Royal School

Royal School
Chapter 14:Take a walk while looking for a suitable extracurricular


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di tempat pelaksanaan festival extrakurikuler itu.


“Wah disini ramai ya.”Kata Miyu.


“Iya disini ramai sekali.”Kata Ai.


“Baiklah ayo berpencar.”Kata Miyu.


Mereka pun berpencar, kecuali Shinmaru dengan Rie yang terus bersama karena bayi itu.


“Kita mau kemana dulu nih?”Kata Shinmaru.


“Kesana aja yuk.”Kata Rie.


Rie dan Shinmaru pun kesana.


Sementara itu, Ai sedang melihat hiruk pikuk orang orang yang mengantri untuk daftar suatu eskul.


“Hmmm pilih Eskul yang mana ya?”Kata Ai.


“Sebenarnya sih aku gak mau ikut eskul. Tapi ya mau tak mau harus ikut.”Kata Ai.


“ya pasti tujuan dari festival Eskul ini adalah biar murid murid ikut Eskul.”Kata Ai.


“Tapi bagaimana jika dia tetap tak mau?”Kata Ai.


“Mungkin mereka akan dipaksa atau diancam oleh orang lain agar ikut eskul.”Kata Ai.


“Katanya demi kebaikan mereka dimasa depan.”Kata Ai.


“Tapi sebenarnya Eskul tak menjamin masa depan kita juga.”Kata Ai.


“Ya mungkin maksudnya, kalau menang lomba, Kuliah terjamin.”Kata Ai.


“Tapi apakah kita harus ikut eskul tertentu dulu agar bisa mengikuti lomba itu? Tidak juga kan?”Kata Ai.


“Mungkin ikut lombanya secara berkelompok ya?”Kata Ai.


“Tapi jika begitu, persaingan untuk masuk kuliah akan semakin ketat dong.”Kata Ai.


“Jika yang menang lomba itu satu kelompoknya 1000 orang, dan slot masuk nya 100 orang, Berarti itu gimana?”Kata Ai.


“Berarti liat nilai rapor nya kan? Nah kalau nilai rapor nya sama semua gimana? Kan tau sendiri pada suka nyontek anak muda zaman sekarang.”Kata Ai.


“Masa nentuin nya dari huruf depannya sih, kan kasian yang hurufnya dibelakang.”Kata Ai.


“nanti dia malah nyesel punya namanya seperti itu.”Kata Ai.


“Kalau udah nyesel kan pasti gak bersyukur punya nama seperti itu.”Kata Ai.


“Katanya menang lomba bisa mengharumkan nama kita dan orang tua.”Kata Ai.


“Tapi menurutku itu hanya sebentar doang.”Kata Ai.


“Tapi jika itu menang kan? Kalau gak menang percuma aja dong.”Kata Ai.


“Ya tapi kan ilmu yang dipelajari di Eskul itu akan berguna kan?”Kata Ai.


“tergantung sih.”Kata Ai.


“Tapi ya yang menjamin masa depan kita adalah usaha, kemauan dan doa.”Kata Ai.


“Kalau kita gak usaha kan nanti jadi orang yang tak berguna buat orang lain.”Kata Ai.


“Tapi percuma juga jika tak ada kemauan.”Kata Ai.


“Ah daripada aku ngomong sendiri, aku lebih baik cari denah festival ini saja deh.”Kata Ai. Ai mencari cari tempat itu. “Kata Ai.


Ai mencari tempat itu. Akhirnya dia menemukannya.


“Ah akhirnya aku menemukannya.”Kata Ai.


“Baiklah aku foto saja deh.”Kata Ai.


Ai memfoto denah tersebut.


“Ah kau ingin memfoto denah ini ya, Ai.”Kata Seseorang.


Ternyata itu adalah Miyu.


“Nanti fotonya kirim ke aku ya Ai.”Kata Miyu.


“Eh Miyu, kau ternyata.”Kata Ai.


“Eh biasanya kau bersama Kyoko kan?”Kata Ai.


