Royal School

Royal School
Chapter 34:Judgement day


__ADS_3

Hari sudah pagi, Ai pun bangun dari tempat tidur nya. Setelah itu ia mandi, setelah itu ia memakai sebuah setelan jas.


“Ah jas ini sudah lama tak dipakai, aku pakai saja deh.”Kata Ai.


Ai pun memakai jas itu.


“cukup bagus.”Kata Ai. Ai pun membuat masakan, yakni nasi goreng.


Setelah nasi goreng itu jadi, dia memakannya. Setelah itu ia pergi ke ruang tamu.


Rupanya sudah ada Shuichi, Dan Shinmaru. Mereka berdua memakai jas yang sangat rapih sekali.


“Oi Ai.”Kata Shinmaru.


“Oi Shinmaru.”Kata Ai.


“Mana yang lain?”Kata Ai.


“Gak tau, Mungkin yang cewek nya dandan dulu.”Kata Ai. Gin pun datang.


“Hello kalian.”Kata Gin.


“Hello Gin.”Kata Ai. “mana yang lain?” Kata Gin.


“Entahlah.”Kata Ai. Miyu dan Kyoko pun datang.


Miyu memakai setelan jas dan Kyoko memakai sebuah gaun.


“Hello semuanya.”Kata Miyu.


“Hello Miyu.”Kata Gin, Ai, Shuichi, dan Shinmaru.


“Dimana Catherine?”Kata Miyu.


“Oh maaf membuat kalian menunggu.”Kata seseorang.


rupanya itu Catherine. Dia memakai gaun yang kelihatannya mahal.


“Baiklah ayo kita langsung berangkat kesana.”Kata Gin.


“Ya!!!!” kata Mereka.


Mereka pun pergi kesana. Akhirnya mereka sampai. Mereka pun masuk. Sebelum mereka masuk. Mereka bertemu dengan rombongan Kelas C.


Ai melihat orang yang di perban.


“Jadi itu ya orangnya.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Tch, ternyata orang rendahan seperti kalian datang tepat waktu ya.”Kata Magister.


Para perwakilan kelas C tertawa.


“Akan ku kalahkan kalian dengan telak.”Kata Magister.


“Sudah, jangan menghina orang terus.”Kata Pak Halpres.


“Maaf atas kelakuan anak muridku ini.”Kata Pak Halpres.


“Bapak kenapa harus meminta maaf? Kan memang dia rendahan.”Kata Magister.


“Baiklah ayo masuk.”Kata Gin.


Mereka semua pun masuk.


Ternyata sudah ada seseorang didalam sana.


“Kalian tepat waktu ya.”Kata Seseorang itu.


Mereka pun duduk di bangku yang sudah dipersiapkan.


“Dia siapa?” Kata Ai yang berbisik bisik.


“Dia itu...”Kata Gin.


“Tidak sopan, kalian membicarakan orang dibelakangnya.”Kata orang itu.


“Kami hanya berbicara berbisik bisik dan disamping anda. Bukannya berbicara di belakang anda.”Kata Ai.


“Ah kalian ini memang tak punya attitude ya.”Kata orang itu.


“Baiklah aku akan memperkenalkan diri. Namaku Baron Lawron. Aku adalah penengah atau perwakilan dari IRSSO. Aku menjabat sebagai Sekbid IV Hakim.”Kata Baron, orang itu.


“Baiklah acara akan segera ku mulai.”Kata Baron.


“Tunggu.”Kata Shuichi.


“Dimana tersangkanya?”Kata Shuichi. Jim pun masuk.


“Itu.”Kata Baron yang menunjuk sesuatu disana.


“Oh iya.”Kata Shuichi.


Jim pun duduk di kursi yang sudah dipersiapkan.


“Baiklah acara akan ku mulai.”Kata Baron.


“Halo, selamat pagi. Di pagi hari ini, saya sebagai hakim disini akan memulai acara ini.”Kata Baron.


“Acara akan ku mulai.”Kata Baron. Baron mengetuk palunya.


