
Akhirnya mereka sampai di gedung dimana pak Kagemaru berada.
“Pak Kagemaru!!!!!!”Kata Para murid.
Pak Kagemaru tergeletak tak sadarkan diri. “Sial, bagaimana ini? Kita tak bisa membawanya ke rumah sakit. Karena pasti kita ditanya mengapa pak Kagemaru seperti ini.”Kata Gin.
Tiba tiba pak Kagemaru memegang tangan nya Gin. “Tak usah, kau tak perlu mengantarkanku ke rumah sakit.”Kata pak Kagemaru.
“Pergilah.”Kata pak Kagemaru.
“Tapi bagaimana dengan bapak sendiri?”Kata Gin.
“Jika kalian masih berada disini, Kalian akan repot nanti.”Kata Pak Kagemaru.
“Tapi....”Kata Gin.
“Kau jangan buang buang waktu untuk menyelamatkanku.”Kata Kagemaru.
“Sepertinya aku akan pergi menuju ke sana sebentar lagi.”Kata Kagemaru.
“Entah menuju surga atau neraka.”Kata pak Kagemaru.
“Tapi yang penting di akhir hidupku.......”Kata Pak Kagemaru.
“Aku menyelamatkan anak muridku dari bahaya.”Kata Kagemaru.
Pak Kagemaru melepaskan pegangan tangannya.
“Pak Kagemaru!!!!!!!!!”Kata Gin.
Semuanya menangis
“Pak Kagemaru, ayo bangunlah!!!!”Kata Gin.
“Ayo Bangun!!!!”Kata Gin.
“Sudahlah Gin, biarkan dia tenang di alam sana.”Kata Miyu.
“disaat saat terakhirnya, dia masih bisa melindungi muridnya.”Kata Ai.
“dia memang guru yang benar benar hebat.”Kata Ai.
“Aku tak menyangka, wali kelasku akan mati seperti ini. “Kata Shinmaru.
“Iya, tak ada guru yang berani mati demi muridnya seperti ini.”Kata Rie.
“Maafkan kami pak Kagemaru, ini semua karena kau melindungi kami.”Kata Kyoko.
“Tidak, ini bukan salah kalian Kyoko, Shuichi.”Kata Ai.
“Dia merasa bangga karena melindungi muridnya disaat saat terakhirnya.”Kata Ai.
“Ya sudah, ayo kita keluar dari sini.”Kata Gin.
“Pak Kagemaru menginginkan kita untuk menjauh dari sini kan?”Kata Gin.
“Ayo kita pergi dari sini.”Kata Shuichi.
Mereka pergi.
Semuanya merasa sedih, karena mereka sudah kehilangan orang terdekat mereka.
“Rie, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.”Kata Miyu.
“Apa Miyu?”Kata Rie.
“Apakah teman-teman sekelasmu mu tak mencarimu?”Kata Miyu.
“Sepertinya tidak.”Kata Rie.
“Aku merasa aku tak dianggap di kelas itu. Jadi pastinya mereka juga tak peduli kepadaku.”Kata Rie.
“Ah kalau itu sih wajar saja, karena itu kan kalian baru pertama kali bertemu.”Kata Miyu.
“Jadi kalau saling cuek ya wajar saja.”Kata Miyu.
Tiba-tiba ada suara yang memanggil nama Rie.
“Rie dimana kau?”Kata Seseorang itu.
Tiba-tiba seorang perempuan menghampiri mereka.
“Rie!!!!!!!”Kata salah Perempuan itu.
“Rie, kau baik-baik saja? Kami semua mengkhawatirkanmu.”Kata perempuan itu.
“Mengkhawatirkan ku?”Kata Rie.
“Iya, kami mencari mu daritadi.”Kata perempuan itu.
“Ayo kembalilah.”Kata Perempuan itu.
“Siapa dia Rie?”Kata Miyu.
“Oh maaf, aku belum perkenalkan diriku. Namaku adalah Kanna Ajisai. Ketua kelas dari Kelas 1 F.
“Wah kau hebat, perempuan bisa menjadi ketua kelas.”Kata Miyu.
“apa kau tak cerita kepada mereka?”Kata Kanna.
“Cerita apa?”Kata Miyu.
“Ya sebenarnya murid di kelasku itu semuanya perempuan. ”Kata Rie.
__ADS_1
Semuanya terkejut. Kecuali Shinmaru.
“Eh Shinmaru, kau nggak kaget?”Kata Miyu.
