” Kata Shuichi. “Itu....”Kata Miyu.
Ai dan Miyu menjelaskannya ke Shuichi.
“Oh begitu,” Kata Shuichi. “Iya,” Kata Miyu.
“Tapi kalian sangat romantisya, saling melindungi satu sama lain,” Kata Shinmaru. Mereka pun salfok.
“Manusia itu butuh manusia lain untuk menyelesaikan masalah yang ia tak bisa selesaikan,” Kata Shuichi.
“Ah, kau bilang seperti itu karena kau juga seperti itu Shuichi.”Kata Shinmaru.
Shuichi mulai salfok. “Ah, aku menolongnya karena dia adalah temanku,” Kata Shuichi.
“Teman atau teman?” Kata Shinmaru. Wajah Shuichi mulai memerah.
“Ah hubungan kami cuman teman doang kok, tak ada yang lain,” Kata Shuichi. “Baiklah, mungkin aku harus segera kembali ke Kyoko sekarang,”Kata Shuichi.
“Ternyata kau juga romantis ya Shuichi,” Kata Miyu.
“Terserah kalian saja, aku tak peduli dengan ucapan kalian,” Kata Shuichi.
Shuichi pun pergi.
“Ya, sepertinya dia masih dingin deh,” Kata Shinmaru.
“Ya begitulah Shuichi,” Kata Miyu.
__ADS_1