
Waktu sudah malam, Ai dan Miyu pun bersiap-siap untuk tidur.
“Shinmaru dan Rie sudah tidur saja ya. ” Kata Miyu.
“Iya,” Kata Ai.
“Untung Wali kelasnya Rie mengizinkan dia untuk merawat kita disini,” Kata Miyu.
“Iya, Shinmaru jadi nggak terlaku kerepotan,” Kata Ai.
“Mereka pasangan yang ideal ya,Ai,” Kata Miyu.
“Ah cinta sekolahan memang begitu. Nanti pas lulus mungkin mereka sudah putus,” Kata Ai.
“Ssst, nanti orangnya dengar bagaimana?” Kata Miyu.
“Tapi ada yang bertahan juga sih, bahkan sampai mereka menikah dan tua”Kata Ai.
“Itu semua berkat komunikasi mereka, ya kan?” Kata Miyu.
“Ya benar,” Kata Ai.
“Ah, seandainya aku memiliki pasangan seperti Rie atau Shinmaru,” Kata Miyu.
“Maksudmu bekas introvert atau pemarah gitu?” Kata Ai.
“Ah bukan seperti itu!!!!!” Kata Miyu.
“Maksudku....”Kata Miyu.
“Aku ingin memiliki pasangan yang romantis seperti mereka,” Kata Miyu yang malu.
“Pasangan yang romantis ya.....”Kata Ai.
“Kenapa sebagian remaja selalu memikirkan seperti itu?” Kata Ai. Miyu kaget.
“Kenapa mereka tidak memikirkan bagaimana mereka bertahan hidup di dunia yang keras ini?” Kata Ai.
“Ya aku tau cinta itu juga penting, tapi apakah pasangan mu akan makan cinta saja?” Kata Ai.
“Dia juga butuh uang, makanan dan minuman, pakaian dan juga tempat tinggal,” Kata Ai.
“Ya, aku setuju dengan pendapatmu,” Kata Miyu.
“Sebagian Remaja sekarang sih mikirnya cinta-cintaan doang sih, nggak mikirin apa yang mereka lakukan saat mereka keluar sekolah,” Kata Miyu.
“Pacaran sih boleh, tapi cuman buat penyemangat doang,” Kata Miyu.
“Iya, tapi sekalinya putus sama pacarnya langsung depresi,” Kata Ai.
Miyu dan Ai tertawa.
“Ya itulah membuat masa remaja itu indah dan lucu,” Kata Miyu.
“Masa remaja tidak selalu indah Miyu, mungkin disinilah kita akan mengenal apa itu pertemuan dan perpisahan yang sesungguhnya,” Kata Ai.
“Dan mungkin disinilah kita akan mengerti arti kata kehilangan yang sesungguhnya,” Kata Ai.
“Sepertinya aku tak merasa seperti itu,” Kata Miyu.
“Baguslah kalau kau tak merasa seperti...”Kata Ai.
“Tapi aku tak tau apakah aku akan merasa seperti itu atau tidak,”Kata Miyu.
“Semoga saja tidak,“Kata Miyu.
“Tidak Miyu, sepertinya kau akan mengalaminya suatu saat nanti,” Kata Ai di dalam hatinya.
“Baiklah ayo tidur,” Kata Miyu. Miyu menarik selimut nya dan menghadap berlawanan dengan Ai.
“Miyu,” Kata Ai.
“Apa Ai?” Kata Miyu.
“Kenapa kau membelaku tadi?” Kata Ai. Miyu menarik nafas dan membuangnya.
“Yang mana Ai,” Kata Miyu.
“Saat aku diinjak-injak oleh Silvia,” Kata Ai.
“Karena kau adalah temanku Ai,” Kata Miyu.
“Kenapa kau selalu bilang seperti itu?” Kata Ai.
“Kenapa kau selalu bilang karena kau adalah temanku?” Kata Ai.
“Kalau Aku bukan temanmu, apakah kau tak akan melindungiku tadi?” Kata Ai.
“Aku tak tahu,” Kata Miyu.
“Apakah aku tak peelu berteman denganmu agar kau tak tersiksa seperti ini?” Kata Ai.
Miyu memeluk Ai dari belakang.
“Aku tak mau kehilangan teman sepertimu, Ai,” Kata Miyu. Miyu menangis.
“Aku ingin kau, aku, dan yang lainnya selalu bersama seperti ini,” Kata Miyu.
“Aku ingin menghargai setiap waktu yang kita lalui bersama, Ai,” Kata Miyu.
__ADS_1
“Kau jiga merasa seperti itu kan Ai? Oleh karena itu kau juga selalu melindungi dan membela ku?” Kata Miyu.
“Waktu? Bersama?” Kata Ai di dalam hatinya.
“Aku tak mau, temanku apalagi dia seorang perempuan, mati di depanku dengan cara seperti itu,” Kata Ai.
