
Hari sudah mulai memasuki sore. Shinmaru dan Rie masih belum menemukan siapa orang tua anak itu.
“Ternyata kita memang tak bisa menemukan orang tua anak ini.”Kata Rie.
“Jika dia membuang anak itu, mungkin saja dia tak akan mengakui anak itu.”Kata Shinmaru.
“Oh iya Shinmaru, mengapa kau mau mencari anak orang tua ini?”Kata Rie.
“Karena sepertinya yang benar-benar pantas merawat bayi ini adalah orang tuamya sendiri. Bukan kita.”Kata Shinmaru .
“Begitu ya. Berarti kita gak pantas merawat anak ini dong?”Kata Rie.
“Bukan begitu, Rie. Maksudku.....”Kata Shinmaru.
“Jadi hal yang kita lakukan dari tadi nggak pantas dong?”Kata Rie.
“Bukan begitu Rie, kita pantas sih pantas, tapi menurutku pantas ya orang tuanya.”Kata Shinmaru.
“Apakah kau masih menyebut mereka pantas, orang tua yang membuang anaknya itu. Apakah dia pantas SHINMARU!!!!!”Kata Rie.
“Karena itu adalah anak mereka!!!!”Kata Shinmaru.
“ya karena bayi itu anak mereka.”Kata Shinmaru.
“Jadi maksudmu, anak adopsi itu tak pantas dirawat oleh orang lain? Begitu?”Kata Rie.
“Maaf kan aku, aku tak maksud ngomong begitu.”Kata Shinmaru.
“Baiklah jika kau tak mau merawat anak adopsi ini, maka aku akan merawatnya sendiri!!!!!”Kata Rie.
Rie lanjut berjalan membawa bayi itu.
“Rie......”Kata Shinmaru.
“Bukan begitu Rie....”Kata Shinmaru.
“maafkan aku Rie.”Kata Shinmaru.
Rie pun berhenti.
“karena aku yakin, dia bukan anak yang dibuang.”Kata Shinmaru.
“Apa maksudmu?”Kata Rie.
“Entah mengapa hatiku mengatakan sepertinya kita akan langsung bertemu orang tuanya.”Kata Shinmaru.
“Baiklah ayo kita cari orang tua anak ini.”Kata Shinmaru.
“Baiklah, ayo kita cari lagi.”Kata Rie.
Mereka lanjut mencari.
Sedangkan di tempat lain, Miyu dan Ai masih berkeliling.
“Ah waktu sudah mulai sore ya.”Kata Miyu.
“Sebentar lagi, puncak dari festival ini.”Kata Miyu.
“iya.”Kata Ai.
“Menurutmu, acara itu akan ramai atau tidak?” Kata Ai.
“Sepertinya sih iya.” Kata Miyu.
“Oh iya bagaimana dengan Shinmaru, Rie, Kyoko dan Shuichi ya?”Kata Ai.
Miyu teringat sesuatu.
“Ah gawat, aku lupa kirim foto denah tadi ke Kyoko.”Kata Miyu.
“Mungkin saja Kyoko tersesat di tempat ini.”Kata Miyu.
“semoga saja dia tak apa apa.”Kata Miyu. “Ah Miyu sepertinya kau sudah terlambat mengirimkan foto itu.”Kata Seseorang. Ternyata itu adalah Shuichi dan Kyoko.
“Kyoko kenapa kakimu?”Kata Miyu.
“Ah ini, tadi aku.....”Kata Kyoko.
“Hanya tersandung. Iya tadi dia tersandung batu yang lumayan besar.”Kata Shuichi.
__ADS_1
“Sepertinya kejadian yang tadi tidak usah bilang ke Miyu.”Kata Shuichi yang membisiki Kyoko.
“Ah iya, sepertinya aku terlalu ceroboh hingga menendang sebuah batu yang ukurannya lumayan besar.”Kata Kyoko.
“Hmmm ada yang mencurigakan.”Kata Miyu.
“Tapi syukurlah untungnya kau tak apa apa.”Kata Miyu.
“Maafkan aku ya, Kyoko. Aku jadi lupa deh.”Kata Miyu.
“Iya tak apa apa.”Kata Kyoko.
“Baiklah kita tinggal mencari Shinmaru dan Rie saja.”Kata Ai.
“Sepertinya kita tak usah mencarinya.”Kata Miyu.
“Mungkin mereka sedang mesra mesraan di sebuah tempat.”Kata Miyu.
“Baiklah kita langsung saja berangkat ke tempat konser itu diadakan.”Kata Miyu.
Mereka pun pergi.
Saat mereka berjalan, ada seorang suami istri yang membagikan sebuah brosur. Suami istri itu menghampiri mereka.
“Permisi anak muda, apakah kau melihat anak kami?”Kata perempuan itu.
“Memang anak ibu seperti apa penampilannya?”Kata Miyu.
“Mereka memberikan foto anak mereka.
“Kira kira seperti ini.”Kata Perempuan itu.
“Ini kan!!!!!!!!”kata Miyu.
Sementara itu, jam sudah menunjukkan waktu 16.49. Shinmaru dan Rie masih belum bisa menemukan orang tua itu.
“Sepertinya ini tak berhasil.”Kata Rie.
“Kita harus tetap mencari Rie. Feeling ku mengatakan anak ini akan bertemu orangtuanya disini.”Kata Shinmaru.
“Tapi kalau tanpa petunjuk, sama saja mencari jarum di tumpukan jerami. Benar benar mustahil.” Kata Rie.
“Dari tadi kita hanya tengak tengok orang saja yang mirip anak ini kan?”Kata Rie.
Tiba-tiba suara telpon Shinmaru berbunyi.
“Oh ini sepertinya dari Miyu.”Kata Shinmaru. Shinmaru menjawab Telponnya.
