
Jim pun tiba di ruang interogasi dengan didampingi oleh penjaga itu.
“Oh jadi kau ya, Shuichi si sekretaris kelas.”Kata Jim.
“Kenapa kau bisa ada disini?”Kata Jim.
Jim melihat jendela. Dia melihat ada Ai,Catherine, Miyu, Shinmaru, Kyoko, Gin yang berada disana.
“Oh jadi begitu ya.”Kata Jim.
“Kukira kau datang kesini sendiri.”Kata Jim.
“Mana mungkin aku datang kesini sendirian.”Kata Shuichi.
“oh baiklah kalau begitu.”Kata Jim.
Jim berdiri, dan Jim menundukkan kepalanya ke meja seperti memohon.
“Tolong lepaskan aku!!!!!” Kata Jim.
“Aku ini tak bersalah. Aku tak bersalah.”Kata Jim.
Jim pun menangis.
“Kenapa kau memukul dia?” Kata Shuichi.
“Karena dia duluan yang memukulku.”Kata Jim.
Semuanya terkejut.
“Si korban yang memukul duluan?” Kata Ai didalam hatinya.
“Ada yang tidak beres disini.”Kata Miyu didalam hatinya.
“Astaga.”Kata Kyoko didalam hatinya.
“Oh jadi begitu ya.”Kata Catherine didalam hati .
“cepetan dong, perutku tak bisa menahannya lagi nih.”Kata Shinmaru di dalam hatinya.
“Baiklah tolong jelaskan bagaimana kronologi nya.”Kata Shuichi.
“Aku hanya memeriksa sesuatu di gang itu, lalu saat aku masuk,aku dipukul dari belakang.”Kata Jim.
“Dan kau melihat si korban lalu kau menghajarnya?”Kata Shuichi.
“Tidak, aku sebenarnya tak mau melawan, tapi karena dia mau memukulku, jadi aku pukul kembali. Dan kami akhirnya saling memukul.”Kata Jim.
“Begitu ya.”Kata Shuichi.
“Apa kau kenal dengan korban, atau kau pernah melihat korban?”Kata Shuichi.
“Tidak aku tak kenal, aku saja baru melihat wajahnya saat dia menghajar wajahku.”Kata Jim.
“Atau temanmu berteman dengan orang itu?” Kata Shuichi.
“Entahlah, sepertinya tidak ada.”Kata Jim.
“Tapi, kenapa para saksi bilang bahwa kau yang memukul duluan?”Kata Shuichi.
“Aku tak tau.”Kata Jim.
“Jadi kau tak tahu ya?” Kata Shuichi.
“apa kau punya bukti untuk membuktikannya?” Kata Shuichi.
“Tidak ada.” Kata Jim.
“Bukti seperti lukamu?”Kata Shuichi.
“Tubuhku tak merasa sakit apa apa.”Kata Jim.
“Begitu ya.”Kata Shuichi.
“Oh baiklah, pertanyaan nya sudah cukup.” Kata Shuichi.
“Aku pergi dulu.”Kata Shuichi.
Shuichi pun melangkah ke pintu.
“Oi, Shuichi.”Kata Jim.
“Apa kau masih tak bisa memaafkanku?”Kata Jim.
“Entahlah. Lagipula keinginan ini bukan keinginanku sendiri.”Kata Shuichi.
“Begitu ya.”Kata Jim.
“Entah kenapa kau juga berada di sini.”Kata Jim.
__ADS_1
“Aku ada urusan disini.”Kata Shuichi.
Shuichi meninggalkan kelas. Ai, Miyu, Kyoko, Shuichi, Catherine, dan Gin keluar dari sana.
“Jawabannya tak memuaskan ya.”Kata Miyu.
“Ya benar, buktinya juga kurang.”Kata Ai.
“Oh iya dimana Shinmaru?” Kata Shuichi.
“Dia sedang berada di Closet sekarang.”Kata Ai.
“Oh begitu ya.”Kata Shuichi.
Di perjalanan Mereka bertemu dengan seorang orang tua dan ketua kelas C.
“Orang itu kan...”Kata Miyu.
“Oh ternyata kalian ya?” Kata Magister, si ketua kelas.
“Hello orang orang rendahan.”Kata Magister.
