Royal School

Royal School
Chapter 45:Visit


__ADS_3

“Hei pak Kagemaru, sebenarnya apa yang terjadi tadi?” Kata Shinmaru.


Pak Kagemaru menjelaskan kejadian yang tadi.


“Oh begitu ya, untung aku tak ikut ikutan,” Kata Shinmaru.


“Kalau kau disana, apa yang kau lakukan Shinmaru?” Kata Pak Kagemaru.


“Aku sih akan menghentikan Silvia sih,”Kata Shinmaru.


“Oh begitu ya,” Kata Pak Kagemaru . “Bagaimana kau akan menghentikannya?” Kata Pak Kagemaru.


“Ya aku sih akan teriak kepada mereka dan memisahkan mereka,” Kata Shinmaru.


“mengucap itu lebih mudah daripada memeragakannya,” Kata Pak Kagemaru.


“Tapi baguslah jika kau melakukan itu walaupun cuman rencana doang,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya, kita mau kemana pak?” Kata Pak Kagemaru.


“Ke rumah sakit,” Kata Pak Kagemaru.


“Mau mengecek keadaannya Miyu pak?” Kata Shinmaru.


“Bukan, tapi bisa juga,” Kata Pak Kagemaru.


“Apa maksud bapak?” Kata Shinmaru.


“Kita kesini untuk menjenguk keadaannya Kyoko,”Kata Pak Kagemaru.


“Kyoko memangnya kenapa pak?” Kata Shinmaru.


“Dia tadi dipukuli orang yang tak dikenal.”Kata Pak Kagemaru.


“Wah berarti parah juga ya pak, sampai masuk ke rumah sakit.”Kata Shinmaru.


“Ya bagaimana mau masuk ke rumah sakit, lukanya aja di kepala,”Kata Pak Kagemaru. Shinmaru terkejut.


“Hah kok bisa?” Kata Shinmaru.


“Ya bagaimana mau luka di kepala, orang yang memukul dia saja menggunakan sebuah balok.” Kata Pak Kagemaru.


“Terus bagaimana keadaannya sekarang pak?” Kata Shinmaru.


“Ya oleh karena itu bapak pergi ke rumah sakit tempat dimana ia dirawat sekarang. Bapak ingin mengecek apakah kondisinya parah atau tidak,” Kata Pak Kagemaru.


“Haduh, kalau parah sih bapak yang kena masalah,” Kata Pak Kagemaru.


“Nah itu dia rumah sakitnya.”Kata Pak Kagemaru.


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit itu. Mereka pun masuk dan pergi ke ruang administrasi.


“Permisi suster saya mau bertanya, apakah disini ada pasien yang bernama Kyoko?” Kata Pak Kagemaru.


“Wah maaf pak, disini banyak pasien yang bernama Kyoko,”Kata Suster itu.


Shinmaru menarik tangan pak Kagemaru. Shinmaru pun berbisik bisik.


“Pak, apakah kau tak ingat nama belakang Kyoko?” Kata Shinmaru sambil berbisik bisik.


“Ah, aku bukan seorang absensionis,” Kata Pak Kagemaru sambil berbisik bisik. “Memang Absensionis itu benar-benar ada apa?” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


“Kalau begitu, siapa saja namanya ya Mbak?” Kata Pak Kagemaru.


“Ada Kyoko Higurashi, Kyoko sakurada, Kyoko Nara, Kyoko kaoki, Kyoko Kiaria, Kyoko.....” Kata Suster itu.


“Baik suster. Kami akan menanyakan ke kerabat pasiennya dulu ya?” Kata Pak Kagemaru.


Mereka pergi dari tempat itu.


Saat mereka sedang keliling, mereka melihat mesin minuman dan mampir. Mereka pun membeli sebuah minuman di mesin minuman itu. Mereka pun duduk disamping mesin minuman itu. Mereka membuka tutup kaleng minuman mereka masing masing lalu meminumnya. Mereka pun bersantai dan memikirkan rencana apa selanjutnya.


