
Mereka masih mencari game.
“Banyak banget ya game nya. Jadi bingung deh yang mana.”Kata Miyu.
“Iya nih, gamenya pada kelihatan menarik semua.”Kata Shinmaru.
“Nah bagaimana main game itu aja? Jackpotnya lumayan gede tuh.”Kata Rie.
Mereka menghampiri game itu.
“Ah kalau nggak salah ini game yang disuruh masukin bola ke lubang kan, nah setiap lubangnya punya nilai tiketnya kan?”Kata Miyu.
“Iya betul.”Kata Rie.
“Baiklah siapa yang mau mencoba pertama.”Kata Rie.
“Aku duluan deh.”Kata Miyu.
Miyu pun memasukkan koin nya.
Dia menunggu waktu yang tepat.
“Sekarang!!” Kata Miyu.
Miyu menekan tombolnya. Bola nya pun jatuh dari tempatnya. Bola nya memantul dan berputar putar disekitar lubang lubang itu. Dan akhirnya masuk ke lubang “100”.
“Wah Kau dapat 100 tiket Miyu.”Kata Rie.
“Baiklah sekarang giliran ku.”Kata Rie.
Rie memasukkan koinnya lalu menekan tombolnya. Bola nya terus bergelinding dan akhirnya masuk di lubang “10.”.
“Yah, tapi gak apa apa deh.”Kata Rie.
“Baiklah siapa selanjutnya yang mau main?” Kata Rie.
“Aku deh.”Kata Kyoko.
Kyoko memasukkan koinnya, lalu menekan tombol nya. Bolanya bergelinding dan akhirnya masuk ke lubang “25”.
“lumayan deh.”Kata Kyoko.
“Sekarang siapa yang mau duluan? ”Kata Kyoko.
“Baiklah aku saja deh.” Kata Shinmaru.
Shinmaru memasukkan koinnya dan menekan tombolnya. Bolanya bergelinding dan masuk di lubang “0”.
“Yah, gak dapet tiket.”Kata Shinmaru.
“Baiklah sekarang kau Shuichi.”Kata Shinmaru.
“Ok.”Kata Shuichi.
Shuichi memasukkan koinnya dan menekan tombol itu. Bolanya masuk di lubang “1000”.
Miyu, Kyoko, Shinmaru, Rie, dan Ai terkejut.
“Kok bisa?”Kata Miyu.
“Ah mungkin ini hanya kebetulan saja kok.”Kata Shuichi.
“Baiklah sekarang kau Ai.”Kata Miyu.
Ai memasukkan koinnya ke mesin itu dan menekan tombol nya. Bola nya bergelinding dan masuk ke lubang “Jackpot”. Semuanya yang disana kaget.
“Jackpot?!?!!?!?!” Kata Miyu.
“Wah kau hari ini benar-benar beruntung ya, Ai.”Kata Miyu.
“Ya begitulah.”Kata Ai.
Banyak tiket yang keluar dari mesin itu.
__ADS_1
“Waduh gimana lipat tiketnya nih kalau sebanyak ini.”Kata Miyu.
Semua orang yang disana melihat ke mereka. Mereka juga terkejut jika ada orag yang berhasil memasukkan bolanya ke lubang jackpot.
Tiba-tiba mesin itu berhenti mengeluarkan tiket.
“Kok berhenti? Kan tiketnya belum keluar semua.”Kata Rie.
“Sepertinya kita harus panggil pegawai tempat ini.”Kata Miyu.
“Baiklah biar aku saja yang panggil.”Kata Ai.
“Jangan, biar aku saja.”Kata Miyu. “Tapi......”Kata Ai.
“Tenang saja, Ai. Aku tau bagaimana cara berbicaranya harus seperti apa kok.”Kata Miyu sambil memasang ekspresi senyum.
Miyu pun pergi ke kasirnya.
Saat ia sedang menuju ke kasir, ia terjatuh. Tapi ada seorang perempuan menolongnya.
“Kau tidak apa apa?”Kata orang itu.
“Iya aku tak apa apa.”Kata Miyu.
“Terimakasih ya.”Kata Miyu.
“Iya sama sama.”Kata Orang itu. Miyu langsung pergi.
Miyu pergi ke kasir untuk menanyai dimana pegawai atau managernya.
“Permisi, mbak. Ada pegawai yang bisa mengurus mesin nya nggak ya? Soalnya mesin yang dimainkan teman saya ada masalah.” Kata Miyu.
“Yah maaf, tapi pegawai yang mengurusi itu udah pergi sekarang.”Kata Mbak kasir itu.
“Kemana ia pergi nya ya?” Kata Miyu.
“Wah kalau itu saya nggak tau.”Kata Mbak kasir itu.
“Baiklah, terimakasih infonya mbak.”Kata Miyu.
