
Ai bangun dan hari nampaknya sudah siang. “Lah, kok sepi?” Kata Ai.
“Mungkin mereka mengantar Miyu ke apartemen ya?” Kata Ai.
Ai pun bangun dari kasurnya dan menuju kamar mandi. Ai mendengar suara percikan air.
“Seharusnya mereka mematikan keran air dulu sebelum pergi.”Kata Ai di dalam hatinya.
Ai membuka pintu kamar mandi itu.
Ternyata ada seorang perempuan berambut coklat yang sedang mandi di dalamnya.
Mukanya Ai memerah.
“Ma-maaf, A-ku tak bermaksud mengintip kok,”Kata Ai. Perempuan itu teriak.
“Ah!!!” Kata perempuan itu.
Perempuan itu memukul Ai hingga terpental. Ai pun pingsan.
Perempuan itu menghampiri Ai.
“Ai, bangunlah, ayo bangun Ai,” Kata perempuan itu.
Ai sudah sadar dan bangun.
Dan di depannya sudah ada Miyu. Tapi penampilannya Miyu berbeda dari biasanya.
“Halo Ai, apakah kau baik-baik saja,” Kata Miyu.
Ai kaget karena melihat warna dan rambut Miyu berubah menjadi coklat.
“Eh kenapa kau kaget?” Kata Miyu.
“Apakah kau benar-benar Miyu? Atau kau sedang menyamar menjadi Miyu?” Kata Ai. “Oh,” Kata Miyu.
Miyu pun tertawa kecil.
“Aku ini benar-benar Miyu kok,” Kata Miyu. “
Lalu kenapa Warna rambut dan matamu itu berubah Miyu?” Kata Ai. “Sebenarnya, inilah penampilan asli ku,” Kata Miyu. Miyu melepaskan kuncirannya.
Dan dia tampak seperti bukan Miyu yang Ai kenal.
“Lah berarti tadi bukan mimpi dong!!!!” kata Ai. Ai pun bersujud kepada Miyu.
“Maaf ya Miyu, aku tidak sengaja kok sungguh,”Kata Ai.
“Aku benar-benar tak tahu kau ada disana tadi,” Kata Ai.
“Iya Ai, aku sudah memaafkanmu kok,” Kata Miyu.
“Oh iya Miyu, kenapa penampilanmu tak begitu saja?” Kata Ai.
“Ya kalau model rambutku seperti ini, kau akan susah membedakanku dengan orang lain,”Kata Miyu.
“Iya sih,” Kata Ai.
“Lagipula aku tak suka dikerubungi oleh para laki-laki,” Kata Miyu.
“Bukannya kau setiap hari dikelilingi oleh pria disekitarmu Miyu?” Kata Ai.
“Kalau kalian kan cuman tiga orang, bukan berpuluh-puluh atau beratus ratus orang,”Kata Miyu.
“Oh maksudmu begitu,” Kata Ai.
“Siapa saja yang tahu soal penampilanmu ini Miyu?” Kata Ai.
“Ya yang pasti orangtuaku, para pembantuku, dan juga kau.”Kata Miyu.
“Kyoko dan Rie juga belum tau? Bukannya waktu itu kalian juga pernah menginap bersama ya?” Kata Ai.
__ADS_1
“Ya waktu itu, aku tak membasuh kepalaku dan mencopot lensa mataku,”Kata Miyu. Oh begitu ya,” Kata Ai.
“Tapi bukannya kalau kau sering menggunakan cat rambut itu rambutmu akan rusak ya?” Kata Ai.
“Ya omonganmu benar sih,” Kata Miyu.
“Aku melihatmu seperti orang yang tak bersyukur,” Kata Ai.
“Sembarangan, aku ini bersyukur tau!!!” kata Miyu.
“Ya biasanya kan kalau orang tak bersyukur itu tak menerima keadaannya,” Kata Ai.
“Iya sih tapi....”Kata Miyu. “Tapi, aku yakin kau adalah orang yang bersyukur Miyu,” Kata Ai.
“Kau melakukan ini pasti bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu sendiri,” Kata Ai.
“Terkadang sebuah komentar kecil bisa membuat perubahan yang besar bagi diri seseorang,” Kata Ai.
“Perubahan besar itu yang membuat seseorang menjadi tak bersyukur,” Kata Ai. Miyu terdiam.
“Apa aku salah?” Kata Ai.
“Tidak, omongan mu itu benar Ai,” Kata Miyu.
“Ah maaf Miyu jika kata kataku tadi melukai perasaanmu!!!” kata Ai.
“Ah tidak kok, Aku tak merasa tersinggung sama sekali,”Kata Miyu.
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan suara seseorang.
“Ai, apakah aku boleh masuk?” Kata seseorang.
“Ah bagaimana ini????? ” kata Miyu yang mengecilkan suaranya.
“Cepat masuk ke kamar mandi!!!” kata Ai.
Miyu pun masuk ke kamar mandi. Seseorang itu membuka pintunya.
Dia bersama dengan Rie dan Pak Kagemaru.
“Yo,Ai bagaimana kondisimu?” Kata Pak Kagemaru.
“Ya sekarang sudah baik baik saja pak,” Kata Ai.
“Ya syukurlah kalau begitu,”Kata Pak Kagemaru.
