
“Ai, menurutmu siapa yang menyerang Miyu?” Kata Shinmaru.
“Entahlah,” Kata Ai.
“Tapi yang pasti orang itu tak menyukaimu Miyu,”Kata Kyoko.
“Tidak, tujuan nya bukan itu.”Kata Ai.
“Lalu tujuannya apa?” Kata Kyoko.
“Entahlah, tapi hatiku merasa bukan seperti itu,” Kata Ai.
“Lagipula kau tak punya musuh-musuh kan Miyu?” Kata Ai.
“Iya sih,” Kata Miyu.
“Tapi menurutmu tujuannya itu apa Miyu?” Kata Shinmaru.
“Sepertinya mereka ingin membuat Machi semakin sedih lagi,” Kata Miyu.
“Iya, itu lebih masuk akal,” Kata Shinmaru.
“Mungkin saja dia mau menghancurkan mentalnya kan?” Kata Miyu.
“Ya betul,” Kata Ai.
“Nah akhirnya sampai,” Kata Miyu. Mereka sampai ke apotek.
“Permisi mbak, kami ingin beli obat sakit tenggorokan,” Kata Miyu.
“Berapa?” Kata apoteker itu.
“5 bungkus,” Kata Miyu.
“Baiklah tunggu sebentar ya,” Kata Apoteker itu. Dia mencari obat itu.
“Baiklah ini dia obatnya,” Kata Apoteker itu.
“Baiklah terimakasih ya,” Kata Miyu.
Mereka membayar obat itu. “Baiklah, terimakasih ya,” Kata Mbak itu.
“Iya mbak, terimakasih juga ya,” Kata Miyu.
Mereka pun pergi dari sana
“Ah baiklah, ayo kita minum obatnya,” Kata Miyu.
Mereka meminum obatnya.
“Ah tenggorokanku sekarang merasa enak,” Kata Miyu.
“Ya aku juga enakkan tenggorokannya,”Kata Ai. “Yahaio,” Kata seseorang.
Ternyata dia Rie.
“Ternyata kau Rie,” Kata Miyu.
“Tadi kau kenapa Rie?” Kata Shinmaru.
“Tadi perutku sakit,” Kata Rie. “Sepertinya ini karena semalam sambelnya aku ambil terlalu banyak,” Kata Rie.
“Tapi tenang saja, perutku sudah enakkan kok,” Kata Rie.
“Oh jadi begitu ya, Syukurlah kalau kau sekarang tak kenapa kenapa,” Kata Miyu.
“Ngomong ngomong kau mau kemana Miyu?” Kata Rie.
“Sepertinya kami akan pergi ke apartemen kami,” Kata Ai.
“Oh begitu ya,” Kata Rie.
“Kau mau ikut Rie?” Kata Miyu.
“Sebenarnya aku ingin pergi kesana sih, tapi besok masuk ke sekolah,”Kata Rie.
“Oh jadi begitu ya,” Kata Miyu.
“Baiklah aku ikut denganmu Rie,” Kata Shinmaru.
“Boleh,” Kata Rie.
Rie dan Shinmaru pergi dan meninggalkan mereka.
“Baiklah sekarang kita mau kemana nih?” Kata Miyu.
“pulang aja, besok kan kita masih sekolah,” Kata Shuichi.
“Ya sudah deh,” Kata Miyu.
Mereka pun pergi menuju arah pulang. Mereka sampai.
“Ah akhirnya sampai juga,” Kata Miyu.
Mereka menaiki tangga.
“Baiklah, sampai ketemu besok ya,” Kata Miyu.
“Iya Miyu, sampai ketemu besok,” Kata Ai.
Mereka pergi ke kamarnya masing masing.
“Ah hari ini cukup merepotkan ya,” Kata Ai.
__ADS_1
Ai pun pergi mandi.
Setelah mandi, ia memakai pakaian. Setelah itu ia duduk dan menyalakan Tv dan mengambil remote Tv. Dia mencari acara acara yang ramai.
“Ah, acaranya tidak ada yang rame,” Kata Ai.
Ai bangun dan pergi keluar. Ia menuju ke atap. Rupanya disana ada Shuichi yang menikmati pemandangan.
“Oi Shuichi,”Kata Ai. “Eh ternyata kau Ai,” Kata Shuichi.
