
Shinmaru dan Rie masih mencari orang tua itu.
Sambil mencari orang tua itu, Rie dan Shinmaru jalan jalan di festival itu.
“Hei Shinmaru, kau pilih eskul yang mana?”Kata Rie.
“Hmmm aku bingung pilih eskul yang mana.”Kata Shinmaru.
“Aku juga sih.”Kata Rie.
“Tapi kenapa orang biasa saja ya melihat kita ya? Padahal kita membawa anak kecil begini?”Kata Rie.
“Aku juga tak tahu.”Kata Shinmaru.
“Ah lebih baik kita cari Eskul dulu deh.”Kata Shinmaru.
Tiba-tiba ada yang memanggil mereka.
“Oi kalian.”Kata Seseorang.
Shinmaru melihat siapa yang menyapanya. Rupanya seseorang yang menyapanya adalah kakak kelas dari Eskul Konseling Remaja. Shinmaru dan Rie menghampiri mereka.
“Apakah kalian ingin bergabung ke Eskul kami?”Kata salah seorang kakak dari eskul itu.
“oh maaf kami sepertinya......”Kata Shinmaru.
“Mungkin kalau kalian memiliki masalah rumah tangga kalian, kalian bisa konseling kepada kami. Kami akan selalu menemani kalian. Dan kami mungkin bisa kasih sebuah saran ke kalian.”Kata kakak kelas itu.
“Eh? Rumah tangga!!!!!”Kata Shinmaru.
“Ini bukan anakku, tapi....ehm....”Kata Shinmaru.
“Aku tau, kau itu malu sudah memiliki anak. “Kata kakak kelas itu.
“Tapi tenang saja, kau tidak sendirian.”Kata Kakak kelas itu.
“Tuh liat.”Kata kakak kelas itu sambil menunjuk ke seorang perempuan yang membawa bayi.
“Ayo sayang, jangan nangis ya.”Kata orang yang ditunjuk itu.
“Banyak yang malu. tapi karena keadaan, mereka mau tak mau merawat anaknya.”Kata kakak kelas itu.
“Anak adalah anugerah dari mahakuasa, jadi kita harus pelihara dan jaga baik-baik.”Kata kakak kelas itu.
“Aku salut kepada kalian karena kalian mau merawat bayi ini berdua. Apalagi ayahnya mau mengurus anak ini juga.”Kata kakak kelas itu.
“Kami ingin membimbing orang seperti kalian menuju masa depan yang cerah, ya walaupun tak secerah dulu. Dan kami ingin membimbing murid lain agar tak seperti, mohon maaf ya, seperti kalian.”Kata kakak kelas itu.
“Karena banyak zaman sekarang, akibat mereka terlalu cinta, mereka sampai melakukan hal yang menghancurkan masa depan mereka.”Kata kakak kelas itu.
“jadi bagaimana, kalian berminat?”Kata kakak kelas itu.
“Oh iya kami juga akan membantu memberikan solusi kepada masalah kalian.”Kata kakak kelas itu.
“sebenarnya ini bukan anakku.”Kata Shinmaru.
“Dan ini bukan juga anaknya dia.”Kata Shinmaru.
Kami berdua mengurusnya karena bayi ini terlantar di jalan.”Kata Shinmaru.
“Kami merasa kasihan, dan kami memutuskan merawat nya sampai menemukan orang tua anak itu.”Kata Shinmaru.
“Kami mau tak mau harus bersama karena jika salah satu kami pergi maka kami bayi ini akan menangis.” Kata Shinmaru.
Kakak kelas itu terdiam.
“Jadi itu bukan anak kalian ya?”Kata kakak kelas itu.
“lalu kalian menemukan bayi itu dijalan dan kalian memutuskan untuk merawatnya ya?”Kata kakak kelas itu.
“Kalian terus bersama karena bayi itu ingin kalian berdua terus ya?”Kata kakak kelas itu.
“Iya begitulah.”Kata Shinmaru.
“Kalian.....”Kata Kakak kelas itu.
“APAKAH KALIAN MAU MASUK ESKUL KAMI? KAMI MEMBUTUHKAN ORANG SEPERTI KALIAN!!!!!!”Kata Kakak kelas itu.
“Apa maksudmu?”Kata Shinmaru.
“Kami membutuhkan orang seperti kalian karena kalian peduli terhadap sesuatu yang disekitar anda.”Kata kakak kelas itu.
“Kami membutuhkan anggota yang peduli kepada teman-temannya, guru, dan orang lain. Karena orang yang memiliki sifat kepedulian biasanya akan menolong orang lain yang kesusahan.”Kata Kakak kelas itu.
__ADS_1
“Oleh sebab itu, saya bilang seperti itu.”Kata Kakak kelas itu.
“Oh begitu ya kak.”Kata Shinmaru.
“Jadi apakah kalian minat eskul kami?”Kata Kakak kelas itu.
Shinmaru dan Rie sedang berpikir.
“Jadi bagaimana Rie?”Kata Shinmaru.
“Sudah aku putuskan.”Kata Rie.
“Baiklah....”Kata Shinmaru.
“Kami berdua ikut!!!!”kata mereka berdua.
“Kami akan ikut eskul Konseling Remaja ini.”Kata Mereka berdua.
“Kalian....”Kata kakak kelas itu.
“Terima kasih.”Kata Kakak kelas itu.
“Baiklah tulis nama kalian disini dan nomor telepon kalian.”Kata kakak kelas itu.
Mereka pun menulis nama mereka dan nomor telepon mereka di sebuah kertas itu. “Baiklah terimakasih banyak.”Kata kakak kelas itu.
Mereka pum meninggalkan stand itu.
“Apakah tadi kau berpikir akan menolaknya?”Kata Shinmaru.
