
Hari sudah siang, dan festival semakin meriah. Tiba-tiba terdengar suara di speaker pengumuman.
“Pengumuman-pengumuman. Pada jam 17.00 sore. Kami akan mengadakan konser pertunjukan di Lapangan B. Silahkan datang yang ingin menonton konsernya.”suara dari speaker itu.
Sementara itu, Kyoko sepertinya tersesat dan tak tahu arah jalan keluar.
“Ah, dimana aku ya?”Kata Kyoko.
“Perasaan aku tadi disini ya.”Kata Kyoko.
“Coba aku tanya orang itu deh.”Kata Kyoko. Kyoko menghampiri seseorang.
“Permisi kak, dimana jalan keluarnya ya?”Kata Kyoko.
“Oh, kau sedang mencari jalan keluar ya?”Kata Kakak kelas itu.
“Baiklah akan ku antar.”Kata Kakak kelas itu.
“Wah, terimakasih Kak.”Kata Kyoko.
Mereka pun pergi ke suatu tempat. Tapi jalan yang mereka lalui semakin sepi.
“apa benar ini jalan keluar nya kak?”Kata Kyoko.
“Iya ini memang jalan keluarnya kok.”Kata kakak kelas itu. Dia pun tersenyum.
“Tenang saja kok.”Kata kakak kelas itu. Kakak kelas itu menyekap Kyoko.
“Ini gak akan sakit.”Kata Kakak kelas itu. Kakak kelas itu menyekap Kyoko.
“Le....paskan aku.” Kata Kyoko. “Sudah diam.” Kata Kakak kelas itu.
Tiba-tiba ada seseorang dari belakang memukul kakak kelas itu. Kyoko pun terlepas dan terpelanting.
“Siapa kau?”Kata Kakak kelas itu.
“Ah makin kesini makin banyak modus aneh aneh ya, Kyoko?”Kata seseorang itu.
Rupanya itu Shuichi.
“Kau memanfaatkan orang yang sedang kebingungan ya?”Kata Shuichi.
“Kau sungguh payah..beraninya main di belakang.”Kata Shuichi.
“Beraninya kau.”Kata Kakak kelas itu.
Kakak kelas itu memukul Shuichi, tetapi tangannya berhasil dipegang oleh Shuichi.
“Oh, jadi sampai sini saja kemampuanmu ya.”Kata Shuichi.
Dia membuat kakak kelas itu berputar seperti tali lasso lalu ia menendangnya dengan sangat keras.
Tiba-tiba security datang.
“Ada apa ini?”Kata security itu.
“Ini pak, dia mencoba melakukan pelecehan ke perempuan ini. Tangkap dia saja pak.”Kata Shuichi.
Pak security pun membawa kakak kelas itu. “Kau tidak apa apa Kyoko?”Kata Shuichi.
“Aku baik-baik saja.”Kata Kyoko.
Kyoko pun berdiri tapi tiba-tiba terasa kakinya sakit.
“Ahhhh.”Kata Kyoko.
Dia pun kembali terjatuh.
“Kenapa Kyoko?”Kata Shuichi.
“Kaki ku sakit.”Kata Kyoko.
“Baiklah aku akan membopongmu dan membawamu ke klinik terdekat.”Kata Shuichi. Shuichi membopongnya lalu mereka pergi ke klinik terdekat.
“memangnya kau tau dimana kliniknya?”Kata Kyoko.
“Tenang saja.” Kata Shuichi.
Akhirnya mereka sampai di sebuah klinik kecil. Kyoko langsung ditaruh di kasur pasien. Para suster langsung membawanya ke sebuah ruang.
__ADS_1
“Baiklah tunggu sebentar ya diluar.”Kata salah satu suster itu.
Shuichi duduk di luar kamar itu. Setelah pemeriksaan dan pengobatan, dokter tersebut keluar dari kamar itu.
“Apakah anda teman dari Nona Kyoko?”Kata Dokter itu.
“Iya, saya teman satu kelasnya.”Kata Shuichi.
“Baiklah saya akan sampaikan ini ke anda.”Kata dokter itu.
“Nona Kyoko kondisi nya baik baik saja. Tapi tulangnya dia tak baik baik saja.”Kata dokter itu.
“Maksud dokter apa ya?”Kata Shuichi.
“dia mengalami fenomena dimana tulang kakinya bergeser sedikit, Alias kakinya terkilir.”Kata Dokter itu.
“Tapi tenang saja kok, terkilirnya tak permanen. Mungkin dia butuh istirahat hingga beberapa minggu. Kasus yang paling cepat sih sembuh 2 atau 3 hari doang, tapi pake metode pijat alternatif.”Kata Dokter itu.
“Baiklah kau boleh masuk, dan dia boleh pulang. Tapi sebelum ia pulang, ia harus ambil obat terlebih dahulu. “Kata dokter itu.
“Baiklah aku permisi.” Kata dokter itu.
Dokter itu pergi, lalu Shuichi masuk ke kamar itu.
“maafkan aku ya, aku jadi ngerepotin deh.”Kata Kyoko.
“tidak kok.”Kata Shuichi.
“Tapi ini sepertinya salahku, kakimu jadi begini.”Kata Shuichi.
“nggak apa apa kok. Kau kan tadi menolongku.”Kata Shuichi.
“Tapi bagaimana kau bisa menemukan klinik ini?”Kata Kyoko.
“Oh tadi, tadi aku menemukan denah festival ini.”Kata Shuichi.
