
Gin, dan Catherine pergi ke rumash sakit royak school untuk menemani Machi. Sedangkan sisanya pergi ke apartement.
“Oh iya Ai, kenapa kau menculik Rie?”Kata Shinmaru.
“Ah karena saat itu, dia sudah tau tentang ilusi itu.”Kata Ai.
“Kenapa kau menculiknya jika dia sudah tau tentang ilusi itu?” Kata Shinmaru.
“Karena aku berpikir ada seorang pengkhianat diantara kita. Dan juga, aku butuh Rie untuk membawa tempat sampah itu hehehe,”Kata Ai.
“Oh iya, bagaimana kau tau jika Kanna si ketua kelas berhubungan sama kasus ini?”Kata Miyu.
“Ya aku juga baru tahu sejak aku memeriksa CCTV yang katanya rusak itu.”Kata Ai.
“Tapi darimana kau tau jika CCTV itu tak rusak?” Kata Ai.
“CCTV itu memakai AI, maksudku kecerdasan buatan ya. Bukan aku.”Kata Ai.
“Kepala CCTV itu bergerak saat aku berjalan. Jika mati atau rusak, dia tak akan bergerak seperti itu.”Kata Ai.
“ya sepertinya aku tahu kenapa petugas itu tak tahu cara pengoperasiannya,” Kata Shinmaru di dalam hatinya.
“Oh begitu ya.”Kata Miyu. “
Oh iya Ai, bagaimana cara kau menculik Rie?”Kata Shinmaru.
“Pertama, aku menyewa sebuah kereta kuda. Lalu aku membeli obat bius. Setelah itu aku Sekap Kanna terlebih dahulu, setelah itu baru Rie.”Kata Ai.
“Jadi kau menyekap Kanna juga? ”Kata Jim. “Ya begitulah.” Kata Ai.
“Tapi bagaimana kau menyembunyikan mereka?”Kata Shuichi.
“Kebetulan delman itu adalah pemilik sebuah kontrakan. Jadi aku meminta dia menyewakannya untukku selama satu hari.”Kata Ai.
“Oh begitu ya.”Kata Shuichi.
“Lalu, bagaimana dengan pak Kagemaru? Kok dia bisa membantumu.” Kata Shinmaru.
“Sebenarnya dia sudah tau jika ada kejadian seperti ini. Oleh karena itu kemarin dia mewanti wanti ku.”Kata Ai.
“Flashdisk berisi virus dan proyektor tanpa kabel dan listrik itu semua adalah ciptaanya.” Kata Ai.
“Keren.”Kata Miyu.
“Pak Kagemaru walaupun begitu, cerdas juga ya.”Kata Shinmaru.
“Tapi bagaimana dengan demonstran diluar itu?” Kata Catherine.
“Kalau itu sih rahasia.”Kata Ai.
Mereka sampai di apartemen. Ternyata para murid berkumpul disana.
“Selamat datang.”Kata Para murid.
“Eh ada apa ini?” Kata Ai.
“Terimakasih banyak.”Kata para murid.
Pak Kagemaru keluar.
“Wah kaliam sudah balik ya?”Kata Pak Kagemaru. “Ada apa ini?” Kata Miyu.
“Saya sebagai perwakilan murid dari kelas ZZZ mengucapkan terimakasih banyak karena kalian sudah menyelamatkan kami.”Kata Chao.
“Sebenarnya...”Kata Miyu. “Iya, sama sama. Kami juga tak menyangka kami menang.”Kata Ai.
“Oh begitu ya.”Kata Shuichi.
“Baiklah kita harus merayakan hari ini!!!” Kata Pak Kagemaru.
“Ya!!!!!” Kata Ai.
Mereka pun merayakannya hingga sore hari. Setelah mereka merayakannya, mereka satu persatu pergi ke kamarnya masing masing.
Sementara itu, Ai sedang berada di atap apartemen itu, sambil melihat pemandangan matahari terbenam.
“Ah kau disini ya Ai.” Kata Seseorang.
Ai menengok ke belakang.
Rupanya itu adalah Miyu.
“Oh rupanya kau Miyu.”Kata Ai.
“Kenapa kau kesini Miyu?” Kata Ai.
“Entahlah, aku ingin kesini aja.”Kata Miyu.
“Oh.”Kata Ai.
“Pemandangan nya indah ya.” Kata Miyu.
“Iya benar, sangat indah sekali.”Kata Ai.
“Ai, pas liburan bagaimana kita liburan ke pantai?” Kata Miyu.
“Ah, aku tak jago berenang.”Kata Miyu.
“Aku juga tak punya uang kalau pergi kesana.”Kata Ai.