“Hei Magister!!! Ucapan mu itu benar benar tak sopan sekali. “Kata Kakek tua itu.
“Maaf ya kalau anak didikku ini agak kasar ke kalian.”Kata kakek itu.
“anak didik?”Kata Kakek itu.
“oh maaf, aku sangat tak sopan sekali.”Kata kakek itu.
“Namaku adalah Halpres. Senang bertemu denganmu. Aku adalah wali kelas mereka. Tolong maafkan kelakuan mereka ya.”Kata Pak Halpres.
“Tapi walaupun tak memaafkan mereka, proses hukum harus tetap berjalan.”Kata Pak Halpres.
“Apa yang dilakukan teman kalian itu, tak bisa dimaafkan oleh kami.”Kata Pak Halpres.
“Ya kami dapat memakluminya.”Kata Shuichi.
“Jika teman kami salah, penjarakan saja dia.”Kata Shuichi.
“Shuichi apa yang kau ka...”Kata Gin. “Tapi jika teman kami tak salah, kalianlah yamg harus bertanggung jawab.”Kata Shuichi.
“Menarik sekali, kalau begitu. Jika kalian tak bisa menang, maka kalian tak memiliki masa depan kalian lagi.”Kata Pak Halpres.
“Baiklah kami permisi dulu untuk memeriksa tersangka.”Kata Pak Halpres.
“Oi oi Shuichi apa yang kau katakan itu? Kau disini untuk bukan hanya menyelamatkan Jim, tapi mempertaruhkan masa depan kelas kita.”Kata Gin.
“Apa itu masa depan? Masa depan hanyalah khayalan manusia saja. Tak ada yang namanya masa depan, yang ada hanyalah masa hidupmu yang terus berjalan.”Kata Shuichi.
“Apa maksudmu Shuichi? ”Kata Gin.
“Untuk apa mewujudkan masa depan kelas kita jika kita sudah berakhir disini. Kelas kita dari awal memang sudah tak memiliki masa depan.”Kata Shuichi.
“Lagipula, dari awal aku tak peduli dengan Jim. Tapi jika Jim memang bersalah, ya udah, Susu yang enak dirusak dengan setetes racun.”Kata Shuichi.
“Baiklah aku pergi dulu.”Kata Shuichi.
Shuichi pun berjalan menjauh.
“Tapi,Kau juga terkena efeknya kan?” Kata Ai.
Shuichi pun berhenti dan melihat Shuichi.
“Efek cacian dan makian itu?”Kata Ai.
“Aku sudah tak peduli dengan cacian dan hinaan itu. Itu memang takdir kita.”Kata Shuichi.
“Kau disini bukan berjuang untuk dirimu sendiri Shuichi. Tapi kita berjuang bersama sama. Mungkin kau sudah biasa biasa saja dicaci maki, tapi pikirkanlah orang lain Shuichi!!!!!” Kata Ai.
“Apa orang lain bisa menerima cacian itu Shuichi!!!!” Kata Ai.
Ai meninju Shuichi.
“Jika Shinmaru disini, mungkin dia akan berkata sama sepertiku.”Kata Ai.
“Oleh karena itu kau jangan menyerah Shuichi!!!”Kata Ai.
“Kalian terlalu naif.”Kata Shuichi.
“Kalian memaksakan kepercayaan kalian bahwa dia itu tak bersalah.”Kata Shuichi.
“Aku sebenarnya tak peduli dengan dia memang salah atau tidak. Yang pasti, jika seorang teman meminta bantuan. Kita harus menolongnya kan?” Kata Miyu.
“Iya kan Ai?” Kata Miyu.
Ai menganggukkan kepalanya.
“Walaupun kau tak kenal atau tak menyukainya . Tapi dia juga termasuk temanmu kan? Teman itu harus saling tolong menolong.”Kata Miyu.
__ADS_1
“Manusia adalah makhluk sosial, ingat itu.”Kata Miyu.
“Kau tak akan bisa hidup sendirian Shuichi. Mungkin suatu saat nanti kau juga butuh pertolongan orang lain.”Kata Miyu.
“Ah, kalian berdua ini......”Kata Shuichi.
“Memang sama sama merepotkan ya.” Kata Shuichi.