“Yang pertama adalah keterangan korban.”Kata Baron.


“Silahkan korban untuk berdiri.”Kata Baron. Si korban pun berdiri.


“Baik terima kasih atas kesempatannya, yang mulia.” Kata si korban.


“Perkenalkan, namaku adalah Ryusei ichiro.”Kata Ryusei.


“Saya akan menjelaskan kenapa saya bisa seperti ini.”Kata Ryusei.


“Waktu itu, aku sedang pergi menuju suatu tempat.”Kata Ryusei.


“Karena aku benar-benar sudah terlambat, aku lewat jalan itu.”Kata Ryusei.


“Tapi karena aku tak berhati hati, aku menabrak dia.”Kata Ryusei.


“dia pun terjatuh, lalu saat ia bangun ia memukulku.”Kata Ryusei.


Jim langsung berdiri.


“Tidak, dia itu bohong!!!!!!” Kata Jim.


“Saudara tersangka, mohon tenang.”Kata Baron. Jim pun duduk kembali.


“Apakah segitu saja keterangan dari anda?” Kata Baron.


“iya.”Kata Ryusei.


“Baiklah silahkan duduk.”Kata Baron.


“Baiklah, sekarang giliran saksi dari pihak korban untuk menyampaikan kesaksiannya sekaligus memperkuat argumen dari korban.”Kata Baron.


Saksi dari pihak korban masuk.


“Ah aku ngantuk.”Kata Ai. Ai pun tidur dengan posisi menaruh tangan di atas meja lalu menaruh kepala di atas tangannya.


“Oi oi Ai, jangan tidur disini.”Kata Miyu.


Perwakilan dari kelas C berbisik bisik.


“Astaga, Ai,” Kata Miyu.


Saksi dari pihak korban berdiri di tengah mereka.


“Baik silahkan untuk saksi korban untuk berbicara.”Kata Baron.


“Perkenalkan nama saya Pina. Saya bekerja di supermarket dekat tempat kejadian perkara.”Kata Pina.


“Kau bekerja disana sebagai apa?” Kata Baron.“Kasir.”Kata Pina.


“kok anda bisa mau menjadi saksi?”Kata Baron.


“Itu karena, saya melihat langsung kejadian itu.”Kata Pina.


Miyu dan perwakilan kelas ZZZ kaget.


“Dia, melihat kejadiannya?” Kata Miyu didalam hatinya.


“Berarti Jim....”Kata Miyu didalam hatinya.


“coba kau ceritakan kejadiannya itu seperti apa.”Kata Baron.


“aku melakukan apa yang biasa ku lakukan di supermarket.” Kata Pina.


“Sampai sebuah tempat sampah diminimarket penuh.”Kata Pina.


“Aku pun membuang sampah itu.”Kata Pina.


“Biasanya aku membuang sampah itu di belakang supermarket.”Kata Pina.


“Saat aku berjalan kesana ada suara tempat sampah jatuh. Lalu setelah itu.... ”Kata Pina.


Pina memasang Ekspresi ketakutan.


Aku melihat orang terpental disana.”Kata Pina.


“Lalu aku melihat orang itu datang dan menghajar si korban.”Kata Pina.


Semua orang pun terkejut.


“Sial, kalau kejadian nya seperti ini. Kita sudah kalah telak.”Kata Gin di dalam hatinya.


“Setelah itu aku teriak lalu aku melapor ke IRSSO.”Kata Pina.


“Begitu ya, jadi dia yang melapor.”Kata Shuichi di dalam hatinya.


“Itu saja.”Kata Pina.


“Baiklah ada dari pihak tersangka untuk mengajukan pertanyaan.”Kata Baron. Perwakilan kelas ZZZ diam saja seperti orang yang pasrah akan kalah.


“Tak ada ya.” Kata Baron.


“Baiklah silahkan duduk ditempat disana.”Kata Baron.


“Ada saksi lainnya?” Kata Baron.


“Sepertinya itu saja yang mulia.”Kata Pak Halpres.