“Oh begitu ya.”Kata Miyu.
__ADS_1
“Tapi nanti saja deh, kalau kita memikirkan itu sekarang, belajar kita tak konsen.”Kata Ai.
“Nanti kepala kita isinya keinginan untuk liburan lagi.”Kata Ai.
“Benar juga sih.”Kata Miyu.
“Tapi, aku senang ada yang mengajak ku liburan bersama.”Kata Ai.
“Terimakasih ya Miyu atas ajakannya.”Kata Ai.
“Sama sama Ai.”Kata Miyu.
“Oh iya Ai, makan yuk.”Kata Miyu.
“Makan dimana?” Kata Ai.
“di kamarku, nanti aku buatkan nasi goreng.” Kata Miyu.
“Boleh deh. Kebetulan stok makanan ku tinggal sedikit.”Kata Ai.
Mereka pun pergi menuju kamar nya Miyu. Miyu membuatkan nasi goreng. Akhirnya Miyu sudah selesai memasaknya.
“ini nasi gorengnya Ai.”Kata Miyu.
Tiba-tiba Miyu terpeleset dan membuat piring beserta nasi goreng yang panas itu terbang ke atas.
“Awas Miyu!!!” Kata Ai.
Ai melompat dan melindungi Miyu. Tapi posisi mereka berhadapan muka.
“Kau tak apa apa Miyu?” Kata Ai.
“I-iya.”Kata Miyu.
Muka Miyu memerah.
“Apakah kau bisa menyingkir sedikit.”Kata Miyu.
“Ah maaf Ai. karenaku bajumu jadi kotor deh.”Kata Ai.
“Nggak apa apa.”Kata Ai.
“Baiklah aku pergi ke kamarku dulu ya. Untuk mengganti baju kotor ini.”Kata Ai.
Ai pun pergi dan Miyu membereskan tempat itu.
Ai mandi. Setelah itu ia memakai pakaian. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.
“Iya sebentar.”Kata Ai.
Ai membukakan pintunya. Ternyata itu adalah Shinmaru.
“Yo, Ai.”Kata Shinmaru.
“Kenapa kau mengetuk ketuk pintu kamar ku?” Kata Ai.
“Kau mau makan tidak?” Kata Ai.
“Makan? Dimana?” Kata Ai.
“Di sebuah restoran, untuk merayakan kemenangan kita.”Kata Shinmaru.
“tapi....”Kata Ai.
“Ah, kau punya janji dengan seseorang hari ini? Tenang saja, orang itu juga ikut kok.”Kata Shinmaru.
Miyu membukakan pintu kamarnya. Ternyata di dalam juga ada Rie, dan Kyoko.
“Hello Ai.”Kata Miyu.
“Kau juga ikut Miyu?” Kata Ai. “Iya, stok makananku habis juga hehehe.”Kata Miyu.
“Kalau stok makananmu tinggal sedikit, kenapa kau memberikan nya juga kepadaku.”Kata Ai di dalam hatinya.
“Baiklah, kita kebawa yuk. Shuich, Gin, dan Catherine sudah menunggu.”Kata Shinmaru. Mereka pergi ke ruang tamu.
Shuichi, Gin, dan Catherine sudah berada di sana.
“Baiklah karena semuanya sudah disini, bagaimana kalau kita berangkat sekarang?” Kata Gin.
“Ya, ayo kita berangkat.”Kata Miyu. Mereka pun akhirnya berangkat.
“Oh iya, kita mau makan dimana?” Kata Gin.
“Sepertinya kita pergi ke restoran nusantara saja.”Kata Ai.
“Ide yang bagus.”Kata Gin.
“Tapi Restoran nusantara disini dimana?” Kata Catherine.
“Hmmm, coba kuingat ingat.” Kata Miyu.
“Ah sepertinya kita makan di Warnas mbak Dinda saja.”Kata Miyu.
“Apakah kau tau dimana tempatnya Miyu?” Kata Ai.
“Ya, aku tau dimana tempatnya.” Kata Miyu.
“Baiklah.”Kata Ai.
Miyu berjalan di depan.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai. mereka pun masuk dan duduk dibawah.
“tempat ini bagus ya, dan juga terasa sekali seperti berada di daerah pedesaan.”Kata Shinmaru.
“Iya benar.”Kata Rie.
Pelayan pun mengantarkan sebuah buku menu.
“Halo, selamat datang di Warnas mbak Dinda. Kalian mau pesan apa?” Kata pelayan itu.
“hmmm, kalau menu andalan disini apa ya?” Kata Ai.
“Kalau menu andalan disini itu ada gurame bakar, Nasi goreng kuah minyak, Mie kocok kocok, dan Bakso Bapak.”Kata pelayan itu.
