Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Empat Belas


__ADS_3

"Dalam sekejap cinta mengubahku menjadi bisa" ucap Ryan sambil menatap Meysha , meysha pun menatap Ryan sambil tersenyum


"Kamu gak berubah fikiran kan , kalau aku tidak bisa memasak?" tanya Meysha


"Ayo makan dulu , nanti aku jawab" ucap Ryan


Mereka pun duduk di meja makan disana sudah tersedia sup daging sapi ala Meysha dan telur dadar ala Ryan.


Meysha menyendokan nasi pada piring Ryan, juga menyendokan sup ke mangkuk kecil, ia takut apabila rasa sup tidak sesuai selera Ryan.


Ryan hendak mencicipi sup bikinan Meysha , begitu juga Meysha yang mulai memasukkan sendok ke mulutnya.


"Hm hehehe jangan dimakan kita makan di luar aja" ucap Meysha sambil menahan tangan Ryan hendak mencicipi masakan Meysha


"Kenapa?" tanya Ryan , tapi Ryan tetap mencicipi masakan Meysha


"Ooo kamu lupa tambahin garam" ucap Ryan sambil mengangkat kembali sup dan menaruhnya kembali ke panci dan memanaskan lagi kemudian menambahkan garam dan penyedap rasa, di rasa sudah pas ia menyendokan kuah untuk di cicipi Meysha.


"Eumm enak" ucap Meysha sambil mengacungkan dua jempolnya


Mereka pun akhirnya makan dengan lahapnya


"Ryan," ucap Meysha


"Hmm" jawab Ryan


"Hmm buat apa aku nyetok ya, kan aku gak bisa masak,ga jadi deh" gumam Meysha mengingat ia tidak bisa masak


"Gak jadi" ucap Meysha sambil menggelengkan kepalanya


"Kenapa?" tanya Ryan


"Hmm gak jadi" ucap Meysha


"Kalau ada sesuatu yang mau dikatakan , katakan saja." ucap Ryan

__ADS_1


"Sungguh tidak jadi Ryan" ucap Meysha


"Baiklah aku lupakan, oya Habis ini kita keluar ya" ucap Ryan


"Kemana?" tanya Meysha


"Ke supermarket kan katanya semua kebutuhan udah pada habis," ucap Ryan


"Wah ternyata dia mengerti padahal aku belum mengatakan apapun" gumam Meysha mendengar perkataan Ryan


"Oh Oke, aku siap siap dulu ya" ucap Meysha sambil melangkah pergi meninggalkan Ryan yang masih di meja makan juga di ikuti anggukan oleh lelaki itu.


Setelah Mereka bersiap mereka pun pergi ke rumah Ayah Ryan dengan bus , kemudian mengambil mobil Meysha melajukannya menuju Supermarket terbesar di kota itu .


Keramaian mengiringi perjalanan mereka lalu lalang kendaraan dan orang yang pada waktu itu adalah waktu pulang.


Sampai di Supermarket Ryan memarkirkan mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Meysha.


"Silahkan Tuan putri ku" ucap Ryan seraya bertaingkah seperti pangeran dari dalam dongeng.


"Terimakasih" ucap Meysha sambil keluar dari mobil


Ryan dan Meysha langsung menuju tempat dimana sayur mayur berada dan segala kebutuhan dapur lainnya, dari kejauhan ternyata ada yang mengawasi mereka.


"Mah, seperti nya itu Meysha" ucap Tania pada ibunya setelah melihat Meysha dan Ryan memilih bahan makanan


"Kak Meysha, Tania" ucap Shinta "Mana?" lanjut bertanya pada Tania


"Iya, kak Meysha tuh disana lagi sama cowok" ucap Tania sambil menunjuk ke arah Meysha dan Ryan


"Oh iya, sama siapa dia bukannya kata kamu selama ini dia tidak dekat dengan pria manapun apalagi punya pacar" ucap Shinta pada Tania


"Aku juga mana tau, tapi dia ganteng ya mah" ucap Tania "Seandainya mama bisa bujuk kak Meysha menyerahkan dia untukku" lanjut Tania Sambil bergelayut di tangan ibunya.


"Kak Meysha pasti mau mengalah untukmu, besok kita mampir ke perusahaan Meysha" ucap Shinta

__ADS_1


"Hehehe makasih mama ku yang cantik" ucap Tania sambil mencium pipi ibunya


"Dia sudah banyak hutang pada kita , sekarang adalah cara untuk dia membayar hutang pada kita," ucap Shinta


Meskipun dalam hati Shinta masih menyayangi Meysha tapi dendamnya lebih besar dari perasaan itu.


Setelah selesai berbelanja Meysha dan Ryan kembali ke apartemen , kali ini Ryan pamit untuk pulang ke rumahnya.


"Selamat malam" ucap Ryan sambil mencium tangan meysha kemudian pergi meninggalkan apartemen meysha.


"Hmm capek juga , aku simpan ini di kulkas dulu deh" ucap Meysha sambil membawa barang belanjaannya.


Drrt drrrt drrrrt ponsel di saku Meysha bergetar , tertera nama kak Shinta di layar ponsel Meysha.


Meysha pun mengangkat telfon itu , telfon yang ia tunggu dari beberapa tahun yang lalu.


"Halo"


"Iya Halo, ini kakak"


"Iya kak, Meysha seneng kakak mau telfon Meysha"


"Hmm, apa kabar"


"Baik kak, kemarin si mbok meninggal kak"


"Iya kakak tau, Sekarang kamu tinggal sendiri"


"Iya kak, Kak aku...." Meysha hendak mengatakan dirinya akan menikah tapi terpotong oleh kakak nya yang berbicara lagi.


"Tadi kakak lihat kamu bersama laki laki"


"Iya kak dia Ryan , Pacar Meysha"


"O sekarang sudah mulai mengerti laki laki ya, apa kamu sudah memberikan kesucian mu"

__ADS_1


"Tidak kak, dia menghormati ku"


"Baguslah , tinggalkan dia"


__ADS_2