“Tidak, aku tak berpikir seperti itu.”Kata Rie.
“Aku juga tidak.”Kata Shinmaru.
“Mungkin itu adalah eskul yang cocok untuk orang seperti kita ini.”Kata Rie.
“Yang selalu merasa depresi dalam menghadapi masalah di dunja ini.”Kata Rie.
“Iya kau benar.”Kata Shinmaru.
“Eh Shinmaru.”Kata Rie.
“Apa?”Kata Shinmaru.
“Kau memangnya sudah tak mau lagi Rie?”Kata Shinmaru.
”bukan begitu.”Kata Rie.
“maksudku......”Kata Rie.
“Yang jelas, aku akan merawatnya. Jika perku aku akan merawatnya sampai besar.”Kata Shinmaru.
“Karena......”Kata Shinmaru.
“Aku kasihan kepada anak ini karena sudah menganggapku bapak nya.”Kata Shinmaru.
“Bukan begitu, maksudku......”Kata Rie.
Tiba tiba terdengar suara perut keroncongan.
“Ah perutku keroncongan.”Kata Shinmaru.
“Kau ingin makan?”Kata Rie.
“Baiklah ayo kita cari tempat makanan disini.”Kata Rie.
Mereka pun mencari makanan itu. Akhirnya mereka menemukan tempat makanan itu. “wah banyak makanan disini.”Kata Rie.
“Iya, kau benar.”Kata Shinmaru.
“Baiklah kau mau makan apa?”Kata Rie.
“Aku sih Nasi goreng atau nggak mie goreng.”Kata Shinmaru.
“Kalau kau?”Kata Shinmaru.
“Aku sih sama sepertimu.”Kata Rie.
“Baiklah ayo kita cari tukang nasi goreng.”Kata Shinmaru.
Mereka mencari stand nasi goreng itu. Akhirnya mereka menemukan stand nasi goreng itu. Mereka menghampiri stand nasi goreng itu.
“Misi mas, pesen nasi goreng special dua ya.”Kata Shinmaru.
__ADS_1
“Hah aku kan pengen nasi goreng biasa Shinmaru.”Kata Rie.
“Aku yang bayar.”Kata Shinmaru.
“Oh... Makasih ya Shinmaru.”Kata Rie.
“Minumannya apa mas?”Kata tukang nasi goreng itu.
“Hmmmm, kau mau apa Rie?”Kata Shinmaru.
“Aku ingin Es teh manis saja deh.”Kata Rie.
“Baiklah Minuman es rasa Strawberry nya dua mas.”Kata Shinmaru.
“Eh Tadi kan aku mesen es teh manis, kenapa kau bilang es rasa Strawberry?”Kata Rie.
“Lagipula itu kan rasa kesukaanku”Kata Rie di dalan hatinya.
“Aku tau, kau tak mau merepotkan ku kan, oleh sebab itu kau membeli minuman es teh manis saja kan?”Kata Shinmaru.
“Iya, bener sih.”Kata Rie.
“Jadi yang mana nih yang bener, esteh manis atau es strawberry?”Kata Abang tukang nasi goreng itu.
“Ya sudah deh bang, Es strawberry saja deh.”Kata Rie.
“Oke tunggu sebentar ya. Sambil menunggu, kalian duduk saja dahulu disana.”Kata abang tukang nasi goreng. Mereka duduk disana.
“Eh, iya anak bayi ini dikasih makan apaan?”Kata Shinmaru.
“Bubur bayi mungkin.”Kata Rie.
“Baiklah aku akan cari dahulu bubur bayinya.”Kata Shinmaru.
“Tapi disini memangnya ada yang jualan?”Kata Rie.
“Pastinya ada lah. Kan ini festival.”Kata Shinmaru. Shinmaru pun pergi mencari bubur bayi. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya nasi goreng itu jadi. Abang itu langsung memberikan nasi goreng itu kepada Rie.
“Ini dia minuman dan nasi goreng nya...”Kata abang tulang nasi goreng itu.
“Eh dimana orang itu?”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“Oh, dia sedang mencari bubur buat si lucu ini.”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“Apa dia tau tempatnya dimana?”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“hei Rie.”Kata Shinmaru. Shinmaru pun muncul membawa bubur bayi itu.
“Oh Hei Shinmaru.”Kata Rie.
“Wah kukira kau tak bisa menemukannya.”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“Ah kalau itu, cari aja yang antriannya banyak bawa anak bayi atau anak kecil.”Kata Shinmaru.
“Iya juga ya.”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“Baiklah, silahkan dinikmati sepuasnya.”Kata abang tukang nasi goreng itu.
“Baiklah ayo kita makan.”Kata Shinmaru.
Mereka pun makan. Sambil makan, Rie menyuapi bayi itu.
Akhirnya mereka selesai makan. Shinmaru membayar makanan dan minuman itu, lalu mereka meninggalkan tempat itu.
“Ah nasi goreng itu lumayan enak ya.”Kata Rie.
“Tapi ya masih enakan punya nenek restoran itu.”Kata Shinmaru.
“Iya sih.”Kata Shinmaru.
“Shinmaru, aku ingin bicara.”Kata Rie. Shinmaru berhenti berjalan, dan Rie juga berhenti berjalan.
“Apa Rie.”Kata Shinmaru.
“Apakah kita akan selalu bersama seperti ini?”Kata Rie.
“Ya begitulah Rie, sampai kita menemukannya. Kalau kita tak menemukannya maka kita mau tak mau harus merawatnya karena kita sudah memungutnya.”Kata Shinmaru.
“Iya kau benar.”Kata Rie.
“Baiklah ayo kita lanjut berjalan lagi.”Kata Shinmaru.
Mereka berjalan kembali.
__ADS_1