Royal School

Royal School
Chapter 13:Baby


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana festival extrakurikuler diadakan. Ai pun bangun dari tempat tidur nya.


Dia pun mandi.


Setelah ia mandi, ia memakai seragam olahraga. Setelah memakai seragam olahraga, ia menghangatkan chicken katsu yang kemarin ia beli di restoran nenek itu. Dan ia juga menghangatkan nasi. Setelah semuanya selesai, ia pun makan dengan nasi dan chicken katsu itu.


Setelah ia selesai makan. Ia mempersiapkan bekal untuk makan siangnya. Setelah semuanya selesai ia memasukkan bekal tersebut ke dalam tasnya. Setelah itu ia keluar dari kamarnya. saat ia keluar dari kamarnya ia melihat Shuichi.


“Oi Shuichi.”Kata Ai.


“Oh, Oi Ai.”Kata Shuichi.


“Bagaimana tidurmu.”Kata Ai.


“Oh baik.”Kata Shuichi.


Tiba-tiba Miyu dan Kyoko keluar dari kamarnya.


“Eh ada Ai sama Shuichi.”Kata Miyu.


“Eh Miyu.”Kata Ai.


“Bagaimana tidur kalian, nyenyak?”Kata Miyu.


“Oh kami nyenyak tidurnya.”Kata Shuichi.


“Oh begitu ya.”Kata Miyu.


“Eh iya dimana Shinmaru?”Kata Miyu.


Tiba-tiba Shinmaru keluar dari kamar.


“Oi ada apa kalian mencariku?”Kata Shinmaru.


Tiba-tiba seorang perempuan keluar dari kamarnya Shinmaru memakai handuk. Ternyata itu adalah Rie.


Semuanya terkejut. “EH!!!!” Kata mereka.


“Eh Shinmaru, siapa dia?”Kata Ai.


“Bukannya dia itu yang kemarin ya?”Kata Miyu.


Tiba tiba terdengar tangisan suara bayi.


“Eh Miyu, apakah kau mendengar suara tangisan bayi?”Kata Kyoko.


“Wah gawat.”Kata Rie. Rie pun masuk ke dalam kamar.


“Kenapa?”Kata Miyu.


Miyu, Kyoko, Shuichi dan Ai menghampiri kamarnya Shinmaru. Mereka melihat seorang bayi yang digendong oleh Rie.


“Cup, cup. Tenang ya.”Kata Rie.


“eh, aku bisa jelaskan.”Kata Shinmaru. “Oh jadi begitu ya, Udah kemarin kau hina hina, sekarang kau bawa ke kamarnya. Karena itu kau kemarin marah marah ke orang ini.”Kata Miyu.


“Eh, eh. Aku bisa jelaskan.”Kata Shinmaru.


“Dasar, lelaki Brengsek!!!!!”Kata Miyu.


Miyu memukulnya hingga keok.


“Eh Miyu, hentikan.”Kata Ai.


Miyu menatap Ai dengan senyum senyum mengerikan.


“Apa Ai.”Kata Miyu.


“Nggak kok.”Kata Ai.


“Eh, eh. Ini bukan yang seperti kalian lihat kok.”Kata Rie.


Rie pun menjelaskannya di kamarnya Shinmaru ya.


“Oh jadi begitu ya, Shinmaru menolongmu dan membawamu ke sini.”Kata Miyu.


“Ya kira-kira begitu lah.”Kata Shinmaru.


“ah jadi benar kalimat itu ya.”Kata Shuichi.


“Kalimat apa Shuichi?”Kata Ai.


“Yang terlihat itu belum tentu benar seperti itu.”Kata Shuichi.

__ADS_1


“Terkadang orang langsung percaya dengan apa yang mereka lihat, padahal tidak seperti itu.”Kata Shuichi.


“Ya benar juga sih.”Kata Ai.


“Tadi ngomongin aku ya?”Kata Miyu sambil senyum mengerikan ke Shuichi.


“Nggak kok.”Kata Shuichi.


“Ngomong ngomong kok ada bayi disini?”Kata Miyu.


“semalam, aku sedang menggendong Perempuan ini. Tiba-tiba aku melihat bayi di jalanan.”Kata Shinmaru.


“Ku kira itu penampakan, ternyata itu beneran asli. Jadi aku bawa saja deh bayinya kerumahku.”Kata Shinmaru.


“Tapi bagaimana jika bayi itu jadi jadian?”Kata Ai.


“Tenang saja kok, aku suda test pagi tadi.”Kata Shinmaru.


“Test, maksudmu?”Kata Ai. “Tadi aku jemur pake sinar matahari, dia nggak jadi abu kok.”Kata Shinmaru. Tiba tiba Miyu memukul Shinmaru.


“BODOH!!!!!”Kata Miyu.


“Eh kenapa aku dipukul?”Kata Shinmaru.


“Otakmu rada sengklek, jadi aku pukul saja.”Kata Miyu.


“Jangan begitu juga caranya lah!!!!!”Kata Miyu.


“Wah teman teman nya Shinmaru unik unik ya.”Kata Rie.


“Tapi anak ini, lucu sekali.”Kata Miyu.


“Oh iya kita belum berkenalan, siapa namamu?”Kata Miyu.


“Namaku Rie Salam kenal ya.”Kata Rie.


“Namaku Miyu salam kenal juga.”Kata Miyu.


“Namaku Ai.”Kata Ai.


“Namaku Shuichi.”Kata Shuichi.


“Namaku Kyoko.”Kata Kyoko.


“Salam kenal semua.”Kata Rie.


“Kalian duluan saja, aku mau pergi ke supermarket dulu.”Kata Shinmaru.