“Ya sebenarnya Aku dan Kyoko sudah menemukan satu eskul yang kami inginkan.”Kata Miyu.


“Tapi kami berpisah karena dia sedang mencari sesuatu.”Kata Miyu.


“Baiklah ayo kita mengobrol sambil berjalan.”Kata Ai.


Mereka pun mengobrol sambil berjalan.


“Kau mau kemana?”Kata Miyu.


“Sebenarnya aku juga bingung sih, karena eskul nya ini bagus, bagus semua.”Kata Ai.

__ADS_1


“Kalau begitu, kau pilih eskul yang sesuai dengan kemampuanmu Ai.”Kata Miyu.


“Begitu ya, sesuai kemampuan ya.”Kata Ai. Ai pun terdiam.


“Eh Ai, kau mau mampir nggak kesana. Ke stand eskul seni?”Kata Miyu.


“Boleh.”Kata Ai.


Mereka pun kesana.


“Halo selamat siang kak.”Kata Miyu.


“Mau tanya boleh nggak kak?”Kata Miyu.


“Boleh boleh aja dek.”Kata salah satu kakak kakak yang berada di stand.


“Eskul seni itu seperti apa kak?”Kata Ai.


“Eskul seni adalah salah satu ekstrakurikuler yang bertujuan untuk menggali minat murid atau anggota di bidang seni.”Kata salah satu kakak kakak itu.


“Oh gitu ya kak.”Kata Miyu.


“Kalau divisi nya itu ada divisi musik, divisi modern dance, divisi melukis, divisi alat musik daerah, dan divisi theater, dan divisi tari tradisional.”Kata salah satu kakak kakak itu.


“Oh begitu ya kak.”Kata Miyu.


“mohon maaf kak saya mau tanya, divisi nya itu masing masing itu program-programnya apa aja ya kak?”Kata Ai.


“Wah, pertanyaan yang bagus. Aku jarang mendengar orang bertanya seperti itu. ”Kata Salah satu kakak kakak itu.


“Baiklah aku akan menjawabnya.”Kata salah satu kakak kakak itu.


“Di divisi musik, sudah jelas akan membantu kalian untuk menggali bakat dan minat terhadap musik. Nah bedanya sama di divisi musik daerah itu dia cara nyanyi nya dan alat musik nya doang. Begitu juga tari. Nah kalau divisi melukis sama divisi theater ini divisi baru di Eskul kami.”Kata Salah satu kakak kakak itu.


“Bagaimana kalian berminat?”Kata Salah satu kakak kakak itu.


“hmmmm, mikir mikir dulu kak.”Kata Ai.


“Baiklah aku ikut.”Kata Miyu.


“Eh kau ikut, Miyu?”Kata Ai.


“Hehehe, begitulah.”Kata Miyu.


“Wah kau mau di divisi mana?”Kata Salah satu kakak kakak itu.


“Aku ingin di divisi musik deh.”Kata Miyu.


“Baiklah siapa namamu?”Kata salah satu kakak kakak itu.


“Baiklah sebentar ya, aku akan catat namanya dulu ya.”Kata Salah satu kakak kakak itu.


Kakak kelas itu menulis nama Miyu.


“Baiklah kalau kau bagaimana?”Kata kakak kelas itu.


“Ya sudah deh. Aku juga ikut masuk di divisi musik.”Kata Ai.


“Baiklah siapa namamu?”Kata Ai.


“Ai Ushinawareta.”Kata Ai.


“Oh ok.”Kata Kakak kelas itu.


Kakak kelas itu memasukkan nama Ai.


“Baik terimakasih ya.”Kata kakak kelas itu.


“Iya kak.”Kata Mereka berdua.


Mereka pun pergi dari sana. “Eh Ai, mengapa kau ikut ke eskul itu?”Kata Miyu.


“Kan kau sebenarnya tak berminat masuk eskul manapun kan sejak awal?”Kata Miyu.


“Darimana kau tau?”Kata Ai.