“Baiklah ayo keluar.”Kata Shuichi.
Ai dan yang lainnya keluar dari gedung itu. Diluar sudah ada Shinmaru.
“Ah kau lama sekali, Shuichi.”Kata Shinmaru.
“Ternyata kalian lebih lama daripada aku membuang kotoranku.”Kata Shinmaru.
“Bagaimana berhasil tidak?” Kata Shinmaru.
“Sayangnya itu tak berhasil.”Kata Shuichi.
“Karena aku diganggu oleh dua sejoli ini.”Kata Shuichi.
“Eh?!?!” Kata Ai dan Miyu.
“Apa maksudmu?” Kata Ai dan Miyu.
“Pagi tadi kalian sedang romantis romantisan di kamar kan?” Kata Shuichi.
“Eh bagaimana kau bisa tau?!?!?” Kata Ai dan Miyu.
“Kyoko memberitahu kami.”Kata Shuichi.
“Ah untuk pagi tadi aku hanya menyelamatkan Miyu yang sedang terjatuh.”Kata Ai.
“Tapi kenapa kau bisa ada didalam kamarnya Miyu?” Kata Shuichi.
“Ah kebetulan Miyu meminta tolong kepadaku. Jadi aku berada disana pagi tadi.”Kata Ai.
“Jadi begitu ya.”Kata Kyoko.
“Sepertinya kami salah paham deh kepada kalian.”Kata Shuichi.
“Baiklah ayo kita pulang saja.”Kata Shuichi.
Mereka mulai berjalan menuju apartemen mereka.
“Oh iya memangnya rencana apa yang kalian buat?”Kata Miyu.
“Sebenarnya ada dua rencana sih. Yang pertama berhasil dan yang kedua digagalkan oleh kalian.”Kata Shinmaru.
“Rencana yang pertama adalah aku harus mengusir Rie dengan cara seperti itu agar Rie tak dianggap sebagai murid di kelas kita.”Kata Shinmaru.
“Jadi kau mengusir Rie itu hanya sandiwara saja, bukan asli?”Kata Miyu.
“Ya itu cuman sandiwara yang dibuat oleh kami saja. Dan Rie mengetahui rencana ini juga.” Kata Shinmaru.
“Lalu rencana keduanya tadi bertujuan untuk....”Kata Miyu..
“Iya, untuk membuat mereka membuka celah.” Kata Shuichi.
“saat mereka sangat percaya diri untuk menang, mereka pasti tak akan terlalu mengawasi tempat itu. Nah karena sudah tak ada yang menjaga, Rie dan temannya bisa masuk dan memeriksa TKP itu tanpa dihalangi siapapun.”Kata Shuichi.
“Tapi bukannya tempat itu memang sudah tak diawasi ya?” Kata Miyu.
“Tapi pasti ada seseorang dari kelas C yang mengawasi tempat itu kan?” Kata Shuichi.
“Mereka terus memantau tempat itu dari kejauhan apakah seseorang dari kelas ZZZ akan datang kesana untuk memeriksa tempat itu.”Kata Shuichi.
“Tapi mungkin dengan rencana ini, mereka akan melonggarkan pengawasan mereka.”Kata Shuichi.
“Oh begitu ya Shuichi.”Kata Miyu. “Berarti ini semua sudah direncanakan ya?” Kata Miyu.
“Iya begitulah.” Kata Shuichi.
“Tapi sepertinya rencana ini cukup berhasil walaupun ada yang gagal.”Kata Shuichi.
“Tapi kemungkinan gagal juga kan?”Kata Catherine.
“Iya aku sudah memperhitungkan kegagalannya, sepertinya rencana ini 80% berhasil.”Kata Shuichi.
“20% itu juga termasuk besar kan?” Kata Catherine.
“ya walaupun kemungkinan kegagalannya kecil, tapi ya mungkin saja rencana ini bisa saja gagal.”Kata Shuichi.
“Tapi bagaimana jika rencana ini gagal Shuichi?” Kata Miyu.
“Tujuan ku membuat rencana ini agar kita bisa mencari bukti disana. Jika itu gagal maka kita juga gagal mendapatkan buktinya.”Kata Shuichi.
“Begitu ya.”Kata Miyu.
__ADS_1