Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Dua Puluh


__ADS_3

"Engga sayang , Ayah percaya meysha bukan orang yang seperti itu" ucap ayah Ryan menenangkan Ryan


"Aku harus bagaimana ayah" ucap Ryan menangis tertunduk


Pak hadi hanya bisa menepuk nepuk pundak anaknya , ia mengerti perjuangan anaknya untuk bisa bersama Meysha.


Ryan berjalan menuju kamar nya di bukanya album foto berisi foto foto Meysha sejak dari duduk di bangku sekolah dasar sampai SMA.


Meysha menangis tertawa marah semuanya terbingkai rapih.


"Aku belum sempat menunjukkan ini padamu" ucap Ryan Lirih


"Meysha, sungguh tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan kamu, hanya kamu yang aku cinta seumur hidup ku, aku tidak akan berhenti mencari mu aku percaya kamu mencintaiku semoga suatu saat kita di pertemukan kembali" ucap Ryan sambil menatap foto Meysha.


...****************...


Sudah sekitar sebulan Meysha hidup sendiri di negeri orang , menjalani hidup seperti biasa Meysha membersihkan diri kemudian lanjut berkutat di Perusahaan secara virtual, semua ber jalan normal tapi pagi ini entah kenapa Meysha malas sekali untuk bangun dan merasakan lemas sekali.


Drrrt drrrrt panggilan dari Randy


Meysha menggesernya dan menjawab telepon Randy,


"Meysha, kenapa baru mengangkat telepon?"


"Maaf Randy aku sedikit tidak enak badan"


"Aku kesana"


Panggilan dimatikan tanpa ada bantahan dari meysha , biasanya yang ia lakukan setiap hari nya adalah menolak dan menolak setiap bantuan dari Randy.


Randy langsung menuju pintu Meysha memencet password dan menerobos masuk kamar meysha, dilihatnya Meysha yang masih di tutupi selimut.


"Meysha , ada apa?" ucap Randy sambil menempelkan tangannya ke dahi Meysha yang panas


"Gak tahu Kak, Semua badanku lemas" ucap Meysha

__ADS_1


"Kamu demam , kita ke rumah sakit" ucap Randy


"Aku istirahat sebentar juga sembuh kok" ucap Meysha


"Mey , Jangan macam macam kita ke rumah sakit ya" ucap Randy


Randy mengangkat Meysha keluar apartemen menuju rumah sakit dekat apartemen mereka , tidak lama mereka pun sampai di UGD rumah sakit.


Meysha masuk ke ruang periksa , Randy dengan setia menunggu meysha di luar ruangan , tidak lama sepasang paruh baya datang menghampiri Randy.


Mereka adalah orang tua Randy , mereka sudah mengenal Meysha sejak seminggu setelah kepindahannya ke negara ini, orang tua Randy sangat menyayangi Meysha karena Randy menceritakan semua yang menimpa meysha.


"Mana Memey nak?" tanya Mama Randy


"Di dalam mah ,lagi di periksa dokter" ucap Randy


"Kejadiannya bagaimana?" tanya Papa Randy


"Gak tahu Pah , Randy masuk Mey sudah lemas di tempat tidur, badannya juga panas, Randy khawatir makanya di bawa kesini" ucap Randy


"Aduh kasihan banget Memey nya mamah" ucap Mama Randy


"Keluarga Ibu Mey?" tanya Dokter


"Iya dok" ucap Mama Randy di ikuti Randy juga papa Randy


"Silahkan Masuk" ucap Dokter


Mereka pun masuk terlihat Meysha yang tengah di infus.


"Bagaimana keadaan Memey dok?" tanya Mama Randy


"Tidak apa apa ini wajar di alami saat trimester pertama, Bapak harus lebih perhatian kepada Ibu Mey" ucap Dokter yang sukses membuat semuanya menganga.


"Tunggu dok , Memey Hamil ?" tanya Mama Randy

__ADS_1


"Iya bu, selamat anda sebentar lagi akan mendapatkan cucu" ucap Dokter kemudian meninggalkan mereka.


"Randy jelaskan pada mama, Memey hamil anak siapa?" tanya Mama Randy


"Aku juga terkejut mey hamil mah, " ucap Randy


"Kamu harus bertanggung jawab,nak" ucap Papa Randy


"Pah , Mah kalian tahu Memey selalu menolak Randy , bagaimana Memey hamil anak Randy?" ucap Randy


"Lalu, Memey hamil anak siapa ?" tanya Mama Randy "Dia juga bukan terlihat sebagai wanita yang nakal" lanjut Mama Randy


"Memey pernah cerita pada Randy, dia menyukai seseorang di Indonesia dan dia di sini untuk menghindari itu , Randy yakin Memey hamil anak nya ," ucap Randy


"Kemudian dia merayu kamu?" tanya Mama Randy


"Mah , Memey tidak pernah memberikan harapan apapun pada Randy, malah dia bilang kalau dia tidak akan menikah dengan siapapun, mungkin ini yang di maksud Memey" terang Randy


"Hmm" Mama Randy menghela nafas


"Mah Pah , Randy mohon tetap sayangi Memey bagaimanapun di kehamilannya ia perlu arahan oleh ibu yang luar biasa seperti mama" ucap Randy merayu ibunya.


"Ya mama sayang Memey, kalaupun kamu menikah dengan memey suatu hari nanti mama juga setuju" ucap Mama Randy


"Randy akan berusaha, Tapi jangan ungkit ini di depan memey ya,, Randy takut dia tertekan , Randy mau dia jatuh cinta sendiri pada Randy bukan karena paksaan" ucap Randy


"Hmmmm" suara Meysha kemudian membuka matanya perlahan di lihatnya Randy dan Orang tua Randy sedang memandangnya.


"Sayang" ucap Mama Randy


"Hmm tante" ucap Meysha


"Aku panggil dokter dulu" ucap Randy


Tidak lama dokter pun datang memeriksa Meysha, seorang suster mengoleskan gel pada perut Meysha, meysha bingung dengan pemeriksaan itu , Meysha melirik Mama Randy , Papa , dan Randy sedang serius memperhatikan layar empat dimensi itu.

__ADS_1


"Nah ini bu , janin anda masih sangat kecil" ucap Dokter itu


"Janin ? Aku hamil ?"


__ADS_2