Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Dua Puluh Sembilan


__ADS_3

"Jangan Harap aku bisa melepaskan kalian begitu saja , kakak ku sayang" gumam Tania di kursi belakang Meysha dan Ryan berada.


Tania mengikuti Ryan hingga masuk ke pesawat dan ikut terbang ke China.


"Mau kan menikah dengan ku?" tanya Ryan memberikan cincin yang tadi.


"Mau" ucap Meysha , Ryan memasangkan cincin pada jari Meysha begitu pun sebaliknya.


"Perhatian Semuanya Akhirnya aku bisa menemukan Meysha ku, dan kami akan segera menikah" ucap Ryan sambil berdiri memberikan pengumuman, dan semua orang pun bertepuk tangan.


"Ryan Malu" ucap Meysha


"Kamu tahu susahnya aku mencari mu" ucap Ryan


"Maafkan aku" ucap Meysha


"Sudah tidak apa apa , sekarang kamu sudah di sisiku tidak ada yang aku risau kan lagi" ucap Ryan


"Iya, sekali lagi maafkan aku" ucap Meysha


"Sudah, kita saling mencintai tidak ada yang perlu minta maaf dan memaafkan, kita hanya perlu bicara untuk ke depannya" ucap Ryan yang di jawab anggukan oleh Meysha


"Kamu sudah berpetualang kemana saja?" tanya Ryan kepada meysha


"Aku di apartemen saja, mengatur perusahaan, Kamu, apa yang kamu lakukan selama aku tidak ada?" tanya Meysha


"Aku kurang makan kurang tidur karena mencari mu" ucap Ryan sambil membelai rambut Meysha.


"Ma..." ucap Meysha terpotong karena bibirnya langsung di bungkam oleh bibir Ryan.


keduanya saling melepas rindu mereka.


"Apa kata dokter? apa kamu mengalami sakit disini?" tanya Ryan sambil mengelus dan menciumi perut Meysha yang masih Rata.

__ADS_1


"Aku sempat sakit kemarin, untung ada Randy dia membawa ku ke rumah sakit dan aku baru mengetahui usia kehamilan ku sudah dapat dua Minggu" ucap Meysha


"Jangan nakal anak anakku" ucap Ryan mengelus perut Meysha


"Kamu tau mereka kembar?" tanya Meysha


"Apa yang aku tidak tahu?" ucap Ryan


"Kamu tidak bisa menemukan aku selama sebulan" ucap Meysha


"Iya karena Randy mu orang hebat , mungkin dia akan segera menikah" ucap Ryan


"O ya? dengan siapa? Randy tidak pernah cerita" ucap Meysha


"Tanya sama teman mu di Indonesia" ucap Ryan


"Via?" tanya Meysha


"He.eh" ucap Ryan sambil mengangguk.


Setelah beberapa lama Pesawat sampai di bandara China, ketika hendak keluar seseorang berlari hampir menabrak Meysha, dengan sigap Ryan menggeser posisi Meysha hingga membuat Ryan yang jatuh dari ketinggian.


"Ryan" teriak Meysha


Meysha dan semua orang berlari menghampiri Ryan ,


"Sial, kenapa Kak Ryan yang jatuh" gerutu Tania


Darah segar Mengalir dari kepala Ryan dengan derasnya.


"Ryan bangun , Sayang bangun" ucap Meysha sambil menangis mendekap erat tubuh Ryan


Ryan sudah kehilangan kesadaran nya karena Darah yang mengalir deras dari kepalanya.

__ADS_1


Tidak lama petugas medis datang memasangkan oksigen, dan pertolongan pertama kemudian ambulan datang dan membawa Ryan dan Meysha ke rumah sakit terdekat.


"Sayang bertahan lah" ucap Meysha sambil menangis memegangi tangan Ryan dan menciumi tangan dan kening Ryan


Kemudian tangan Ryan bergerak menyentuh pipi Meysha


"Sayang tenang aku baik baik saja" ucap Ryan kemudian kembali kehilangan kesadaran nya.


Ambulan masuk ke pelataran Rumah sakit petugas IGD sudah siap siaga menanti Ryan karena pihak Bandara sudah menghubungi rumah sakit.


"Ibu tunggu di luar ya" ucap salah satu perawat yang membawa Ryan


"Maaf bu , silahkan urus administrasi nya dulu silahkan lewat sini" ucap perawat meminta Meysha untuk mengurus keperluan biaya dan tindakan Ryan.


Setelah mengurus semua dokumen dan biaya perawatan Ryan, Meysha kembali menunggu di luar ruangan dimana Ryan di periksa.


Tidak lama pintu Ruang tindakan Ryan terbuka dan Ryan di bawa ke ruangan perawatan , Meysha mendaftar kamar VIP untuk Ryan.


Meysha masuk dan melihat Ryan terbaring dengan gips di leher dan kakinya , tidak lama datanglah dokter hendak berbicara dengan Meysha.


"Bagaimana keadaan Ryan , Dok?" tanya Meysha


"Untungnya hanya luka luar saja dan retak di bagian kaki dan leher, tidak apa ini akan sembuh setelah beberapa bulan pengobatan dan terapi , pasti cepat bisa berjalan kembali" jelas Dokter


"Baik dok terimakasih" ucap Meysha


Setelah kepergian Dokter Meysha duduk di samping Ryan , ia menyilangkan kedua tangannya dan membenamkan wajahnya kemudian menangis tersedu.


Tangan Ryan menyentuh kepala Meysha, membuat meysha mendongakkan kepalanya.


"Kenapa menangis ? Dokter sudah bilang aku akan pulih dengan istirahat dan terapi" ucap Ryan sambil mengelus Rambut Meysha


"Ryan maafkan aku, harusnya aku yang terbaring di sini" ucap Meysha

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai kamu yang terbaring disini, apalagi di perutmu ada si kembar kamu harus menjaga mereka" ucap Ryan mencoba menenangkan Meysha.


__ADS_2