“Baiklah sekarang giliran tersangka untuk memberi keterangan.”Kata Baron.


“Silahkan untuk berdiri.”Kata Baron. Jim berdiri.


“Perkenalkan nama saya Jim Horizon.”Kata Jim.


“Kenapa kau memukul Korban?” Kata Baron.


“Karena dia memukul duluan.”Kata Jim.


“Oh begitu ya, baiklah ceritakan kejadiannya.”Kata Baron.


“Aku hanya memeriksa sesuatu di gang itu, lalu saat aku masuk,aku dipukul dari belakang.” Kata Jim.


“Ada yang bersaksi untuk anda?” Kata Baron.


Semua perwakilan dari kelas ZZZ tak ada yang menjawab.


“Jadi begitu ya.”Kata Baron. “Kalian tak memiliki saksi ya?” Kata Baron.


Mereka diam saja.


“Baiklah sepertinya akan kuputuskan sekarang.”Kata Baron.


“Jadi begitu ya.”Kata Jim sambil melihat kearah mereka.


“Jadi memang nasibku begini.”Kata Jim. Jim pun menangis.


“Mungkin ini adalah balasan dosa dosaku.”Kata Jim.


“Jim kau bersa....”Kata Baron.


Baron ingin mengetuk palunya.


“Apakah aku masih boleh bertanya kepada saksi yang tadi? Yang mulia?”Kata Ai.


Baron menghentikan tangannya.


“Baiklah, silahkan.”Kata Baron.


Tiba-tiba salah satu dari perwakilan kelas C berdiri, sebut saja si A.


“Maaf yang mulia, kami keberatan. Karena sekarang sudah keputusan akhir, tak bisa diganggu gugat lagi.”Kata Si A.


“Iya betul.”Kata Magister.


“Iya juga sih.”Kata Baron.


“Tapi kami belum memberikan keterangan dari pihak kami sama sekali.” Kata Ai. “Iya juga sih tapi...”Kata Baron.


“Manusia juga membutuhkan waktu untuk berpikir, menganalisa, dan mencermati kan?” Kata Ai.


“Kami juga memiliki hak untuk bertanya kan? Menurut pepatah, kalau enggan bertanya, nanti sesat dijalan.”Kata Ai.


“Ya sudah deh, kau boleh bertanya kepada saksi yang tadi.”Kata Baron.


“Baiklah terimakasih yang mulia.”Kata Ai.


“Kak Pina, aku mau bertanya.”Kata Ai.


“Iya, apa pertanyaannya?” Kata Pina. “


“Apakah gang itu berbentuk mirip sebuah pertigaan.”Kata Ai.

__ADS_1


“Keberatan, pertanyaan itu tak ada hubungannya dengan kasus ini.”Kata Magister.


“Jika ini ditanyakan, berarti ini berhubungan dengan kasus ini kan?” Kata Ai.


“Mana mungkin aku sebagai pihak untuk membela tersangka menanyakan hal yang tak perlu.”Kata Ai.


“Baiklah, silahkan dijawab oleh saksi.”Kata Baron.


Magister memukul meja.


“Iya bentuknya seperti pertigaan.”Kata Pina.


“Sudah kuduga.”Kata Ai.


“bentuk gangnya seperti pertigaan....jangan jangan.”Kata Miyu di dalam hatinya.


“Yang mulia, saksi tak melihat kejadian awalnya. Dia melihat kejadian dimana sudah ada di pertengahannya.”Kata Ai.


“Apa maksudmu?”Kata Baron. “Baiklah apa disini ada yang punya papan tulis dan Spidol warna warni?” Kata Ai.


“Keberatan, Dia sudah mengada ngada yang mulia. Sudah jelas jelas bahwa si saksi melihat kejadian itu.”Kata Magister.


“Kau bilang mengada ngada karena aku belum jelaskan mengapa aku menyimpulkan seperti itu.”Kata Ai.


“Dia benar.”Kata Baron.


“Baiklah sebentar ya.” Kata Baron.


