
Shuichi sedang duduk duduk santai sambil menikmati pemandangan taman yang sangat indah. Ia pun melepas kacamatanya. Ia pun mengangkat nya ke arah sinar matahari dan melihatnya.
“Apakah ada yang bisa menggatimu?” Kata Shuichi.
“Hello Shuichi,” Kata seseorang.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Shuichi. Shuichi langsung menengok. Ternyata dia adalah Kyoko. Shuichi langsung memakai kacamatanya. Kyoko menghampiri Shuichi.
“Ternyata kau disini ya?” Kata Kyoko. “Kenapa kau lari Shuichi? Kan kau nggak ikut ikutan ngomong tadi,” Kata Kyoko.
“Tadi aku cuman panik saja, kukira aku juga akan dikejar,” Kata Shuichi.
“Padahal sih bukan itu, siapa yang nggak mau lari kalau ekspresinya seperti itu,” Kata Shuichi di dalam hatinya.
“Kita harus selalu peka terhadap sekitar, mungkin saja kita sudah dikasih sebuah pertanda agar kita tak berbuat hal itu karena dapat merugikan kita.” Kata Shuichi.
“Iya sih,” Kata Kyoko.
“Oh iya ayo duduk disini,” Kata Shuichi.
“Enggak ah, takut nanti orang pada salah sangka,” Kata Kyoko.
“ah kalau itu sih biarin aja,”Kata Shuichi. “Orang terkadang menilai dari luarnya saja, tapi dalamnya tidak dinilai,” Kata Shuichi.
“Mereka hanya bisa melihat dan menilai saja, tapi mereka belum merasakan bagaimana rasanya jika diposisi kita,” Kata Shuichi.
“Ya contohnya cowok pelukan dibilang kelainan, cowok sama cewek pelukan dibilang pacaran. Padahal kita nggak tau dua cowok itu memang kelainan atau tidak dan cowok sama cewek itu memang beneran dia pacaran.”Kata Shuichi.
“Menilai itu terkadang lebih kejam dari fitnah, dan fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” Kata Shuichi.
“Sudah sudah Shuichi, jangan dilanjutin deh,” Kata Kyoko.
Kyoko lun duduk disamping Shuichi.
“Kenapa jantungku berdetak kencang ya?” Kata Kyoko dalam hatinya.
“Apakah ini pertanda bahwa ajalku sudah dekat?” Kata Kyoko di dalam hatinya.
“Tidak-tidak, aku tak boleh berpikiran sebagai gitu. Aku harus berpikir positif agar hasilnya juga positif,”Kata Kyoko di dalam hatinya.
“Kenapa Kyoko?” Kata Shuichi.
“Ah tidak kok,” Kata Kyoko.
“ Tapi kenapa kau seperti orang yang ditekan oleh seseorang?”Kata Shuichi.
“Tidak, justru aku mau ditekan oleh seseorang sekarang,” Kata Kyoko.
“Sepertinya enak kalau diriku ditekan oleh seseorang,” Kata Kyoko.
“Perempuan ini mengerikan ya, maunya ditekan sama orang lain,” Kata Shuichi di dalam hatinya.
“Biasanya cewek cewek lain kalau ditekan pasti langsung kena mental,”Kata Shuichi di dalam hatinya.
“Tapi kalau dia itu malah keenakan,” Kata Shuichi di dalam hatinya.
“Kenapa kau diam saja Shuichi? Memang ada yang salah ya?” Kata Kyoko.
“Aku tak menyangka ada yang perempuan yang kuat ditekan orang lain dan ketagihan ditekan oleh orang lain,” Kata Shuichi.
“Ya walaupun ada yang menjerit kesakitan, tapi itu tetap enak,” Kata Kyoko.
“karena badan badan kita menjadi lebih enak,” Kata Kyoko.
“Kau juga pasti mau ditekan kan Shuichi?” Kata Kyoko.
“Apa maksudmu? Bukannya biasanya orang ditekan itu bisa mentalnya terganggu ya?” Kata Shuichi.
Kyoko tertawa.
“Kenapa kau tertawa Kyoko?” Kata Shuichi.
