
“Hei Ai, Tunggu sini ya. Ayah ingin menyeberang jalan” Kata seseorang.
“Baik.”Kata Ai.
“hanya sebentar doang kok.”Kata Seseorang itu. “Ayah!!!!”kata Ai.
Ai pun bangun dari tempat tidurnya.
“Ah sial, itu lagi.”Kata Ai.
“Oh iya aku juga sudah lama tak mengunjungi makam mereka..”Kata Ai.
“aku sekalian mengambil barangku saja deh.”Kata Ai.
Ai pun langsung bergegas mandi. Setelah ia mandi ia memakai pakaian dan keluar. Tiba tiba ia berpapasan dengan Shuichi.
“Mau kemana Ai?”Kata Shuichi.
“Balik ke rumah.”Kata Ai.
“Wah kau sudah mau beres beres saja.”Kata Shuichi.
“Hehehe, lebih cepat, lebih baik.”Kata Ai.
Ai pun keluar dari apartemen itu. Dan ia pun keluar dari sekolah itu.
Rumah nya cukup jauh, tapi ia tetap berjalan kaki karena untuk menghemat biaya. Keadaan finansial Ai benar benar buruk. Sebelum ia pergi ke rumahnya, ia pergi ke pergi ke toko bunga.
“Wah ternyata kau, Ai.”Kata pemilik toko bunga itu.
“Aku pesan itu ya.”Kata Ai.
“Katanya kau masuk ke sekolah bergengsi itu ya.”Kata Pemilik toko bunga itu.
“Ya begitulah, mungkin aku tak akan bisa mengunjung mereka lagi.”Kata Ai.
“Baiklah ini bunganya.”Kata Pemilik toko itu.
“Terimakasih ya pak.”Kata Ai.
“Oke saatnya aku pergi kesana.”Kata Ai.
Ai pun pergi ke sana. Akhirnya ia tiba di pemakaman ayah dan ibunya.
“Sudah lama Aku tak mengunjungi kalian, Ayah, ibu.”Kata Ai.
Waktu Sd, Ai adalah sosok pendiam, cuek, dan tak peduli. saat kelas 4 SD, Ayahnya tewas di depan matanya sendiri.
“Ai, kau harus punya teman. Mungkin suatu saat kau butuh bantuan temanmu itu.”Kata Ayah nya Ai sebelum ia meninggal.
Ai melaksanakan amanat terakhir itu. Yaitu memiliki seorang teman. Setelah insiden itu,Ai mencari teman dan makin kesini ia mendapat teman teman. Tapi saat kelas 5 Dia mengalami sebuah insiden yang semua orang tak mau alami. Dia menghajar temannya hingga terluka parah. Setelah ia memukul temannya, ia pun menjauh. Ia tak mau mendekati orang lain lagi.
Saat ia kelas 6, dia memilih tak memiliki teman daripada dia menyakiti temannya. Jika ada tugas kelompok, ia kerjakan sendiri daripada ramai ramai. Dia tak peduli jika Guru mengomelinya karena kerjakan sendiri. Dia dingin sampai ia kelas 3 SMP.
Setelah ibunya meninggal saat ia lulus SMP. Ia benar benar merasa sendirian. Dia rasa butuh seorang teman. Dia menyesalinya.
Ai menangis di depan maka mereka .
“Ayah dan ibu, kata katamu benar. Aku butuh seorang teman.”Kata Ai.
Dia menaruh bunga itu dan berdoa. Setelah itu ia pergi.
“ya, aku harus benar benar berubah.”Kata Ai.
“Baiklah saatnya aku pergi ke rumah deh.”Kata Ai.
“Tapi aku pergi ke tukang nasi uduk langganan ibu dulu deh, buat makan siang nanti.” Kata Ai.
Ia pun pergi ke tukang nasi uduk langganannya.
“Hello bu.”Kata Ai.
“Eh, adek.”Kata Tukang nasi uduk itu.
“Aku pesen satu nasi uduk ya bu.”Kata Ai.
“oke, tunggu sebentar ya. Bentar lagi mateng. ”Kata Tukang nasi uduk itu.
“Wah dek, udah jarang nongol. Kemana aja nih?”Kata Tukang nasi uduk itu.
“aku benar benar sibuk belakangan ini hehehe.”Kata Ai.
“Tapi keknya aku gak bisa beli nasi uduk ini lagi deh. Soalnya aku udah keterima di sekolah itu.”Kata Ai.
“Oalah, Ternyata kau keterima ya. Kalau begitu syukurlah kalau adek sudah keterima di sekolah itu.”Kata tukang nasi uduk itu.
“Wah seperti nya nasi uduk nya udah mateng nih.”Kata tukang nasi uduk itu.
Tukang nasi uduk itu membuka tutup panci itu. Setelah itu ia mengambil kertas nasi yang sudah disiapkan di meja. Setelah mengambil sebuah kertas nasi, ia mengambil nasi uduk itu dan nasi uduk itu dituangkan ke kertas nasi itu. Setelah itu, ia mengambil dan menaruh toping toping nasi uduk,seperti tempe, semur, mie kuning, dan telor dadar ke nasi uduk yang diatas kertas itu. Setelah ia mengambil dan menaruh toping toping nasi uduk itu. Ia pun membungkusnya.
