Royal School

Royal School
Chapter 2:This is where you live


__ADS_3

Akhirnya para murid pun sampai ke tujuan


“hah yang bener ini tempat tinggal kita?”Kata Silvia.


“ya memang benar.”Kata Pak Kagemaru.


Gedung itu terlihat biasa biasa saja, tidak terlalu kumuh, tetapi gedung itu tidak dicat.


“baiklah ayo masuk.”Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru dan para murid pun masuk ke gedung itu.


para murid nya tercengang karena isinya lebih parah dari mereka harapkan.


“Lah kok gini pak?”Kata para murid.


Isinya cukup tidak bisa disebut layak untuk ditinggali, kaca hancur, tembok nya sudah retak retak. Dan suasananya menyeramkan.


“Ya karena kalian adalah termasuk kelas paling rendah.”Kata Pak Kagemaru.


“Hah paling rendah, kok bisa?”Kata Para murid.


“Bukannya kalian sudah tau ya?”Kata Pak Kagemaru.


“Tau apa?”Kata para murid.


“Berarti kalian belum dikasih tau.” Kata Pak Kagemaru.


“Saya sudah cerita kan ada kelas yang special, Nah kelas ZZZ Adalah salah satu kelas spesial, Special nya ya kualitas nya terendah diantara kelas kelas standar pada umumnya.”Kata Pak Kagemaru.


“Jika kalian tak suka tempat ini ya kalian beli rumah yang ada dibawah.”Kata Pak Kagemaru.


“Tapi jika kalian beli rumah dibawah, maka kalian akan kena pajak perbulan yang lumayan menguras kantong.” Kata Pak Kagemaru.


“Kalian harusnya juga bersyukur, karena tempat ini tak perlu membayar pajak atau membayar uang sewa.”Kata Pak Kagemaru.


“Hei Gin, arahkan mereka ke kamarnya masing masing.”Kata Pak Kagemaru.


“Baik Pak.” Kata Gin.


Para murid pun diarahkan ke kamarnya masing masing.


“Guys, Di setiap kamar ada nama. Jika di depan pintu itu ada nama kalian, berarti itu kamar kalian ya.” Kata Gin.


Kamarnya Ai terletak di lantai 2. Ai pun masuk ke kamarnya.


Ternyata kamar nya tak terlalu parah daripada ruang resepsionis yang ada di depan.


“baiklah waktunya untuk membersihkan ruangan ini.”Kata Ai.


“Oh iya membersihkan nya pake apa ya?” Kata Ai.


Ai pun turun ke bawah dan menuju kebawah. Kebetulan pak Kagemaru sedang duduk.


“Pak mau tanya, dimana alat-alat kebersihannya ya? Soalnya aku ingin membersihkan kamarku tapi tak ada alat alatnya.”Tanya Ai ke Pak Kagemaru.


“Oh iya aku lupa bilang.”Kata Pak Kagemaru.


“Hei Gin, coba kau panggil semua murid, aku ingin berbicara dengan mereka.”Kata Pak Kagemaru.


“Baik pak.”Kata Gin.


Gin melaksanakan perintah Pak Kagemaru yaitu memanggil semua murid dan berkumpul ke ruamg resepsionis.


Setelah semua murid berkumpul Pak Kagemaru memberikan instruksi kepada anak muridnya.


“oh iya jika kalian membutuhkan alat kebersihan, kalian bisa membeli alat kebersihan kalian di toko supermarket. Kalian juga bisa belajar bagaimana cara menggunakan poin kalian saat kalian ingin membeli sesuatu.”Kata Pak Kagemaru.


“Apa kalian semua mengerti?”Kata Pak Kagemaru.


“Siap kami mengerti.”Kata Para murid.


“Kurang keras!!!!! Apa kalian semua sudah mengerti!!!!”kata Pak Kagemaru.


“Siap kami mengerti.”  Jawab para murid.


“Bagus kalau begitu ayo pergi sana untuk, beli alatnya!!!!”kata Pak Kagemaru.


“YA!!!!!” sontakan para murid.


Para murid pun langsung menuju ke supermarket kecuali shuichi, Gin, Ai, Miyu dan seorang murid lagi bernama Kyoko.


“Hei kalian, mengapa kalian tak pergi?”Kata Pak Kagemaru.


“Sepertinya dengan pergi ke supermarket bukanlah keputusan yang bagus.” Kata Shuichi.


“Iya kau benar, kalau di supermarket biasanya stok alat alat untuk bersih bersih lebih sedikit.”Kata Miyu.


“lagipula kita gak tau poin kita berapa kan?”Kata Kyoko.