Baron menyuruh anggota IRSSO lain mengambil sebuah papan tulis berjalan.


“Baiklah ini papan tulisnya dan juga spidolnya.”Kata Baron.


“Baiklah, izinkan aku untuk menulis ini dulu, yamg mulia.”Kata Ai.


Ai menggambar sesuatu.


“Nah sudah selesai.”Kata Ai.



“Apakah gangnya bentuknya seperti ini?” Kata Ai.


“Iya benar.”Kata Pina.



“Dan kau berada disini?” Kata Ai. “Iya betul.”Kata Pina.



“Dan kau melihat korban dan pelaku dari arah sini?” Kata Ai.


“Iya benar.”Kata Pina.


“Benar sekali, sesuai prakiraanku.”Kata Ai.


“Apa maksudmu?”Kata Baron.


“Oh jadi begitu ya.”Kata Shuichi.


“Kau ingin bilang bahwa mungkin pertengkaran itu sudah terjadi sebelum kak pina itu datang, iya kan?” Kata Shuichi.


“Iya betul sekali.”Kata Ai.


“Kau melihat saat dia menghajar si korban saja.”Kata Ai.


“Lalu apa buktinya?”Kata Magister.


“Bukannya tadi saksi ngomong sendiri ya?” Kata Ai.


“Pas bagian mana?” Kata Baron.


“Saat dia berbicara saat aku berjalan kesana ada suara tempat sampah jatuh.”Kata Ai.


“Sepertinya itu adalah suara saat Jim jatuh dipukul oleh Ryusei dan menabrak tempat sampah.”Kata Ai.


“Menurut laporan disini. Tak ada tempat sampah yang berserakan di TKP itu.” Kata Baron.


“Karena tempat sampah itu tak ada isinya.”Kata Ai.


“Tapi waktu itu, tempat sampahnya semuanya ada sampahnya.”Kata Baron.


“Sepertinya si korban sudah membawa sebuah sampah, karena ini sudah direncanakan oleh dia.” Kata Ai.


Semuanya terkejut.


“Oi, oi Ai, apa maksudmu, bukannya Jim tak kenal sama dia?”Kata Shuichi.


“Iya si pelaku juga kemarin berbicara seperti itu.”Kata Magister.


“Baiklah, silahkan masuk.”Kata Ai.


“Yang mulia, izinkan aku memanggil seorang saksi tambahan untuk bersaksi di sini.”Kata Ai.


“Baiklah, suruh dia masuk.”Kata Baron. Saksi itu masuk. Ryusei dan Jim terkejut.


“Oi, oi dia kan.....” Kata Miyu.


“Ketua kelas 1 F.”Kata Shuichi.


“Perkenalkan nama saya Kanna Ajisai. Saya adalah teman si pelaku sekaligus pacar korban.”Kata Kanna.


Semua orang disana terkejut.


“Coba jelaskan apa yang terjadi sebenarnya.” Kata Ai.


“Waktu itu, aku dan Jim baru saja selesai belanja.”Kata Kanna.


“Dulu saat kami kecil, kami sering bermain bersama, hingga umur sekarang. Jadi kami sering bersama kalau kemana-mana.”Kata Kanna.


“Setelah belanja, kami pun berpisah.”Kata Kanna.


“Jadi sebelum kejadian itu terjadi, kau bersama dia?” Kata Ai.


“Iya.”Kata Kanna.


“Apa yang bisa memperkuat argumen saksi?”Kata Baron.


“Sebuah CCTV.”Kata Ai.


“Kebetulan aku sudah menyimpan nya di file Flashdiskku.”Kata Ai.


“Tunggu dulu, bukannya menurut laporan yang diterima oleh ku, CCTV di sekitar itu telah rusak ya?” Kata Baron.


“Iya, bukannya CCTV itu rusak ya?” Kata A.


“Ah mungkin dia bilang seperti itu karena dia adalah......”Kata Ai.


“petugas barus yang tak mengerti tentang CCTV.”Kata Ai.


Semuanya terkejut.