“Pak, memangnya kau boleh minum Minuman bersoda?” Kata Shinmaru.


“Tidak, ini kopi,” Kata Pak Kagemaru.


“Lagipula tak ada larangan dari dokter untuk minum soda,”Kata Pak Kagemaru.


“Oh begitu ya, Kirain aku itu soda pak,” Kata Shinmaru.

__ADS_1


“Ya aku maklumi pikiranmu itu karena sebagian besar orang berpikir bahwa minuman kaleng adalah minuman yang bersoda, padahal tidak juga. Minuman kaleng juga ada kopi, teh, es jeruk, dan masih banyak lagi,”Kata Pak Kagemaru.


“Oh begitu ya pak,” Kata Shinmaru.


“Ah, tempat yang nikmat di rumah sakit adalah tempat yang dimana ada sebuah kursi dan disamping nya ada mesin minuman,” Kata Pak Kagemaru.


“Dan juga didepannya itu ada mbak suster yang begitu cantik,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya pak, bapak sudah punya Istri belum?” Kata Shinmaru.


“Ya bapak sih, belum punya.”Kata Pak Kagemaru.


“Bapak walaupun keliatan bapak bapak, tapi umur bapak masih 25 tahun,” Kata Pak Kagemaru.


“Wah bapak masih muda sekali,” Kata Shinmaru.


“Kenapa bapak tak menikah? bukannya umur segitu pas untuk menikah?” Kata Shinmaru.


“Ah bagaimana ya, belum ada calonnya,” Kata Pak Kagemaru.


“Lagipula bapak ingin fokus ke pekerjaan bapak terlebih dahulu,” Kata Pak Kagemaru.


“oh begitu ya pak,” Kata Shinmaru.


“Tapi ya anak anak muda zaman sekarang itu rata-rata sudah pada pacaran, padahal masa depannya belum keliatan,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya efek nya itu banyak yang nikah muda, banyak yang punya anak diluar nikah, dan banyak kasus pembunuhan akibat putus cinta. Bahkan ada yang depresi dan membunuh diri mereka sendiri,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya begitulah pak, anak muda sekarang kebanyakan melakukan sesuatu tanpa dipikir panjang terlebih dahulu,” Kata Shinmaru.


“Mudah mudahan, kalian semua tak seperti itu ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak,” Kata Shinmaru.


“Oh iya pak bagaimana selanjutnya? Kan kita tak mengetahui nama belakangnya,” Kata Shinmaru.


“Bagaimana ya, Aku juga bingung sih,” Kata Pak Kagemaru. Tiba-tiba ada seseorang yang mampir ke minuman soda itu.


“Baiklah aku akan telpon dia saja deh dahulu,”Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru menaruh minumannya lalu ia mengambil handphone. Ia pun menelepon Shuichi. Tiba-tiba disekitar mereka ada suara telpon. Suara itu tiba-tiba berhenti.


“Aku disamping kalian,” Kata Shuichi. Mereka kaget.


Ternyata orang yang membeli minuman barusan adalah Shuichi.


“Eh, ternyata kau disini Shuichi,”Kata Pak Kagemaru.


“Sudahlah matikan saja telponnya,”Kata Shuichi.


Pak Kagemaru mematikan telponnya.


Shuichi mengambil minumannya dan duduk di sebelah Pak Kagemaru.


“Ngomong ngomong, kenapa Bapak menelepon saya?” Kata Shuichi.


“Sebenarnya sih bapak cuman mau tanya dimana ruangannya Kyoko,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh,” Kata Shuichi.


“Mau sekarang pergi?” Kata Shuichi. “Boleh kalau kau sedang tak sibuk,”Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah, tunggu sebentar ya. Aku mau beli minuman satu lagi untuk Kyoko,” Kata Shuichi.


Shuichi membeli sebuah minuman.