“Dipikir pikir benar juga sih.”Kata Gin.


Pak Kagemaru tertawa melihat tingkah laku mereka.


“kalian memang luar biasa.”Kata Pak Kagemaru.


“Kalian bisa membaca situasinya ya.”Kata Pak Kagemaru.


“baiklah aku akan jelaskan.” Kata Pak Kagemaru.


“pertama, Poin kalian. Aku sudah bilang tadi, Poin ini didapatkan dari nilai, aktivitas, dan juga kejuaraan di sekolah ini. Jadi karena ini adalah hari pertama maka kalian tidak ada pertambahan poin, tetapi di hari pertama ini, kalian mendapatkan bonus pertama sebesar 10000 poin.” Kata Pak Kagemaru.


“itu sudah termasuk standar bawah sekolah ini sih. “Kata Pak Kagemaru.

__ADS_1


“Kalau kelas Standar biasanya dapet 20000.” Kata Pak Kagemaru.


“Kalian bisa menggunakan metode credit sih, tapi kalau nggak bisa ngelunasin utang nya bisa kena masalah sih. ”Kata Pak Kagemaru.


“Sebaiknya kalian urus teman kalian, jika kalian peduli.”Kata Pak Kagemaru.


Pak Kagemaru pun pergi entah kemana.


“Hei shuichi, apa yang kau lakukan?”Kata Miyu.


“Aku akan pergi ke Toko peralatan, kemarij aku melihatnya saat aku sedang mencari cari kelas.”Kata Shuichi.


“Bagaimana dengan mereka?”Kata Ai.


“Mungkin mereka akan tau sendiri.”Kata Shuichi.


“Aku sepertinya tidak yakin mereka tak akan dapat masalah.”Kata Gin.


“Baiklah, sepertinya ketua kelas harus mengecek nya sendiri, ya kan Gin?”Kata Shuichi.


“Hah aku? Mengapa harus aku?”Kata Gin.


“Kan anda ketua kelas, anda harus memberitahukan hal ini kepada mereka. Saya tidak ada wewenang untuk memberitahu mereka.”Kata Shuichi.


“Anda kan juga punya wewenang untuk menyampaikan hal ini kepada mereka, kan anda sekretaris.”Kata Gin.


“Anda lah yang paling berhak untuk memberitahu mereka, kan jabatan anda di atas saya.”Kata Shuichi.  


“Tapi kan anda bawahan saya.” Kata Gin.


“Sudah diam!!!” Kata Miyu.


“Apakah kalian tak mau membantu mereka hah?” Kata Miyu.


“Kami mau sih tapi.......”Kata Gin.


“Tapi kenapa?” Kata Miyu.


“Kalian sibuk dengan urusan kalian sendiri gitu?” Kata Miyu.


“Kalau kalian tak mau membantu orang lain, mengapa kalian mencalonkan diri sebagai ketua kelas?”


Gin dan Shuichi pun diam.


“Baiklah jika kalian tidak mau, aku saja yang kesana.” Kata Miyu.


“baiklah, aku akan memberi tahu mereka.”Kata Gin.


Gin pun langsung pergi.


“Baiklah sekarang kau mau kemana, Shuichi?”Kata Ai.


“aku akan pergi ke toko perkakas untuk membeli sesuatu.”Kata Ai.


Ai dan shuichi pun pergi ke toko perkakas.


Akhirnya mereka sampai di toko itu.


“Apakah ini tokonya, Shuichi? ”Kata Ai.


“Iya Aku melihat nya saat aku sedang mencari kelas tadi.” Kata Shuichi.


“Oalah.”Kata Ai.


“Baiklah ayo kita masuk.”Kata Shuichi.


Mereka pun masuk “Selamat datang di ToPerAlBangun. Selamat berbelanja.”Kata penjaga toko tempat itu.


mereka pun mencari dan menyelusuri tempat tempat yang dimana ada barang incaran mereka.


“Wah banyak barang diskon disini.”Kata Ai.


“Iya, mungkin karena ini hari pertama siswa masuk sekolah.”Kata Shuichi.


Mereka pun terus berjalan.


“Wah ternyata juga ada atk dan kebutuhan buat sekolah ya.”Kata Ai.


“Iya kau benar.”Kata Shuichi.


mereka terus berjalan.


“wah sepertinya disana itu tempat alat kebersihan, Shuichi.”Kata Ai.


“Wah iya kau benar,Ai.”Kata Shuichi.


Mereka pun menuju ke tempat itu.


“hmmm, sapu mana yang menurut mu bagus, Ai?”Kata Shuichi.