“Hello teman te....”Kata Miyu.
Ternyata disana sudah ada manager dan pegawai yang mengurusi atau memperbaiki mesin itu.
“Oh Hei Miyu. Kau tak perlu mencarinya lagi. Manager tempat imjdan pegawai yang mengurusi mesin ini udah ada disini.”Kata Ai.
“oh begitu ya.”Kata Miyu.
“Baiklah kami pergi dulu ya, pak manager.”Kata Rie.
“Iya, jangan lupa untuk tukar tiket nya ya.”Kata Manager itu.
Mereka pun pergi untuk mencari game lain yang ingin mereka mainkan.
“Baiklah kalian mau main apa lagi?” Kata Miyu.
“mau main basket? Kita adu siapa yang paling banyak memasukkan bola ke ring.” Kata Rie.
“Nah boleh tuh.”Kata Miyu.
“ Kalau kalian apa?”Kata Miyu. “Aku sih ikut suara terbanyak.”Kata Ai.
“Terserah.”Kata Shuichi.
“Terserah sih, tapi sepertinya itu ide yang bagus.”Kata Shinmaru.
“Aku sih gak apa apa.”Kata Kyoko.
“Baiklah ayo kita cari mesin lempar bola basket.” Kata Miyu.
Mereka mencari mesin itu dan akhirnya menemukan. Setelah mereka menemukannya. Mereka menghampiri mesin itu.
“Yah mesinnya cuman ada tiga doang.”Kata Miyu.
__ADS_1
“Yaudah, kita main secara bergantian aja.”Kata Shinmaru.
“Tidak, bagaimana jika begini...”Kata Rie.
“kita main bertim?” Kata Rie.
“Hah bertim?” Kata Miyu. “Iya bertim, karena ini mesinnya cuman tiga berarti satu tim itu terdiri dari dua orang.”Kata Rie.
“Baiklah kita langsung saja memilih timnya.”Kata Miyu.
“Kita tak perlu lagi memilih lagi, karena sudah ada timnya.”Kata Rie.
“Sudah ada? Kapan kita membuat tim nya?”Kata Miyu.
“Apa kau lupa Miyu insiden kemarin?” Kata Rie. “Jangan jangan.”Kata Miyu.
“Iya, kita pake formasi itu.”Kata Rie.
“Tunggu dulu, apa maksudmu Rie? Memangnya sejak kapan kita buat tim saat insiden itu? Bukannya kita semuanya berpemcar ya, kecuali kau dan aku.”Kata Shinmaru.
“Apa kau lupa Shinmaru, bukannya saat itu pada berpasangan ya?” Kata Rie.
“Ai bertemu dengan Miyu, dan mereka jalan bareng. Shuichi yang menghajar orang itu dan bertemu Kyoko lalu mereka jalan bareng.”Kata Rie.
“Oh yang itu, yasudah deh.”Kata Miyu.
Timnya akhirnya terbentuk.
Mereka pun bermain game itu.
Dan hasilnya tim Ai yang menang.
“Yey, kita menang.”Kata Miyu.
“Iya, kita menang.”Kata Ai.
“Yah aku yang ngajakin malah aku yang kalah.”Kata Rie.
“Maaf ya Kyoko, aku tak bisa menang.”Kata Shuichi.
“Tapi kan kita juara kedua.”Kata Kyoko.
“Baiklah abis ini kita ngapain lagi?”Kata Miyu.
“Aku juga bingung.”Kata Ai.
“Sisa tinggal 25 koin lagi nih.”Kata Miyu. “4 kali permainan lagi ya.”Kata Ai.
“Pulang saja yuk, kan kita bisa pakai koin itu disini kapan kapan.”Kata Rie.
“Iya juga sih.”Kata Miyu.
“Baiklah kalian keluar duluan saja, aku ingin tuker tiket ini dulu.”Kata Ai.
“Tiket? tapi kau nampaknya tak seperti membawa tiket sebanyak itu.”Kata Miyu.
“Ah iya, kau tak tahu ya? Tadi pak manager memberikan ku semacam cek tapi ini tiket.”Kata Ai.
“Oh iya aku mengerti.”Kata Miyu.
“Mau aku temenin?” Kata Miyu.
“Boleh.”Kata Ai.
“Baiklah aku juga akan.....”Kata Shuichi.
Kyoko menepuk pelan pundak Shuichi.
“Oh.”Kata Shuichi.
“Baiklah apa Shuichi?”Kata Ai.
“Nggak jadi.”Kata Shuichi.
__ADS_1
“Baiklah kami akan menunggu diluar ya.”Kata Rie.
Rie, Shuichi Shinmaru, Kyoko pergi ke luar, Sedangkan Ai dan Miyu menukar tiket yang tadi