
"Ada seseorang yang sedang mengawasi Rumahmu" ucap Ryan
"Kamu?" tanya Jonathan
"Aku mengawasi rumah mu untuk kebaikan, harusnya kamu membayar ku" ucap Ryan
"Lalu siapa?" tanya Jonathan
"Entah lah, orangnya lari" ucap Ryan
"Untuk apa memberitahu kalau begitu" ucap Jonathan
"Untuk Berjaga-jaga , aku menjaga luar rumah dan kamu menjaga dalam rumah, sementara waktu Meysha jangan keluar rumah dulu" ucap Ryan
"Jangan mudah percaya pada pembantu atau yang lainnya kecuali orang yang benar benar kamu percaya" ucap Ryan
"Di dalam rumah pasti aman , banyak pembantu tidak mungkin terjadi apa apa" ucap Jonathan
"Yang kita sangka baik belum tentu baik" ucap Ryan
"Maksud mu Meysha dalam bahaya" ucap Jonathan
"Iya , kecuali keluarga mu punya banyak musuh" ucap Ryan
"Kami tidak ada musuh" ucap Jonathan
"Berarti sasaran mereka adalah Meysha , tolong jaga Meysha di dalam rumah" ucap Ryan
"Hari ini ada kelas hamil" ucap Jonathan
"Tidak perlu pergi, yakinkan pada Meysha tapi jangan bilang dia sedang dalam bahaya takut dia kepikiran , dan sakit itu tidak baik untuk bayinya" ucap Ryan
"Hari ini Meysha mendapatkan pesan yang membuat dia gugup dan melempar Ponselnya" ucap Jonathan
"Cari tahu pesan dari siapa?" ucap Ryan
"Baik , kenapa kamu tidak membenciku" ucap Jonathan
"Untuk apa , kamu baik pada istri dan anak anakku" ucap Ryan
"Kalau Meysha memilih ku bagaimana?" tanya Jonathan
"Tidak masalah asal kamu bisa menjaga dan membuatnya bahagia" ucap Ryan " Tapi jika terjadi sesuatu pada Meysha dan anak anakku karena mu , aku akan langsung mencarimu" lanjut Ryan
"Aku akan menjaganya" ucap Jonathan
"Ini" ucap Ryan mengulurkan kartu Kredit Unlimited kepada Jonathan
"Untuk apa?" tanya Jonathan
"Keperluan istri dan anak anakku" ucap Ryan
__ADS_1
"Apa aku terlihat kekurangan uang?" tanya Jonathan
"Simpan saja , sebagai rasa tanggung jawab ku" ucap Ryan
"Baik aku simpan" ucap Jonathan
"Lalu kenapa kamu membenciku" ucap Ryan
"Karena kamu adalah orang yang di cintai Meysha" ucap Jonathan pergi meninggalkan Ryan
"Sebentar" ucap Ryan , sambil mengejar Jonathan dan membisikkan sesuatu
"Jangan percaya siapapun , Aku yakin Ada mata mata di rumah" ucap Ryan , Ryan pergi meninggalkan Jonathan.
"Apa se bahaya itu" gumam Jonathan
Sampai di rumah Jonathan mulai waspada ia selalu diam diam memperhatikan gelagat para pembantu di rumah , ia pun menuju kamar meysha.
"Sha boleh aku masuk?" ucap Jonathan
"Masuklah" ucap Meysha
"Kelas hamil..." ucap Jonathan
"Maaf kak hari ini seperti nya aku sedang malas keluar" ucap Meysha
Jonathan kaget mendengar nya , "Apa meysha sudah waspada, karena isi pesan yang di terimanya" gumam Jonathan
Tiba tiba dari ruang pintu Meysha terbuka terlintas bayangan seseorang yang di sadari oleh Meysha dan Jonathan
"Hussst" ucap Meysha pelan sambil menaruh telunjuknya di bibirnya dan menunjukkan ponselnya
Jonathan melihat nama Tania di ponsel Meysha, kemudian Jonathan mengetikkan sesuatu di ponselnya dan menunjukkan pada Meysha.
"Siapa Tania?"
"Anak dari kakakku"
"Kenapa kamu se kaget itu?"
"Dia mencintai Ryan , dan selalu ingin memisahkan aku dan Ryan"
Jonathan menatap Meysha , Meysha pun menatap Jonathan
"Tetap di kamar"
"Iya Kak"
"Baik , kamu istirahat saja" ucap Jonathan keras dan mencoba keluar kamar meysha
"Baik Kak" ucap Meysha
__ADS_1
Jonathan keluar kamar meysha dan mencoba mencari bayangan seseorang yang tadi di lihatnya
Tidak ada seorang pun yang berada disana , Jonathan menutup pintu kamar meysha dan mengirim pesan pada Ryan.
"Aku tahu siapa yang mengirim pesan"
"Tania?"
"Iya , kenapa bisa tahu?"
"Dia yang selalu berniat memisahkan Meysha dan aku , terakhir dia mencoba mendorong Meysha dari ketinggian pesawat ketika hendak turun"
"Pantas Meysha begitu terkejut"
"Pada akhirnya aku yang jatuh"
"Punya banyak nyawa ya , orang lain mungkin mati setelah jatuh paling parah akan cacat"
"Hahaha aku bisa meringankan tubuh, jadi tidak terlalu parah"
"Hebat"
"Sekarang kamu mengakui ku, apa mau menyerahkan Meysha padaku"
"Tetap tidak, Meysha lebih aman di rumah ini"
"Di sana juga tidak aman , Kamu harus menjaganya"
"Iya aku tahu"
"Apa terjadi sesuatu?"
"Ya ada yang mengawasi kamar meysha"
"Pindahkan Meysha , ke kamar mu"
"Hey , apa kamu sudah pasrah"
"Jangan bermimpi, ini baik untuk Meysha jangan lakukan apapun padanya , dia tengah hamil"
"Baik aku akan melakukannya setelah Meysha melahirkan"
"Jangan juga"
"Kenapa kamu menyuruh dia pindah ke kamarku, aku laki laki normal , Meysha cantik"
"Kamu jangan macam-macam"
"Ya aku tahu, biarkan Meysha tetap di kamarnya , kalau Meysha pindah , mereka malah waspada"
"Ya kamu benar juga"
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaaaa"