Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Lima belas


__ADS_3

"Baguslah , tinggalkan dia"


Meysha mematung mendengar perkataan kakaknya baru saja ia memiliki teman hidup yang baru dan sekarang harus ia tinggalkan


"Maaf kak aku..."


"Adikmu menginginkan dia" memotong perkataan Meysha


"Tania sudah banyak pacar kak, dan aku..."


"Jadi kamu tidak mau memberikan nya pada adikmu Tania?"


"Maaf kak , Ryan bukan barang yang bisa di berikan begitu saja"


"Kamu lupa, Ibu saya membesarkan mu dari kecil dan kakak tidak pernah meminta apapun darimu, Tania yang selalu mengalah padamu, ini kah balasannya"


Meysha kembali mematung ia mengenang kembali sosok Ibu Wijaya yang menyayanginya melebihi kakaknya, membuat hidupnya dari yang serba kekurangan menjadi berkecukupan , juga kakaknya meskipun dulu sering bertengkar tapi tetap menuruti kemauan ibunya, juga Tania yang sering di marahi Ibu Wijaya karena nya memang karena Tania yang membuat masalah dulu.


"Bagaimana, kamu sudah ingat berapa dan apa yang sudah keluarga Wijaya berikan padamu? bandingkan dengan apa yang laki laki itu berikan padamu"


"Kak aku harus berfikir dulu, aku mencintainya tidak semudah itu melepaskan dia"


"Apa yang akan kamu fikirkan? setelah kamu menyerahkan Laki laki itu pada Tania, aku akan melepaskan kebencian terhadap kamu dan kamu boleh kembali ke rumah besar bersamaku"


"Pikirkan lah baik baik, bukannya kamu bilang keluarga adalah yang lebih penting?" lanjut Shinta


Setelah percakapan telepon itu selesai, Meysha menangis tersedu sedu kebahagiaan yang baru ia rasakan kini lenyap seketika, ia memang ingin kembali dengan kakaknya tapi ia juga sudah memiliki khayalan masa depan bersama Ryan, Mimpi menikah dan melahirkan anak kembar dan hidup bersama sampai tua mungkin sampai mati sekalipun.


"Aku mencintai Ryan, Aku ingin melahirkan anak anaknya, kenapa harus seperti ini.. hiks hiks hiks" tangis Meysha

__ADS_1


Meysha ingat sebelum ia pergi dari rumah besar ia mengatakan bahwa yang paling penting adalah keluarga, kata kata ini seperti bumerang yang berbalik menghantam Meysha, sungguh sakit dada Meysha.


"Aku ingin bersama kakak, tapi aku mencintai Ryan, Ya Allah kenapa aku begitu tidak rela..hiks hiks hiks" lanjut Meysha ia seakan menumpahkan isi hatinya pada dinding dinding apartemen yang hanya bisa membiarkan meysha menumpahkan isi hatinya.


"Meskipun pertemuan ku dengan Ryan singkat tapi tidak ada lelaki lain yang bisa menggantikan Ryan, cintaku pun sudah padam apabila berpisah dengan Ryan, tapi memiliki anak dari Ryan adalah keinginan besarku , memiliki keluarga sendiri lebih baik , maafkan aku Ryan" ucap Meysha meyakinkan hatinya dan tangisnya tiba tiba berhenti setelah memikirkan mendapatkan anak dari Ryan adalah jalan mempunyai Rumah dan keluarga yang tulus.


Meysha mengingat Randy teman SMA yang menyukai nya dulu, ia pun mengambil ponselnya mencari nama Randy , kemudian menghubunginya.


"Halo" suara dari balik telepon


"Halo Randy"


"Apa ini Meysha?" tanya Randy mengenal suara Meysha


Randy meninggalkan Meysha karena pekerjaan dan keluarga nya yang pindah ke luar negeri, Randy mengatakan apa bila butuh bantuan jangan ragu untuk menghubungi nya , dan Meysha sudah tidak ada jalan lain.


"Iya ini Meysha" ucap Meysha kemudian menceritakan kisah dan maksudnya menghubungi Randy


"Sudah tidak ada jalan , aku bingung Randy kakakku menginginkan aku karena dia menginginkan orang yang aku cintai, dan aku tidak bisa menolak keinginan kakakku"


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Pacarmu?"


"Aku memikirkannya tapi harusnya ia bahagia karena bersama Tania yang memiliki keluarga yang utuh tidak seperti aku, yang hidup sendirian"


"Maka menikahlah denganku Meysha"


"Maaf , aku tidak akan menikah dengan siapapun Randy , kalau kamu juga menginginkan balasan untuk membantuku , aku tidak jadi meminta bantuan mu anggap saja kamu tidak pernah mendapat panggilan dariku"


"Maafkan aku Meysha, aku akan bantu kamu tulus dari hatiku tidak ada mengharapkan balasan darimu"

__ADS_1


"Terimakasih Randy"


"Aku akan mempersiapkan semuanya dalam seminggu ini , kamu tinggal menunggu penerbangan saja minggu depan"


"Terimakasih Randy"


Setelah panggilan di putuskan


"Apapun akan aku lakukan untukmu Meysha, asalkan bisa membantumu mungkin ada suatu hari kamu akan menerima cintaku" gumam Randy dalam Hati


Randy pun segera menghubungi asistennya


"Iya pak"


"Aku ingin kamu mengurus sesuatu, bisakah kamu datang ke rumahku sekarang"


"Bisa pak"


Setelah menunggu akhirnya asisten Randy datang


"Iya pak"


"Siapkan semua berkas orang ini ganti sesuai data yang baru , urus semua ini kurang dari seminggu dan siapkan penerbangan"


"Baik pak akan saya usahakan, tapi apa boleh saya tahu dia siapa?"


"Dia adalah teman SMA ku"


"Baik pak"

__ADS_1


"Lakukan sebaik mungkin dan jangan meninggalkan jejak dan buat semua identitas Meysha tidak bisa di lacak siapa pun"


__ADS_2