“Karena kau mungkin tak bisa kesini lagi, aku kasih satu lagi deh.”Kata tukang nasi uduk itu.
“gak usah ibu.”Kata Ai.
“Gak apa apa dek.”Kata Tukang nasi uduk itu.
ia mengambil kertas nasi yang sudah disiapkan di meja. Setelah mengambil sebuah kertas nasi, ia mengambil nasi uduk itu dan nasi uduk itu dituangkan ke kertas nasi itu. Setelah itu, ia mengambil dan menaruh toping toping nasi uduk,seperti tempe, semur, mie kuning, dan telor dadar ke nasi uduk yang diatas kertas itu. Setelah ia mengambil dan menaruh toping toping nasi uduk itu. Ia pun membungkusnya.
Setelah itu, ia menaruh nasi uduk yang sudah dibungkus itu ke sebuah plastik alias kantong kresek.
__ADS_1
“bener gak nih bu?”Kata Ai.
“Bener dek.”Kata Tukang nasi uduk itu.
“Makasih ya bu.”Kata Ai.
Ai pun membayar nasi uduk itu.
“Iya sama sama dek. Kalau pulanh, jangan lupa beli nasi uduk ini ya.”Kata tukang nasi uduk itu.
“Baik bu.”Kata Ai.
Ai pun pergi.
“abis ini ke warung masakan padang deh.”Kata Ai.
Ai pun pergi ke warung masakan padang.
“Eh, Ai.”Kata pemilik toko masakan padang.
“Permisi pak, pesen telor dadar nya satu.”Kata Ai. Abang itu mengambil telor dadar yang ada di etalase. Setelah itu ia masukkan ke sebuah plastik. Lalu plastuk yang berisi telur dadar itu dimasukkan ke dalam kantong kresek.
“Nih Ai.”Kata pemilik toko masakan padang itu.
“Makasih ya pak.”Kata Ai. Ai membayar . “Iya sama sama.” Kata pemilik toko masakan padang itu.
Ai pergi dan pergi ke rumah.
Ai pun sampai di depan pagar rumahnya. Dia membuka pagar tersebut. Setelah itu ia membuka pintu rumah itu.
“Aku pulang.”Kata Ai.
Tidak ada yang menjawab nya. Ai masuk ke rumahnya. Setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. Setelah itu ia berganti baju. Dia pun istirahat sebentar sambil menonton tv. Setelah dia sudah cukup istirahat, Ai membuka nasi uduk itu.
“Selamat makan.”Kata Ai.
Tak ada yang menjawab. Ia memakan nasi uduk itu. Akhirnya dia selesai makan. Dia langsung membuang kertas nasi itu ke tempat sampah. Setelah itu ia mencuci tangannya. Dan minum segelas air. Setelah itu ia mempersiapkan barang barang nya yang akan dibawanya seperti laptop dan buku buku tulis dan atk.
“Sepertinya aku hanya membawa ini saja deh.
“Mending beli di sana aja deh.”Kata Ai.
“Lagian Sekolah kasih modal 10000 poin dan sekarang poin ku tinggal 9000an.”Kata Ai.
“Ya sudah deh ini aja.” Kata Ai.
“Tapi sebelum aku pergi kembali ke sekolah. Aku ingin jalan jalan dulu deh.” Kata Ai.
Ai pun pergi menuju sebuah tempat yang dimana ia sering kunjungi dahulu.
“Akhirnya sudah sampai.”Kata Ai. Ternyata itu adalah sebuah taman.
Dia mengingat kenangan kenangan nya saat ia masih kecil.” Kata Ai.
“Jika ada ayah dan ibu, pasti mereka langsung mengajakku kesini.”Kata Ai.
“Jika saja waktu bisa diputar kembali, aku akan kembali ke masa lalu untuk bertemu mereka dan menyapa mereka.”Kata Ai.
“Tapi apakah kalian senang disana?”Kata Ai.
“Ibu, ayah?”Kata Ai.
“Dan benar juga, disini banyak kenangan bersama dia.”Kata Ai.
“Kenangan yang benar benar indah ya.”Kata Ai.
Ai pun mengingat ke masa lalunya, dimana saat ia umur 5 tahun ia bermain dengan bocah perempuan seumurannya. Mereka tak saling mengenal, tapi mereka sering bermain bersama. Tapi pada suatu hari bocah perempuan itu tak bermain lagi bersamanya. Menghilang seperti ditelan bumi.
“Bagaimana kabarnya ya?”Kata Ai.
“Ah sudahlah, mungkin dia sudah melupakan semua itu.”Kata Ai.
Dia melihat seseorang yang tidak asing.
“Sepertinya aku tidak asing dengan muka itu.”Kata Ai.
Ternyata dia adalah Miyu. Ai pun menghampirinya.
“Hei Miyu.”Kata Ai.
