
“Sepertinya tenggorokan ku akan semakin sakit jika terus berbicara seperti ini,” Kata Shinmaru.
“Iya nih,”Kata Ai.
“hmmm, sepertinya aku punya ide yang cocok,” Kata Miyu.
“Ide apa itu Miyu,” Kata Ai.
Miyu mengambil hpnya. Dan ada pesan masuk dari HP.
“Tunggu dulu, kau berencana untuk berbicara melalui sms Grup gitu?” Kata Ai.
“Ya betul,”Kata Miyu.
“Jadi begitu ya,”Kata Shuichi.
“Ini jadi terlihat ironis sih. Ini jadi seperti seorang laki-laki dan perempuan yang pacaran yang saling mengirim pesan lewat hp, padahal mereka saling berdekatan, ”Kata Shuichi.
“Ya kalau itu, mungkin dia tak mau Memamerkan kemesraannya, atau takut hubungan mereka ketahuan sama orang lain.”Kata Shinmaru.
“Tapi kan, kebanyakan orang zaman sekarang suka pamerin kemesraannya. Seperti kalian berdua ini, ”Kata Shuichi.
“Kami walaupun pacaran tapi kami tak seperti itu kok. malah kami kelihatan seperti teman saja, ”Kata Shinmaru.
“Iya sih benar kata Shinmaru. Mereka dari kemarin tak seperti itu, ”Kata Miyu.
“Ah sepertinya pembicaraan ini membuat tenggorokanku menjadi sakit,”Kata Shinmaru.
“Baiklah kita berbicara di Grup chat saja mulai sekarang hingga nanti kita sembuh,” Kata Miyu.
Mereka akhirnya sampai di depan kelas mereka. Mereka pun masuk dan duduk di kelas masing masing.
“Hello kalian,”Kata Gin. Mereka menjawab sapaan itu dengan senyuman dan lambaian tangan.
“Oi oi, kenapa kalian ini?” Kata Gin.
Mereka pun memegang nya, seperti mengisyaratkan bahwa mereka sakit tenggorokan.
“Oh,” Kata Gin.
Bel kelas pun berbunyi. Mereka pun belajar.
Setelah mereka belajar, mereka akhirnya pulang.
“Ah akhirnya kita pulang,”Kata Miyu melalui pesan di grup chat.
“Iya benar,” Kata Shinmaru di grup chat itu.
“Pak Kagemaru tadi agak ngeselin ya. Daritadi kita ditanya terus,” Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Kita tak boleh marah atau kesal sama guru, karena guru juga orang tua kita. Apa jangan jangan orang tuamu juga kau anggap seperti itu?”Kata Shuichi di grup chat tersebut.
“Enak saja, aku tak begitu sama orang tuaku,” Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Ya coba aja, masa seseorang yang sakit tenggorokan suruh baca. Suaranya harus lebih keras lagi,” Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Ya mungkin pak Kagemaru gak tau kalau tenggorokanmu sakit Miyu.”Kata Ai di grup chat tersebut.
“Dia itu sudah tau kok.”Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Mungkin dia pikir, kau sedang berpura-pura. Lagipula suara perempuan tidak terlalu keras saat membaca,”Kata Shinmaru di grup chat tersebut.
“Sudahlah, aku malas membicarakan hal itu”Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Oh iya, bagaimana kalau kita mengunjungi makamnya si orang itu?”Kata Miyu di dalam hatinya.
“Makam siapa? Si kakek kakek tua yang tertimpa bola besi?” Kata Ai di grup chat itu.
“Bukan, si perwakilan osis yang ada di kasus Jim,”Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Oh, si baron itu,” Kata Ai di grup chat tersebut.
“Sepertinya kita ke klinik dulu saja, ”Kata Shuichi di grup chat tersebut.
“Sepertinya lebih baik datang ke acara pemakaman orang itu dulu, karena kita tak tahu bubarnya jam berapa,”Kata Miyu di grup chatting.
“Iya juga sih,” Kata Shuichi di grup chat tersebut.
“Baiklah ayo kita pergi ke sana,”Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Kita pakai baju ini aja?” Kata Shinmaru di grup chat tersebut.
“Iya kita pakai baju ini aja,” Kata Miyu di grup chat tersebut.
“Memang kau tau tempatnya Miyu?” Kata Ai di grup chat tersebut.