“Untuk membeli peralatan bayi jika aku harus merawat anak ini.”Kata Shinmaru.


“Haduh haduh, baiklah kami duluan ya. ”Kata Miyu.


Mereka pun pergi.


“Untung hari ini kita boleh pergi kesana kapan aja. Jadi bisa santai.”Kata Miyu.


“Sesantai santainya kita, kita masih dirantai kan? Dirantai oleh peraturan peraturan dunia ini.”Kata Shuichi.


“Eh sudah sudah.”Kata Ai.


“Kita mau kemana?”Kata Ai.


“ke tempat nenek aja deh.”Kata Miyu.


“Baiklah.”Kata Ai. Mereka pun pergi kesana.


“Hello nenek.”Kata Miyu.


“Oh Ai, dan teman teman.”Kata Nenek itu.


“Kalian mau pesan apa?”Kata Nenek itu.


“saya susu strawberry.”Kata Miyu.


“Saya susu Coklat.”Kata Shinmaru.


“Saya susu vanilla.”Kata Kyoko.


“Kalau saya susu strawberry.”Kata Ai.


Oke tunggu sebentar ya.”Kata nenek itu.


Nenek itu ke dapur.

__ADS_1


“Tapi kira kira siapa yang buang anak selucu itu ya?”Kata Miyu.


“Kemungkinan ada dua. Pertama, dia anak haram. Mungkin itu hasil hubungan gelap dari pelajar disini atau para pemilik toko di sekolah ini. Karena mereka malu, mangkanya mereka membuang anak itu. Kedua, orang tuanya gak mampu untuk merawat anak nya. Entah itu segi ekonomi, atau segi lainnya. Tapi ya jelas, membuang bayi tersebut adalah perilaku yang salah.”Kata Ai.


“Iya aku setuju dengan kamu.”Kata Miyu.


“manusia memang membingungkan ya.”Kata Shuichi.


“memang kau bukan manusia apa?”Kata Miyu.


“Disaat manusia lain menginginkan anak, mereka malah membuangnya.”Kata Shuichi.


“Manusia itu bermacam macam, wajar saja pola pikirnya berbeda beda. Jangan samakan manusia satu dengan manusia lainnya.”Kata Ai.


“eh, eh sudah hentikan.”Kata Miyu. Nenek keluar dari dapur.


“Wah kalian lagu ngobrol tentang apa ini?”Kata nenek itu.


“Sebenarnya ini tentang....”Kata Miyu. Miyu menceritakanmya.


“Oh begitu ya. Si Anak yang kemarin nggak dateng itu nemu bayi di tengah jalan.”Kata nenek itu.


“Tapi temanmu peduli ya.”Kata Nenek itu.


“coba zaman sekarang, jarang orang yang langsung merawatnya jika ada bayi seperti itu.”Kata nenek itu.


“Ah bukannya nggak peduli nek, tapi takut disangka penculik. Dan mungkin aja mereka gak tau cara ngerawat bayi.”Kata Ai.


“Iya juga sih.”Kata nenek itu.


Tiba-tiba ada yang membuka pintu restoran.


“Halo nenek.”Kata Shinmaru. Ternyata itu Shinmaru. Dan dibelakang nya ada Rie sambil menggendong bayi itu.


“Eh kalian!!!!!!”kata Shinmaru.


“Hehehehe.”Kata Mereka


“Oh ayo masuk masuk.”Kata Nenek itu. Shinmaru pun duduk disamping mereka.


“Katanya kalian mau pergi duluan.”Kata Shinmaru.


“Hehehe.”Kata Miyu.


“Kau mau pesan apa?”Kata Nenek itu.


“Susu coklat 2, sama bikin makanan bayi nek.”Kata Shinmaru.


“Oh oke. Tunggu sebentar ya.”Kata nenek itu. Nenek itu pergi kebelakang.


“Eh Rie, kau tak balik ke kelasmu?”Kata Miyu.


“Ah itu, karena bayi ini maunya kami terus bersama. Aku yang ngurus, dia nangis. Rie yang ngurus, dia juga nangis. Bayi ini maunya kami selalu berdua terus.”Kata Shinmaru.


“Maaf merepotkan ya Rie. Aku membuatmu tak bebas begini.”Kata Shinmaru.


“Ya, kagak sih. Kau sudah menyelamatkanku, jadi aku tak masalah.”Kata Rie.


“Ah, bukan bayinya kali. Kalian berdua yang mau selalu bersama.”Kata Miyu.


“ehhhh.”Kata Mereka berdua.


Muka mereka memerah. “bu...bu....bukan begitu.”Kata mereka berdua.


“hehehe, aku cuman bercanda.”Kata Miyu.


Nenek itu kembali membawa pesanan Shinmaru dan Rie.


“Ini pesanannya.”Kata nenek itu.


“Wah terimakasih nek.”Kata mereka berdua.


“Jadi apakah kalian akan membawa bayi itu ke festival nanti?”Kata Nenek itu.


“Ya sebenarnya sih aku mau kesana.”Kata Shinmaru.


“tapi, memang boleh ya membawa bayi ke tempat seperti itu?”Kata Shinmaru.


“Ya boleh boleh aja sih.”Kata Nenek itu.


“Dan festival itu juga dihadiri oleh para penjual disini. Jadi mungkin kau bisa menemukan orang tuanya mungkin.”Kata Nenek itu.


Mereka menghabiskan minumannya.

__ADS_1


“Oke nek, kami berangkat dulu ya.”Kata Shinmaru.


“oke.”Kata nenek itu. Mereka pergi ke festival itu.


__ADS_2