“Hei Ai.”Kata Miyu.
“Apa yang kau lakukan disini?”Kata Ai.
“Ah, aku sedang lewat saja disini, ngomong ngomong apa yamg kau lakukan disini.”Kata Miyu.
“Aku sedang menikmati pemandangan alam disini.”Kata Ai.
“Kau suka pemandangan alam ya?”Kata Miyu.
“Ya begitulah.”Kata Ai.
“Oh iya kau mau duduk?”Kata Miyu.
“Boleh.”Kata Ai.
“Ah enak juga duduk sambil menikmati pemandangan alam.”Kata Ai.
“Ya benar.”Kata Ai.
“Tapi sebagian orang tak mengerti tentang menikmati pemandangan ini. Mereka yang tak mengerti itu akhirnya merusak alam.”Kata Ai.
__ADS_1
“Benar, mereka yang tak mengerti tentang alam akan merusak alam.”Kata Miyu.
“Sama seperti manusia, jika mereka tak mengerti seseorang yang mereka cintai, mereka akan merusak hatinya sedikit demi sedikit.”Kata Ai.
“Sudahlah Ai, jangan lanjutkan lagi.”Kata Miyu.
“Tapi sepertinya kau tak termasuk orang yang seperti itu.”Kata Ai.
“Kau itu baik kepada semua orang, dan kau juga ramah terhadap lingkungan sekitarmu.”Kata Ai.
“Hehehe, terimakasih Ai.”Kata Miyu.
“Tapi kau juga begitu kok. Kau juga baik terhadap semua orang.”Kata Miyu. Miyu pun tersenyum kepada Ai.
“se....senyuman itu.”Kata Ai.
“pe..perasaan ini, sama seperti waktu itu.”Kata Ai didalam hatinya.
Tiba-tiba terdengar suara perut lapar. “Hehehehe, aku lapar.”Kata Miyu.
“Apakah kau lapar, Miyu?”Kata Ai.
“Tapi aku tak tahu, restoran di sekitar sini.”Kata Miyu.
“Tenang saja, aku tahu restoran yamg enak disekitar sini.”Kata Ai.
Ai pun mengantar nya ke restoran dekat taman itu.
“Baiklah kita sudah sampai.”Kata Ai. Mereka pun masuk.
“Halo selamat datang.”Kata Pemilik toko itu.
“Kau mau apa. Miyu. Aku traktir.”Kata Ai.
“Eh, gak perlu. Biar aku yang bayar sendiri.”Kata Miyu.
“Mau mana? banyak jenis mie disini.”Kata Penjual itu.
“Saya Tempura udon pak.”Kata Miyu.
“Saya juga deh pak.”Kata Ai. “Baik tunggu sebentar ya.”Kata penjual itu.
Penjual itu mempersiapkan makanan itu.
“Hei Miyu,Memangnya rumahmu didekat sini?”Tanya Ai.
“Nggak sih, aku cuman jalan jalan saja.”Kata Miyu.
“Oh begitu ya.”Kata Ai.
“Baiklah Udonnya sudah siap.”Kata penjual itu.
Penjual itu memberikan udon itu kepada mereka. Mereka pun mengambil sumpit di tempat sumpit.
“Selamat makan.”Kata Mereka.
Mereka menyantap makanan itu.
“Wah enak sekali, aku belum pernah makan mie seenak ini.”Kata Miyu.
“Bagaimana enak bukan?”Kata Ai.
“Jika kau tak terbiasa makan mie, kami juga menyediakan nasi untuk makan siang.”Kata Penjual itu.
“Gak usah pak.”Kata Miyu.
Ai dan Miyu melahap mie itu hingga yang tersisa hanyalah mangkuk dan sumpit mereka.
“Baiklah terimakasih pak.”Kata Ai dan Miyu.
Mereka memberikan uang nya kepada penjual itu.
Mereka pun keluar dari gerai atau restoran itu.
“Aku baru tau ada restoran mie enak disini.”Kata Miyu.
“Hehe aku sih sudah tau lama.”Kata Ai.
“terimakasih ya untuk hari ini.”Kata Miyu.
“Ah aku tak melakukan apapun kok.”Kata Ai.
“Sebenarnya aku tak mengunjungi restoran kaki lima dan pergi ke taman. Tapi karena kau, aku jadi tau bagaimana rasanya makan sebuah mie udon di pinggir jalan yang rasanya sama seperti di restoran kelas atas.”Kata Miyu.
“Wah sepertinya aku harus pergi kembali ke rumahku.”Kata Miyu.
“Terimakasih ya Ai.”Kata Miyu.
“Iya Miyu, sama sama.”Kata Ai.
“Oh iya Ai.”Kata Miyu.
“Jika kau pergi kesana lagi....”Kata Miyu.
“Ajak aku ya.”Kata Miyu sambil tersenyum lebar ke arah Ai. Ai pun terdiam.
“Dadah Ai.”Kata Miyu. Miyu pun pergi.
“Senyuman itu, sama seperti waktu itu.”Kata Ai didalam hatinya.
__ADS_1