
Akhirnya mereka sudah sampai di depan kamarnya Miyu. Mereka pun akhirnya masuk.
Setelah mereka masuk. Yoonseo dan Ai duduk. Sementara Miyu mengambil kotak p3k untuk mengobati lukanya Yoonseo.
“Ini agak sedikit sakit, jadi tenang ya,” Kata Miyu.
“Iya,” Kata Yoonseo.
Miyu pun mengobati luka Yoonseo.
“Ahhhhhh!!!!” ******* Yoonseo yang menahan sakit.
“Ya ampun,” Kata Ai.
“Nah baiklah, sudah,” Kata Miyu.
“Terimakasih, lukaku sekarang tak terlalu terasa sakit seperti tadi,” Kata Yoonseo.
“Dan terima kasih untuk kalian karena sudah menyadarkanku,” Kata Yoonseo.
“Sama sama,” Kata Ai.
“Baiklah aku permisi dulu ya,” Kata Yoonseo. Yoonseo pun keluar.
“Apa kau yakin kalau dia sendirian itu tak melakukan apa apa?” Kata Miyu.
“Aku yakin dia tak akan melakukan seperti itu,” Kata Ai.
“Aku tak terlalu yakin sih, tapi mudah-mudahan ucapanmu itu benar,” Kata Miyu.
“Iya kita harus berpikir positif agar hari kita selalu positif,” Kata Ai.
“Benar apa katamu Ai,” Kata Miyu.
“Oh iya, apa yang kau lakukan diatap tadi?” Kata Ai.
“Oh iya,” Kata Miyu.
Miyu langsung bergegas pergi ke atap. Ai mengikuti Miyu.
Miyu pun berhenti.
“Ada apa Miyu?” Kata Ai yang sedang berlari ke Miyu. Saat ia sampai, ia melihat banyak kerupuk mentah.
“Untung saja tidak ada kotoran burungnya,” Kata Miyu.
“Wah, aku baru tau kau bisa bikin kerupuk Miyu,” Kata Ai.
“Ya sebenarnya sih aku ikutin tutorial Wetube,”Kata Miyu.
“Tapi aku belum tahu enak atau tidak,” Kata Miyu.
“Ya terkadang kita jamgan terlalu mengikuti tutorial itu. Biasanya ada bagian atau scene yang dipotong atau tak direkam,”Kata Ai.
“Iya sih, aku tak terlalu mengikuti sepenuhnya sih, takarannya aku atur sendiri,” Kata Miyu.
“Oh begitu ya,” Kata Ai.
“Ya sudah, bantu aku Ai untuk bawa kerupuk ini,” Kata Miyu.
“Baiklah Miyu,” Kata Ai. Mereka berdua membawa kerupuk itu ke kamar Miyu.
“Kenapa kau tak menjemur kerupuk ini di bawah?” Kata Ai.
“Ya lebih enakkan di atas sih untuk menjemurnya,” Kata Miyu.
“Iya sih,” Kata Ai. Mereka sampai di depan kamarnya Miyu. Mereka pun masuk.
“Taruh mana nih Miyu?” Kata Ai. “Taruh di meja dapurku saja,” Kata Miyu. Mereka menaruhnya di meja dapur.
“Oh iya,Kamu belum makan ya Ai?” Kata Miyu.
“Hehehe, iya aku belum makan,” Kata Ai.
“Baiklah ayo kita makan di restoran nenek saja,” Kata Miyu.
“Iya, sudah lama aku tak makan di restoran nenek,” Kata Ai.
“Ajak teman-teman juga Ai,” Kata Miyu.
“Kau saja yang mengajaknya. Kalau aku yang mengajaknya agak aneh,” Kata Ai.
Tiba-tiba Hp Miyu berdering.
“Sepertinya ini panggilan telepon dari Kyoko,” Kata Miyu.
Miyu pun mengangkat panggilan telpon tersebut.
“Halo Kyoko?”Kata Miyu.
“Halo Miyu. Miyu, kau sedang dimana sekarang?”Kata Kyoko di telepon.
“Aku sedang di kamarku sekarang,” Kata Miyu.
“kok tadi aku ketuk ketuk pintu kamarmu kau tak merespon sih?” Kata Kyoko di telepon.
“Ah itu, tadi aku sedang mengambil kerupuk ku yang dijemur di atap tadi,” Kata Miyu.
“Oh begitu ya. Baiklah, sekarang kau kesini ya,” Kata Kyoko di telpon.
“kemana?” Kata Miyu.
“Di Restoran nenek,” Kata Kyoko di telepon.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan kesana,” Kata Miyu.