“kalian mau apa?” Kata Gin.
“Aku sih nasi goreng kuah minyak, sama es teh manis.”Kata Ai.
“Aku sih sama.”Kata Miyu dan Kyoko.
“Aku juga sama.”Kata Shinmaru dan Rie.
“Aku juga sama.”Kata Shuichi.
“Aku Mie Kocok kocok aja deh, sama Es kelapa.”Kata Catherine.
“Kalau aku sih bakso bapak aja sama kopi mochalate.”Kata Gin.
“Baiklah nasi goreng 6, mie kocok kocok nya 1, bakso bapak 1, es teh manis 6, Es kelapa 1, dan Mochalatte 1.”Kata pelayan itu.
“Ada lagi, seperti hidangan penutup?”Kata Ai.
“Hmmm, tempe 1 ember ukuran besar dan tahu 1 ember ukuran besar.” Kata Ai.
“Dan tambahan saus tomat dan mayones.”Kata Ai.
“Baiklah, ada lagi?” Kata pelayan itu.
“Tidak ada.” Kata Gin.
“Baiklah, tunggu sebentar ya. Jika sudah selesai, kami akan antarkan kesini.”Kata Pelayan itu.
Pelayan itu pergi.
“Oi oi Ai, sejak kapan tahu goreng enak dikasih mayones sama tomat,” Kata Shinmaru.
“Ah, pisang goreng saja enak dikasih sambal,” Kata Ai.
“Apakah kau pernah kesini Miyu?” Kata Ai.
“Belum sih, aku cuman lewat saja dan melihat ada restoran ini.”Kata Miyu.
“Oh begitu ya.”Kata Ai. “Menurutmu, bagaimana tampilan restoran ini?” Kata Ai.
“Ya, aku lumayan suka gaya nya. Tak terlaku norak. Terlihat simple dan musik latarnya seperti rasanya ada di pedesaan.”Kata Miyu.
“Dan cocok sama tema makanannya.”Kata Miyu.
“Tapi interior bagus belum tentu makanan nya juga rasanya enak.”Kata Shuichi.
“Tapi terkadang tempat seperti cafe cafe yang octagramable atau tempat nya yang bagus rasa masakannya biasa aja.”Kata Shuichi.
“Ya memang tempat itu dikhususkan untuk nongkrong sih.”Kata Shinmaru.
“Tapi bisnis seperti membangun cafe itu sepertinya cukup tidak bagus, karena sebagian orang hanya berlama lama diam disana dan menghabiskan Kuota WI-FI kafe itu.”Kata Shuichi.
“masih bagus jika orang itu beli banyak makanan dan minuman. Lah ini, dia cuman beli minuman 1 doang.”Kata Shuichi.
“Ya alasan cafe banyak yang bangkrut ya begitu mungkin.”Kata Shinmaru.
“ada yang murah dan enak makanannya nggak ada yang beli. Tapi kalau makanannya aneh aneh, pada beli.”Kata Gin.
“Ya itu karena kebanyakan orang sudah bosan dengan makanan itu itu aja.”Kata Shinmaru.
“Mereka juga ingin makanan yang berbeda, ya walaupun itu sedikit aneh.”Kata Shinmaru.
“Ya kalau nggak trend, nggak bakal ada yang beli makanan aneh itu.”Kata Shuichi.
“Manusia sekarang itu sukanya mengikuti trend. Ya walaupun ada juga yang tak mengikuti trend, tapi kebanyakan sekarang suka mengikuti trend. Trend nya apa, mereka ikutin.”Kata Shuichi.
“Sekalinya seseorang nggak ikut trend, dibilang kudet. Dan akhirnya orang itu mengikuti trend itu walaupun dia gak punya duit karena egonya itu.”Kata Shuichi.
“Sebentar, kenapa pembicaraan dari interior restoran ini bisa ke nggak ikutin trend?” Kata Miyu.
“Ya kami hanya mengikuti arus.”Kata Shuichi. Pelayan itu akhirnya tiba.
“Ini mbak, nasi gorengnya.”Kata pelayan itu.
“Iya makasih ya.”Kata Gin.
Pelayan itu pergi. Mereka akhirnya makan makanan itu.
Mereka pun akhirnya selesai makan.
“nah karena Ai hari ini yang menang, jadi Ai yang bayar semua ini ya.”Kata Gin.
“Oi oi tunggu dulu...”Kata Ai.
“Ya!!!!” Kata mereka semua kecuali Ai.
“Ya ampun.”Kata Ai.
__ADS_1
Setelah mereka makan, mereka pulang ke apartemen lalu pergi ke kamarnya masing-masing.