“Kenapa dia tak memberitahu kami?” Kata Baron.


“Oh begitu ya.”Kata Baron.


Baron mengambil laptopnya di tasnya.


“Untung saja aku membawa sebuah laptop.”Kata Baron.


Ai memberikan flashdisk yang berisi video cctv itu.


Baron membuka file rekaman CCTV itu. Semua orang mengerubunginya.


“Iya, kau benar.”Kata Baron.


Para hadirin pun duduk lagi setelah diputar video tersebut.


“Oh iya, jika kau meminta bukti. Aku sudah menyuruh orang untuk membawa tempat sampah nya.”Kata Ai.


Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu.


Orang yang mengetuk itu membuka pintu itu.


“Permisi, aku mengantarkan paket tempat sampah ini.”Kata Seseorang.


Ternyata itu adalah Rie yang menyamar menjadi kurir pengantar paket.


“Ri...Rie!!!!”Kata Shinmaru.


“Itu benar-benar Rie?” Kata Shuichi.


“Iya benar, dia perempuan itu.”Kata Miyu dan Kyoko dan Catherine.


“Rie, kau tak apa apa?” Kata Miyu.


“Iya aku tak apa apa.”Kata Rie.


“Keberatan yang mulia. Orang itu kemungkinan bekerja sama dengan mereka.”Kata Magister.


“Apa maksudmu!!!!” Kata Miyu.


“Karena kalian saling mengenal, kalian mungkin bersengkongkol kan?” Kata Magister.


“Kalian bisa saja mengpenyokkan tempat sampah itu.”Kata Magister.


“Lagipula, CCTV itu dan wanita itu tak ada kaitannya dengan kasus ini.”Kata Magister.


“Iya, kau benar.”Kata Baron.


“Baiklah aku akan memutuskan bahwa Jim....”Kata Baron.


Baron bersiap siap untuk mengetuk palunya.


“Aku benar-benar benci dengan sebuah sistem ini.”Kata Ai.


Baron menghentikan tangannya.


“Sistem ini hanya menguntungkan bagi para penguasa saja, tidak untuk warga warganya. “Kata Ai.


“Seperti persidangan ini, sekuat apapun bukti yang kita berikan. Kita tak akan bisa menang.”Kata Ai.


“Apa maksudmu Ai.”Kata Miyu.


“Karena hakim nya sendiri, dibayar oleh seseorang untuk menang.”Kata Ai.


Semuanya kaget.


“Apa maksudmu? Jangan sembarangan ya kau bicara.”Kata Baron.


“Sudah, lebih baik menyerahkan diri saja Yang mulia. Tidak, ucapan itu tak pantas untuk orang kotor sepertimu.”Kata Ai.


“Flashdisk itu sudah kupasangi malware yang dikendalikan oleh seseorang dari jauh.”Kata Ai.


“Jadi kau tak bisa berbohong lagi.”Kata Ai.


“Rie.”Kata Ai.


“Baiklah Ai.”Kata Rie. Rie mengeluarkan sesuatu di tempat sampah itu.


Rupanya itu adalah sebuah proyektor.


“Kau ingin mencolokkannya kemana jika tak ada colokannya. “Kata Baron.


Ai membalikkan tempat sampahmya lalu Rie menaruhnya di tempat sampahmya. Proyektor tersebut menyala dan menampilkan data data itu.


“Ini kan????” Kata Baron yang terkejut.


“Ya, mungkin kau sudah menghapusnya.” Kata Ai.


“Tapi ingat, jejak digital akan selalu ada.”Kata Ai.


“Sialan kau!!!!” Kata Baron.


“Aku tidak sial, tapi kau lah yang sial.”Kata Ai.


“Baron!!!!!”Kata Ai.


“Lalu siapa yang membayar dia untuk membuat kita untuk kalah?”Kata Miyu.


“Ya pastinya si penguasa.”Kata Ai.


“Si penguasa apa yang kau maksud? ”Kata Miyu .


“Penguasa kelas lain, Pak Halpres.”Kata Ai.


