
“Hei, mengapa kau disini.?”Kata nenek itu.
“Bukan urusanmu, nenek tua.”Kata Shinmaru.
“Sudahlah ceritakan masalah mu. Mungkin nenek tua ini bisa memberikan wejangan atau nasihat kepadamu.”Kata Nenek itu.
“Tidak, tidak ada yang memahamiku.”Kata Shinmaru.
“jika kau mau dipahami perasaan mu, maka ceritalah dam curahkan ke orang lain.”Kata Nenek itu.
“Memangnya kau siapa? Nenekku aja juga bukan.”Kata Shinmaru.
“Lebih baik kau minum hangat dulu di restoranku, daripada kau duduk disini seperti gelandangan.”Kata Nenek itu.
Shinmaru menuruti ucapan nenek itu.
“Ceritakan apa masalahmu.”Kata nenek itu. Shinmaru menceritakan masalah nya itu.
“Oh jadi begitu ya.”Kata Nenek itu.
“Iya nek, tak ada yang memahamiku.”Kata Shinmaru.
“Mereka bukan tak memahamimu tapi mereka itu sayang kepadamu.”Kata nenek itu.
“benar kata anak perempuan itu, jika teman yang baik adalah teman yang membantu temannya ke jalan yang lurus.”Kata Nenek itu.
“Berarti aku salah ya nek? Padahal itu bukti itu sesuai dengan kenyataan.”Kata Shinmaru.
“Kau tak sepenuhnya salah sih. Maksudmu itu baik, cuman waktu dan orangnya itu gak pas.”Kata nenek itu.
“Mulut itu bagaikan sebuah pedang. Jika kau salah berbicara, maka perasaan orang lain akan terluka.”Kata Nenek itu.
“Jadi begitu ya nek, aku salah juga ya?”Kata Shinmaru. “iya betul.”Kata nenek itu.
“benar kata anak yang lelaki itu, Terkadang sesuatu yang kau pahami itu tidak dipahami oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya sesuatu yang kau tidak pahami itu dipahami oleh orang lain.”Kata Nenek itu.
“Oleh karena itu kita harus menghargai orang lain jika keributan tak mau terjadi.”Kata nenek itu.
“Oh begitu ya nek.”Kata Shinmaru.
“Anak ini, mengingatkanku kepada sesuatu.”Kata nenek itu didalam hatinya. “Eh kenapa nenek diam?”Kata Shinmaru.
“Oh tidak apa apa kok.”Kata nenek itu.
“Aku jadi teringat anakku.”Kata Nenek itu.
“Hah anak nenek?”Kata Shinmaru.
“Iya anak nenek, yang tadi diceritakan.”Kata nenek itu.
“Dia itu mirip sepertimu, sifatnya dan juga kelakuannya.”Kata nenek itu.
__ADS_1
“Dia itu sangat manis, dia itu anak perempuan yang paling manis didunia menurutku.”Kata Nenek itu.
“Dia pun tumbuh dewasa. Dia berubah menjadi sosok yang cantik jelita. Dan juga kemanisan dari dirinya tak hilang sedikitpun.”Kata Nenek itu.
“Tapi kan aku ini cowok nek.”Kata Shinmaru. “Hehehe iya ya.”Kata nenek itu.
“Oh iya, aku ingin memberikan nasihat kepadamu.”Kata nenek itu.
“Terkadang yang asam, akan manis pada waktunya. Dan yang manis akan asam pada waktunya. Seperti hubungan cinta, mereka yang saling membenci lama kelamaan akan saling mencintai dan yang saling mencintai lama lama akan menjadi saling membenci satu sama lain.”Kata Nenek itu.
“nasib seseorang tak ada yang tahu, siapa tau dimasa depan dia dibenci, di sayang, dipukul di tendang, dipenjara atau dibunuh atau diamuk masa.”Kata Nenek itu.
“Maksudnya apa ya nek?”Kata Shinmaru.
