
“Sepertinya mereka masih mengantri.”Kata Rie.
“Iya mungkin.”Kata Shinmaru.
“Tapi Ai hari ini benar benar cukup beruntung ya. Dapet jackpot dari mesin itu.” Kata Kyoko.
Ai dan Miyu menghampiri mereka. Mereka terlihat membawa sebuah karung yang diangkat di pundak nya.
“Hello semuanya.”Kata Miyu.
“Kalian sedang bawa apa?” Kata Ai. “Ada deh.”Kata Miyu.
“Nanti saja di apartemen.”Kata Ai.
“Yang jelas, aku ingin pergi ke restoran nenek dulu.” Kata Ai.
“Baiklah ayo kita pergi ke restoran nenek.”Kata Miyu. Mereka pergi ke restoran itu.
“Ai, apakah kau berencana membagi hadiah itu ke nenek restoran itu?”Kata Shinmaru.
“Ya begitulah, aku ingin kasih hadiah ini ke nenek itu.”Kata Ai.
“Kasihan nenek itu, dia tinggal sendirian dan tak ada yang mengurusinya, karena itu aku ingin membantunya walaupun hanya membantunya sedikit.”Kata Ai.
“Tapi kan dia bukan nenekmu? Mengapa kau membantunya?” Kata Shinmaru.
“Mau nenek kita ataupun bukan yang penting kita harus membantu orang yang lebih tua atau orang yang membutuhkan bantuan kita.”Kata Ai.
“Iya aku setuju denganmu Ai, Kita jangan memandang status, umur, jabatan orang yang meminta pertolongan kita. Jika ia butuh pertolongan maka bantu saja.”Kata Miyu.
Tiba-tiba ada seorang murid yang kepleset dan terjatuh. Orang-orang yang melihat itu langsung tertawa. Miyu dan Ai yang melihat orang itu langsung menolong mereka.
“Hei kalian, mengapa kalian menertawainya!!!”Kata Miyu.
“Ya, emang kenapa sih? Kan hak kami juga.”Kata mereka.
“Tapi harusnya kalian itu membantunya menolong orang ini. Bukan menertawainya.”Kata Miyu.
“Menolong? Dia juga bisa bangun sendiri.” Kata orang itu.
“Ya tapi....”Kata Miyu.
“Oh iya, sepertinya kalian itu tak asing ya.”Kata Orang itu.
“Kalian itu tinggal di kelas ZZZ kan? Kelas yang dijuluki sebagai kelas paling pemalas, dan terbawah itu kan?” Kata Orang itu.
“Jadi kalian tak mengerti jokes kami karena kalian itu tak setara sama kami.”Kata Orang itu.
“Apa kau bilang!!!!”kata Shinmaru.
“Sudahlah sebaiknya kita pergi dari sini.”Kata Ai.
“tuh kan, dibilang begitu aja udah emosi duluan.”Kata orang itu.
“Memang jokes tiap orang itu berbeda beda, tapi kau harus bisa membedakan bagaimana waktunya tertawa dan waktunya untuk menangis.”Kata Shuichi.
“tch. Baiklah, menjauh saja dari kelas ini jika kalian tak mau tertular virus pemalas dan bodohnya.”Kata Orang itu.
“Baiklah ayo kita pergi dari sini.”Kata Orang itu.
__ADS_1
Orang orang yang menertawakan pun pergi.
“Kau tak apa apa?”Tanya Miyu kepada orang yang terjatuh tadi.
“Aku tak apa apa.”Kata Orang yang terjatuh itu.
“apa kau masih bisa bangun dan berjalan?” Kata Miyu.
“Sepertinya masih.”Kata Orang yang terjatuh itu.
“Tapi terimakasih ya karena sudah menolongku.”Kata orang yang terjatuh itu.
Miyu menaruh karung nya di tanah lalu membuka karung itu. Setelah itu ia mengambil sesuatu. Ternyata itu adalah sebuah bingkisan makanan yang sudah dibungkus dengan plastik.
“Ini untukmu.”Kata Miyu.
“Yah jadi ngerepotin nih.”Kata Orang yang terjatuh itu.
“Gak apa apa kok, kami baru saja mendapatkan rezeki, jadi kami pikir kami harus membaginya kepada semuanya, karena masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita.”Kata Miyu.
