Royal School

Royal School
Chapter 53:Meet someone unexpected


__ADS_3

Saat mereka sampai di tempat bumbu itu, mereka melihat seseorang yang mereka kenal.“Machi?” Kata Miyu.


Orang itu menengok. Ternyata orang itu adalah Machi.


“Kalian berdua yang waktu itu kan?” Kata Machi.


“Iya,” Kata Miyu.


“Maafkan kami ya karena kami waktu itu langsung pergi saja,” Kata Miyu.


“Tidak apa-apa kok, yang penting kalian tidak kenapa kenapa,” Kata Machi.


“Oh iya, kenapa kalian bisa pergi kesini? Bukannya ini masih jam sekolah ya?” Kata Machi.


“Ah itu, karena kami baru saja sembuh dan keluar dari rumah sakit. Sekalian lewat, kami mampir kesini deh,” Kata Miyu.


“Oh begitu ya,” Kata Machi.


“Kalau kamu Machi? Kenapa kau bisa ada di tempat ini?” Kata Miyu.


“Ah hari ini aku agak nggak enak badan. obat dan bumbu makananku habis, jadi aku pergi kesini,” Kata Machi.


“Oh begitu ya,” Kata Machi.


“Baiklah aku pergi duluan ya,” Kata Machi.


“Iya Machi. Machi pergi.


“Baiklah kau mau ambil bumbu apa Miyu?” Kata Ai.


“Sebentar, aku sedang berpikir, ”Kata Miyu.


Miyu terdiam sejenak dan berpikir.


Sementara Miyu sedang berpikir, Ai melihat orang yang cukup mencurigakan dan misterius.


Dia memakai jaket dan juga memakai topi dan dia bertingkah laku cukup aneh.


Orang itu menoleh ke Ai dan dia langsung pergi dari tempat bumbu itu. Miyu mengambil kunyit bubuk, merica bubuk, ketumbar bubur, MSG, dan Garam.


“Sudah Ai,” Kata Miyu.


“Baiklah setelah ini kau mau kemana Miyu?” Kata Ai.


“Ke tempat yang ada susu bubuk nya yuk!!” kata Miyu. “Boleh,” Kata Ai.


Mereka pun pergi ke tempat itu.


Mereka bertemu dengan Shinmaru dan Rie. Miyu menyapa mereka.


“Hello Shinmaru, Hello Rie,” Kata Miyu. “Hello Miyu,” Kata Rie dan Shinmaru.


“Dunia terasa sempit ya,” Kata Miyu.


“Bukan dunia yang terasa sempit, tapi memang minimarket ini yang kecil,” Kata Ai di dalam hatinya.


“Ngomong ngomong, kalian sudah beli apa saja?”Kata Rie.


“Ya kami baru segini doang sih,” Kata Miyu sambil mengunjukkan keranjangnya. “Kalau kalian?” Kata Miyu.


“Kalau kami segini sih,” Kata Rie sambil mengunjukkan keranjang dia dan Shinmaru.


keranjangnya Rie dan Shinmaru hampir tidak bisa menampung semua belanja mereka.


“Wah kalian cepat juga ya, kami saja baru segini,” Kata Miyu.


“Ya sebenarnya sih aku main ambil ambil saja sih hehehe,”Kata Rie.


“ini pun Shinmaru yang membatasi aku membeli apa,” Kata Rie.


“Kita harus menghemat Rie, agar kita bisa bertahan hidup di sekolah ini. Kalau kita tak punya poin sama sekali, bisa saja kita mati disini dalam keadaan yang kelaparan,” Kata Shinmaru.


“Baik pak,” Kata Rie.


“Sekarang mereka lebih terlihat bahagia ya,” Kata Miyu.


“Iya begitulah,” Kata Ai.


“Cinta bisa membuatmu bahagia. Walaupun begitu Cinta juga bisa membuatmu terpuruk. “Kata Ai.


“Ini baru awalnya Miyu. Dii pertengahan nanti, hubungan mereka mungkin lebih sulit dan rumit.”Kata Ai.


“Tapi kira-kira mereka bisa seperti ini terus nggak ya?” Kata Miyu.


“Aku tak tau, dan hanya mereka yang bisa memutuskan,”Kata Ai.


“Kalian sedang berbicara apa?” Kata Shinmaru.


“Bukan apa apa kok,” Kata Miyu.


“Hmmmm,” ucap Rie sambil memberi tatapan tajam ke Miyu.


“Ah, pasti kalian sedang membicarakan kami ya?” Kata Rie.


“Mem-membicarakan kalian? Tidak kok,” Kata Miyu.