“Di SMP ku dulu juga seperti itu, jadi aku nggak kaget.”Kata Shinmaru.
“Baiklah ayo pulang.”Kata Kanna.
“Kau duluan saja, aku akan menyusul nanti.”Kata Rie.
“Oh baiklah, tapi janji ya kau akan pulang.”Kata Kanna.
Kanna pun pergi.
Rie menarik tangan Shinmaru.
“Eh?”Kata Shinmaru.
Rie menarik Shinmaru.
“Kau mau kemana Rie?” Kata Miyu.
“Kalian, pulang duluan saja.”Kata Rie.
“Oh begitu ya.”Kata Miyu.
“ah mereka berdua, Romantisnya.”Kata Miyu.
“Kira kira diterima nggak ya?” Kata Kyoko.
“Ya pastinya.”Kata Miyu.
“Sepertinya ini akan benar-benar hari yang menyedihkan ya, Shuichi?”Kata Gin.
“Kukira kau tak tau soal itu.”Kata Shuichi.
“Aku kan ketua kelas.”Kata Gin.
“Hah? Menyedihkan? Apa yang menyedihkan?”Kata Ai.
Sementara itu ditempat lain, mereka sudah sampai di sebuah jembatan.
“Dimana ini? Mengapa kau membawaku kesini?”Kata Shinmaru.
“Aku ingin tanya kepada mu”Kata Rie.
“Apakah menurutmu tempat ini indah? atau tidak?”Kata Rie.
Shinmaru melihat tempat itu. Disekeliling sungai itu, banyak kunang kunang yang bersinar.
“Wah ini benar benar indah.”Kata Shinmaru.
“Bagaimana kau tau ada tempat seindah ini?” Kata Shinmaru.
“Saat waktu itu aku ingin mengakhiri hidupku.”Kata Rie.
“Ya wajar saja kalau itu.”Kata Shinmaru.
“Ya pemandangan kunang kunang ini seperti kehidupan kita ya.”Kata Rie.
“terlalu sedih membuat kita tak bisa melihat sekecil kebahagiaan dan kesenangan. Dan terlalu bahagia membuat mereka sombong dan selalu lari dari kesedihan mereka.”Kata Rie.
“Aku tak mau kejadian itu terulang lagi oleh siapapun.” Kata Rie.
“Kau benar.”Kata Rie.
“Shinmaru.”Kata Rie. “Kenapa?” Kata Shinmaru.
“Aku merasa senang jika mengobrol denganmu.”Kata Rie.
“Aku tak menyangka akan mengobrol kepada orang yang bertengkar kepadaku sedekat ini.”Kata Rie.
“Ya memang tak ada yang tahu nasib seseorang, Rie. Kita hanya bisa mengikuti arusnya saja.”Kata Shinmaru.
“Kau benar.”Kata Rie.
“Shinmaru.”Kata Rie.
“Apa Rie.”Kata Shinmaru.
“Aku.....”Kata Rie.
Wajah Rie memerah.
“Aku senang jika kita terus bersama seperti ini, Shinmaru.”Kata Rie.
Sementara itu ditempat lain. Mereka masih mengobrol.
“Apa kau tak tahu 6 aturan kelas F.”Kata Gin.
“6 Aturan kelas F?”Kata Miyu.
“6 Aturan kelas F adalah salah satu peraturan kelas yang masih diterapkan di kelasnya.”Kata Gin.
“Baiklah aku akan bacakan peraturannya.”Kata Gin.
“Yang satu adalah bertindak seperti layaknya perempuan. Yang kedua berbicara seperti layaknya perempuan. Yang ketiga, berpakaian seperti layaknya perempuan. Yang keempat berperilaku seperti perempuan. Yang kelima memiliki sifat seperti perempuan. Dan yang keenam......”Kata Gin.
Sementara itu ditempat lain......
“Apa maksudmu?” Kata Shinmaru.
“Aku....”Kata Rie. “sebenarnya suka pada mu Shinmaru.”Kata Rie.
__ADS_1
“Sebenarnya aku...”Kata Shinmaru.
“juga suka padamu, Rie.” Kata Shinmaru.
“Oh begitu ya, aku senang rasanya jika kau juga menyukaiku.”Kata Rie.
“Tapi, sepertinya cinta itu tak akan terwujud.”Kata Rie.
“Apa maksudmu?”Kata Shinmaru.
“Kita kan saling mencintai kan?”Kata Shinmaru.