“Kau jangan membenci seseorang, mungkin orang yang benci itu akan menjadi pasanganmu kelak. Dan kau jangan menyayangi seseorang terlalu berlebihan, mungkin orang yamg kau sayangi itu akan menjadi musuh bebuyutanmu suatu saat nanti.”Kata Nenek itu.
“Hidup ini harus seimbang, diantara kurang dan lebih.”Kata nenek itu.
“Dan juga orang lain butuh kebebasan, jadi kau jangan memaksakan kehendakmu untuk menekan orang lain.”Kata nenek itu.
“Oh begitu ya nek.”Kata Nenek itu.
Shinmaru melihat jam di hpnya.
“Wah tinggal 15 menit lagi nek. Aku pergi dulu ya.”Kata Shinmaru.
“Wah begitu ya. Hati hati dijalan ya.”Kata nenek itu.
“Iya nek. oh iya nek, terimakasih atas wejangannya.”Kata Shinmaru.
“Iya nek, lain kali aku mampir lagi kesini.”Kata Shinmaru.
“jangan lupa bawa teman temanmu ya.”Kata nenek itu.
“Baik nek.”Kata Shinmaru.
Shinmaru pun keluar dari restoran itu.
“Ah, andai saja anakku memiliki cucu dan cucuku datang kesini.”Kata nenek itu.
“Mungkin saja cucunya juga ikut membenci ku kali ya.”Kata Nenek itu.
“Ah sudahlah.”Kata Nenek itu.
“Ngomong ngomong, tadi aku keluar ngapain ya?”Kata nenek itu.
Sementara itu, Shinmaru sedang memikirkan masalah yang tadi dan wejangan wejangan dari nenek tua itu.
“nenek itu ada benarnya juga, aku terlalu memaksakan kehendak ku, padahal dia juga punya hak untuk melakukan apa yang ia mau.”Kata Shinmaru.
“Sepertinya aku harus meminta maaf kepada teman-temanku, bahwa aku memanglah salah di kejadian yang tadi.”Kata Shinmaru.
__ADS_1
“Tapi aku juga gak tau, dimana teman temanku.”Kata Shinmaru.
Dia pun duduk di sebuah kursi taman.
“Ah seandainya waktu bisa diulang.”Kata Shinmaru.
“Waktu itu tak bisa diulang kembali. Oleh karena itu nikmatilah hidupmu dengan benar.”Kata seseorang.
Ternyata dia adalah Ai, Shuichi, Miyu, dan Kyoko.
“Oi Shinmaru , apa memang yang kau mau ulang?”Kata Ai.
“Maafkan aku , aku memang salah tadi. Jika saja waktu bisa diulang, aku akan memperbaiki semuanya.”Kata Shinmaru.
“Nasi sudah menjadi bubur, yang kau lakukan dimasa laku tak akan bisa diubah lagi.”Kata Shuichi.
“Sudahlah Shuichi.”Kata Miyu.
“tapi ya, akhirnya kau sudah menyadarinya.”Kata Ai.
“Ini.”Kata Miyu.
Miyu memberikan sebuah plastik hitam ke Shinmaru.
“Ini apa?”Kata Shinmaru.
“Ini adalah Takoyaki, ini untukmu.”Kata Ai.
“I..ini untuku?”Kata Shinmaru.
“Iya ini untukmu.”Kata Miyu.
“Kami mengkhawatirkanmu, jadi kami membelikan ini untukmu.”Kata Miyu.
Shinmaru menangis.
“Te....terimakasih. Terimakasih teman teman.”Kata Shinmaru.
Dia terus menangis.
“terimakasih, terimakasih, terimakasih....”Kata Shinmaru.
Tiba-tiba Miyu duduk disebelahnya dan menenangkannya. “Keluarkan saja sampai kau puas, Shinmaru.”Kata Miyu.
Shinmaru pun menangis sekencang kencangnya. Tangisannya akhirnya berhenti.
“Bagaimana sudah enakan?”Kata Miyu.
“Iya sudah enakkan.”Kata Shinmaru.
“baiklah, ayo kembali ke kelas.”Kata Ai.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke kelas.