“Di berita ini, tempatnya tertera kok,”Kata Miyu di grup chat tersebut.
Mereka pun pergi kesana.
Akhirnya mereka sampai. Tempat itu tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Mereka pun masuk, tapi mereka dicegat oleh penjaga tempat itu.
__ADS_1
“Siapa kalian?” Kata para penjaga itu.
“Kami itu...”Kata Ai. Machi pun datang.
“Biarkan mereka masuk, mereka itu temanku,”Kata Machi.
“Oh begitu ya, maaf sudah menghalangi anda,”Kata Machi.
“Baiklah ayo silahkan masuk,” Kata Machi. Mereka pun masuk.
“Maaf ya jika ada penjaga seperti itu,” Kata Machi.
“Memangnya kenapa ada penjaga di acara ini?” Kata Ai.
“Ya karena kematian kakakku tak wajar, jadi aku diberi penjagaan dari IRSSO,”Kata Machi.
“IRSSO berpikir mungkin saja aku yamg akan diincar selanjutnya, ”Kata Machi.
“Oh begitu ya,”Kata Miyu.
“oh iya, turut berbela sungkawa ya atas kematian kakakmu. Semoga si pelaku bisa cepat tertangkap,”Kata Miyu.
“Iya, terimakasih atas doanya ya,”Kata Machi.
“Oh iya, tempat doanya dimana ya?” Kata Ai.
“Ah itu, kakakku sudah dimakamkan tadi, ”Kata Machi.
“Oh jadi begitu ya,” Kata Ai.
“kami juga akan bubar sebentar lagi,”Kata Machi.
“Bagaimana Miyu?” Kata Ai.
“Oh iya, betapa tidak sopannya aku. Aku belum menawarkan makan untuk kalian,” Kata Machi,
“Ah tidak usah, kami tak mau merepotkan orang yang sedang berduka,”Kata Miyu.
“Nggak apa apa kok,” Kata Machi.
“Baiklah ikut denganku,”Kata Machi.
Mereka mengikuti Machi. Ai merasakan sesuatu.
“Oi Shuichi, apakah kau juga merasakannya?” Kata Ai.
“Tidak, aku bukan user stand,”Kata Shuichi.
“Bukan soal itu, lagipula aku tak punya stand,” Kata Ai.
“Ya kalau itu aku tau. Tapi sepertinya ada yang mengawasi kita,”Kata Ai.
“Ah mungkin itu hanya Halusinasimu saja, sepertinya kau terlalu memakan omongan Shinmaru waktu itu”Kata Shuichi.
“Ya bukan begitu, tapi memang seperti ada yang mengawasi kita,”Kata Ai.
“Oh iya, mungkin orang-orang dari IRSSO ini. tadi kan Machi sudah bilang kalaj dia itu dijaga oleh IRSSO,” Kata Shuichi.
“Mungkin saja orang yang kau maksud itu dari IRSSO,” Kata Shuichi.
“Semoga dugaan mu benar Shuichi,” Kata Ai.
“Eh tapi kok kita bisa lancar berbicaranya ya?” Kata Ai.
“Terkadang seseorang yang sedang sakit butuh sebuah hiburan, hiburan itu akan melupakan penyakitnya,”Kata Shuichi.
“Contohnya orang yang sedang patah hati, pasti dia butuh seseorang untuk menemaninya untuk mendengarkan curhat-curhatnya,”Kata Shuichi.
“Betul juga sih,” Kata Ai.
“Nah ini tempat makanannya,” Kata Machi.
Mereka pun sudah sampai ke tempat yang ditunjukkan ke Machi.
“Wah, banyak makanan disini,” Kata Miyu.
Mereka berpencar kecuali Ai dan Miyu.
“Baiklah aku pergi dulu ya mengurus tamu tamu yang lain,”Kata Machi.
Machi pun pergi.
“Kenapa kau tak makan Miyu?” Kata Ai.
“Aku tak nafsu makan jika tenggorokanku seperti ini,” Kata Miyu.
“Kalau kau?” Kata Miyu.
“Ya alasannya sama sepertimu. Jika tenggorokan ku tak enak, makan pun tak enak rasanya,” Kata Ai.
Ai merasakan sesuatu yang aneh. Ia melihat ke belakang. Ternyata ada seseorang yang mengarahkan senjata api ke Miyu.