“Kau sedang apa disini?” Kata Ai.
“Ya sedang menikmati pemandangan,” Kata Shuichi.
“Kalau kau Ai?” Kata Shuichi.
“Ya kurang lebih alasannya sama sepertimu,” Kata Ai. “Oh begitu ya,” Kata Shuichi.
“Ah pemandangan ini indah ya walaupun ini gelap,”Kata Ai.
“sesuatu yang gelap itu tak semuanya indah,” Kata Shuichi.
“Ya walaupun itu tak terlalu menyenangkan untuk kita tapi kita harus menerimanya kan?” Kata Ai.
“Ya itulah nasib kita,” Kata Shuichi.
“Iya sih,” Kata Ai.
“Ai, Menurutmu siapa yang menyuruh orang itu menyerang Miyu?” Kata Shuichi.
“Entahlah,” Kata Ai.
“Oh,” Kata Ai.
“Kalau menurutmu Shuichi?” Kata Ai.
“menurutku ya orang itu, siapa lagi,”Kata Shuichi.
“oh begitu ya,” Kata Ai.
“Kenapa kau melindungi Miyu?” Kata Shuichi.
“Ya karena dia temanku, teman harus saling melindungi kan?” Kata Ai.
“Kalau kau mau melindungi Miyu, kenapa kau dekat dekat dengannya?” Kata Shuichi.
“Apa maksudmu Shuichi?” Kata Ai. “Kau jangan pura-pura tak tau Ai,” Kata Shuichi.
“Kau tau kan alasan sebenarnya Miyu diserang kan?” Kata Shuichi.
Ai tertawa.
“Apa yang lucu Ai?” Kata Shuichi.
“Memang menurutmu alasan Miyu diserang apa Shuichi?” Kata Ai.
“Kau,” Kata Shuichi. "?” Kata Ai.
“Penyebabnya adalah kau, Ai,”Kata Shuichi.
“Penyebab kenapa Miyu mau dibunuh disana itu karena kau, Ai!!!!!” kata Shuichi.
Ai terdiam.
“Kau sudah tau kan?” Kata Shuichi.
“kau sudah tau kan? Penyebab Miyu diserang?” Kata Shuichi.
“Jawab Aku, Ai!!!!!!!” Kata Shuichi.
Shuichi mendorong Ai ke tembok.
“Ya,” Kata Ai. Shuichi melepasnya.
“Ya, aku sudah tau kalau aku penyebab Miyu diserang,”Kata Ai.
“aku tahu Pembunuh itu mengincarku dan ingin membunuhku,” Kata Ai.
“lalu kenapa kau bertingkah seperti seolah olah tak terjadi apa-apa?” Kata Shuichi.
“Aku tak mau membuat kalian khawatir,” Kata Ai.
“dan juga aku tak mau membuat kalian merasa takut,” Kata Ai.
“Merasa takut? Justru kaulah yang membuat mereka takut, Ai!!!” kata Shuichi.
“Bahkan kau membuat mereka dalam bahaya!!!!” kata Shuichi.
“Lalu apakah kita harus mencari barang buktinya? Apakah kita harus balas dendam?” Kata Ai.
“Jika melakukannya sama saja seperti mencari daging di sarang harimau,” Kata Ai.
“Ah pemandangan yang indah ini dirusak olehmu lagi Shuichi,”, Kata Ai.
Ai pun pergi meninggalkan Shuichi. Sebelum jauh, dia berhenti dan melihat ke Shuichi.
“Oh iya, aku tak mau teman temanku mencampuri urusanku. Jika mereka tahu, mungkin mereka akan ikut campur. Terkecuali untukmu Shuichi karena kau bukan tipe seperti itu,” Kata Ai.
“Jika mereka mencampuri urusan ku maka, mereka akan coba menolongku walaupun nyawa yang jadi taruhannya,” Kata Ai. “Lagipula kau kenapa Shuichi. Kau tampak aneh untuk hari ini,” Kata Ai.
Ai pun meninggalkan Shuichi.
Ai pun sampai di kamarnya.
__ADS_1
“Ah baiklah saatnya untuk aku makan,” Kata Ai.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
“Ai pun membuka pintu kamarnya.
Rupanya ada Miyu.
“Hello Ai,” Kata Miyu.
“Hello Miyu.”Kata Ai.