“Kamu bohong Miyu,” Kata Rie.


“Kalian pasti membicarakan......”Kata Rie.


“Kenapa mereka bisa romantis sekali ya?” Kata Rie.


“Eh?” Kata Miyu dan Ai.


“Ya sebenarnya kami tak terlalu romantis sih. justru lebih romantis kalian kalau menurutku,” Kata Rie.


“Kalian setiap hari bisa ketemuan, kalau kami pas berangkat sekolah doang,” Kata Rie.


“Iya sih, tapi kalian cukup hebat dan romantis juga menurutku,” Kata Miyu.


Miyu dan Ai mengambil susu bubuk.


“Baiklah sekarang kau mau kemana Miyu?” Kata Ai.


“Aku ingin ke tempat camilan sih,” Kata Miyu.


“Kue atau snack?” Kata Ai.


“Kue dulu sih,” Kata Miyu.


“Baiklah ayo kita pergi ke sana,” Kata Ai. Ai dan Miyu melangkah pergi menuju ke tempat kue.


Di tempat kue, dia melihat Shuichi dan Kyoko yang sedang memilih kue yang enak.


“Wah kue ini imut sekali ya? Rasanya aku tak mau makan deh karena lucu banget,” Kata Kyoko.


Ai mau kesana tapi Miyu memegang pundaknya.

__ADS_1


“Jangan ganggu mereka Ai biarkan mereka berdua dulu saja,” Kata Miyu


“Baiklah,” Kata Ai.


“Sepertinya kita beli snack dulu,” Kata Miyu.


“Ok,” Kata Ai. Mereka pergi ke tempat snack.


“Wah cukup banyak aneka snack disini ya Ai,”Kata Miyu.


“Yang kita lihat disini cuman sebagian kecil dari snack di dunia ini,”Kata Ai.


“Ya kalau itu aku juga tau,” Kata Miyu.


“Ada ring, keripik kentang, kerupuk dan masih banyak lagi,” Kata Miyu.


“Aku ingin beli semuanya deh,” Kata Miyu.


“Tapi kau kan sudah banyak mengeluarkan uang hari ini,” Kata Ai.


“Iya sih, tapi aku ingin semuanya ku bawa pulang,” Kata Miyu.


“Kau pilih salah satu yang menurut mu terbaik Miyu,,” Kata Ai.


“Tapi semuanya terbaik,” Kata Miyu.


“Terkadang kita harus mengambil pilihan yang sulit Miyu,”Kata Ai.


“Ya kalau itu aku juga tau,” Kata Miyu. “Aku yakin pasti dari salah satu dari snack ini ada yang paling terbaik,” Kata Ai.


“Kan tujuan mereka membuat produk ini untuk bersaing dengan produk lain dan mencari yang terbaik dari terbaik,” Kata Ai.


“Tapi menurutku semua snack ini rasanya sama saja, rasanya seperti snack” Kata Miyu.


“Mungkin yang paling mahal ini enak,” Kata Ai sambil menunjuk ke sebuah snack.


“Ah yang itu rasanya agak sedikit kurang asin menurutku dan isinya tak terlalu banyak,” Kata Miyu.


“Ya terkadang makanan yang mewah itu ya memang seperti itu. Isinya selalu lebih sedikit daripada makanan yang murah.”Kata Ai.


“Ya kalau itu aku juga tahu,” Kata Miyu. “Mungkin mereka memakai bahan bahan yang cukup mahal jadi harganya memang mahal,” Kata Ai.


“Kalau isinya lebih banyak mungkin harganya tak segitu,” Kata Miyu.


“Snack ini saja, ini cukup terkenal,” Kata Ai.


“Rasanya seperti snack pada biasanya dan aku sudah sering makan itu,” Kata Miyu.


“Berarti teknik marketingnya yang membuat makanan ini sering dibeli dan cukup terkenal,”Kata Ai.


“Iya sih, iklannya memang unik dan slogannya mudah diingat,” Kata Miyu.


“Dan pasti iklan nya terus bermunculan di tv ya?” Kata Ai.


“Iya benar,” Kata Miyu.


“Tapi dibalik iklan yang fenomenal itu, pasti ada orang-orang yang terus mendistribusikan barang barang itu hingga barang tersebut laku,” Kata Ai.


“Mereka rela membayar barangnya sendiri agar barang tersebut laku,” Kata Ai.


“Bahkan ada sebagian kerja di luar jam kerja mereka untuk mencari pelanggan,” Kata Ai.


“Tapi malangnya, mereka masih dibayar dengan pas pasan walaupun produknya meledak seperti bom atom,” Kata Ai.