“Wah kalau soal sapu-sapuan aku tak tahu sih.”Kata Ai.


“Maksudku yang agak awet gitu yang mana?”Kata Shuichi.


“Kalau mau awet atau nggak nya tergantung penggunaan nya juga.”Kata Ai.


“Iya sih.”Kata Shuichi.


“Tapi menurutmu bagusan yang mana?”Kata Shuichi.


Ai pun melihat.


“Ya itu tergantung selera mu juga.”Kata Ai.

__ADS_1


“Ya sudah deh aku pilih ini saja.”Kata Shuichi.


Shuichi mengambil sapunya.


“Oh kalau begitu aku pilih ini.”Kata Ai.


Ai mengambil sapunya.


“Tapi sepertinya kita akan ribet kalau bawa yang lain.”Kata Shuichi.


“Kau benar shuichi.”Kata Ai.


“Baiklah kita akan ambil troli dulu.”Kata Shuichi.


Shuichi dan Ai ke tempat troli lalu mengambilnya. Setelah itu dia pergi ke tempat alat alat kebersihan tadi.


“Nah kalau begini kan gak repot.”Kata Shuichi.


“Yap, betul sekali.”Kata Ai..


“Hmmmm, sepertinya pel ini bagus, sangat modern. Kita tak perlu menyentuh kain pel untuk memeras airnya. Tinggal tarik besi ini, air nya sudah diperas.”Kata Shuichi.


“Iya, benar.”Kata Ai.


Mereka berdua mengambilnya dan menaruhnya di troli mereka masing masing.


“sekarang tinggal apa lagi ya?”Kata Ai.


“Sikat Wc.”Kata Shuichi.


Iya kau benar.”Kata Ai.


“Yang mana yang bagus sikatmya ya?”Kata Ai.


“Ya tergantung kamu sendiri, menurutmu bagus yang mana.”Kata Shuichi.


“yang ini sih.”Kata Ai.


Ai pun mengambilnya.


“Lagian sikat Wc juga gak guna juga.”Kata Ai.


“Selanjutnya beli apa lagi ya?”Kata Ai.


“Sepertinya kita harus beli jam dan alarm agar tidak kesiangan bangun nya.”Kata Shuichi.


“Iya kau benar Shuichi.”Kata Ai.


Mereka pun pergi ke tempat jam dan alarm berada.


“Wah sepertinya jam ini bagus dan awet, Aku ambil deh.”Kata Shuichi.


Shuichi mengambil jam tersebut dan menaruh di keranjang nya.


“Hei Shuichi.”Kata Ai.


“Apa Ai? “Kata Shuichi.


“Mengapa kau tak mengambil jam ini untuk alarm tidurmu.”Kata Ai sambil ia menunjukan jarinya ke sebuah jam nya.


Shuichi pun terdiam.


“Kau saja yang mengambilnya.”Kata Shuichi.


“Tapi sepertinya harganya terlalu mahal.” Kata Ai.


“Iya wajar aja itu mahal, itu kan jam yang cocok buat rumah konglomerat. Bukannya rumah susun yang terbengkalai. ”Kata Shuichi.


“Iya juga sih.”Kata Ai.


“Baiklah sepertinya ini bagus dan awet,aku ambil saja.”Kata Ai. Ai pun mengambil jam itu dan menaruhnya di troli nya.


“Nah tinggal alarm.”Kata Ai. Shuichi mengambil sesuatu.


“Sepertinya ini bagus Shuichi.”Kata Ai.


“hmm iya kau benar.”Kata Shuichi.


“Jam digital ini sepertinya bagus untuk membangunkan aku dari kenyataan dunia ini. Aku ambil satu deh.”Kata Ai.


Ai pun mengambil jam Digital itu dan menaruhnya di troli.


“Baiklah aku juga seperti nya ambil satu juga.”Kata Shuichi.


Shuichi mengambil jam digital itu dan menaruhnya di troli.


“Nah terus apa lagi ya.”Kata Ai.


“Perkakas.”Kata Shuichi.


“Wah kau benar juga, Shuichi. “Kata Ai.


Mereka pun pergi ke tempat perkakas.


“Hmmmm apa ya?” Kata Shuichi.


“Aku ambil ini saja deh.”Kata Ai.


Ai mengambil sebuah Gunting.


“Hmmmm sepertinya palu dan obeng serbaguna ini yang kubutuhkan.”Kata Ai.


Ai pun menaruh barang tersebut ke keranjangnya.

__ADS_1


“Hei Shuichi, aku duluan ya.”Kata Ai. “Oke baiklah.”Kata Shuichi. Ai pun pergi.


__ADS_2