
"Mbok dia adalah orang yang aku cinta , tapi aku harus meninggalkan nya mbok, Meysha sakit . dan entah kenapa Meysha rasa hanya dia satu satunya orang yang Meysha cintai, maafkan tindakan bodoh Meysha mbok" ucap Meysha dalam hati.
Meysha pun kembali menangis , kali ini dia menangis dengan kencang bukan karena kehilangan si mbok tapi karena ia harus meninggalkan cinta pertama Dan terakhir nya.
Ryan maju ke depan dan memeluk Meysha dari belakang dengan erat alhasil Meysha pun semakin histeris karena orang yang memeluknya adalah orang yang harus ia tinggalkan.
"Maafkan aku Ryan , maafin meysha hiks hiks hiks" ucap Meysha sesekali sambil masih terus menangis histeris
"Sudah sudah" ucap Ryan sambil memeluk dan membelai kepala Meysha juga mengecupnya.
Meysha kembali kehilangan kesadaran nya , Ryan mengangkat Meysha dan menggendongnya ke rumahnya.
Ryan membaringkan Meysha di kamarnya , kembali meysha menarik tengkuk Ryan dan membuka matanya menatap mata Ryan dengan sangat dalam penuh cerita yang tidak bisa di ceritakan , meysha mengeratkan tangannya membuat bibir mereka bertemu.
"Maafkan Meysha Ya Allah" ucap Meysha dalam hati
Setelah lama berciuman, tangan meysha turun menuju kancing kemeja Ryan dan membukanya satu persatu melihat itu Ryan kembali mencium bibir Meysha sambil melepaskan kemejanya , setelah terlepas mereka kembali bertatapan , tangan Ryan mengarah ke baju Meysha tidak ada penolakan dari meysha Ryan melanjutkan membuka kancing baju Meysha.
Tidak terasa sudah tidak ada sehelai benang pun menutupi keduanya , Ryan berpindah mencium leher dan dada Meysha , mereka pun menyatukan cinta mereka siang itu , mungkin ada sekitar lima kali mencapai kenikmatan bersama , sampai malam pun mereka mengulanginya kembali sampai tengah malam kemudian mereka tertidur.
Bip ada pesan masuk di ponsel Meysha
Meysha mendengar ponselnya berbunyi kemudian membukanya terlihat pesan dari Randy , Randy mengirim identitas baru Meysha , Dan meysha pun membalas pesan itu.
"Bisakah aku berangkat sekarang"
"Kenapa buru buru , bukannya kamu bilang akan berangkat minggu depan"
"Iya lebih cepat lebih baik"
"Baiklah tunggu sebentar"
__ADS_1
Meysha melirik Ryan yang masih tertidur pulas , ponsel Meysha kembali mengedipkan lampunya tanda pesan masuk. tertera tiket online pemberangkatan jam tiga pagi di pesan Randy.
Meysha pun bergegas menuju ke kamar mandi dan mengecup kening Ryan dan keluar dari rumah Ryan tanpa berpamitan.
Meysha melajukan mobilnya menuju apartemen disana sudah ada via yang akan membantu Meysha berkemas mereka membereskan barang barang dan mengosongkan apartemen.
"Mey apa perlu seperti ini"
"Iya via , apa yang perlu kamu urus sudah di urus?"
"Sudah Mey"
"Ayo Via , waktuku tidak banyak"
Mereka pun bergegas dan segera menuju bandara untuk penerbangan jam tiga pagi, tekadnya sudah bulat.
"Aku sudah pergi" isi pesan Meysha kepada kakaknya sebelum naik ke pesawat.
"Semoga semuanya berbahagia" gumam Meysha sambil melihat ke luar jendela pesawat.
...****************...
Mentari menyapa dunia dengan mendung hari ini bahkan gerimis membuat Ryan yang sudah bermimpi indah kemarin tidak ingin bangun.
"Sayang" panggil Ryan
"Mey" panggil Ryan setelah meraba samping tempat tidur nya dan tidak mendapati Meysha
"Mey" panggil Ryan lagi tapi kembali tidak ada jawaban
"Kemana Meysha ya" ucap Ryan sambil bangun dan bersandar di tepi ranjangnya dan mencoba tersadar , Tas dan sepatu Meysha yang ia letakkan di samping kursi sudah tidak ada , ini menandakan Meysha sudah pergi .
__ADS_1
Ryan bangun dan membersihkan diri , juga membersihkan sprei kasurnya yang ada bekas darah Meysha, cinta Meysha dan meysha sudah ia dapatkan tinggal di resmikan saja minggu depan.
Ryan keluar kamar menuju tempat cucian ia masih mengingat manis nya meysha tadi malam , Ayah Ryan memperhatikan anaknya yang tersenyum juga melihat mobil Meysha ketika pulang malam tadi juga melihat meysha yang terburu buru pulang jam dua dini hari tadi.
"Anak ayah sudah besar" sambil menepuk pundak anaknya.
"Ayah , ngagetin ajah"
"Tadi malam Meysha tidur disini ?"
"Iya yah , dia sedih lagi"
"Sedih lagi dan sama anak ayah di manfaatkan?" sambil melirik sprei yang di pegang anaknya
"Ayah"
"Padahal tinggal satu minggu lagi , tapi sudah tidak tahan , seperti mau berpisah saja"
"Ayah"
"Sekarang kemana Meysha?"
"Mungkin sedang mencari sarapan untuk kita"
"Sarapan apa yang harus di beli jam Dua pagi ?"
"Jam dua pagi?"
"Iya, Ayah lihat Meysha keluar dari kamarmu jam Dua pagi"
"Yah minta tolong lanjutin cucian Ryan , yah" sambil berlari ke kamarnya mengambil jaket dan bergegas menuju apartemen meysha
__ADS_1
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau cari Meysha yah"