Royal School

Royal School
Chapter 39:First sport lesson hours


__ADS_3

Waktu sudah pagi. Ai bangun dan bersiap siap untuk mandi. Setelah ia mandi ia memakai seragam olahraga.


Setelah itu ia memasak telur untuk dia makan. Setelah telur itu jadi, dia menaruhnya di sebuah piring yang sudah ia tuangkan nasi. Ia pun duduk dan memakannya. Setelah ia memakan nasi beserta lauk itu. Ia pun keluar dari kamarnya.


Ia bertemu Miyu. Miyu memakai seragam olahraga yang ketat.


“Hello Ai,” Kata Miyu.


“Hello Miyu,”Kata Ai.


“Kenapa kau melihatku seperti itu Ai? Aku merasa tak nyaman jika kau melihat seperti itu,” Kata Miyu.


“Oh maaf Miyu, aku nggak berpikir aneh aneh kok, aku cuman berpikir apakah kau nyaman memakai baju yang seketat itu?”Kata Ai.


“Sebenarnya aku juga nggak terlalu nyaman sih, aku merasa agak sempit jika memakai baju seperti ini,” Kata Miyu.


“Tapi ya setiap baju olahraga perempuan ya seperti ini, selalu ketat,”Kata Miyu.


“Tapi kenapa baju perempuan itu kebanyakan model yang ketat ketat ya?” Kata Miyu.


“Ya memang desainnya baju olahraga seperti itu.”Kata Ai.


“Oh iya Ai, apakah bajumu juga ketat?” Kata Ai.


“Ya nggak terlalu sih,”Kata Ai.


“Hehe, itu karena aku memesan ukuran yang lebih besar lagi,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Aku sudah menduga bahwa pasti akan seketat itu,” Kata Ai di dalam hatinya. Tiba tiba Kyoko keluar dari kamarnya.


“Eh kalian berdua,” Kata Kyoko.


Kyoko juga memakai baju yang ketat.


“Ku kira kalian berdua sudah berangkat ke sekolah,” Kata Kyoko.


“ah, kami tadi mengobrol dulu,”Kata Miyu.


Shinmaru keluar dari kamar mereka masing masing.


“Hello Shinmaru,,” Kata Miyu, Kyoko, dan Ai.


“Hello kalian,”Kata Shinmaru.


Shinmaru tercengang dengan pakaian Miyu.


“Kau nampak cantik hari ini Miyu,” Kata Shinmaru.


Miyu menampar Shinmaru.


“Ah dasar mesum!!!” kata Shinmaru.


“Eh, kenapa kau menamparku? kan aku cuman memujimu,” Kata Shinmaru.


“Ya pria bilang seperti itu pasti ada alasan tertentu,” Kata Miyu.


“Ya, aku akui sih aset berhargamu itu memang bagus sih tapi.....”Kata Shinmaru.

__ADS_1


Miyu menampar Shinmaru.


“Sudah kuduga kau akan berbicara seperti itu,” Kata Miyu.


“Kenapa kau berbicara soal asetnya Shinmaru, wanita agak tersinggung kalau membicarakan tentang “asetnya”,”Kata Ai di dalam hatinya.


“ah, pagi pagi kalian sudah bicara hal tentang kemanusiaan ya,” Kata Shuichi.


Shuichi keluar dari pintu.


“Ini masih pagi tau,” Kata Shuichi.


“Sepertinya dia bukan berbicara kemanusiaan yang itu deh tapi yang satunya,”Kata Ai di dalam hatinya.


“Shinmaru yanh mulai duluan,” Kata Miyu.


“Iya iya maaf,” Kata Shinmaru.


“Baiklah ayo kita pergi sekarang,”Kata Ai.


“Benar juga katamu Ai,” Kata Miyu.


Mereka pun keluar dari apartement. Ternyata Rie sudah menunggu di depan. Dia juga memakai baju olahraga.


“Hello semuanya,” Kata Rie.


“Wah ternyata ada kau disini Rie,” Kata Miyu.


“Maaf kemarin gak bisa bareng karena kemarin perutku sedang sakit,” Kata Rie.


“Ah tak usah dipikirkan kalau soal itu,” Kata Miyu.


“Benar, oleh karena itu aku hari ini memakai pakaian olahraga,” Kata Rie.


“Tapi kelasmu enak ya karena tak ada laki-lakinya.”Kata Miyu.


“Tau sendiri laki-laki kalau ngeliat remaja perempuan seperti ini di jam olahraga,” Kata Miyu.