Masa lalunya Ai teringat kembali. Dia pun mulai mengeluarkan air matanya.
“Aku tak mau kehilangan seseorang lagi di depan mataku,” Kata Ai. Mereka berdua menangis.
Ternyata Rie dan Shinmaru mendengarkan ucapan mereka.
“Mereka benar-benar cocok ya,” Kata Shinmaru.
“Benar,” Kata Rie.
“Kemauan mereka yang yamg saling melindungi membuat kisah mereka menjadi romantis dan mengharukan ya,” Kata Rie.
“Iya benar,” Kata Shinmaru.
“Terkadang kita harus berkorban untuk sebuah cinta, walaupun kata orang lain itu adalah hal yang sia sia,” Kata Shinmaru.
“Benar,” Kata Rie.
Hari sudah tengah malam. Miyu masih tak bisa tidur di kasurnya.
“Ai,” Kata Miyu.
“Apa Miyu?” Kata Ai.
“Kau sudah tidur?” Kata Miyu.
“Belum, memang kenapa?” Kata Ai.
“Kau jangan tidur dulu ya sebelum aku tidur,” Kata Miyu.
“Iya iya,” Kata Ai.
“Bukannya orang yang baru saja selesai menangis itu ngantuk ya?” Kata Ai.
“Kau tau darimana aku tadi menangis Ai?” Kata Miyu.
“Bajuku basah oleh air mata mu,” Kata Ai.
“Maaf ya Ai,” Kata Miyu.
“Iya, nggak apa apa kok,” Kata Miyu.
“Ai?” Kata Miyu. “Apa Miyu?” Kata Ai.
“Kau jangan bohong ya?” Kata Miyu.
“Ai?” Kata Miyu. “Apa lagi sih Miyu?” Kata Ai.
“badanmu menghadap ke arah ku dong,” Kata Miyu.
Ai menghadap ke Miyu.
“Nah begitu,” Kata Miyu.
Miyu pun memejamkan matanya.
“Manisnya,” Kata Ai di dalam hatinya.
“Eh, pikiran ku tak boleh aneh aneh,” Kata Ai.
“Ah gak bisa tidur!!!” kata Miyu.
“Mungkin kau insomnia Miyu,” Kata Ai.
“Tidak, sepertinya aku lupa bagaimana caranya untuk tidur,” Kata Miyu.
“Apakah kita harus menghubungi dokter atau suster?”Kata Ai.
“Aku takut untuk pergi keluar,” Kata Miyu.
“Kan ada tombol ini,” Kata Ai.
“Ah, aku takut bukan yang asli susternya,” Kata Miyu. “Lagipula ini kan rumah sakit,” Kata Miyu.
“Ah, kau sepertinya kebanyakan nonton film horor sih,” Kata Ai.
“Baiklah, pejamkan saja matamu, nanti kau akan tertidur,” Kata Ai.
“Baiklah,” Kata Miyu. Miyu memejamkan matanya.
“Akhirnya dia tidur juga,” Kata Ai di dalam hatinya.
“Waktunya untuk aku tidur,” Kata Ai di dalam hatinya.
Ai memejamkan matanya.
“Ah!!! Aku masih belum bisa tidur!!!!” Kata Miyu.
“Ya ampun,” Kata Ai.
“Baiklah sekarang kau pejamkan matamu dan bayangkan kau hitung domba yang meloncati pagar kayu ladangmu,” Kata Ai.
“Baiklah, aku akan coba,”Kata Miyu. Miyu memejamkan matanya lagi.
__ADS_1
“Tapi kan aku tak punya sebuah ladang Ai, bagaimana aku membayangkan punya sebuah ladang,” Kata Miyu.
“Baiklah bayangkan ladangnya diganti jadi rumput hijau saja,” Kata Ai.
“Baiklah,” Kata Miyu.
Miyu memejamkan matanya kembali. Ai menunggu beberapa menit dan Miyu tak bangun lagi.
“Sepertinya cara ini cukup berhasil,” Kata Ai. Ai memejamkan matanya.
“Ah!!!!” kata Miyu.
Ai langsung bangun.
“Kenapa Miyu?” Kata Ai yang heran.
“Dombanya lepas,” Kata Miyu.
“Lah kok bisa?” Kata Ai.
“Iya, tadi pas aku hitung dombanya, tiba-tiba ada domba yamg nggak masuk ke kandangnya. Saat aku kejar, ia malah melompat ke jurang,” Kata Miyu.
“Dih, bisa begitu. Lagipula bukannya seharusnya dia lari lari itu membuatnya ngantuk ya?” Kata Ai di dalam hatinya.
“Baiklah kau minum susu hangat saja ,” Kata Ai.
“memang disini ada susu sama termos ya?” Kata Miyu.
“Itu disana ada susu bubuk sama termos,” Kata Ai sambil menunjuk tempatnya. Baiklah aku akan buat,” Kata Miyu.
