Royal School

Royal School
Chapter 42:Sign


__ADS_3

Di tempat lain, Shinmaru sedang jalan-jalan sendirian.


“Pyuh untung saja aku tak dikejar lagi,” Kata Shinmaru.


“Tapi lari larian itu membuatku lapar, aku butuh asupan,” Kata Shinmaru.


Shinmaru melihat lihat sekeliling dan ia melihat sebuah stand makanan.


“Wah ada stand makanan, aku pergi kesana deh,” Kata Shinmaru.


Shinmaru pergi ke stand itu.


“Pentolnya berapa pak?” Kata Shinmaru.


“3 poin dapet mas,” Kata penjual itu.


“Yaudah 5 poin aja ya pak,” Kata Shinmaru.


“Tunggu sebentar ya mas,” Kata penjual itu. Penjual itu menyiapkan pentolnya.


“Ini mas,” Kata Penjual itu.


Shinmaru membayar pentol itu dan mengambilnya.


“Terimakasih ya mas,” Kata penjual itu.


“Ya, sama sama,” Kata Shinmaru.


Shinmaru pergi meninggalkan stand itu.


“Dimana aku duduk ya? Masa makannya sambil berjalan sih?” Kata Shinmaru.


Dia mencari sebuah kursi taman untuk ia duduki.


“Nah itu ada yang kosong.”Kata Shinmaru.


Ia menemukan sebuah kursi taman yang tidak diduduki siapapun. Ia menghampiri kursi itu.


Ternyata di kursi itu ada kotoran burung.


“Ah pantas saja gak ada yang mau duduk disini, ada kotoran burung nya, ” Kata Shinmaru.


“Tapi lumayan sih kotorannya, ada benih jagung nya,” Kata Shinmaru.


“Tapi kamarku tak ada tempat untuk menanam ini, bahkan aku kasih tumbuhan hias saja aku mikir dua kali,” Kata Shinmaru.


“Baiklah aku cari lagi deh,” Kata Shinmaru.


Shinmaru meninggalkan kursi taman itu. Ia mencari lagi kursi yang kosong.


“Nah itu ada kursi kosong,” Kata Shinmaru.


Shinmaru menghampiri kursi itu. Tapi tiba-tiba ada orang lain yang duduk disana.


“Yah, aku baru saja mau duduk disana,” Kata Shinmaru.


Tiba-tiba ada yang teriak.


“Oi oi, apa yang kau lakukan!!!!!” Kata orang yang teriak itu.

__ADS_1


Shinmaru menoleh ke arah orang yang berteriak itu. Ternyata dia berbicara ke orang yang duduk di kursi itu.


“Kenapa pak?” Kata orang yang duduk di kursi itu.


“Kenapa kau duduk disitu!!!! Aku baru saja mengecat kursi itu tau!!!” kata Orang yang berteriak itu.


“Hah, di cat?” Kata orang yang duduk di kursi taman itu.


Orang yang duduk itu bangun dan melihat belakang pakaian nya.


“Yah Seragam ku,” Kata orang yang duduk di kursi itu.


“Yah, catnya jadi ilang deh, padahal aku sudah tak punya dana untuk cat lagi deh,”Kata orang yamn berteriak itu.


Shinmaru berbalik dan pergi meninggalkan mereka.


“Yah terkadang nggak keliatan juga sih kalau kursi baru dicat sama kursi sudah lama di cat. Kalau duduk tau taunya udah coklat aja celananya,” Kata Shinmaru.


“Dan kenapa burung buang kotorannya itu sembarangan ya?” Kata Shinmaru.


“Ya kalau nggak sembarangan berarti ada wc nya,” Kata Shinmaru. Shinmaru tertawa.


“Garing banget deh,” Kata Shinmaru.


“Sudah sudah, nanti kau disangka orang gila Shinmaru,” Kata Shinmaru.


“Ah dimana kursi yang kosong gitu, aku mau makan pentol ini tau!!!” kata Shinmaru.


“Apa aku duduk di bawah saja ya?”Kata Shinmaru.