Semuanya terkejut.


“Kau juga termasuk salah satu dewan sekolah ini kan? Jadi kau bisa melakukan itu.”Kata Ai.


“Apa tujuanku melakukan hal yang rendahan itu.?” Kata Pak Halpres.


“Untuk menyingkirkan kami, kelas ZZZ.”Kata Pak Ai.


“Dari dulu, kau sudah susah payah untuk membuat kelas ini tidak ada, Tapi selalu gagal.”Kata Ai.


“Akhirnya kau menemukan kesempatan bagus yaitu sekarang. Pak Kagemaru sedang sakit, dan kau memiliki bidak untuk kau kendalikan.”Kata Ai.


“Bidak, jangan jangan....”Kata Kanna.


“Benar.”Kata Ai sambil tersenyum.


“Kau menghasut Ryusei untuk melakukan hal ini kan? Pak Halpres.” Kata Ai.


“Kau juga menyuruhnya untuk memukul disana, karena tempat itu akan menjadi ilusi sempurna bagi seorang saksi.”Kata Ai.


“Apa dugaan ku salah?” Kata Ai.


Pak Halpres tertawa.


“Deduksimu cukup tajam juga ya.”Kata Pak Halpres.

__ADS_1


“Iya benar, aku memanfaatkan anak payah itu untuk mensukseskan rencana ku.”Kata Ai. 


“Pak Halpres, kau.....”Kata Ryusei sambil menahan amarah.


“Dan aku juga akan mengancam anak IRSSO itu jika dia mengaku, aku akan menyebar aib nya dan merusak kebahagiaannya.”Kata Pak Halpres.


“Dia pun menuruti kata kata ku, dan mengikuti perintahku.”Kata Pak Halpres.


“Tapi percuma kau mengungkapkan nya anak muda.”Kata Pak Halpres.


“Percuma, kata siapa?” Kata seseorang.


“Ternyata monitor laptop itu berganti ke wajah Pak Kagemaru yang sedang memakai Web cam.


“Kagemaru?????” Kata Pak Halpres yang kaget.


“Sudah kuduga, dari dulu kau memang memiliki niat yang terselubung ya Kakek tua.” Kata Kagemaru.


“Hahahaha.”tertawa Pak Halpres.


“Sepertinya ajal kalian sudah dekat ya.”Kata Pak Halpres.


“Karena, setelah kalian keluar dari pintu ini. Aku akan menghabisi kalian” Kata Pak Halpres.


Pak Halpres tertawa terbahak bahak.


“Oh jadi begitu ya rencana mu ya? kalau begitu, apa pendapat kalian.” Kata Ai.


Seketika monitor itu menjadi sebuah meeting untuk murid murid.


“Hah ini hanya untuk menakut nakuti ku saja ya?” Kata Pak Halpres.


“Pak Kagemaru, sepertinya kau harus menunjukkan yang itu juga di monitor.” Kata Ai.


“oke.”Kata Pak Kagemaru. Ada sebuah video CCTV di ruangan itu.


“Tidak hanya flashdisk, kami juga menghack CCTV di ruangan itu, ruangan dimana kau melakukan hal kotor itu.”Kata Ai.


“Hello para penonton, kalian ingin menonton sebuah video nggak?”Kata Ai.


“Mau!!!!” kata Ai.


“Dasar kalian.”Kata Ai.


“Pak Kagemaru.”Kata Ai.


Pak Kagemaru menyetel video itu.


Video itu menampilkan dimana Baron dan Pak Halpres sedang melakukan sebuah transaksi.


“Sudah cukup.”Kata Pak Halpres.


“Pak Kagemaru, putar juga putar video itu. Tapi jangan sampai habis ya. Banyak anak-anak disini.”Kata Ai.


Pak Kagemaru memutarkan sebuah video pelecehan yang dilakukan pak Halpres.


“Sudah cukup.”Kata Pak Halpres.


“berhenti, putar lagi yang lain pak.” Kata Ai.


