Royal School

Royal School
Chapter 55:I'm not okay


__ADS_3

Setelah peristiwa itu Ai, Miyu, Shuichi, Rie, Kyoko, Shinmaru beserta Machi pergi dari tempat itu. Sebelum pergi, manager itu menyuruh mereka untuk mengambil apa saja yang ada di supermarket itu. Mereka sempat menolaknya. Tapi karena bujukan dari manager itu, mereka mengambil seperlunya mereka saja dan mereka pergi.


“Ternyata jadi pegawai di minimarket itu agak sulit ya,”Kata Miyu.


“Mereka harus tetap memasang senyum walaupun pelanggannya tak memasang senyum untuk nya,”Kata Miyu.


“Ya kata siapa kerja di minimarket itu gampang dan cukup mudah?” Kata Ai.


“Nyatanya mereka harus melakukan semua itu dengan upah yang agak tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan,” Kata Ai.


“Mereka harus siap jika ada yang merampok minimarket itu dan mereka harus diap jika masuk pada malam hari yang menyeramkan,” Kata Ai.


“dan juga kalau mereka ada yang kurang, mereka akan mengeluarkan uang mereka untuk menutupi kekurangan itu,” Kata Ai.


“Padahal sudah pakai mesin kasir ya?” Kata Ai.


“Mungkin tak kurang sih hitungan mereka yang tak beres dan terlalu terburu buru,”Kata Ai.


“Iya sih, kalau terburu buru itu tak pernah beres,” Kata Miyu.


“Baiklah karena sudah sore, kalian mau tidak makan bersama?” Kata Miyu.


“Tidak, aku langsung pulang saja deh,” Kata Machi.


“Aku juga Miyu,” Kata Rie.


“oh begitu ya,” kata Miyu.


“baiklah, kami pergi dulu ya,” Kata Rie dan Machi.


Rie dan Machi pergi.


“Oh iya Shinmaru, kau pernah ke apartemen nya Rie kan?” Kata Miyu.


“Iya memangnya kenapa?” Kata Shinmaru.


“sesekali kita mampir ke sana yuk,” Kata Miyu.


“boleh sih, tapi kata Rie kalian harus bilang dulu kalau mau datang ke apartemennya,”Kata Shinmaru.


“Memangnya kenapa Shinmaru?” Kata Miyu.


“hmm,” Kata Shinmaru.


“Kalau dia sedang berada di luar atau ada acara di hari itu bagaimana?” Kata Shinmaru.


“Iya juga sih,” Kata Miyu.


“Padahal sih dia bilang seperti itu karena dia tak mau seseorang datang saat kamarnya berantakan sekali,” Kata Shinmaru di dalam hatinya.


Mereka pun akhirnya sampai di apartemen. Disana sudah ada pak Kagemaru yang duduk duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.


“Lah, kukira kalian berada di kamar kalian,” Kata Pak Kagemaru.


“Kami tadi pergi ke supermarket untuk berbelanja.” Kata Miyu.


“Oh begitu ya,” Kata Pak Kagemaru. “Bagaimana? Keadaan kalian bertiga sudah baik kan?” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak,” Kata Miyu.


“Besok masuk ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak, kami besok akan masuk,” Kata Miyu.


Tiba-tiba ada Silvia dan Yoonseo yang melangkah keluar apartemen.


“Kalian mau kemana?” Kata Pak Kagemaru.


“Ke depan pak,” Kata Silvia dan Yoonseo.


“Hati hati ya, karena sudah malam,” Kata Pak Kagemaru.


“Iya pak,” Kata Silvia dan Yoonseo. Silvia dan Yoonseo keluar dari apartement.

__ADS_1


“Kenapa kalau orang pergi itu kalau ditanya itu jawabanya pergi ke depan? Padahal mereka nggak ke depan,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya agar dia tak ditanya aneh aneh,” Kata Shuichi.


“kukira mereka berdua akan bertengkar, ternyata dugaanku salah,” Kata Pak Kagemaru.


“Ya kupikir juga begitu,” Kata Shuichi.


“ada yang tak beres disini,” Kata Ai di dalam hatinya. Ai menatap Miyu.


Sepertinya Miyu memikirkan hal yang sama dengannya.


“Wah maaf pak Kagemaru, kami berdua harus keluar sebentar,” Kata Miyu.


“Kalian mau kemana memangnya?” Kata Pak Kagemaru.


“Aku dan Ai mau beli sesuatu di luar,” Kata Miyu.


“Oh begitu ya,” Kata Pak Kagemaru.


“Oh iya Kyoko, aku titip barangku dan barangnya Ai ya,” Kata Miyu. Miyu dan Ai pergi keluar apartemen.


Sementara itu Silvia dan Yoonseo pergi ke suatu tempat.


“Kita mau kemana nih Silvia,” Kata Yoonseo.


“ikuti saja dan lihatlah,” Kata Silvia. Mereka pun sampai di sebuah danau kecil.


“Kita sudah sampai,” Kata Silvia.


Kunang kunang pun bermunculan dan mengeluarkan cahayanya.


“Wah indah sekali, darimana kau tau tempat ini?” Kata Yoonseo.


“Aku tahu karena aku pernah kesini,” Kata Silvia.


“Aku foto deh,” Kata Yoonseo.


“Kau tak memotonya pemandangan ini Silvia?” Kata Yoonseo.