“Tipe tipe sepertimu itu kadang kadang ya begitu.” Kata Miyu.


“Padahal entah mengapa hatiku merasakan seperti itu.”Kata Miyu di dalam hatinya.


Sebenarnya saat Ai terdiam, Miyu merasa bersalah menanyakan pertanyaan itu dan berniat mencari Eskul untuknya yang cocok.


“Sebenarnya aku ikut eskul itu....”Kata Ai.


“Karena aku sudah bertanya berlebihan.”Kata Ai.


“Sebenarnya sih, ada alasan lain lagi.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Oh begitu ya Ai.”Kata Miyu.


“Ternyata kau cukup menghargai orang lain juga ya.”Kata Miyu.


“Hei Miyu, kau mau pergi ke tempat makanan tidak.”Kata Ai.


“Boleh juga sih.”Kata Miyu. Mereka pun menuju tempat wisata kuliner. Akhirnya mereka tiba di tempat tersebut.


“Wah disini banyak makanan ya.”Kata Miyu.

__ADS_1


“Iya disini banyak makanan.”Kata Ai.


“Kau mau kemana Ai?”Kata Miyu.


“Hmmm kau maunya apa?”Kata Ai.


“Aku sih juga bingung.”Kata Miyu.


“Aku bingung makan apa.”Kata Ai.


“Baiklah kita keliling dulu.”Kata Miyu.


Mereka pun berkeliling.


“Ah makanannya enak enak semua nih Miyu, aku jadi bingung.”Kata Ai.


“Iya.”Kata Miyu.


“Nah ayo beli ini saja.”Kata Miyu.


“Permisi pak.”Kata Miyu.


“pesen Kebab nya 2 mas.”Kata Miyu.


“Oke baiklah, tunggu sebentar ya.”Kata Abang tukang kebab.


“duduk di kursi sana dulu saja.”Kata abang tukang kebab itu.


“Oh baiklah.”Kata Ai.


Mereka pun duduk disana.


“Aku akan cari minuman dulu ya Ai. Kau duduk saja disini.”Kata Miyu.


“ok.”Kata Ai.


Miyu pergi ke sebuah stand minuman.


“Miyu memang baik ya.”Kata Ai.


Miyu pun kembali ke Ai.


“Ini dia Ai.”Kata Miyu.


“Wah makasih ya Miyu.”Kata Ai.


“Wah sepertinya kebabnya udah mau jadi.”Kata Miyu.


“Baiklah aku akan...”Kata Miyu.


“Aku yang bayar.”Kata Ai.


“Eh?”Kata Miyu.


“Ya sudah deh.”Kata Miyu.


Ai pergi mengambil kebab itu dan membayar kebab itu.


Setelah itu ia menghampiri Miyu.


“Ini Miyu.”Kata Ai.


Dia memberikan kebab itu ke Miyu.


“Oh makasih ya Ai.”Kata Miyu.


“Sebenarnya sama aja sih seperti bayar sendiri sendiri.”Kata Ai.


“Iya sih hehehe.”Kata Miyu. Mereka memakan kebab itu.


“Wah enak.”Kata Ai.


“Iya ini enak.”Kata Miyu.


“Apakah ini rasanya punya teman?”Kata Ai. Ai pun terdiam.


“Eh Miyu, ada sesuatu diwajahmu.”,Kata Ai.


“Hah diwajahku?”Kata Miyu.


“maaf.”Kata Ai didalam hatinya.


Ai mengambil tisu dan mengelap sesuatu di wajahnya Miyu.


“Kenapa jantungku berdetak kencang sekali.”Kata Miyu di dalam hatinya.


“Eh kenapa Miyu?”Kata Ai.


“Ngg.....nggak.”Kata Miyu. Wajah Miyu memerah.


“Ba.... Baiklah ayo kita lanjut jalan lagi.”Kata Miyu.


“Baiklah.”Kata Ai.


Mereka pun pergi jalan jalan kembali.


__ADS_1


__ADS_2