“Halo Miyu, Kenapa ya kau meneleponku.”Kata Shinmaru.
“Hei Shinmaru, coba datang ke taman di festival ini. Kami ingin bicara sesuatu kepadamu.”Kata Miyu.
“Tapi aku gak tau dimana tamannya.”Kata Shinmaru.
“Akan ku kirimkan foto denahnya ya.”Kata Miyu.
Miyu mengirim foto denah itu ke Shinmaru melalui teleponnya. Shinmaru melihatnya.
“oh baiklah kami akan kesana.”Kata Shinmaru. Shinmaru menutup telponnya.
“Apa katanya?”Kata Rie.
“Kita disuruh pergi ke taman di festival ini.”Kata Shinmaru.
“Katanya ia ingin berbicara sesuatu.”Kata Shinmaru.
“Baiklah ayo kita kesana Shinmaru.”Kata Rie.
“Ayo.” Kata Shinmaru.
Mereka pun kesana. Akhirnya mereka pun sampai.
“Dimana Miyu ya?”Kata Shinmaru.
“aku juga tak melihatnya.”Kata Rie.
“Oi Shinmaru.”kata seseorang.
Ternyata itu adalah Shuichi.
__ADS_1
“Oi Shinmaru, kalian cepat kesini.”Kata Shuichi.
Shinmaru dan Rie menghampiri mereka.
“Kami memiliki kejutan untukmu.”Kata Miyu.
“Kejutan apa?”Kata Shinmaru.
“Baiklah, paman bibi keluarlah.”Kata Miyu.
Tiba-tiba ada suami dan istri yang tadi keluar dari tempat persembunyiannya.
“Siapa mereka?”Kata Shinmaru.
“Mereka adalah orang tua bayi ini, Shinmaru.”Kata Miyu.
“Anak mereka berdua ini?”Kata Shinmaru. “Iya itu anak kami.”Kata Perempuan itu.
“ada buktinya nggak, bu?”Kata Shinmaru.
Perempuan itu memberikan foto bersama bayi itu.
“Nih foto kami.”Kata perempuan itu.
Shinmaru melihatnya.
“tetapi kok anak ibu bisa dijalan?” Kata Shinmaru.
“Iya ini gara gara suamiku yang salah mengambil. Harusnya mengambil bayi malah mengambil tempat sampah.”Kata perempuan itu.
“Iya ini akibat aku kebanyakan minum semalam, jadi salah mengambil deh.”Kata laki-laki itu.
“Apakah dia dibawa ke tempat minum minuman itu?”Kata Shinmaru.
“Sebenarnya kami saat itu menitipkan anak kami ke saudara karena istriku sedang sibuk. Sorenya aku disuruh mengambil bayi itu, ternyata aku bertemu dengan temanku. Dia mengajakku minum hingga malam. Setelah aku minum aku pergi ke saudaraku lalu....”Kata Laki-laki itu.
“APAKAH KALIAN PANTAS DISEBUT ORANG TUA!!!!!!!!”Kata Shinmaru.
“kalian membiarkan anak itu terlantar, kalian lebih mementingkan urusan kalian!!!!!!!!”kata Shinmaru.
“Kalian membuat bayi itu merasakan dingin nya malam, dan kalian lebih.....”Kata Shinmaru.
“Kalian lebih buruk.......”Kata Shinmaru. Shinmaru pun menangis.
“Daripada kami........ “Kata Shinmaru. Perempuan itu bersujud.
“sayang.”Kata Laki-laki itu.
“Maafkan aku, aku memang tak pantas jadi orang tuanya, tapi.....”Kata perempuan itu.
Perempuan itu meneteskan air mata.
“Aku ingin menebus semua dosa dosaku, jadi tolonglah agar aku merawat anakku sekali lagi!!!!!!”Kata perempuan itu.
“Aku tak mau kelihangan anakku untuk sekali lagi.”Kata perempuan itu.
“Sayang.”Kata Laki laki itu.
“Bibi.”Kata Miyu.
Laki-laki itu ikut bersujud kepada Shinmaru.
“Ini bukan salah nya tetapi ini adalah salahku. Aku memang ayah yang payah!!!”Kata laki-laki itu.
“Baiklah ini bayi mu.”Kata Rie.
Rie memberikan bayi itu.
“Rie......”Kata Shinmaru.
“Kau yang sendiri yang memberitahuku, bahwa yang pantas merawat ini.....”Kata Rie. Rie pun menangis.
“Adalah orang tuanya kan?”Kata Rie.
“Rie....”Kata Shinmaru.
Suami istri itu bangun dan mengambil bayi itu.
“Baiklah terimakasih banyak. Kami akan selalu mengingat kalian. Dan kami berjanji akan menjadi orangtua yang baik.”Kata Mereka.
__ADS_1
“Baiklah mohon maaf kami permisi.”Kata mereka. Mereka pun pergi.
Tapi sebelum mereka menjauh......“Sayonara.”Kata Shinmaru sambil melambaikan tangan. “Sayonara si mungil.”Kata Rie sambil melambai kan tangan. Rie dan Shinmaru menangis. Dan bayi itu melambaikan tangan. “Ah ini cukup mengharukan juga ya.”Kata Miyu. “Ah aku biasa biasa aja.”Kata Shuichi. "Ah kau memang seperti itu Shuichi. “Jangan begitu lah Shuichi.”Kata Kyoko. “Baiklah ayo kita pergi ke konser itu.”Kata Miyu. “Yaaaa!!!! Kata mereka kecuali Rie dan Shinmaru. “Apakah kalian mau ikut?” Kata Miyu. “Baiklah, aku akan ikut.”Kata Rie. “Aku juga ikut.”Kata Shinmaru. Mereka pergi menuju konser itu diadakan.