“Tidak, karena....”Kata Silvia.


“Tempat ini akan lebih indah jika tanpamu!!!!!!” kata Silvia.


Silvia langsung mengeluarkan pisau nya dan menyerang Yoonseo.


Tapi tiba-tiba ada seseorang yang melindungi Yoonseo.


Rupanya itu adalah Ai.


Ai pun tertusuk.


“Sudah kuduga kau akan melakukan hal ini.....”Kata Ai. Ai muntah darah.


Ai pun terjatuh.


“Kenapa kau melakukan ini Ai?”Kata Yoonseo.


“Akhirnya kau menyaksikan bagaimana orang lain terbunuh di depan matamu,” Kata Ai.


“Melihat itu saja menyakitkan, apalagi merasakannya,” Kata Ai.


Tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.


“Ai apa yang kau laku....”Kata Miyu. Miyu melihat Ai yang terluka.


“KYAAAAHHHHHHH!!!!!!” Kata Miyu.


“Sial, jadi berantakan deh rencanaku,” Kata Silvia.


“Kalau begitu aku akan menutup mulut mu, MIYU!!!!!!” Kata Silvia.


Silvia berlari dan bersiap siap untuk menikam Miyu.

__ADS_1


Miyu mengeluarkan sesuatu dan berhasilu menahan serangan Silvia.


“Pi-pisau? Kenapa kau membawanya?” Kata Silvia.


“Karena kami sudah tau kalau kau akan melakukan ini,”Kata Ai.


Tiba-tiba Ai sudah ada di belakang Silvia. Ai langsung mencekik Silvia lalu melemparnya.


“Maaf jika itu menyakitkan,” Kata Ai.


“Aku harus melakukannya karena agar kau tau bagaimana rasanya jika sekarat,”Kata Ai.


“Bukannya tadi kau mengeluarkan darah yang banyak ya?” Kata Silvia .


“Ya sebenarnya sih aku sudah menyiapkan semuanya agar terlihat seperti mengeluarkan banyak darah di bekas tusukanmu tadi,” Kata Ai.


“Membunuh bukanlah solusi dari semua masalahmu, itu justru akan membuatmu terjerumus lebih dalam lagi dengan masalahmu,” Kata Ai.


“Terjerumus, justru dia lah yang membuatku terjerumus dalam masalah ini!!!!” Kata Silvia.


“Oh begitu ya,” Kata Ai. “Kau merasa tak bersalah dan kau menyalahkan Yoonseo karena dia yang memberi sarannya, seperti itu?” Kata Ai.


“Iya, memang nya kenapa?” Kata Silvia.


“Kenapa kau merasa tak bersalah, dan menyalahkan Yoonseo?” Kata Ai. “Itu karena...”Kata Silvia.


“Karena kau ingin aman dari tuduhan kan? Dan kau tak ingin reputasimu hancur akibat nafsumu itu kan?” Kata Ai.


“melempar batu sembunyi tangan bukan solusi untuk menyelesaikan sebuah masalah, melempar batu sembunyi tangan hanya membuatmu dikerubungi oleh masalah baru,” Kata Ai.


“Karena kau pasti menghindar atau membuat masalah baru untuk menutup itu semua,” Kata Ai.


“Lebih baik kau mengakui kesalahanmu daripada kau terus mengelak dan mengelak,” Kata Ai.


“Baiklah aku akan mengaku deh aku salah,” Kata Silvia.


“Baguslah kalau begitu,” Kata Ai. “Sekarang kita bisa pulang deh,” Kata Ai sambil membalikkan badannya.


Silvia langsung mengeluarkan satu pisau lagi di sakunya.


“Awas Ai!!!!” kata Miyu.


“Matilah kau Ai!!!” kata Silvia.


Ai langsung menghindar dan mengeluarkan pisau lalu menggores lengan kirinya Silvia.


“Kau ingin membunuhku ya Silvia?” Kata Ai. Silvia merasa kesakitan yang luar biasa.


“Bagaimana rasanya, sakit kan?” Kata Ai.


“Lalu kenapa kau ingin membunuh orang lain?” Kata Ai.


“Ini belum seberapa lho kalau dibandingkan dengan aku melukaimu sampai mati,” Kata Ai. Silvia pun menangis.


“Mau aku lukai lagi agar kau sadar,” Kata Ai.


Ai mengarahkan pisau yang digenggamnya itu ke Silvia. Tetapi dihentikan oleh Miyu.


“Sudah cukup Ai, sepertinya dia sudah sadar dengan perbuatannya,” Kata Miyu.


“Baiklah kalau begitu Miyu,”Kata Ai. “Baiklah obati dia Miyu, kau bawa kan?” Kata Ai. “Ya,” Kata Miyu. Miyu mengobati Silvia.


“Kenapa kau meminta orang lain untuk mengobatiku?” Kata Silvia.


“Kan aku juga bisa mati akibat kehabisan darah,” Kata Silvia.


“Buat apa aku membunuhmu?” Kata Ai.


“Lah, bukannya tadi...”Kata Silvia. “Aku hanya memberi sedikit pelajaran kepadamu,” Kata Ai.


“Aku memang dariawalnya tak berniat untuk membunuhmu,” Kata Ai.


“Ah, Baiklah ayo kita pulang, ini sudah malam,” Kata Ai. Mereka pun menuju ke arah pulang.

__ADS_1


__ADS_2