“Ya bukannya ada sistem bonus ya? Mereka juga bisa mendapatkan uang dari itu kan?” Kata Miyu.


“Ya walaupun ada itu membuat mereka tercekik karena goal atau misi yang diberikan atasan kepada mereka itu adalah produk baru yamg tak tahu bisa menjadi produk yang laku di pasaran atau tidak,” Kata Ai.


“Ada seorang penjual yang mengatakan seperti ini.”Kata Ai. “Sebagai penjual sebuah produk atau yang mendistribusikan barang ini. Kita wajib membuat produk yang diberikan oleh atasan laku walaupun itu mustahil sekalipun. Karena kita sudah diberikan kepercayaan oleh atasan untuk membuat produk ini laku. Jika produk itu gagal berarti kita sudah gagal menjalankan amanat dari atasan kita,” Kata Ai.


“Oleh karena itu, sebagian besar orang muak dan keluar dari pekerjaan itu,”Kata Ai.


“Iya sih, jarang orang yang bertahan dari pekerjaan seperti itu. Yang bertahan cuman segelintir orang saja,”Kata Miyu.


“Mungkin yang bertahan sudah menemukan zona amannya. Tapi pasti ada saja tekanan atau pressure yang mereka selalu hadapi,” Kata Ai.


“Baiklah kalau begitu, aku pilih yang rasa baru saja deh. Mungkin ini bisa membantu mereka,” Kata Miyu. “Iya benar,”Kata Ai.


Miyu mengambil snack rasa baru itu lalu menaruhnya di keranjang.


“Kau tak mau mengambil nya Ai?” Kata Miyu.


“Tidak, aku tak ingin makan snack sih,” Kata Ai.


“Oh gitu ya,” Kata Miyu. “Baiklah, setelah ini kau mau kemana Ai?” Kata Miyu.


“Kenapa kau menanyakan itu?” Kata Ai.


“Kan daritadi kau mengikuti permintaanku terus, sekarang aku yang akan mengikuti perintahku,” Kata Miyu.


“Ya ampun,” Kata Ai.


“Ke tempat kue saja deh kalau begitu,” Kata Ai.


“Tapi kan disana ada Shuichi dan Kyoko,”Kata Miyu.


“Memangnya kenapa kalau ada mereka?” Kata Ai.


“Takutnya kita ganggu mereka,” Kata Miyu.


“Ini kan juga fasilitas umum, pasti mereka juga akan diganggu oleh orang lain selain kita,” Kata Ai.


“Tapi kan kalau orang yang keadaannya seperti itu kalau ada kita pasti langsung pura-pura kek gimana gitu,” Kata Miyu.


“Ah biarin aja,” Kata Ai. “Apakah kita menunggu orang yang bermesraan selesai dulu baru kita lewat tempat itu? Tidak kan?” Kata Ai.


“Iya sih,” Kata Miyu.


“Baiklah ayo kesana,” Kata Ai.


Ai dan Miyu pergi ke sana. Disana sudah tidak ada Shuichi dan Kyoko.


“Tuhkan, mereka sudah tak ada disini,” Kata Ai.


“Iya ya,” Kata Miyu.


“Baiklah kau mau pilih yang mana Miyu?” Kata Ai. Miyu mengambil salah satu kue yang ada disana.


“Baiklah ayo kita langsung bayar,” Kata Miyu.


“Apa kau tak ingin beli telur Miyu?” Kata Ai.


“Iya ya, untung kau ingatkan Ai,” Kata Miyu.


“Baiklah ayo kita langsung....”Kata Ai. Saat Ai berbalik, ia menabrak seseorang. Ternyata orang yang menabrak adalah orang yang Ai curigai.


“Hati-hati dong!!!!” kata Orang itu.

__ADS_1


“Iya iya, maaf,” Kata Ai.


“Tch, dasar,” Kata orang itu. Orang itu langsung meninggalkan Ai dan Miyu.


“Ya kau seharusnya hati hati Ai.”Kata Miyu. “Iya sih,” Kata Ai.


“Baiklah ayo kita ke sana,” Kata Miyu.


Tiba-tiba ada yang menghampiri mereka. Rupanya itu adalah Rie dan Shinmaru.


“ohayo,” Kata Rie yang melambai lambai tangan.


“Yo,” Kata Shinmaru.


“Hello kalian berdua” Kata Miyu.


“Ternyata kalian disini ya?” Kata Rie.


“Ya begitulah,” Kata Miyu.


“Setelah ini bayar yuk!!! ” Kata Rie.