“Oh itu, maksudku itu ditekan itu bukan yang itu, tapi dipijitin oleh orang lain,” Kata Kyoko.
“Maaf maaf,” Kata Kyoko.
“eh ditekan yang itu ya,” Kata Shuichi.
Shuichi tertawa tawa kecil.
“Lucu banget ini orang,” Kata Shuichi di dalam hatinya.
“Sepertinya kau terlalu banyak menunduk Kyoko,” Kata Shuichi.
“Ah ya sepertinya aku terlalu banyak bermain ponsel,” Kata Kyoko.
“Ya, aku akui sih. Terkadang seseorang yang bermain ponsel itu tak memerhatikan dirinya sendiri dan disekitarnya.”Kata Shuichi.
Tiba-tiba datang seekor nyamuk yang bertebangan di sekitar kuping mereka.
“Ah sial, lagi enak duduk duduk santai begini, ada nyamuk.”Kata Shuichi.
“Mungkin nyamuk Aedes,”Kata Kyoko.
“Tapi ini tidak belang belang,”Kata Shuichi.
Mereka terus menggoyangkan tangannya. Hingga mereka saling bersentuhan tangan seperti orang yang menepuk tangannya.
Mereka pun saling tatap tatapan. Nyamuk itu mati di tangan mereka. Mereka menarik tangan mereka masing masing.
Muka mereka memerah.
“Ah kenapa jantungku berdetak semakin cepat daripada yang tadi?” Kata Kyoko di dalam hatinya.
“Ah apakah tanganmu baik-baik saja,” Kata Shuichi.
“Iya, aku baik-baik saja kok,” Kata Kyoko.
“Yah, jadi ada darah di tanganmu deh Shuichi,” Kata Kyoko.
“Ah darah doang,” Kata Shuichi.
Shuichi mengelap tangannya dengan sebuah lap yang ia sering bawa di saku nya.
“Jika aku lap ke seragamku, sayang seragamnya,” Kata Shuichi.
Shuichi melihat tangannya Kyoko.
“Kenapa kau melihat tanganku seperti itu?”Kata Kyoko.
Shuichi memegang tangannya Kyoko lalu ia mengelap tangan itu dengan sapu tangannya. Kyoko tangan Kyoko pasrah dan membiarkan tangannya Shuichi mengelap tangannya.
“Terkadang perempuan itu lebih mengutamakan gengsi ya,” Kata Shuichi.
“Padahal tinggal berbicara doang,” Kata Shuichi.
Muka Kyoko pun memerah.
Akhirnya Shuichi selesai mengelap tangannya.
“Te-terimakasih ya Shuichi,”Kata Kyoko.
“Iya sama sama,” Kata Shuichi.
“Baiklah ayo kita jalan jalan dulu sebentar,” Kata Shuichi.
Mereka pun pergi dari tempat itu dan berjalan jalan.
“Ah siang ini tak begitu panas dan tak begitu dinvin ya, Shuichi,”Kata Kyoko.
“Ya cuaca yang bagus untuk rekreasi dan memancing,” Kata Shuichi.
“Oh iya, misalkan kau libur, kau mau kemana Shuichi jika seperti ini?” Kata Kyoko.
“Tidur,” Kata Shuichi.
“Kalau liburannya panjang?” Kata Kyoko.
“Tidur panjang,” Kata Shuichi.
“Mati dong?” Kata Kyoko. “Ya makna libur yang sebenarnya itu ya kita dikasih kesempatan untuk istirahat kan?” Kata Shuichi.
“Tapi kebanyakan orang salah mengartikan apa itu libur, jadi ya begitu deh. banyak kecelakaan di jalan raya saat liburan,” Kata Shuichi.
“Mereka memaksakan diri mereka untuk pergi ke suatu tempat, padahal fisik dan mental mereka ingin istirahat. Dia tak bisa mengungkapkannya ke orang lain dan melanjutkan perjalanan sampai akhirnya dia kecelakaan,”Kata Shuichi.
“Ya mungkin dia memaksakan itu karena keluarganya. Lebih tepatnya ia mungkin ingin membahagiakan keluarganya di hari liburnya,” Kata Kyoko.
“Tch, keluarga ya?” Kata Shuichi.