“Iya benar tetapi, tapi....” Kata Rie. Rie memeluk Shinmaru.
“Keadaan tak merestui kita, Shinmaru.”Kata Rie.
“A....pa maksudmu?” Kata Shinmaru.
“Kau tau bahwa aku di kelas F kan?” Kata Rie. “Apa kau juga tau peraturan Kelasku?”Kata Rie.
“Peraturan apa yang kau maksud? Semua peraturan kelas itu sama seperti peraturan sekolah kan?” Kata Shinmaru.
“Tidak, tidak semua peraturan per kelas itu sama. Di kelasku, peraturan itu disebut 6 aturan kelas F.”
“Yang pasti yang keenam nya isinya adalah......”Kata Rie.
“Tak boleh memiliki hubungan terlalu dekat dengan laki laki.”Kata Rie.
“Jika kau melanggarnya maka kau akan menjadi budak di sekolah sampai kau lulus.”Kata Rie.
“Bu...budak?” Kata Shinmaru.
Rie pun menangis.
“dan sepertinya setelah ini kita tak akan bertemu lagi, Shinmaru.” Kata Rie.
“Kau bisa kabur kan?” Kata Shinmaru. Shinmaru pun menangis.
“Kau bisa lari kan?”Kata Shinmaru.
“Maafkan aku, aku sepertinya sadar bahwa aku tak bisa lari lagi dari kenyataan hidupku, Shinmaru.”Kata Rie.
“Itu juga termasuk alasan sebenarnya aku ingin mencoba mengakhiri hidupku, Shinmaru.”Kata Rie.
Rie pun melepaskan pelukan itu dan pergi menjauh dari Shinmaru.
“Tapi kan, kita bisa bertemu di eskul Konseling.”Kata Shinmaru.
“Aku sudah keluar dari eskul itu.” Kata Rie.
Rie pun pergi. Shinmaru hanya terdiam dan tak bisa melupakan apa yang terjadi.
“apa yang sebenarnya yang terjadi?” Kata Shinmaru.
“Pasti ini mimpikan?” Kata Shinmaru.
“Baik seperti nya aku hanya Halusinasi dan berada disini.”Kata Shinmaru.
“Waktunya kembali ke apartemen.”Kata Shinmaru.
Shinmaru kembali ke apartemen. Di perjalanan dia teringat kejadian tadi.
“Kenapa Halusinasi ini ada di pikiranku?” Kata Shinmaru. Kepala nya pun pusing.
“Sudah kubilang itu tak mungkin terjadi.”Kata Shinmaru.
“tak ada kejadian seperti itu.” Kata Shinmaru.
“Itu tak mungkin.”Kata Shinmaru.
“Itu tak mungkin!!!!!!”Kata Shinmaru.
“tak ada kejadian seperti itu!!!”kata Shinmaru. Kepalanya semakin pusing.
Di kepala nya dia hanya teringat kejadian yang tadi. Semakin ia lupakan, maka kepalanya semakin pusing dan semakin terus teringat. Dia pun berjalan sempoyongan sambil memegang kepalanya. Dia terus begitu dan akhirnya ia jatuh dengan keadaan terduduk.
Dia pun teriak. “AHHHHHHHHHHHHHH!!!!” Kata Shinmaru.
“Mengapa hal ini harus terjadi kepadaku!!!!!!” Kata Shinmaru.
“Aku benci, aku benci dunia ini!!!!!!”kata Shinmaru.
Dia pun menangis. Kepalanya semakin sakit dan sakit. Dia pun tertawa.
“Hahahahahaha. Rie itu tak ada, Rie itu hanya imajinasiku.”Kata Shinmaru.
“Tidak, Rie itu nyata.”Kata Shinmaru.
“Rie itu hanya kebohongan.”Kata Shinmaru.
“Tidak, Rie itu ada.”Kata Shinmaru.
Shinmaru mulai bertingkah seperti oramg stress. Dia pun memukuli dirinya sendiri.
“Rie itu tak ada!!!!!!” kata Shinmaru.
Dia pun memukuli dirinya lagi.
“Rie itu ada!!!!”kata Shinmaru.
Shinmaru pun terjatuh dan menabrak tempat sampah. Dia menangis lagi. Dan teringat lagi kejadian itu.
“mengapa hidupku harus begini.”Kata Shinmaru.
__ADS_1
Shinmaru pun terus menangis dan begitu hingga ia pulang ke apartemen.
Didepan pintu. Ada seseorang yang sedang menunggunya.