“Baiklah ayo kita pergi kesana,” Kata Shuichi.


“Ya,” Kata Pak Kagemaru.


Mereka pergi kesana.


“Baiklah ini kamar nya pak,” Kata Shuichi.


“Apakah kita boleh masuk semua?” Kata Shinmaru.


“Boleh kok, tak ada pembatasan untuk Kyoko.” Kata Shuichi.


Shuichi mengetuk ngetuk pintu. “Masuk,” Kata Kyoko.

__ADS_1


Shuichi, Shinmaru dan Pak Kagemaru masuk.


“Eh, ada Pak Kagemaru.”Kata Kyoko. Shuichi menaruh minuman Kyoko di meja.


“Maaf Shuichi, bisa tolong ambil kursi tidak untuk pak Kagemaru dan Shinmaru?”Kata Kyoko.


“Ah, tak perlu repot repot, kami cuman sebentar doang kok,”Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya bagaimana kondisi mu, Kyoko?” Kata Shinmaru.


“Kondisinya sekarang baik baik saja, cuman dia harus menginap disini dua hari,” Kata Shuichi.


“Wah hebat, biasanya pasien yang luka dikepala itu sembuhnya lama,” Kata Shinmaru.


“Ya aku bisa dibilang beruntung sih, karena luka di kepalanya tak terlalu parah,” Kata Kyoko.


“Memangnya kau kenapa bisa sampai seperti ini?” Kata Pak Kagemaru.


Kyoko dan Shuichi menceritakan semuanya.


“Oh jadi begitu ya ceritanya,” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak,” Kata Shuichi.


“Untung saja dia masih hidup,” Kata Shinmaru.


Pak Kagemaru bersujud.


“Oi oi Pak Kagemaru, apa yang bapak lakukan?” Kata Shinmaru.


“Bapak minta maaf karena sudah lalai menjaga kalian semua. Tolong maafkan bapak ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Ah bapak tak perlu minta maaf kok, ini semua adalah salahku kok,”Kata Kyoko.


“Bapak minta tolong juga ya, jangan lapor orang tua kalian soal ini,”Kata Pak Kagemaru.


“Iya, tenang saja kok pak,” Kata Kyoko sambil tersenyum ramah.


“Terimakasih banyak,” Kata Pak Kagemaru.


“Bangun aja pak,” Kata Kyoko.


“Baiklah,” Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru bangun.


“Baiklah sepertinya sekarang kami harus pergi,” Kata Pak Kagemaru.


“Ah kenapa kalian buru-buru?” Kata Kyoko.


“Kami setelah ini ingin menjenguk seseorang lagi,” Kata Pak Kagemaru.


“Menjenguk siapa? Siapa yang sakit?” Kata Kyoko.


“Kalau itu sih agak susah untuk dijelaskan,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh begitu ya pak,” Kata Kyoko.


“Shuichi, kau mau ikut tidak?” Kata Pak Kagemaru.


“Memang siapa yang kau mau jenguk?” Kata Shuichi.


“Ai dan Miyu,” Kata Shinmaru.


“Kenapa dengan Ai dan Miyu? Kok mereka bisa masuk rumah sakit?” Kata Kyoko.


“Jelasin nya disana saja deh,” Kata Pak Kagemaru.


“Baiklah aku akan ikut,” Kata Kyoko. “Jangan Kyoko, kau istirahat saja dahulu,” Kata Shuichi.


“Iya benar,” Kata Shinmaru.


“Maaf pak, tapi sepertinya saya tak ikut pergi kesana,” Kata Shuichi.


“Oh begitu ya, baiklah,” Kata Pak Kagemaru.


“Kami pergi dulu ya,” Kata Pak Kagemaru. “Iya pak,” Kata Kyoko dan Shuichi.


Pak Kagemaru dan Shinmaru keluar dari kamar itu dan pergi.

__ADS_1



__ADS_2