__ADS_1
“Ketika kecil selalu benar dan ketika sudah besar selalu salah,” Kata Shuichi.
“Tapi rumus itu tak berlaku bagi perempuan,”Kata Shuichi.
“Ya dan akhirnya itu tergantung sama jalan pikirannya masing masing, mungkin jalan pikirku berbeda dari jalan pikir orang kebanyakan,” Kata Shuichi.
“Ya sama seperti pemandangan taman itu saja, menurutku ini indah. Tapi menurut orang, taman itu belum tentu indah,” Kata Shuichi.
Saat mereka sedang berjalan mereka melihat seorang perempuan sedang ditindas.
Kyoko ingin menghampiri orang yang ditindas itu.
Tapi Shuichi menarik nya dan membawa jauh dari tempat itu.
“Hei Shuichi, kenapa kau menarikku?” Kata Kyoko.
“Aku tak mau diriku direpotkan lagi oleh orang lain,” Kata Shuichi.
“Kelasku saja sudah merepotkan,” Kata Shuichi.
“Tapi kita harus menolongnya,” Kata Kyoko.
“Ya mungkin saja itu adalah rentenir yang sedang menagih hutang ke orang itu,” Kata Shuichi.
“Tapi kan dia itu perempuan, kita harus menolongnya,” Kata Kyoko.
“Tapi aku malas jika berurusan orang seperti itu,” Kata Shuichi.
Kyoko merasa kesal dan marah mendengar ucapan Shuichi.
“Baiklah, kalau kau tak mau. Aku saja sendiri!!!!!”Kata Kyoko. Kyoko pun berjalan,
“Mungkin itu saja modus terbaru,” Kata Shuichi.
“Aku tak peduli!!!!!” Kata Kyoko.
“Jangan berharap aku menolongmu nanti,” Kata Shuichi. Kyoko berhenti.
“Siapa juga yang berharap kepadamu!!!” Kata Kyoko.
“Lagipula kau siapa aku?” Kata Kyoko.
“Baiklah silahkan pergi sana,” Kata Shuichi. Shuichi pun berjalan dan Kyoko melanjutkan langkah kaki nya menuju tempat dimana orang itu ditindas.
Sementara itu ditempat perempuan yang ditindas, orang yang masih ditindas itu masih saja ditindas olehpara penindas.
Dia terus saja dipukuli hingga badannya berdarah darah.
“Maaf,maaf,maaf,” Kata perempuan itu. Orang yang menindas itu terus saja memukul perempuan itu tanpa kenal ampun.
“Tolong berhenti, tolong berhenti,” Kata perempuan itu. Orang itu pun berhenti.
“Baiklah kami akan berhenti, tapi ada satu syaratnya,” Kata salah satu orang yang menindas itu.
“Baiklah aku akan turuti semua syarat kalian,” Kata perempuan itu.
“Kau harus.....”Kata salah satu penindas itu. Tiba-tiba leher perempuan itu dicekik dan badannya didorong ke tembok.
“Apa kau yakin melakukan hal ini?” Kata satunya lagi yang menindas perempuan itu.
“Ah, nanti kau juga mau kalau ngeliat,” Kata orang yang mencekik itu. Kyoko pun datang.
“HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!!!!” Kata Kyoko.
“Lepaskan perempuan itu!!!!” kata Kyoko.
“Tch, ada bantuan ya?”Kata Orang yang mencekik itu.
Orang yang mencekik itu melepaskan cekikannya ke perempuan. Mereka langsung menyerang Kyoko.
Kyoko pun berkelahi dengan para penindas itu. Saat mereka bertarung, Tiba-tiba Kyoko merasakan sakit di kakinya. Dia pun terjatuh.
“HABISLAH KAU!!!!!” Kata Mereka. Kyoko pun dihajar hingga Diinjak injak oleh para penindas itu.
“Sepertinya, aku akan berakhir disini,” Kata Kyoko di dalam hatinya.
Dia pun teringat akan ucapannya Shuichi.
“Tidak, aku tak boleh mengharapkan Shuichi datang kesini, dia saja tak mempedulikanku,” Kata Kyoko.