Pak Kagemaru memutar video dimana Pak Halpres menyuruh preman untuk memukul seorang anak murid.


“Sudah cukup.”Kata Pak Halpres.


“putar yang lain pak Kagemaru.”Kata Ai.


Pak Kagemaru memutar sebuah video dimana Pak Halpres datang ke sebuah penginapan bersama Seorang siswi.


“SUDAH CUKUP!!!!!!! +” Kata Pak Halpres.


Pak Halpres mengangkat kursi yang ia duduki tadi dan melemparkan.


“Awas Ai!!!!” kata Miyu.


Ai pun menangkapnya.


“Manusia jika terpojok pasti akan ketakutan atas  aib nya atau dosa dosanya.”Kata Ai.


“kau memanfaatkan orang yang sedang menderita dan tersakiti, Betapa rendah sekali dirimu.”Kata Ai.


Tiba-tiba ada suara ledakan.


“Suara apa itu?” Kata Ai.


Tiba-tiba ada seorang anggota IRSSO yang datang ke mereka.


“Kalian harus pergi dari sini.”Kata orang itu. “Diluar banyak demonstran yang berdemo.”Kata orang itu.


“Demonstran?” Kata Baron.


Tiba-tiba datang sekelompok orang yang memakai rompi anti peluru seperti tentara.


“Angkat tangan kalian!!!!!!”Kata Orang orang itu.


Semua yang ada di ruangan itu angkat tangan.


Pak Halpres ditendang lalu di borgol.


“Baiklah target sudah diamankan.”Kata orang orang itu.


Orang orang itu membawa pak Halpres keluar.


“Hei, apa yang kau lakukan dengan pak Halpres?”Kata Ai.


“Tenang, kami adalah RSI.”Kata orang itu.


“Kami disuruh untuk menangkap orang ini.” Kata orang itu.


“Oh jadi begitu ya.”Kata Ai.


“Baiklah kami permisi.”Kata Orang itu.


Orang orang itu pergi membawa Pak Halpres.


“Liat saja, kau akan mendapatkan balasannya.”Kata Pak Halpres.


Ryusei dan anak murid lain diam saja melihat wali kelas mereka.


Kanna menghampiri Ryusei.


“Kanna...”Kata Ryusei.


Kanna menampar Ryusei. “Mengapa kau melakukan hal ini?” Kata Kanna.


“Aku...” Kata Ryusei.


“Pergi.”Kata Kanna.


“Tapi kan....” Kata Ryusei.


“Pergi dan tak usah menemuiku lagi!!!!” Kata Kanna.


Perwakilan kelas C semua nya pergi. Ai mendekati Jim.


“Kau tak mau melibatkan Kanna kan? Karena itu, kau tak bilang bahwa ada orang lain sebelum kejadian itu.”Kata Ai.


“iya begitulah.”Kata Jim. Gin, Catherine, Rie, Miyu, Kyoko, Shinmaru dan Shuichi menghampiri Ai.


“Ai, kau berhasil.”Kata Miyu.


“Ya, aku tak menyangka kita bisa menang.”Kata Shuichi.


“Sialan kau Ai, bisa bisanya bikin rencana yang bahkan kami tak sangka sangka seperti ini.”Kata Shinmaru.


“Terimakasih banyak.”Kata Jim.


“Kau hebat Ai. Bisa membuat rencana secerdik itu.”Kata Kyoko.


“Kau hebat juga ya.”Kata Catherine.


“Oi oi oi, kalian jangan lupakan guru kalian ini.” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak Kagemaru.”Kata Mereka.


“Sejak kapan kau merencanakannya?”Kata Miyu.


“Ya aku merencanakannya setelah aku keluar dari kamar mandi.” Kata Ai.


“Oh iya Ai, terimakasih ya. Kau sudah menyelamatkan Rie.”Kata Shinmaru.


“kenapa kau harus berterima kasih? Dia yang menculikku.”Kata Rie.


“sssstt.”kaya Ai yang panik.


“Jadi kau ya yang menculik Rie.”Kata Shinmaru.