“Kami juga membawakan bubur ayam untuk kita semua,” Kata Rie.
“oh iya Miyu dimana?” Kata Rie.
“Oh, Miyu sedang mandi,” Kata Ai.
“Begitu ya, baiklah kita akan menunggunya selesai mandi. Setelah itu, baru kita menyantap makanan ini,” Kata Pak Kagemaru.
“Miyu pun keluar dari kamar mandi.
“Ah ternyata pak Kagemaru dan kalian, kukira siapa,” Kata Miyu.
“Oh iya, ini untuk kita makan pagi hari ini,” Kata Rie.
“Nah karena Miyu sudah selesai mandi, bagaimana kalau kita makan?” Kata Pak Kagemaru.
“Boleh pak,” Kata Ai.
Mereka pun mengambil seporsi bubur ayam mereka masing masing. Setelah itu mereka membuka bungkusan bubur ayam itu.
“Wah ada cakwe nya,” Kata Rie.
“Kuahnya juga lumayan banyak nih,” Kata Shinmaru.
“Untungnya dia melapisi bubur nya dengan plastik agar tak terkena sterofoam,”Kata Pak Kagemaru.
__ADS_1
“Sepertinya ini enak,” Kata Miyu.
“Ya, aku setuju denganmu Miyu,” Kata Ai.
“Selamat makan!!!!” kata Mereka. Mereka pun langsung menyantap bubur itu. “Wah, enak sekali,” Kata Miyu.
“Benar katamu Miyu,” Kata Ai.
“Kau beli dimana Rie?” Kata Miyu. “Kami membeli bubur ini di dekat rumah sakit ini,” Kata Rie.
“Saat kami sampai disana, kami bertemu dengan pak Kagemaru. Kebetulan pak Kagemaru juga ingin membeli bubur untuk kalian,” Kata Rie.
“Alhasil bubur ini dibayarin sama Pak Kagemaru deh hehehe,” Kata Rie.
“Oh jadi begitu ya,” Kata Miyu.
“Terimakasih ya, pak Kagemaru,”Kata Miyu.
“sama-sama,” Kata Pak Kagemaru.
“Tapi Bisnis kuliner di depan rumah sakit lumayan menguntungkan ya. Pasti ada saja yang beli,” Kata Ai.
“Aku setuju sih,” Kata Rie.
“Ya rata-rata sih pembeli nya itu penjenguk pasien. Itulah yang membuat setiap hari pasti ada saja pelanggan baru,”Kata Pak Kagemaru.
“Benar,” Kata Ai.
“Tapi aku akui bubur ini memanglah pantas untuk dibeli oleh banyak orang,” Kata Shinmaru.
“ku pikir dia memakai penglaris, Eh ternyata beneran enak,” Kata Shinmaru.
“Ya tidak semuanya restoran itu memakai penglaris, sebagian besar itu sih selalu berjuang hingga toko atau restoran mereka di kenal banyak orang,” Kata Pak Kagemaru.
“Ya tapi gitu sih pak. sekalinya sebuah toko ramai, dibilang pakai penglaris,” Kata Miyu.
“Orang lain hanya bisa berbicara seenak jidatnya tanpa mengetahui kejadian atau perjuangan yang kalian sudah lalui,” Kata Pak Kagemaru.
“Ya begitulah netizen pak, terlalu superior dan merasa dirinya hebat,” Kata Ai.
“Jika seseorang merasa dirinya paling hebat, maka dia akan terjatuh dikemudian hari,” Kata Pak Kagemaru.
“Keangkuhan dan kesombongan seseorang datang karena ada rasa percaya diri yang begitu tinggi dengan kemampuannya,” Kata Pak Kagemaru.
“Orang yang terlalu mempercayai kemampuannya akan menganggap semuanya itu rendah,” Kata Pak Kagemaru.
“Seseorang yang angkuh dan sombong itu akhirnya sendirian, tak ada teman dan pasangan hidup,” Kata Pak Kagemaru.
“Sampai jasadnya pun tak ada yang mau menguburnya,” Kata Pak Kagemaru.
“Oleh karena itu, kalian harus percaya dengan orang lain walaupun orang lain tak mempercayaimu dan kalian harus bersosialisasi dengan sekitar walaupun itu menyakitkan dan bisa membunuhmu suatu saat nanti,” Kata Pak Kagemaru.
“Iya pak,” Kata Ai, Miyu, Shinmaru, Dan Rie.
“Oh iya apakah kalian sudah bisa pulang?” Kata Pak Kagemaru.
“Sebelum kami tidur sih, kami dikasih tau kalau Ai dan Miyu sudah bisa pulang semalam. Tapi kami berpikir kalau besok saja deh,” Kata Rie.
“Baiklah setelah ini, kita beres beres, Ai,” Kata Miyu.
“Ya benar,” Kata Ai.
“Tapi Memangnya kau sudah mandi Ai?” Kata Shinmaru.
“Hehe, belum sih,” Kata Ai.
“Ya sudah, kau mandi dulu sana Ai, setelah itu kita baru berberes beres,” Kata Miyu.
“Baiklah, aku mandi terlebih dahulu,” Kata Ai. Ai pun mandi.
Setelah ia selesai mandi ia membereskan tempat itu dan mempersiapkan tasnya.
__ADS_1