“Ai, apakah kau sudah makan?” Kata Miyu.
“Belum. memangnya kenapa Miyu?” Kata Ai.
“Anu, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan di suatu tempat.”Kata Miyu.
“Apakah kau mau pergi bersamaku?” Kata Miyu. Ai terdiam.
“Eh-bukan begitu, aku mengajakmu karena aku ingin membalas budi karena sudah menolongku tadi,” Kata Miyu.
“Ah itu, kalau untuk itu sih lebih baik kita makan dirumahmu saja, lebih hemat dan lebih murah,” Kata Ai.
“Sebenarnya biar agak aman aja sih,” Kata Ai.
“Ah, kau mau makan dirumahku ya? baiklah kalau begitu,”Kata Miyu.
Mereka pun pergi ke kamarnya Miyu.
“Baiklah tunggu sebentar ya, aku akan ambilkan makanannya dulu ya,” Kata Miyu.
Miyu pergi ke dapur untuk mengambilkan makanannya..
Miyu kembali dengan membawa Bakso goreng dan es teh manis.
“Maaf ya Ai, makanannya cuman ini,”Kata Miyu.
“Iya, nggak apa apa Miyu,”Kata Ai. “Yang penting makan kan?” Kata Ai.
“Tapi maaf jika makanannya goreng gorengan,” Kata Miyu.
“Ah nggak apa-apa kok,” Kata Miyu. Mereka makan makanan itu.
“Wah ini enak juga ya, padahal ini makanan pagi tadi,”Kata Miyu.
“Ya, semua makanan akan enak jika kita memakannya pada saat keadaan lapar,” Kata Ai.
“Benar juga sih,” Kata Miyu.
“Tapi syukurlah kalau makanannya tak dibuang ke tempat sampah,” Kata Miyu.
“Ai,” Kata Miyu.
“Apa Miyu?” Kata Ai.
“Terimakasih ya, yang tadi,”Kata Miyu. “Iya sama sama,” Kata Ai.
“Jika kau ingin meminta bantuan, silahkan saja. Aku akan berusaha semampuku untuk menolongmu,” Kata Miyu.
“Kau merasa punya utang budi kepadaku ya?” Kata Ai.
“Kau tak perlu seperti itu, karena...”Kata Ai.
“Kita kan teman, teman harus saling menolong dan membantu temannya yang kesusahan,” Kata Ai sambil tersenyum.
“Kau benar,” Kata Miyu.
“Oh iya Miyu, bagaimana keadaan Machi ya?” Kata Ai.
“Sepertinya dia sangat tertekan,” Kata Miyu.
“Oh iya Miyu, bagaimana kalau kita ajak dia dan berteman dengan dia saja? Sepertinya dia sangat kesepian,”Kata Ai.
“Itu ide yang bagus,” Kata Miyu.
“Sepertinya dia juga butuh seseorang untuk melindunginya.”Kata Miyu.
“Lagipula kakaknya mati itu karena kita juga kan?” Kata Miyu.
“iya kau benar,” Kata Ai. Akhirnya mereka selesai makan.
“Baiklah aku pergi dulu ya,” Kata Ai. Ai pun berdiri.
Ia berjalan menuju pintu. Saat ia memegang knok pintu, Miyu memeluknya dari belakang.
“Jika kau merasa kesulitan, mintalah bantuan orang lain ya,Ai.” Kata Miyu.
“Iya Miyu. tenang saja, karena masalahku belakangan ini bisa aku atasi sendiri kok,” Kata Ai.
“Jika aku butuh pertolongan, aku akan meminta pertolongan kepada teman-temanku,” Kata Ai.
Miyu melepaskan pelukannya.
“Baiklah kalau begitu, sampai ketemu besok ya Ai,” Kata Miyu.
“Iya, sampai ketemu besok ya Miyu,” Kata Ai. Ai keluar dari kamar Miyu.
Setelah itu ia masuk ke kamarnya.
“Maaf Miyu, Tapi sepertinya aku tak akan melakukan itu,”Kata Ai di dalam hatinya.
“Bukannya aku tak mau meminta bantuan kepada siapapun, tapi aku tak mau merepotkan orang lain lagi,” Kata Ai di dalam hatinya.
__ADS_1
“Dan aku tak mau teman temanku terluka karena urusanku.,”Kata Ai di dalam hatinya.