Royal School

Royal School
Chapter 40:Run


__ADS_3

“Hari ini kita olahraga apa pak?” Kata Miyu.


“Liat saja nanti saat kita sampai,” Kata Pak Kagemaru.


“Yang pasti olahraga ini tak berat untuk kalian, para perempuan,”Kata Pak Kagemaru.


“Nah ini dia tempatnya,”Kata Pak Kagemaru. Mereka akhirnya sampai di sebuah tempat yang besar yang berisi berbagai jenis lapangan. Mulai dari lapangan sepak bola, lapangan football, lapangan untuk lari, lapangan basket, lapangan baseball, lapangan voli biasa dan voli pantai, lapangan badminton dan masih banyak lagi. Disana banyak juga murid dari kelas lain yang berolahraga disana.


“Wah besar sekali,” Kata Miyu.


“Aku sih sudah tak heran,” Kata Ai.


“Aku dih nggak peduli,” Kata Shuichi.


“Baiklah pak kita akan olahraga apa hari ini?” Kata Miyu.


“Baiklah kita akan pergi ke lapangannya dulu deh,”Kata Pak Kagemaru.


Mereka pergi ke salah satu lapangan.


“Kita mau lari pak?” Kata Miyu.


“Ya, tepat sekali,”Pak Kagemaru.


“Tema hari ini adalah lari jarak pendek,” Kata Pak Kagemaru.


“Kata bapak, olahraga hari ini tidak berat pak?” Kata Silvia.


“Ya tidak berat lah, kan kalian disuruh lari doang, bukan disuruh angkat beban,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah yang pertama kalian bikin sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang terlebih dahulu,” Kata Pak Kagemaru.


Para murid pun bikin kelompok mereka masing masing.


“Disaat yang seperti ini, sirkel sirkel mereka akan kelihatan.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Itu karena manusia adalah makhluk yang bersirkel sirkel.” Kata Ai di dalam hatinya.


“Oi Ai, kau mau gabung ke kelompok kami tidak? Kami masih kekurangan orang nih disini,” Kata Shinmaru.


“Ya tapi kita juga harus bisa hidup dengan orang lain,”Kata Ai di dalam hatinya.


“Boleh boleh aja,” Kata Ai.


Ai menghampiri kelompoknya.


“Sepertinya aku mengenal mereka,” Kata Ai di dalam hatinya.


Di dalam kelompok tersebut, beranggotakan Jim, Shuichi, Shinmaru, dan juga Gin.


“Baiklah apakah kalian sudah selesai membuat kelompok?” Kata Pak Kagemaru.


“Sudah pak,” Kata para murid. “Nggak ada yang nggak kebagian kelompok kan?” Kata Pak Kagemaru.


“Sepertinya tidak ada pak,” Kata Miyu. “Bagus,” Kata Pak Kagemaru.


“Biasanya pas buat kelompok begini, yang tak memiliki hubungan dekat dengan siapapun tak akan dapat kelompok. Ujung ujungnya gurunya turun tangan deh,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah kelompok siapa yang mau mulai duluan,” Kata Pak Kagemaru.


“Saya pak,” Kata Gin. “Baiklah silahkan kalian berada di garis start masing masing,”Kata Pak Kagemaru.


Kelompok Gin dan kawan-kawan pergi menuju lintasan mereka masing masing.


“Yosh, aku akan keluarkan seluruh kemampuanku!!!!” Kata Gin.


“Tch, Kau kira cuman kau saja yang bisa semua olahraga, aku juga bisa!!!!” Kata Jim.


“untung aku masuk ke kelompok yang tepat,” Kata Shinmaru.


“Ah, sudah kuduga ini pasti akan terjadi,” Kata Shuichi.


“Ya sepertinya menang di lomba ini lumayan sulit sih,”Kata Ai di dalam hatinya.


“Oh iya kalian tau bagaimana melakukan start jongkok kan? Soalnya bapak hari ini tak bisa mencontohkannya,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya sepertinya kami tau sih,” Kata Shinmaru.