“Daripada Diinjak injak terus, lebih baik dimanfaatkan saja kan pas dua,” Kata orang yang mencekik perempuan itu.
“Tidak bisa, kau yang itu saja. Ini masih bagus,” Kata yang mencekik perempuan itu tadi.
“Kau kan yang merusaknya!!!!” kata penindas yang satunya lagi.
“Tapi tidak bisa, aku mau yang ini,” Kata oeang yang mencekik perempuan itu.
“Ini kesempatan bagus,”Kata Kyoko di dalam hatinya.
Sementara para penindas itu berdebat,Kyoko pun bangun dan menghajar para penindas itu hingga pingsan.
“Pyuh akhirnya beres,” Kata Kyoko.
“Baiklah, penjahat itu sudah....”Kata Kyoko.
Saat menoleh ke arah perempuan itu dia dipukul menggunakan balok kayu. Ia pun terjatuh dan sekarat.
“K-kau.....”Kata Kyoko. Rupanya yang memukul adalah perempuan itu.
“K-kenapa....”Kata Kyoko.
“aku cuman balas budi kepadamu saja kok,” Kata perempuan itu.
“Kau tahu, pukul dibalas dipukul,” Kata perempuan itu.
“Jadi orang yang memukul orang lain itu harus dibalas dengan pukulan,” Kata perempuan itu.
“Tapi walaupun rencanaku hancur berantakan karenamu , tapi tetap berjalan dengan mulus,” Kata Perempuan itu.
“Ah pastinya kau bertanya, Tujuan apa sehingga kau akan melakukan hal kotor ini , Ya Kan?” Kata Perempuan itu.
“Tujuanku adalah untuk menghancurkan geng mereka,” Kata Perempuan itu.
“Ah pasti kau bertanya, kenapa kau ingin menghancurkan geng mereka, Ya kan?” Kata perempuan itu.
“Rasanya menyenangkan saja jika mendengar jerit jeritan keributan itu,” Kata Perempuan itu.
“Sepertinya kau akan mati disini,” Kata perempuan itu. “Atau kau yang mati disini?” Kata seseorang. Tiba-tiba di leher perempuan itu sudah ditodongkan pisau oleh seseorang.
“Siapa kau?” Kata perempuan itu. “Apakah disaat mau memulai sebuah pertarungan harus perkenalan diri dahulu?” Kata yang menodongkan pisau itu ke perempuan itu.
Rupanya itu Shuichi.
“Lagipula aku juga tak peduli dengan namamu,” Kata Shuichi.
“Ah apakah kau mau menyelamatkan wanita ini ya?” Kata perempuan itu.
“Apakah aku harus menceritakannya kepada orang yang ku tak kenal?” Kata Shuichi.
“Kau menyebalkan juga ya?” Kata perempuan itu. Perempuan itu teriak meminta tolong.
“Tolong, tolong, aku disekap!!!!!”kata perempuan itu.
“Silahkan saja kau meminta tolong,”Kata Shuichi. Perempuan itu terus meminta tolong.
“Tolong!!!!!!”Kata perempuan itu. Sekelompok pria datang ke tempat itu.
“Hei lepaskan dia!!!!!!” Kata salah satu dari mereka.
“Ah rupanya para orang orang bodoh yang datang kesini,” Kata Shuichi.
Perempuan itu tersenyum. Perempuan itu maju dan membuat lehernya terkena pisaunya Shuichi. Darah bercucuran dimana mana. Shuichi menghindari darah tersebut.
“Hei, apa yang kau lakukan!!!!!” kata salah satu dari mereka.
“Ah, kenapa setiap ada peristiwa penculikan pasti ada yang berbicara seperti itu,”Kata Shuichi.
“Sialan, akan ku hajar kau!!!!” Kata salah satu dari kelompok itu. Orang itu mau menghajar Shuichi.
“Ah, pasti setiap MC yang emosian pasti bilang seperti itu,” Kata Shuichi.
“Tapi.....”Kata Shuichi.
Shuichi menghentikan pukulan tersebut.
“Sayangnya kau bukan MC disini,” Kata Shuichi.
Shuichi menendang orang itu.
__ADS_1
“Kau....” Kata Orang itu.
