Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
S2 - Pertemuan Yang Singkat


__ADS_3

"Apa kamu ingin tinggal bersama ku ?"


"Uhuk uhuk uhuk" Rany terbatuk mendengar tawaran Raja .


Raja memberikan segelas air putih kepada Rany , Rany pun menerimanya dan meminumnya.


"Terima kasih "


"Apa kamu ingin tinggal bersamaku?"


"Tidak perlu "


"Tidak perlu sungkan , bagaimana pun kita sedang berpura pura pacaran jika kita bersama itu akan lebih meyakinkan"


"Aku capek , aku ingin pulang" ucap Rany yang sedikt kecewa dengan sikap Raja.


"Kamu belum menyelesaikan makananmu"


"Saya sudah kenyang"


"Baik aku antar kamu"


"Ya"


Drrrt Drrt ponsel Raja bergetar


"Ya"


"Pak , Bapak masuk ICU lagi"


"Saya kesana"


Ponsel pun di matikan


"Ada apa ?"


"Ayahku masuk ICU , mungkin aku tidak bisa mengatarmu"


"Aku ikut"


"Kamu yakin?"


"Ya , boleh aku ikut?"


"Baiklah"


Raja dan Rany berlari ke parkiran dan masuk ke mobil Raja , Raja langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , Rany menggenggam erat pegangannya dan sesekali melirik Raja yang sedang menyetir dengan serius , ia tidak berani untuk bertanya.


Tidak lama mobil Raja sampai di depan Rumah sakit tempat Ayah Raja di rawat. sudah terlihat Simon menunggu kedatangan mereka.


Simon mengambil alih mobil , sedangkan Rany mengikuti langkah Raja masuk kedalam Rumah sakit.


Raja menunggu di depan Ruang ICU dengan gelisah , berjalan mondar mandir di depan Rany , Rany menghampiri Raja dan menggenggam tangan Raja , Raja sedikit lebih tenang dan mengikuti Rany duduk di kursi tunggu.


"Tenanglah , aku yakin ayahmu baik baik saja"

__ADS_1


Raja menarik nafas dan mengangguk di depan Rany.


Tidak lama Dokter membuka pintu , Raja dan Rany langsung menghampiri nya.


"Bagaimana kondisi ayah saya dok?"


"Semua sudah stabil , tolong lebih memperhatikan ayah anda"


"Baik dok , terima kasih"


Perawat membawa keluar Ayah Raja menuju Ruang rawat , di ikuti Raja dan Rany.


Raja dan Rany mendekati Ayah Ryan yang masih terpasang selang oksigen.


"Ini ayahku" ucap Raja memperkenalkan kepada Rany


"Ayah , aku Rany" ucap Rany menggenggam tangan Ayah Raja


Seketika Ayah Ryan menggerakkan Jarinya dan membuka mata


"Raja lihat , Ayah membuka matanya"


"Ayah"


Ayah Ryan memandangi wanita yang sedang menggenggam tangannya , sejenak ia melihat Meysha , tapi ia yakinkan dirinya kalau itu bukan Meysha.


"Siapa dia nak?"


"Ayah , Aku Rany"


"Rany?"


Rany tersentak mendengar Raja memperkenalkan nya sebagai pacar


"Lagi lagi kamu berbohong"gumam Rany yang kecewa dengan sikap Raja


"Rany ? Apa kamu hanya tinggal bersama ibumu?"


"Tidak , aku tinggal bersama ayah dan adikku kenapa Ayah bertanya seperti itu?" ucap Rany sambil melihat ke arah Raja


"Rany mempunyai adik ? harusnya dia punya kakak , mungkin aku terlalu banyak berfikir" gumam Ayah Ryan


"Apa ayah mengenal ku?" tanya Rany lagi


"Tidak tidak ayah hanya teringat dengan seseorang" ucap Ayah Ryan


"Aku antar kamu pulang" ucap Raja ,


"Ayah Rany pulang dulu ya" ucap Rany yang masih nyaman menggenggam tangan Ayah Ryan.


"Baiklah , Raja jaga Rany" ucap Ayah Ryan


Mereka pun meninggalkan Ayah Ryan , di depan sudah menunggu Simon dengan mobil di samping nya .


Raja dan Rany masuk ke mobil dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


"Kamu tahu ? Ayahku tidak pernah hangat pada orang , hanya padaku saja dia berbicara banyak"


"Oya ?"


"Iya , seperti nya dia menyukai mu"


"Kenapa bukan kamu yang mencintai ku" gumam Rany.


"Kenapa?"


"Ahh tidak apa apa"


"Mau pulang ke apartemen ku?"


"Antar aku ke hotel saja , mengenai tawaran apartemen milik mu aku akan minta managerku mengurus nya."


"kenapa ? kamu kecewa padaku ? kamu mengharapkan apa dariku?"


"Aku tidak mengharapkan apa apa"


"Kamu sudah membantu ku , silahkan ucap kan keinginan mu? "


"Aku menginginkan mu Raja" Teriak Rany dalam hati.


"Rumah ? mobil ? tas ? sepatu?"


"Aku ingin kamu" Rany langsung menutup mulutnya , Kata kata yang ia ucapkan dalam hati keluar dengan sendirinya.


"Kamu menginginkan aku?"


"Ahh maksud ku , karena kamu bisa memberikan semuanya jadi aku hanya bercanda tidak ada maksud apa pun , sungguh"


Raja menepikan mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman nya kemudian menghadap Rany , Rany pun menyeimbangkan nya.


"Rany , Aku mungkin bisa memberikan tubuhku pada mu , hartaku padamu , semuanya ku berikan untukmu , tapi aku mungkin tidak bisa memberikan hatiku"


"Aku hanya bercanda , sudah sudah jangan di bahas lagi ini sudah larut adikku pasti menghawatirkan aku" ucap Rany sambil mendorong pelan badan Raja.


"Jangan pernah mengharapkan aku mencintaimu"


"Raja , Aku tidak yakin kita akan bertemu lagi besok , pertemuan kita sangat singkat jangan mengharapkan atau memberikan apapun padaku"


"Kamu marah , aku hanya bercanda"


"Bercanda? apa begini caramu bercanda?"


"Kamu yang tidak serius menanggapi ku, kamu bilang menginginkan aku sebentar kamu bilang bercanda , apa kamu sedang mempermainkan aku ?"


"Siapa yang sedang mempermainkan siapa?" ucap Rany membuka sabuk pengaman dan hendak keluar tapi di cegah oleh Raja , menarik lengan dan menciumnya.


Rany membelalakkan matanya ia terkejut dengan tindakan Raja , sekaligus pengalaman pertama yang mengagetkan.


"Apa kamu menginginkan ini" ucap Raja menggoda Rany , karena Rany tidak menolaknya


"Ayo kita lanjutkan di rumah" ucap Raja sambil memasang sabuk Rany juga sabuknya , dan kembali melajukan mobilnya. Rany masih tercengang dengan kejadian yang mendadak itu.

__ADS_1


bersambung


Happy Reading


__ADS_2