“Tapi aku setelah ini ingin ke tempat telur,” Kata Miyu.


“Oh begitu ya,” Kata Rie.


“Bukannya telur ayam tadi tinggal sedikit ya?” Kata Shinmaru.


“Oh iya, tadi telurnya tinggal sedikit tuh, kalian nggak pergi kesana?” Kata Rie.


“Baiklah ayo kita kesana,” Kata Miyu. Mereka pun pergi ke tempat telur.


“Wah disini banyak jenis telur ya, padahal ini minimarket,” Kata Miyu.


“Tapi dimana telur ayam nya ya ?” Kata Ai.


Mereka melihat seseorang yang sepertinya ia kenal. Rupanya itu adalah Machi.


“hello Machi,” Kata Miyu.


Machi menoleh dan menyapa mereka. “Hello kalian,” Kata Machi.


“Eh Rie dan pacarnya juga ada disini?” Kata Machi.


Mereka menghampiri Machi.


“Wah ternyata kau juga ada disini ya Machi,” Kata Rie.


“Tunggu dulu, apakah kalian saling mengenal?” Kata Miyu.


“Ya kami ini memang teman satu kelas,” Kata Rie.


“Dan dia adalah wakil ketua kelas di kelasku,” Kata Rie.


“Oh begitu ya,” Kata Miyu.


Miyu menoleh ke rak telur ayam.


“Yah telurnya ayamnya habis,” Kata Miyu.


“Bagaimana ini Ai?” Kata Miyu.


Mungkin aku tanya ke staff dahulu apakah stok telurnya masih ada atau tidak,” Kata Ai.


“Kalau tidak ada bagaimana?” Kata Miyu.


“Ya kalau tidak ada ya bayar dan pulang ke apartement,”Kata Ai.


Ai pun pergi.


“Kau mau telurku?” Kata Machi. “Ah makasih, tapi telur itu untukmu saja,” Kata Miyu.


Tiba-tiba Shuichi dan Kyoko datang menghampiri mereka.


“ternyata kalian ada disini ya” Kata Shuichi.


“Aku sudah mencari kalian tadi,” Kata Miyu. Shuichi melihat Machi.


“Wah ternyata kau disini ya?” Kata Shuichi.


“Iya,” Kata Machi. “Oh iya kita belum memperkenalkan nama ya?” Kata Miyu.


“Namaku Miyu, senang berkenalan denganmu,” Kata Miyu.


“Namaku Shuichi,” Kata Shuichi.


“Namaku Kyoko,semoga kita bisa menjadi teman ya,” Kata Kyoko.


“Namaku Shinmaru, senang berkenalan denganmu,” Kata Shinmaru.


“Iya, senang berkenalan dengan kalian semua,” Kata Machi.


“Oh iya, yang laki laki tadi namanya itu Ai,” Kata Miyu.


“Tadi Ai sudah kesini?” Kata Shuichi.


“Ya, tadi dia ke tempat ini bersama kami,” Kata Shinmaru.


“Sekarang dia pergi ke staffnya dan menanyakan apakah telur ayam nya masih ada atau tidak,” Kata Miyu.


“Oh begitu ya,” Kata Shuichi.


“Ya memang belakangan ini kita sedang krisis telur ayam. Oleh karena itu stok nya sedikit dan harganya melambung tinggi,”Kata Shuichi.


“tapi kenapa bisa krisis telur ayam?” Kata Miyu.


“Ya ini dipengaruhi banyaknya permintaan daripada stok nya,” Kata Shuichi.


“ jika begini terus, lama kelamaan ini juga bisa berimbas pada ayam yang semakin lama semakin turun populasinya,” Kata Shuichi.


“Populasi yang semakin turun itu bisa membuat ayam punah,”Kata Shuichi.


“Iya juga ya,” Kata Miyu. Ai pun datang menghampiri mereka dengan membawa dua telur ayam.


“Hello kalian,” Kata Ai.


“Hello Ai,” Kata Miyu. “ini telurnya Miyu,” Kata Ai.


“Wah terimakasih ya Ai,” Kata Miyu.


“Sama sama,” Kata Ai.


“Baiklah kita langsung pergi ke kasir yuk,” Kata Miyu.


“Ayo,” Kata Rie.


Mereka pergi ke mesin kasir.

__ADS_1


Mereka mengantri dengan teratur dengan Miyu di depan, lalu dibelakang nya Ai, Shuichi, Kyoko, Rie, Machi, dan Shinmaru.


Di depan Miyu ada sekelompok laki-laki yang tadi dan ada orang yang dicurigai Ai.


__ADS_2