“Oh iya, jika kau bertemu dengan Ai, ajak juga dia kesini,” Kata Kyoko.
“Ya kebetulan dia tadi bersamaku sekarang,” Kata Miyu.
“Begitu ya, baguslah,” Kata Kyoko di telpon.
“Baiklah aku akan segera kesana,” Kata Miyu. Miyu menutup panggilan teleponnya. “Siapa yang meneleponmu Miyu?” Kata Ai.
“Ini dari Kyoko, katanya mereka berada di restoran nenek sekarang,” Kata Miyu.
“Terus?” Kata Ai.
“Dia mengajak kita untuk pergi kesana,” Kata Miyu.
“Baiklah ayo segera kita berangkat, mungkin saja dia sudah menunggu dari tadi,” Kata Miyu.
“Iyap,” Kata Ai.
Mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke sana.
“Ah untung Yoonseo bisa dihentikan ya Ai. Kalau tidak, mungkin nasib Silvia sedang tak baik baik saja,” Kata Miyu.
“Iya benar,” Kata Ai.
“Mungkin saja di apartemen sudah ada yang membagikan besek kalau kita tak menghentikan Yoonseo,”Kata Ai.
“Kalau aku ngomong soal besek, jadi keinget mereka,” Kata Miyu.
“Ah kukira aku saja yang merasa begitu kemarin,” Kata Ai.
“Ya mana mungkin seseorang yang tak mau tiba-tiba mau?” Kata Miyu.
“Iya juga sih,” Kata Ai. “Biarlah, ikhlas nggak ikhlas datang ke acara itu urusan mereka, bukan urusan kita,” Kata Ai.
“Iya sih,” Kata Miyu.
“Oh iya, kira-kira mereka ada disana tidak ya?” Kata Ai.
“Pastinya adalah, kalau tidak ada kenapa Kyoko mengajakmu?” Kata Miyu.
“Iya sih,” Kata Ai.
“Tapi aku tak menyangka kalau Kyoko akan pulang cepat, kukira sebulan atau dua bulan lagi,” Kata Ai.
“Iya aku berpikir juga demikian,” Kata Miyu.
“Ya menurutku Kyoko termasuk beruntung sih,” Kata Ai.
“Iya sih ,” Kata Miyu.
Akhirnya mereka sampai di restoran nenek.
Saat mereka masuk, disana sudah ada Shuichi, Shinmaru, Rie, Kyoko.
“Hello semuanya,” Kata Miyu.
Ai dan Miyu menghampiri mereka dan duduk di dekat mereka.
“Apakah kalian sudah memesan?” Kata Miyu.
“Belum sih kalau makanan,” Kata Shinmaru. Nenek menghampiri mereka.
Setelah itu, Nenek memberikan buku menunya.
“Kalian semua mau pesan apa?” Kata Nenek.
“Wah disini ada paket juga ya nek?” Kata Miyu.
“Iya benar,” Kata Nenek.
“Kalian mau paket ini tidak?” Kata Miyu.
“Terserah sih,” Kata Shuichi.
“Boleh boleh saja Miyu,” Kata Ai.
“Boleh,” Kata Rie.
“aku ikutin kata Rie deh,” Kata Shinmaru. “Ya aku mau,” Kata Kyoko.
“Baiklah kami pesan paket menu ini saja nek,” Kata Miyu.
“Ada lagi?” Kata Nenek itu.
“Tidak ada,” Kata Miyu.
“Baiklah tunggu sebentar ya,” Kata Nenek itu. Nenek itu pergi.
“Oh iya, disini tak ada yang alergi seafood kan?” Kata Miyu.
“Tidak, aku tidak alergi,” Kata Shuichi.
“Aku sih tidak alergi dengan seafood Miyu, tapi nggak tau yang lain,” Kata Ai.
“Ya aku tak begitu sih,” Kata Rie.
“Aku tak memiliki alergi sih,” Kata Shinmaru.
“Aku tidak punya alergi Miyu,” Kata Kyoko.
“Baguslah kalau kalian tak memiliki alergi seafood, soalnya menunya mayoritasnya itu seafood semua,” Kata Miyu.
__ADS_1
“Berarti nggak enak juga ya kalau alergi sama suatu makanan,” Kata Miyu.
“Iya memang sih nggak enak,” Kata Shuichi.
“Ya walaupun ada yang sebagian beranggapan kalau sakit itu enak karena kalau sakit kita tak masuk ke sekolah atau melakukan aktivitas kerja seperti biasanya. Ya mereka menganggap enak karena masih ada yang mengurus mereka,”Kata Shuichi.
“Coba bayangkan kau sedang sakit dan kau tak memiliki tak siapa siapa. Pasti rasanya tak enak,”Kata Shuichi.