__ADS_1
Ai mendorong Miyu dan orang itu menembakkan peluru itu. “Sial, aku tak sempat menghindar,” Kata Ai di dalam hatinya. “Apakah aku harus mati disini?” Kata Miyu.
Tiba-tiba peluru tersebut terpental menjauh dari Ai. Dan tiba-tiba ada yang menebas orang itu.
“A...apa yang terjadi?” Kata Miyu.
Miyu melihat pemandangan yang mengerikan tersebut. Miyu pun teriak. Darah terus keluar dari luka tebasan itu. Orang itu terjatuh. Miyu menatap orang itu dengan ketakutan. Ai memeluk Miyu.
“Kau tak apa apa Miyu?” Kata Ai.
“Iya aku tak apa apa. Tapi apa yang sebenarnya terjadi?” Kata Miyu.
“Sudahlah tenang Miyu,”Kata Ai.
Tiba tiba datang seseorang yang datang menghampiri mereka.
“Kalian baik baik saja?”Kata Orang itu.
“Iya kami baik baik saja,” Kata Ai.
Teman teman mereka menghampiri mereka. Mereka pun terkejut dengan pria yang terluka itu.
“Kenapa Ai?” Kata Shinmaru.
“Entahlah, kejadian itu terlalu cepet,”Kata Ai.
“Sepertinya orang itu menyerang kalian ya?” Kata Shuichi.
“Iya, dia mengarahkan pistol itu ke Miyu lalu aku melindunginya,”Kata Ai.
“Katanya kejadian itu begitu cepat?” Kata Shinmaru.
Machi pun datang menghampiri mereka.
“Apa yang terjadi?” Kata Machi.
Machi melihat orang yang terkena tebasan itu.
“Astaga,” Kata Machi dengan memasang Ekspresi yang terkejut.
“Kok bisa dia menjadi seperti ini?”Kata Machi.
“Aku tak tahu,” Kata Ai.
“Sepertinya seseorang melindungi kalian agar terhindar dari peluru si pelaku,” Kata Orang itu.
“Panggil tim medis!!!!” Kata Machi.
“Percuma, dia tak akan bisa ditolong,”Kata Orang itu.
“Dan kelihatannya, dia sudah mati dari tadi,” Kata Orang itu.
“Siapa kau?” Kata Leon.
“Oh maaf, mungkin aku tak sopan tiba-tiba langsung berbicara. Aku adalah Kaoru Kazumi, Panitia untuk acara ini,”Kata Kaoru, orang itu.
“Tapi kenapa bisa ada penyusup ya? padahal sudah diberi penjagaan yang cukup ketat,” Kata Kaoru.
“Sekuat kuatnya baju zirahmu, pasti ada lubangnya. Sekuat kuat nya kau buat sebuah pertahanan, pasti juga memiliki celah yang bisa ditembus oleh musuhmu,”Kata Shuichi.
“Kau benar Shuichi,”Kata Miyu.
“Ya aku juga setuju dengan pendapatmu. Tapi bagaimana mereka bisa menemukan celahnya? Lagipula celahnya apa?” Kata Kaoru.
“Entah lah, aku juga tak....”Kata Ai.
Ai pun batuk batuk sambil memegang tenggorokannya.
“Maaf, sepertinya aku tak bisa melanjutkan topik ini deh,”Kata Ai.
“Tenggorokanku benar benar sakit,”Kata Ai.
“Iya, tenggorokanku juga sakit,” Kata Miyu.
“Oalah jadi tenggorokan kalian sakit ya? Pergi ke dokter aja deh kalian,” Kata Machi.
“Beneran, nih?” Kata Ai.
“Ya daripada kalian seperti ini,” Kata Machi.
“Baiklah kami pamit dulu ya,” Kata Ai.
“Jadi nggak enak kami pamitnya karena alasan ini,” Kata Miyu.
“Ya nggak apa apa, daripada kalian gak bisa ngomong lagi,”Kata Machi.
“Bagaimana dengan si pelaku ini?” Kata Miyu.
“Tenang, si pelaku biar kami yang ngurus. Apa kalian mau dikawal?” Kata Kaoru.
“Ah tak perlu, kami nanti disangka aneh aneh lagi,”Kata Ai.
__ADS_1
“Oh begitu ya,”Kata Kaoru. “Baiklah kami permisi dulu ya,” Kata Miyu.
Ai dan teman-teman pergi dari tempat itu.