
"Kenapa kamu ingin membunuh anakku di saat kamu mencintai ayahnya"
"Maaf kak , yang aku ingin lakukan adalah menghancurkan semua yang ada di Meysha, agar aku atau Meysha sama sama tidak mendapatkan kakak"
"Kalau sekarang aku bilang akan menikah dengan mu , apa kamu akan berhenti mengganggu Meysha"
"Iya kak aku berjanji"
"Ayo kita menikah"
"Iya kak" Tania memeluk Ryan , Ryan hanya diam dan meneteskan air mata nya
...****************...
Hari berlalu dengan cepat tidak terasa kehamilan meysha sudah masuk Bulan ke Delapan.
"Ibu" ucap Meysha di tengah makan pagi keluarga itu.
"Iya" ucap Ibu Fang
"Temani aku berbelanja " ucap Meysha
"Ayo sayang" ucap Ibu Fang
"Kenapa tidak ajak Jonathan" ucap Ibu Fang
"Dia pasti ikut" ucap Meysha melirik Jonathan
"Iya ," ucap Jonathan pada Meysha, ia sangat senang karena Meysha tidak lagi murung ,
Setelah selesai sarapan , Meysha dan Ibu fang juga Jonathan bersiap , supir siap mengantar Meysha dan keluarga ke supermarket.
"Ibu ini bagus , beberapa kali USG selalu perempuan aku bisa pilih yang ini untuk dua peri cantikku" ucap Meysha
"Ambil sayang" ucap Ibu Fang
Setelah membeli perlengkapan bayi dan perlengkapan Meysha melahirkan , Ibu Fang ijin pulang terlebih dahulu karena Ayah Jiao sedang libur di rumah.
"Kalian Jalan jalan aja , Ibu bawa pulang belanjaannya juga ayah kalian kan lagi libur kasian sendirian" ucap Ibu Fang
Setelah kepergian Ibu Fang , Meysha dan Jonathan masuk ke toko Roti. Entah kenapa hari itu Meysha sangat manja sekali.
"Kenapa aku seperti ingin terus memeluk Kak Jona" ucap Meysha dalam hati.
Meysha menarik kursi di samping Jonathan, Jonathan bingung
"Sha kamu hamil besar , jangan mengangkat kursi" ucap Jonathan
"Tidak apa apa ," ucap Meysha sambil menaruh tangan Jonathan di pundaknya, ia pun bersandar.
"Aku capek" ucap Meysha
Jonathan memeluk pundak Meysha
"Sebentar lagi kamu melahirkan tidak boleh kecapekan"
__ADS_1
"Iya"
Jonathan mencium kening Meysha , Meysha menunjuk pipinya Jonathan pun mencium kedua pipi chubby Meysha yang sedikit berisi sejak hamil besar.
"Emmmuah Emmmuah" suara Jonathan mencium pipi Meysha
Meysha pun kembali menunjuk Hidungnya, Jonathan pun langsung menempel kan hidungnya .
Jonathan menunjuk bibir nya , tapi di balas gelengan dari Meysha.
Jonathan pun melihat ke arah berbeda , selama ini mereka hanya berciuman sebatas itu Meysha tidak pernah mengijinkan Jonathan melakukan lebih .
Ketika Jonathan hendak berbalik , meysha sudah menunggunya dan mendaratkan bibirnya pas di bibir Jonathan setelah membalikkan wajahnya.
"Emmmuah" ucap Meysha mencium bibir Jonathan singkat kemudian melepaskannya.
Jonathan kaget ia menaikkan alisnya menatap wanita cantik di depannya.
Jonathan langsung mencium bibir Meysha dengan ganas dan lama.
"Apa kamu sudah membuka hati untuk ku?"
"Iya" ucap Meysha
"Ayo kita menikah" ucap Jonathan
"Iyah " mereka pun saling berpelukan
Tidak lama pelayan datang membawa Kue
"Kak Jona"
"Hmm "
"Apa kakak ingin mempunyai anak?"
"Siapa yang tidak ingin Meysha , tapi kalau kamu tidak bersedia tidak apa ada si kembar saja sudah cukup"
"Semoga aku masih di berikan ijin untuk hamil lagi setelah ini"
"Hussst jangan terlalu di pikirkan, Fokus melahirkan si kembar" Ucap Jonathan mencium punggung tangan meysha.
"Terimakasih karena selalu mengerti aku" ucap Meysha mencium bibir Jonathan , singkat dan terus menerus
"Aku heran kamu kenapa hari ini" tanya Jonathan
"Apa tidak boleh?"
"Boleh" ucap Jonathan sambil mencium lama bibir Meysha.
"Kita menikah setelah anak anakku lahir" ucap Meysha
"Iya terserah , sekarang aja seperti sudah menikah" ucap Jonathan
"Apa kamu mencintaiku" tanya Meysha
__ADS_1
"Ya tentu , apa beberapa bulan ini kamu masih ragu padaku ?" tanya Jonathan
"Aku percaya" ucap Meysha
"Lalu , apa kamu mencintaiku?" tanya Jonathan
"Aku mulai mencintaimu" ucap Meysha
"Apa kamu terpaksa?" ucap Jonathan
"Kamu sudah sabar menungguku" ucap Meysha
"Terimakasih karena sudah memikirkan perasaan ku" ucap Jonathan
"Sudah sudah ayo pulang" ucap Meysha
Di sudut lain ada yang diam diam memperhatikan mereka , Ryan meskipun sudah menikah dengan tania ia masih tetap sesekali mengawasi Meysha.
"Ryan" panggil Tania
"Iya" ucap Ryan
"Kak Meysha dan Jonathan seperti nya akan menikah" ucap Tania
"Iya biarkan mereka menikah" ucap Ryan
"Kak , apa aku sudah ada di hatimu" ucap Tania
"Kalau kamu bisa memberikan aku anak aku akan memikirkan nya" ucap Ryan
"Apa kita asuh salah satu anak kak Meysha?" tanya Tania, Ryan menatap Tania.
"Apa kamu bisa merawatnya" ucap Ryan
"Ya aku akan belajar" ucap Tania , "Semua wanita pasti ingin memiliki anak" ucap Tania lagi
"Apa kamu yakin?" tanya Ryan
"Aku yakin Kak" ucap Tania
"Apa kamu akan menyayanginya, bukan membunuh nya" ucap Ryan
"Tidak kak , aku menyayangi ayahnya jadi aku juga harus menyayangi anak mu" ucap Tania
Ryan berfikir keras apa ia akan mengambil anaknya , atau ucapan Meysha yang tidak boleh memisahkan anak anaknya , tapi tania sudah berubah sekarang sudah menjadi istri yang baik dan penurut.
"Tunggu kamu hamil saja, agar kamu bisa menjadi seorang ibu" ucap Ryan
"Terimakasih" ucap Tania sambil memeluk tangan Ryan.
Bersambung
jangan lupa like dan coment
salam manis dari Author
__ADS_1