“Hah denah festival ini? Aku cari cari tak ada denah tadi.”Kata Kyoko.
“Jika ada denah tadi, mana mungkin aku tanya orang seperti itu.”Kata Kyoko.
“Bahkan daritadi aku belum menemukan Miyu.”Kata Kyoko.
di tempat lain, Miyu dan Ai masih berkeliling.
Miyu pun bersin.
“Kau kenapa Miyu?”Kata Ai.
“Tidak, sepertinya aku menghirup debu tadi.”Kata Miyu.
Kembali lagi ke klinik tadi....
“baiklah aku akan membayar obatnya dulu.”Kata Shuichi.
“Tidak, tidak usah.”Kata Kyoko.
“Nggak apa apa, kan yang bikin kakimu terkilir adalah aku.”Kata Shuichi. Shuichi pun keluar dari kamar itu.
Dan menuju ke apotek kecil di klinik itu. Dia memberikan resep dokter itu ke apoteker itu.
“Baiklah tunggu sebentar ya.”Kata Apoteker itu.
apoteker itu mempersiapkan obat obatnya.
“Baiklah ini dia obat obatnya, tertera nama obat dan berapa kali minumnya di bungkus obatnya ya, dan ini tongkat nya.”Kata Apoteker itu.
“berapa total harganya?”Kata Shuichi.
“Harganya 140 Poin.”Kata Apoteker itu.
Dia pun membayar obat itu.
“Baik terimakasih ya.”Kata Shuichi.
Shuichi membawa obat obat itu dan tongkat pincang itu. Dia pun menuju ke kamar rawat Kyoko tadi.
“ini tongkatnya Kyoko.”Kata Shuichi.
“Baiklah terimakasih banyak ya Shuichi.”Kata Kyoko.
__ADS_1
“Baiklah ayo kita pergi dari sini.”Kata Shuichi. Kyoko memasang tongkat itu.
“Apakah kau bisa berjalan?”Kata Shuichi.
“Iya aku sudah baik baik saja.”Kata Kyoko. Mereka pun pergi dari Klinik itu.
“Maaf ya Shuichi, aku jadi membuatmu gak bisa liat liat semua eskul deh.”Kata Kyoko.
“Ah itu taidak masalah, yang penting aku sudah dapat eskul yanh aku mau.”Kata Shuichi.
Tiba-tiba, terdengar suara perut keroncongan.
“Kau belum makan Kyoko?”Kata Shuichi.
“Hehehe, tadi aku tak bisa menemukan stand makanan.”Kata Kyoko.
“Baiklah aku akan mengantarmu kesana.”Kata Shuichi.
“Tak terlalu jauh dari sini kok, tenang saja.”Kata Shinmaru.
Mereka pun pergi kesana. Mereka pun sampai disana.
“Wah disini banyak makanan ya.”Kata Kyoko.
“Silahkan kau mau apa aku akan carikan, kau duduk saja disana.”Kata Shuichi.
Shuichi pun berjalan kembali
“Ah nggak usah...”Kata Kyoko.
tiba-tiba Kyoko tersandung. Shuichi pun memutar badannya dan menangkap Kyoko. Mereka pun saling tatap tatapan. Muka Kyoko memereah.
“Sudah kubilang kau duduk saja Kyoko.”Kata Shuichi sambil menaruh Kyoko di kursi. Shuichi pun pergi.
“tadi perasaanku kenapa ya?”Kata Kyoko. Kyoko menunggu.
Akhirnya setelah sekian lama menunggu Shuichi membawa makanan.
“Ini dia makanannya Kyoko.”Kata Shuichi.
Ternyata itu adalah nasi goreng. Salah satu makanan kesukaan Kyoko. Shuichi menaruh makanan itu di meja, dan setelah itu ia duduk di kursi.
“Oke terimakasih Shuichi.”Kata Kyoko.
“Baiklah ayo makan, Kyoko.”Kata Shuichi. Mereka pun makan bersama.
“Wah enak makanannya.”Kata Kyoko.
“aku senang kau bilang seperti itu.”Kata Shuichi.
Akhirnya mereka selesai makan. Setelah selesai makan, mereka pergi.
“Terimakasih banyak ya Shuichi. Kau sudah menolongku, membantuku, dan mentraktirku hari ini.”Kata Kyoko.
“Iya sama sama Kyoko.”Kata Shuichi.
Tiba-tiba mereka security yang membawa kakak kelas tadi menghampiri mereka.
“hei kalian, karena kalian sudah menghentikan orang tadi, pihak kami memberikan tiket konser VVIP untuk kalian.”Kata Security itu.
“Wah terimakasih ya.”Kata Shuichi.
Security itu memberikan tiket itu ke Shuichi. Setelah itu security itu pergi. Shuichi melihat tiket itu.
“Tiket apa ini? Konser?”Kata Shuichi.
“Oh iya katanya ada penampilan semua eskul nanti sore.”Kata Kyoko.
“Oh gitu ya.”Kata Shuichi.
Shuichi membalikkan tiket nya. Shuichi pun kaget. “Kenapa Shuichi?”Kata Kyoko.
Shuichi pun tersenyum.
“Jadi begitu ya.”Kata Shuichi. “Hei, Kyoko. Tetaplah bersamaku ya selama festival ini.”Kata Shuichi.
Muka Kyoko memerah.
“Sepertinya, Pertunjukan yang bagus segera dimulai.”Kata Shuichi.
__ADS_1