“Lagipula yang terlihat itu belum tentu benar,” Kata Shuichi.
“Apa maksudmu?” Kata orang itu.
“Kau pikir aku yang menyekap dan menghajar mereka ini?” Kata Shuichi.
“Sudah jelas lah!!!! kau saja memegang alat untuk menyerang mereka!!!!!” kata Orang itu.
“Jangan dengarkan dia, dia tadi menyekap dan menyerang teman temanku!!! Kata orang itu. “Bohong.”Kata Kyoko.
“Kau berbohong,” Kata Kyoko.
“Hei, ingat? Kau itu temanku tau. Sepertinya kepalamu terbentur jadi kau agak ngaco,” Kata perempuan itu.
“Tidak, kau bukan temanku!!!!!” kata Kyoko.
“Sudahlah Kyoko, kau tak usah memaksakan keadaanmu,” Kata Shuichi.
“Kyoko? berarti dia....”Kata orang itu.
“Ya, apakah seorang teman yang dekat itu memanggil temannya kau? Pasti kebanyakan orang akan memanggil nama mereka,” Kata Shuichi.
“Kau benar,” Kata Shuichi.
“Dia bohong, dia mungkin mendengar aku memanggil namanya dia, Ya Kyoko!!!!” Kata Perempuan itu.
“Oh jadi kau tadi memanggilnya Kyoko ya?” Kata Shuichi.
Shuichi pun berjalan mengambil sesuatu. Rupanya itu adalah sebuah handphone yang sedang merekam.
“Coba kalian liat ini deh,” Kata Shuichi.
Perempuan itu terkejut dan terlihat panik.
“Ka-kapan kau merekamnya?” Kata Perempuan itu. Sekelompok orang itu melihat rekaman yang diberikan Shuichi.
“Benar, dia menyerang perempuan itu,” Kata salah satu dari mereka.
“dan juga ia mendorong dirinya sendiri agar lehernya terluka,” Kata salah satu dari mereka.
“Tapi aku bisa saja kan disuruh oleh lelaki itu kan?” Kata perempuan itu.
“Iya benar, ini kan bisa direkayasa.”Kata Salah satu dari mereka.
“Ah baiklah jika kalian berbicara seperti itu. Shuichi mengeluarkan sesuatu di sakunya.
“ini kan....”Kata Salah satu dari mereka. Rupanya yang Shuichi keluarkan adalah alat perekam suara.
“Ya betul, ini adalah alat perekam suara,” Kata Shuichi.
Shuichi memberikan alat perekam suara itu kepada mereka. Sekelompok orang itu mendengarkan rekaman itu.
“Jadi kau pelakunya!!!!!!!” kata salah satu dari mereka sambil menunjuk perempuan itu.
“Sial, sejak kapan kau merekam itu semua!!!!” kata Perempuan.
“Kau pikir aku kesini cuman untuk menodongkan pisauku saja kepadamu?” Kata Shuichi.
“Aku tak sebodoh itu tau!!!” Kata Shuichi. Perempuan itu bangkit dan memegang sebuah balok. Lalu dia menyerang Shuichi.
“Sialan kau!!!!!!” Kata perempuan itu.
“Tch, kata-kata yang dikeluarkan saat villain berada di ujung tanduk,” Kata Shuichi.
Shuichi mengambil kayu itu dan mengangkat wanita itu, lalu ia melemparnya ke sebuah tembok.
“Oi oi apa yang kau lakukan, dia kan seorang wanita,” Kata salah satu dari mereka.
“Apakah aku harus membiarkan orang sebringas perempuan itu menyerangku? Tidak kan?” Kata Shuichi.
“Perempuan itu tak selalu benar, dan laki laki itu tak selalu salah. Tak ada yang selalu benar didunia ini dan tak ada yang selalu salah di dunia ini. Kau jangan menganggap orang yang selalu benar itu tak pernah membuat sebuah kesalahan dan orang yang selalu salah itu tak pernah melakukan kebenaran. Manusia adalah makhluk yang tidak selalu salah dan tidak selalu benar.”Kata Shuichi.
“Kau pikir semua mindset manusia itu perempuan itu selalu benar apa?” Kata Shuichi.