“Baiklah,”Kata Pak Kagemaru.


“Bersedia, Siap, mulai!!!!!!” kata Pak Kagemaru.


Mereka pun berlari sangat cepat sekali. Kecuali Ai yang berlari tak terlalu cepat.


“Kenapa aku harus adu lomba dengan mereka? Aku hanya membuang tenagaku saja,” Kata Ai di dalam hatinya.

__ADS_1


“mencari siapa yang terbaik itu tak ada ujungnya, dan hanya membuatmu lelah saja,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Semua manusia ini tak ada yang terbaik, mereka itu semuanya sama,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Tapi sebagian dari mereka terlalu bagus mengeksekusi hidup mereka,” Kata Ai.


Sementara di tempat lain, para perempuan sedang duduk dan menonton mereka lari.


“Wah cepat sekali mereka,” Kata Yoonseo.


“Tapi liat laki laki itu, dia tak bisa menyusul mereka,”Kata Silvia.


“Iya ya, dia benar-benar payah,” Kata Yoonseo.


“Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kau jangan bilang dia payah begitu saja,” Kata Miyu.


“Siapa kau?” Kata Silvia.


“Kebetulan aku kenal dengannya, dia tak sepayah itu,” Kata Miyu.


“standar payahku lebih tinggi daripada kau,” Kata Silvia.


“Dan aku tak mau berteman demgan orang payah seperti kamu,” Kata Silvia.


“Biasanya yang payah itu bilang payah,” Kata Miyu.


“Kalau begitu bagaimana kalau kita bertanding. siapa yang kalah berarti dia yang payah,” Kata Silvia.


“Aku ngapain harus ikut pertandingan bodoh seperti itu,” Kata Miyu.


“Jika kau menghindar maka kau menerima fakta kalau kau itu payah,” Kata Silvia.


Miyu terdiam.


“Bagaimana kau mau ikut tidak?” Kata Silvia.


“Baiklah aku akan ikut,” Kata Miyu.


Akhirnya mereka semua sampai di garis finish. Pemenangnya adalah Shuichi.


“Ah sepertinya aku cepat ya?” Kata Shuichi.


“Ternyata dari kita berdua tak ada yamg menang,” Kata Jim.


“Ya, begitulah,” Kata Gin.


“Kami pak!!!!” kata Silvia.


“Baiklah silahkan kalian berada di lintasan kalian,” Kata Pak Kagemaru.


Miyu dan Silvia pergi ke lintasan lari mereka.


“Eh kok cuman kalian berdua?” Kata Pak Kagemaru.


“Kami ingin berduel pak,” Kata Miyu.


“Yang kalah dia berarti orang yang payah,” Kata Silvia.


“Ah begitu ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah, silahkan kalau begitu,” Kata Pak Kagemaru.


“bersedia, siap, MULAI!!!!!!!” kata Pak Kagemaru.


Mereka pun berlari sekencang kencangnya menuju garis finish.


“Ayo Miyu!!!!” Kata Shinmaru.


“Ayo kau pasti bisa!!!!” Kata Kyoko.


Saat mau sampai akhir, Miyu merasakan bahwa dia sesak nafas dan ingin muntah.


“Ku mohon, jangan sekarang....”Kata Miyu di dalam hatinya.


Miyu pun melambat. Dan Silvia berhasil menyalip dia ke garis finish. Miyu pun terjatuh.


“Miyu!!!!!” kata semua orang disana.


Teman temannya langsung meneriakinya dan menghampiri Miyu.


“Miyu, kau kenapa?” Kata Kyoko.


“Tidak, aku baik baik saja,” Kata Miyu.


“Hahaha, sekarang siapa yang payah,” Kata Silvia. Miyu merasa kesal kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


“Payah, memang nya kenapa kalau dia payah?” Kata Ai.


“Dia memang payah kok,” Kata Ai.


Miyu semakin kesal lagi.


“Dia mau menerima tantangan bodoh seperti ini walaupun tubuhnya itu benar-benar lemah, benar-benar payah sekali,” Kata Ai.