“Ya aku cukup setuju sih dengan argumenmu,” Kata Miyu.
“Tapi aku pernah dengar ada seseorang yang penasaran sakit itu rasanya bagaimana,” Kata Ai.
“Ya itu cuman orang yang tak bersyukur saja. Mungkin kalau dia dikasih penyakit, dia menyesal,”Kata Miyu.
“Iya sih,” Kata Ai. “Oh iya ngomong ngomong, Kau ditagih tidak Kyoko tentang biayanya?” Kata Miyu.
“Tidak, aku tak ditagih apa apa,” Kata Kyoko.
“Bukannya aneh ya? Biasanya kan kalau di rumah sakit ditagih biaya administrasinya,” Kata Miyu.
“Mungkin di rumah sakit itu, biaya para murid ditanggung oleh sekolah,” Kata Ai.
“Tapi waktu itu, aku ditagih biaya administrasi saat aku membeli sebuah tongkat untuk Kyoko,”Kata Shuichi.
“Mungkin kita tidak ditagih karena mereka sudah tau kalau kita itu tak memiliki poin yang cukup,” Kata Shinmaru.
“Ya argumenmu itu cukup masuk akal sih,”Kata Miyu.
Nenek pun keluar dari dapur dan membawamakanan yang mereka pesan itu.
“Ini makanannya,” Kata Nenek itu.
Nenek itu menaruh makanan itu di meja mereka.
“Ada Gurame tepung telur asin, cumi tepung asin, udang asam manis, es teh manis dan nasi liwet,”Kata Nenek itu.
“Baiklah nenek permisi dulu ya,” Kata Nenek itu. Nenek itu pergi.
“Wah kelihatannya ini lezat semua,” Kata Shinmaru.
“Iya nih, aku pengen langsung menyantapnya nih,” Kata Ai.
“eh, sebelum mengambil makanannya, cuci tangan dahulu demgan air yang sudah dipersiapkan,” Kata Miyu.
“Iya iya,” Kata Ai dan Shinmaru. Mereka semua pun mencuci tangan.
“Baiklah sekarang langsung......”Kata
Shinmaru yang langsung mengambil ancang ancang mengambil makanan itu.
“Eh kita harus mengucapkan selamat makanan terlebih dahulu,”Kata Miyu.
“Ah makan tinggal makan doang, tak perlu repot segala,” Kata Shinmaru.
Shinmaru langsung mengambil makanannya.
“Ya sudahlah kalau kau tak mendengarkan aku,” Kata Miyu.
Tiba-tiba Shinmaru merasakan tenggorokan seperti tersangkut sesuatu. Ia pun langsung terjatuh dan memegang lehernya.
“Shinmaru, kau kenapa?” Kata Rie.
Tangannya Shinmaru mengisyaratkan kalau dia ingin minum.
Rie mengambil es teh. Shinmaru pun meminum nya. Tapi sakit tersebut tak hilang.
“kasih dia nasi Rie,”Kata Shuichi.
Rie memberikan nasi ke mulut Shinmaru. Shinmaru menelan nasi itu dan duri tersebut turun.
“Hampir saja,” Kata Shinmaru.
“Sudah kubilang kan!!! nggak percaya sih,” Kata Miyu. “Iya maaf,” Kata Shinmaru. Mereka pun duduk kembali.
“Selamat makan!!!!!” kata Mereka. Mereka langsung menyantap makanan itu.
“Wah gurame diapain juga tetep enak ya,” Kata Rie.
“Ya wajar saja jika harganya mahal,”Kata Shinmaru.
“Nasi liwet nya juga enak,” Kata Shuichi. Mereka pun menikmati makanan tersebut hingga makanan tersebut habis.
“Akhirnya kenyang juga,” Kata Miyu. “Iya perutku sudah tak kosong lagi,” Kata Shinmaru.
“Kalau kosong bagaimana caranya kau makan?” Kata Rie.
“Hehehe, iya juga ya,”Kata Shinmaru.
“Baiklah karena kalian berdua datang terakhir, kalian lah yang bayar semua pesanan kami,” Kata Shinmaru.
“Membayar semuanya?” Kata Miyu.
“Baiklah aku akan bayar semuanya,” Kata Miyu.
“Miyu apakah kau punya poin sebesar ini semua?” Kata Ai.
“Tenang saja Ai, aku punya kok,” Kata Miyu.
“Aku bantu deh,” Kata Ai.
“Tak perlu Ai,”Kata Miyu.
Miyu pun pergi ke tempat pembayaran.
__ADS_1
Setelah Miyu selesai membayar, mereka pun pergi dari tempat.