“Tapi kalau nggak ada laki-lakinya juga nggak enak, karena semuanya seperti angkat yang berat berat atau yang lainnya harus dilakukan oleh perempuan,”Kata Rie.


“Berarti enakan semua kelasnya diisi oleh laki-laki dong?” Kata Shinmaru.


“Kelas laki-laki semuanya juga nggak enak,” Kata Ai.


“Pasti di kelas itu sering terjadi perselisihan yang menjadi baku hantam antar siswa,” Kata Ai.


“Manusia butuh manusia lain untuk menutupi semua kekurangannya. Dan manusia membutuhkan manusia lain untuk memanfaatkan kelebihannya,” Kata Ai.


“Jika tak ada perempuan atau laki-laki pasti terasa ada yang kurang,” Kata Ai.


“Jika tak ada laki-laki atau perempuan, tidak ada yang namanya “anak” pastinya,” Kata Shinmaru.


“Bukan itu maksud dia,bodoh,” Kata Miyu.


“Maksudku jika tak ada laki-laki tak ada yang bisa bantu bantu pekerjaan yang berat bagi perempuan. dan jika tak ada perempuan, tak ada yang bisa menenangkan atau mencairkan suasana yang sedang panas,” Kata Ai.


“Ya itu juga benar sih, tapi itu tak sepenuhnya benar,” Kata Miyu.

__ADS_1


“Ya mungkin maksudmu perempuan juga memanaskan suasana,” Kata Shinmaru.


“Bukan begitu dasar bodoh,” Kata Miyu.


“Kau bilang seperti itu karena kau perempuan,” Kata Shinmaru.


“Mau aku tampar lagi?” Kata Miyu. “Sudah sudah,” Kata Ai.


Akhirnya mereka sampai di sekolah mereka. Rie pun berpisah dengan mereka.


Mereka akhirnya sampai dikelas.


Setelah sampai di kelas, bel pun berbunyi. Pak Kagemaru pun masuk ke kelas menggunakan tongkat kaki.


“Halo selamat pagi murid muridku,” Kata Pak Kagemaru.


“Halo, pak Kagemaru,” Kata Para murid.


“Kalian tau hari ini mau ngapain?” Kata Pak Kagemaru.


“Tau pak,” Kata Para murid.


“Mau ngapain hayoo?” Kata Pak Kagemaru.


“Mau olahraga pak,” Kata para murid.


“pinter,” Kata Pak Kagemaru.


“biasanya kalau jam olahraga seperti ini sebagian para murid pada males, terutama perempuan,”Kata Pak Kagemaru.


“Biasanya alasan mereka itu adalah mereka lupa membawa bajunya, atau mereka sedang ada urusan biologis yang menyebabkan mereka tak bisa ikut sebagian cabang olahraga. Padahal aslinya mereka males banget,” Kata Pak Kagemaru.


“Padahal olahraga itu membuat tubuh mereka lebih sehat,”Kata Pak Kagemaru.


“Tapi, ada juga yamg kena serangan jantung saat mereka berlari pak,” Kata Silvia.


“Ah kalau itu karena dia terlalu memaksakan diri untuk berolahraga,”Kata Pak Kagemaru.


“Nah pak, berarti bapak nggak maksain kami kan untuk ikut olahraga?” Kata Silvia.


“Sudah kuduga ujung-ujungnya seperti itu,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Iya bapak nggak maksain kok, ini juga buat diri kalian sendiri kok,” Kata Pak Kagemaru.


“Kalau kalian mau ikut ya silahkan ikut, kalau kalian tak mau ikut ya silahkan tidak ikut,” Kata Pak Kagemaru.


“Hidup ini dibikin simpel, jangan dibikin sulit,” Kata Pak Kagemaru.


“Lagipula dizaman ini sudah diperkenalkan apa itu kebebasan berpendapat,” Kata Pak Kagemaru.


“Kalau kalian tak mau ikut ya bilang tak mau ikut, karena kalian juga punya hak untuk berpendapat,” Kata Pak Kagemaru.


Jadi silahkan kalau kalian tak mau ikut pelajaran ini,”Kata Pak Kagemaru.


Sebagian murid pun merasa gembira, dan sebagian lainnya merasa biasa biasa saja.


“Tapi yang tak ikut tak dapat poin nanti,” Kata Pak Kagemaru.

__ADS_1


Murid yang pada awalnya tak mau ikut akhirnya ikut jam pelajaran olahraga.


Pak Kagemaru dan para murid kelas ZZZ pergi keluar kelas dan menuju suatu tempat.


__ADS_2