“Wah terimakasih ya.”Kata orang yang terjatuh itu.
Orang itu menerima bingkisan itu dengan senang hati.
“Baiklah kami pergi dulu ya.”Kata Miyu.
Miyu dan teman temannya pergi. Akhirnya mereka sampai di restoran nenek. Mereka pun membuka pintu dan masuk.
“Hello nenek.”Kata Miyu.
“Oh hello.”Kata Nenek itu.
“Maaf nek kami kesini bukan ingin memesan, tapi ingin memberikan sesuatu ke nenek.”Kata Ai.
“Ini dia.”Kata Ai.
Ai mengeluarkan sesuatu dari karungnya. “Nah ini dia.”Kata Ai.
“Robot vacuum cleaner.”Kata Ai.
“Apa!!!!!” Kata Shinmaru, Kyoko, dan Rie.
“Oi oi Ai. Apakah kau yakin akan memberikan ini?”Kata Shinmaru.
“Ya dia yakin kok.”Kata Miyu.
“Tapi kan harga ini cukup mahal. Bisa seharga poin kita sekarang.”Kata Shinmaru.
“Iya, kan ini benar benar mahal, apa kau yakin kasih benda ini kepadaku?” Kata nenek itu.
“Nggak apa apak kok nek.”Kata Ai.
“Terimakasih ya, nenek jadi nggak enak ini.”Kata nenek itu.
“Ah tak usah dipikirkan nek.”Kata Ai.
“Oh iya nek, apakah nenek tahu cara memakai alat ini?”Kata Ai.
“Ya aku tahu sih karena aku sering liat di tv bagaimana cara menggunakan alat ini.”Kata Nenek itu.
__ADS_1
“Baiklah coba nyalakan nek.”Kata Ai. Nenek itu menyalakan robot vacuum cleaner itu.
“Wah robot itu menyala dan langsung bekerja sesuai fungsinya.”Kata Miyu.
“Iya kau benar.”Kata Shinmaru.
“Baiklah nek, kami pergi dulu ya.”Kata Ai.
“Baiklah, terimakasih ya, semoga kalian mendapatkan rizki yamg berlimpah ya.”Kata Nenek itu. Ai, Shinmaru, Shuichi, Miyu, Kyoko, dan Rie pergi dari restoran itu.
“Jadi kau setelah ini mau kemana Ai?” Kata Shinmaru.
“Aku mau pulang saja deh ke apartemen.”Kata Ai.
“Baiklah aku akan pergi ke supermarket kalau begitu.”Kata Shuichi.
“Aku juga beli stok makanan deh.”Kata Kyoko.
“Kau mau nitip nggak Miyu.
“Nggak usah deh.”Kata Miyu.
“Baiklah kami pergi dulu ya.”Kata Kyoko.
“Kyoko dan Shuichi berpisah dari mereka. Akhirnya Ai, Miyu, Rie, dan Shuichi sampai di apartemen. Di ruang tamu, ada Gin yang sedang duduk duduk santai.
“Hello Gin.”Kata Ai.
“Hello Ai, wah kau dan Miyu bawa apa tuh.”Kata Gin.
“Bawa harta karun.”Kata Ai.
Ai mengeluarkan bingkisan makanan makanan itu.
“wah apa ini?” Kata Gin.
“Ini ada rezeki dariku, tolong bagiin ke temen-temen ya.”Kata Gin.
Ai mengambil satu bingkisan khusus untuk Gin.
“Ini Gin untukmu.” Kata Ai.
“Wah terimakasih ya Ai.”Kata Gin.
“Oh iya, jangan bilang kalau hadiah ini dari aku ya. Aku tak mau disangka gimana begitu nantinya.”Kata Ai.
“Oh ok siap.”Kata Gin.
“Baiklah kami menaruh karung ini dulu ya.”Kata Ai. “Siap.”Kata Gin.
“Rie, Shinmaru kalian tunggu disini. Kami menaruh karung ini dulu.”Kata Ai.
Ai, Miyu, pergi ke kamar Miyu untuk kamar . Mereka kembali lagi ke ruang tamu.
“Nah baiklah sudah selesai.”Kata Miyu.
“Baiklah kami akan bantu kau Gin.”Kata Ai.
“Terimakasih ya.”Kata Gin.
__ADS_1
Mereka pun membagi bagi makanan itu ke teman teman mereka.