“Tunggu Shinmaru, aku bisa jelaskan.”Kata Ai.


“Sini kau!!!!” Kata Shinmaru.


Ai berlari di ruangan itu dan Shinmaru mengejarnya. Semuanya tertawa, kecuali Baron.


“Ya akhirnya yang membela kejahatan akan mendapatkan apa yang ia pantas dapatkan.”Kata Baron.


“Kakak, kenapa kakak duduk seperti orang depresi?”Kata seseorang.


“Ah, bahkan aku berhalusinasi mendengar suaranya.”Kata Baron.


“Kakak, kenapa kakak berbicara seperti itu.”Kata seseorang. Dia melihat ke arah pintu. Ternyata dia adalah adik Baron


“Machi!!!!” Kata Baron.


Baron berlari dan memeluk adiknya. Dia pun menangis.


“Syukurlah, kau tak apa apa.”Kata Baron.


“Iya aku juga bersyukur kakak tak terluka.”Kata Baron.


Mereka berdua menangis bersama.


Semua yang ada disana melihat pemandangan yanh begitu mengharukan ini.


“Arghhhh.”Kata Baron.


“Kakak?” Kata Machi.


Ternyata Baron terkena sebuah peluru tepat di punggung nya. Dia pun muntah darah.


“KAKAK!!!!!” Kata Machi.


Mendengar teriakan Machi.


Semuanya yang berada di ruang itu sontak keluar.


“Oi, oi kenapa dia?”Kata Ai.


“aku tak tahu, tiba-tiba kakakku mengeluarkan dari darahnya.lukanya mengeluarkan banyak darah.”Kata Machi yang panik.


“Apakah ini ulah antek antek pak Halpres.”Kata Ai di dalam hatinya.


“Miyu, carikan sesuatu untuk menghambat pendarahannya!!!!!”Kata Ai.


“Tidak, kau tidak perlu melakukan itu.”Kata Baron.


“Sepertinya aku sudah mendekati ajal ku.”Kata Baron.


“Apa maksud kakak?”Kata Machi.


“Machi, jaga dirimu ya. Kakak akan selalu ada di hatimu dan kakak akan mengawasimu diatas sana.”Kata Baron.


“Jangan begitu kak, aku masih butuh kakak.”Kata Machi.


“Aku sudah tak punya siapa-siapa lagi selain kakak. Jadi kakak tetaplah menemaniku.”Kata Machi.


“Aku ingin seperti itu. Tapi takdir berkata lain.”Kata Baron.


“Maafkan aku ya, Machi. Jika aku...”Kata Baron.


“Tak bisa menjadi kakak yang baik untukmu.”Kata Baron.


Baron pun tewas. Machi terdiam dan menangis.


“KAKAK!!!!!!!” Teriak Machi.


“Kakak!!!!!” Kata Machi.


“Yang sabar ya, Machi.”Kata Ai. Anggota IRSSO pun berdatangan dan membawa mayat Baron ke rumah sakit.


Sementara itu, pak Halpres sedang menaiki sebuah kereta kuda.


“Jadi dia mati ditembak ya.”Kata Pak Halpres.


Ternyata pak Halpres sedang menelepon seseorang.


“Ah kalau begitu bagus lah.”Kata Pak Halpres.


“Iya iya aku akan membayarmu nanti.”Kata Pak Halpres. “Iya, tapi setengah dari perjanjian.”Kata Pak Halpres.


“Baiklah senang berbisnis denganmu.”Kata Pak Halpres.


“Terimakasih ya, aku diperbolehkan telepon seseorang.”Kata Pak Halpres.


“Iya santai saja pak.”Kata orang itu.


“Bayarnya nanti ya.”Kata Pak Halpres.


“Iya pak.” Kata orang itu.


Mereka melewati gedung yang sedang ingin dihancurkan.


Tiba-tiba bola penghancur itu putus dan mengenai keretanya.

__ADS_1


Dan Pak Halpres dan orang itu tewas akibat tertimpa bola meriam itu.


__ADS_2