Shinmaru bersiap siap untuk duduk dibawah, tapi ia tak jadi karena banyak semutnya di jalanan.


“Akhirnya, ada kursi yang kosong,” Kata Shinmaru.


Shinmaru pun bbergegas pergi menuju kursi itu. Dia pun duduk di kursi itu.


“Akhirnya aku bisa memakan pentol ini,” Kata Shinmaru. “Selamat makan,” Kata Shinmaru.


Shinmaru memakan pentol itu. Saat ia menyuapi pentol itu ke mulutnya, mulutnya mulai terasa pedas.


“Ahhh, pedas!!!!” kata Shinmaru.


Tiba-tiba ia melihat ada penjual minuman keliling. Ia langsung berlari menuju penjual minuman itu.


“Bang!!!!! Berhenti bang!!!” kata Shinmaru yang mulutnya kepedesan.


Abang penjual itu berhenti mendorong gerobak nya.


“Bang, Susu...”Kata Shinmaru.


“Rasa apa dek,” Kata penjual itu. “Apa aja bang, cepetan!!!!” kata Shinmaru.


“Baik, tunggu sebentar ya,” Kata Penjual itu. Penjual itu menyiapkan susu itu secara terburu buru.


“Nih dek,” Kata Penjual itu. Shinmaru langsung mengambil susu itu dan meminumnya.


“Pyuh, pedesnya selevel sama pedesnya kesukaannya ibu ibu,”Kata Shinmaru.


“Kalau udah nggak kuat jangan makan deh dek,” Kata Shinmaru.

__ADS_1


“Tapi sayang sih kalau nggak dimakan,” Kata Shinmaru.


“Oh iya,” Kata Shinmaru. Shinmaru membayar minuman itu. Dia pun duduk kembali lagi.


“Tapi kata abang itu benar sih, kalau aku makan mungkin akan terjadi apa apa kepadaku,”Kata Shinmaru.


“Tapi jika membuang makanan itu sama saja menghina makanan itu sendiri,” Kata Shinmaru.


“Ya sudah deh aku habiskan saja pentol ini,” Kata Shinmaru.


Shinmaru melanjutkan makannya hingga pentol dan susu itu habis.


“Ah mulutku dan perutku seperti dibakar.”Kata Shinmaru di dalam hatinya.


“Bahkan aku hampir tak bisa berbicara lagi akibat mulutku seperti dikasih arang yang panas,”Kata Shinmaru di dalam hatinya.


Tiba-tiba, Shinmaru merasakan kalau perut nya sakit.


“Ah sial, perutku,” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


“Tidak-tidak jangan salahkan makanan. Karena kita yang memakannya,” Kata Shinmaru.


“Ah sial, perutku sudah tak kuat,”Kata Shinmaru.


Shinmaru pun berlari dan mencari Toilet.


“Nah itu dia,” Kata Shinmaru.


Shinmaru pergi ke toilet itu.


Ternyata toilet tersebut penuh.


“Sial!!!” kata Shinmaru di dalam hatinya.


Ia terus mencari toilet itu. Tapi tetap saja semua toilet itu tak ada yang kosong.


“Kenapa tak ada toilet Yang kosong!!!!!!” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


“Apakah populasi manusia sudah terlalu banyak? Jadi tak ada toilet umum yang kosong sekarang?” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


Shinmaru terus mencari dan mencari.


“Jika saja aku tak makan makanan itu,” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


“Jika saja aku tak makan pentol itu,” Kata Shinmaru.


Shinmaru pun menyadari sesuatu.


“daritadi aku sudah dikasih pertanda dan peringatan dari orang lain untuk tak makan pentol itu. Tapi aku tetap saja tak menghiraukan mereka,” Kata Shinmaru.


“Ya inilah konsekuensi jika tak menghiraukan apa yang disekitarmu,” Kata Shinmaru.


Akhirnya ia melihat sebuah tempat toilet umum.


“Itu dia.”Kata Shinmaru.


Shinmaru langsung bergegas masuk ke ruangan toilet itu.


Dan dia akhirnya buang air besar di toilet itu.

__ADS_1


__ADS_2