Miyu bangun dan pergi kesana.
“Yah, susu nya rasa coklat bukan rasa vanilla,” Kata Miyu.
“Memang kenapa Miyu?” Kata Ai. “Kan di anime atau film dilm biasanya minum susu coklat kalau nggak bisa tidur,” Kata Miyu.
“Ah itu karena susu itu identik dengan warna putih atau mereka tak mau ambil pusing dengan rasa susunya,” Kata Ai.
“Oh begitu ya Ai,” Kata Miyu.
Miyu menaruh susu bubuk itu ke dalam sebuah gelas lalu ia menyiramkan air panas ke gelas itu, lalu ia meminumnya. Setelah itu ia kembali ke tempat tidurnya. Ia pun tidur.
“Seharusnya cara ini berhasil,” Kata Ai. Miyu bangun lagi.
“Kenapa Miyu?” Kata Ai. “Pengen muntah,” Kata Miyu.
“Ya ampun,” Kata Ai. “Baiklah, kau duduk dulu sampai susunya turun,” Kata Ai.
Miyu pun duduk sebentar, lalu ia tidur.
“ah!!! Masih nggak bisa tidur,” Kata Miyu.
“Ya ampun,” Kata Ai.
“Sudah jam berapa ini Ai?” Kata Miyu.
“Sepertinya sudah jam 12 malam,” Kata Ai.
“Ah, ini sudah lewat jam seseorang untuk tidur!!!” Kata Miyu.
“Tidak, orang Shift malam masih belum tidur jam segini,” Kata Ai.
“Baiklah aku akan buka ya jendelanya,” Kata Ai.
“Jangan, nanti banyak nyamuk,” Kata Miyu.
“Ya ampun,” Kata Ai.
“Baiklah aku akan bacakan dongeng untukmu,”Kata Ai.
Ai mengambil Hp nya.
“Pada zaman dahulu,ada seorang putri yang ingin keluar dan bebas dari istananya, dia ingin keluar dari istana itu agar ia bisa melihat pemandangan yang begitu indah. Ia pernah mencoba kabur, tapi ia tetap tak bisa keluar dari sana. Entah kenapa saat ia keluar dari istana, ia selalu pingsan. Ia juga terus berdoa kepada bintang yang jatuh agar ia bebas dari sini. Pada suatu hari, ia ada undangan pesta dari kerajaan sebelah. Ia ingin ikut tapi dia dilarang oleh ayahnya. Dan pada malam harinya, ia menyelinap dan berhasil keluar dari istana itu. Dia pun bingung kenapa ia tak pingsan saat ia keluar dari istana. Ia pun pergi ke pesta itu. Ia pun bersenang senang disana, sampai akhirnya pesta itu selesai. Ia pulang dan menuju kerajaannya. Sampai ia disana, kerajaan itu dilahap oleh api. Semua penuh dengan api. Semua penduduk kerajaan pun mati. Ia pun bergegas pergi ke istana kerajaan itu. Saat ia masuk, ia melihat ayah sekaligus rajanya tertancap sebuah pedang. Ia pun menghampiri ayahnya. “Apa yang terjadi Ayah?” Kata Putri itu. “Untung kau tadi pergi ya,” Kata Ayahnya Putri itu. “Kau ingin bebas kan, sekarang waktunya,” Kata Ayahnya putri itu. “Oh iya, jangan lupa bawa anak-anak kita ya,” Kata Ayahnya putri itu, ” Kata Ai yang sedang mendongengkan cerita itu.
Ai terdiam sejenak. “Ada yang aneh tapi apa ya?” Kata Ai.
“Oi kenapa putrinya bisa punya anak sama bapaknya!!!!” kata Ai.
“Ah mungkin dia memang namanya putri ya?” Kata Ai.
“Sudahlah Miyu, aku ganti....”Kata Ai. Ai melihat Miyu yang sudah tertidur pulas.
“Ternyata dia sudah tertidur ya,” Kata Ai.
“Dasar Miyu,”Kata Ai. “Baiklah waktunya aku tidur,” Kata Ai. “Maafkan aku Miyu, aku membuat mu menjadi seperti ini,” Kata Ai.
“Jika saja aku bisa menjaga diriku sendiri, kau tak akan masuk rumah sakit seperti ini,” Kata Ai.
“Dan juga, kau bisa tidur nyenyak di kamarmu sekarang, Miyu,”Kata Ai.
“Baiklah selamat tidur, Miyu,”Kata Ai.
Ai tidur. Beberapa menit kemudian, Miyu bangun.
“Seharusnya aku yang meminta maaf Ai. karena aku, kau menjadi seperti ini,” Kata Miyu.
“Jika saja aku tak mempersalahkan nya, Kau tak seperti ini, Ai,” Kata Miyu.
Miyu pun tidur.
__ADS_1