“Jadi kau membenarkan temanmu ini payah ya?” Kata Silvia.


“Ai, kenapa kau seperti ini? Aku melakukan ini hanya untuk membelamu,” Kata Miyu di dalam hatinya.


“Tapi, walaupun ia payah. Dia ingin menunjukkan bahwa dia itu bisa,bisa melakukan hal yang dia sebenarnya tak mau ia lakukan,” Kata Ai.


“Sedangkan kau? Kau melakukan itu untuk menunjukkan bahwa kau bisa, bisa menginjak injak orang yang lemah,” Kata Ai.


“Apa maksudmu?” Kata Silvia.


“Manusia selalu ingin lebih unggul dari manusia lain, saat mereka diatas, mereka ingin berada jauh lebih diatas lagi dan menjatuhkan siapa saja untuk duduk di kursi manisnya. Sedangkan saat mereka jatuh, mereka sadar bahwa selama ini yang mereka lakukan itu tak berguna.”Kata Ai.


“Aku tak mengerti apa maksudmu,” Kata Silvia.


“Kau melakukan ini karena kau ingin dipuji puji bukan? Bahwa kau yang paling hebat,” Kata Ai.


“Tapi kau melakukan ini tidak berarti apa-apa bagimu dan bagi semua orang yang ada disini,”Kata Ai.


Silvia langsung menampar Ai.


“Memang nya siapa kau? Kau bukan siapa-siapa ku, jadi kau tak perlu mencampuri urusanku!!!!!” Kata Silvia.


Ai pun tersenyum.


Silvia memasang Ekspresi yang kaget.


“Seseorang yang kalah debat, akan mengganti topik pembicaraan mereka ke arah yang tak jelas,” Kata Ai.


“Itu artinya, kau kalah debat,” Kata Ai.


“Kau payah,” Kata Ai sambil memasang tatapan yang mengerikan.


Silvia terdiam dan ia menangis dan pergi keluar area tempat itu.


“teganya kau membuat perempuan menangis seperti itu!!!!!” Kata Yoonseo.


“Aku berbicara sesuai dengan fakta yang ada, fakta lebih kejam daripada kebohongan yang manis,”Kata Ai.


Yoonseo mengejar Silvia.


“Ah, jadi merepotkan seperti ini ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah Waktu istirahat 1 jam, kalian bebas kemana saja,” Pak Kagemaru.


Para murid pun bubar. Yang tersisa hanyalah Ai, Kyoko, Shuichi, Shinmaru, Miyu, Gin, dan pak Kagemaru.


“Maafkan aku pak Kagemaru. gara-gara aku, jadwal pak Kagemaru jadi kacau,” Kata Miyu.


“Kau tak usah merasa bersalah seperti itu,” Kata Pak Kagemaru.


“Tak ada yang bersalah kali ini,” Kata Pak Kagemaru.


“Gin, ikuti aku,” Kata Pak Kagemaru. Pak Kagemaru dan Gin pergi.


“Sudahlah Miyu, kau tak benar-benar payah kok,” Kata Ai.


Ai mengulurkan tangannya. Miyu menepis tangan Ai.


“Biarkan aku sendiri,” Kata Miyu.


Miyu pun pergi.


“Miyu.....”Kata Kyoko. Kyoko mau mengejar, tapi dihentikan oleh Ai.


“Sudah, biarkan saja aku yang mengejarnya,”Kata Ai.


Ai mengikuti Miyu.


“Yah, surganya sudah menjauh....”Kata Shinmaru yang sedih.


“Sudahlah, jika kau berbicara seperti itu didepan Miyu, kau bisa dihajar oleh Miyu,”Kata Shuichi.


“Iya kan Kyoko?” Kata Shuichi.


Kyoko tak menjawab. “Kyoko?” Kata Shuichi.


Kyoko menoleh mereka dengan ekspresi yang menyeramkan.

__ADS_1


“Kalau aku yang menghajar kalian boleh nggak?” Kata Kyoko.


Shinmaru dan Shuichi langsung kabur. Kyoko mengejar mereka.


__ADS_2