“Tidak juga kan?” Kata Shuichi.
“Jangan samakan semua pohon. Setiap pohon pasti ada jenis jenisnya,”Kata Shuichi.
“Sialan kau!!!!” kata perempuan itu. Perempuan itu bangun.
“Ah aku sudah bosan mendengar itu,”Kata Shuichi. Saat ia bangun ia langsung dikepung oleh sekelompok orang itu.
“Kau tak akan keluar semudah itu,” Kata salah satu dari mereka.
“Sudah sudah, jangan hajar perempuan ini lagi, langsung saja bawa ke IRSSO,” Kata Shuichi.
Dan juga dua orang ini, karena dia juga bersalah,” Kata Shuichi.
“Benar juga,” Kata Salah satu dari sekelompok orang itu. Sekelompok orang itu akhirnya membawa tiga orang itu ke IRSSO.
“Shu-ichi.” Kata Kyoko. Shuichi menghampiri Kyoko.
“Ma-maafkan aku, ini semua adalah salahku karena tak memedulikan ucapanmu,” Kata Kyoko.
“Tidak, ini adalah salahku karena aku tak menemanimu tadi,” Kata Shuichi.
“Kau tak bersalah Shuichi, kau yang benar,” Kyoko.
“Ya, inilah ganjaranku,” Kata Kyoko. “Shuichi apa kau bisa mengabulkan permintaanku?” Kata Kyoko.
“Aku bukan om jin yang bisa mengabulkan 3 permintaan mu,” Kata Shuichi.
“Tidak, aku cuman meminta satu padamu,” Kata Kyoko.
“Aku ingin mencium seorang pria sebelum aku mati,” Kata Kyoko.
“Kalau itu sih....”Kata Shuichi.
Kyoko memegang wajah Shuichi lalu mencium mencium Shuichi.
“Terimakasih kasih ya Shuichi, akhirnya aku bisa melepaskan rasa sakit ini,” Kata Kyoko.
“Sekali lagi, terima kasih Shuichi,”Kata Kyoko. Kyoko menjatuhkan tangannya. Dan tubuhnya terbujur kaku.
“Kupikir aku akan menangis apa jika kau mati?” Kata Shuichi.
“Laki laki itu tak boleh menangis,” Kata Shuichi.
“Tapi dia boleh menangis jika dia merasa sedih,” Kata Kyoko.
Mereka berdua tertawa.
“Sudah kuduga kau tak beneran mati,” Kata Shuichi.
“Ah padahal aku sudah pakai cara jitu untuk membuatmu menangis,” Kata Kyoko.
“Ah cara seperti itu tak mempan untukku,” Kata Shuichi.
“Lagipula, seharusnya kau sudah mati daritadi kalau kau luka seperti itu,” Kata Shuichi.
“Iya juga sih,mungkin aku dapat mukjizat,” Kata Kyoko.
“Baiklah akan kubawa kau kedokter, nanti kau mati beneran lagi,” Kata Shuichi.
Shuichi menggendong Kyoko dan membawa tongkat milik Kyoko.
“Hei Shuichi,” Kata Kyoko. “Apa Kyoko?” Kata Shuichi.
“Apakah kau akan menangis jika aku mati didepanmu?” Kata Kyoko.
“aku tak tau,” Kata Shuichi.
“Kok kau tak tau?” Kata Kyoko. “aku tak tahu mati sebagai apa nanti. jika kau mati sebagai musuhku aku tak akan sedih, jika kau mati sebagai temanku, pasti aku akan sedih,”Kata Shuichi.
“Tapi katanya kau tak akan sedih jika aku mati?” Kata Kyoko.
“Ya karena kau belum menjadi teman dekatku,” Kata Shuichi.
“Baiklah sekarang kita mulai jadi teman dekat ya Shuichi?” Kata Kyoko.
“tch, terserah kau saja deh,” Kata Shuichi.
“Tapi berjanji ya kau jangan melakukan hal itu lagi,” Kata Shuichi.
“Iya aku berjanji deh,” Kata Kyoko.
“Sepertinya ini saatnya aku harus memulai hidup yang baru,” Kata Shuichi di dalam hatinya.
__ADS_1