
"Ryan aku pusing" ucap Meysha
"Istirahatlah hari sudah larut aku menemanimu disini" ucap Ryan
Meysha mengangkat tangan yang sedang di genggam Ryan kemudian mencium punggung tangan Ryan "Muach selamat malam" ucap Meysha yang membuat Ryan tersenyum
Ryan pun bangkit dari duduknya kemudian mencium pucuk kepala Meysha,
"Akhirnya kami di persatukan" gumam Ryan
Malam yang dingin pun berganti pagi yang hangat , suster membawa peralatan untuk melepas infus Meysha , suster hendak membangunkan Ryan tapi di larang oleh Meysha dengan menaruh telunjuk di bibirnya kemudian suster itu mengerti , kemudian melepaskan selang infus yang ada di tangan meysha.
"Apa aku sudah boleh pulang?" tanya Meysha kepada suster
"Boleh, bangunkan bapaknya dulu untuk mengurus keperluan sebelum pergi" ucap suster
Merasa ada percakapan Ryan bangun ia melihat suster yang barusan pergi dari ruangannya kemudian ia berbalik melihat meysha yang sedang menatap dirinya.
"Udah bangun?" tanya Meysha
"Udah" ucap Ryan
"Yuk pulang" ucap Meysha
Setelah selesai mengurus dokumen yang diperlukan , meysha dan ryan pulang , ia lupa mobilnya di bwah ayahnya kemarin
"Kita pulang ke apartemen kamu aja ya?" ucap Ryan sambil menunjuk gedung yang hanya berselang beberapa toko saja
"Iya lalu kemana" ucap Meysha
Ryan maju ke depan Meysha kemudian berjongkok , Meysha terheran melihat Ryan yang tengah berjongkok itu.
__ADS_1
"Ayo naik" ucap Ryan yang melihat Meysha terbengong
"Kenapa ? aku baik baik saja" ucap Meysha
"Aku lupa tadi malem mobil di bawa ayah" ucap Ryan
"aku akan menggendong calon istri ku sampai apartemen" lanjut Ryan
"Gak usah Ryan aku gak apa apa ayo kita bergandengan tangan dan jalan saja" ucap Meysha sambil meraih tangan Ryan dan menggenggam nya
Ryan pun mengangguk dan tersenyum kemudian menggenggam tangan meysha dan memasukkan nya ke dalam saku jaketnya , Meysha pun tersenyum dan mereka pun berjalan kaki menuju apartemen meysha.
Di perjalanan melewati toko baju , mereka pun mampir membeli setelan untuk Ryan berganti pakaian , hingga sampai di warung makan sate tempat ia biasa makan dengan si mbok.
"Kita makan dulu ya" ucap Meysha
"Ayo" ucap Ryan
Mereka pun masuk ke warung itu dan memesan makanan dan juga minuman , tidak terasa air mata mengalir di pipi Meysha.
"Aku sering makan disini bareng si mbok" ucap Meysha
"Iya aku tahu , jangan bersedih sekarang kan ada aku" ucap Ryan mencoba menghibur Meysha
"Jangan pernah meninggalkan aku, sekalipun maut yang memisahkan aku ingin aku yang lebih dulu" ucap Meysha terpotong
"Huussst tidak ada yang akan memisahkan kita , meskipun maut sekalipun" ucap Ryan mendengar ucapan Meysha
Meysha pun kembali menyantap makanan nya, setelah selesai mereka menuju apartemen meysha
Sampai di apartemen meysha
__ADS_1
"Meysha barang barang si mbok , rencana mau disimpan atau?" tanya Ryan
"Menurut kamu?" tanya Meysha kembali
"Bagaimana kalau kita sumbangkan saja agar bermanfaat" ucap Ryan
"Kamu yang urus ya, seperti nya aku tidak mampu melihat barang barang si mbok" ucap Meysha sambil berjalan ke kamarnya
Setelah kepergian Meysha, Ryan menelpon seseorang untuk merapikan dan membersihkan kamar si mbok, sampai kemudian masuk ke kamar tamu untuk mengganti pakaian
Setelah sekian lama sampai orang orang yang membereskan barang barang pulang, meysha tetap tidak keluar kamar , Ryan pun khawatir dengan keadaan Meysha takutnya meysha pingsan lagi.
"Tok tok tok Meysha" ucap Ryan dari balik pintu
Tidak ada jawaban dari Meysha
"Meysha" ucap Ryan
Kembali tidak ada sahutan dari calon istrinya itu
"Meysha maaf aku masuk ya" ucap Ryan sambil membuka pintu kamar meysha
Terlihat Meysha tengah tertidur pulas, Ryan mendekati Meysha ia duduk di samping Meysha dan merapihkan rambut Meysha yang menutupi sebagian wajahnya, terlihat wajah polos meysha yang tengah tertidur.
Ryan sangat mencintai Meysha, ia ingin menjaga dan melindungi meysha.
Ryan mengambil ponsel dan mengirim pesan pada asistennya untuk mengurus surat surat untuk keperluannya menikah dengan Meysha juga mengabari ayahnya kalau lusa adalah hari pernikahan Ryan dengan Meysha.
Ryan menyimpan ponsel ke sakunya kemudian ia kembali melihat meysha yang masih tertidur pulas , Ryan pun mencium pucuk kepala Meysha, ketika hendak bangun seketika tangan meysha memeluk lehernya dan mengeratkan nya membuat hidung mereka saling bersentuhan.
"Meysha" ucap Ryan sambil menahan tarikan tangan meysha yang semakin kuat menarik belakang lehernya
__ADS_1
Ryan menatap bibir Meysha yang hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya , membuatnya salah tingkah dan membuat nya menelan saliva nya.
"Jangan salahkan aku" ucap Ryan hendak mencium bibir Meysha