
Aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai kamu yang terbaring disini, apalagi di perutmu ada si kembar kamu harus menjaga mereka" ucap Ryan mencoba menenangkan Meysha.
Meysha mengangguk sambil terus menangis dan menciumi tangan Ryan.
"Sudah jangan menangis lagi" ucap Ryan mengelus kepala Meysha
"Kamu cepat sembuh" ucap Meysha
"Siap Ibu direktur, yang penting sekarang kamu jangan sedih lagi , ntar Duo Baby kita ikut sedih juga" ucap Ryan menghibur Meysha
"Sana cari makanan dulu, dari tadi kamu belum makan" icap Ryan
"Aku tidak lapar" ucap Meysha
"Kamu tidak lapar , trus Duo baby kita gimana?"
"Hmm baiklah" ucap Meysha sambil beranjak dan pergi meninggalkan Ryan
"Hati hati" ucap Ryan
Setelah kepergian Meysha Ryan menelfon Randy
"Randy"
"Bagaimana apa bertemu Meysha, kenapa baru mengabari?"
"Alhamdulillah kita bertemu, tapi ada musibah , aku terjatuh dari pesawat."
"Hah Bagaimana bisa?"
"Entahlah ada Wanita dari belakang yang berlari hendak menuruni tangga pesawat tapi sampai di sebelah Meysha tangan nya hendak mendorong Meysha"
"Lalu kenapa kamu yang jatuh?"
"Aku tidak mungkin membiarkan meysha jatuh"
"Oh terimakasih Ryan"
"Tidak perlu ber terimakasih, dia istriku aku yang harusnya terimakasih padamu"
"Sudah lah, apa kamu ingin aku menyelidiki siapa wanita itu?"
"Iya siapa yang dengan sengaja hendak mendorong Meysha"
__ADS_1
"Baik akan aku kabari lagi"
"terimakasih Randy"
"O ya dugaan ku adalah Tania"
"Tania ada di pesawat?"
"Iya, info Orang ku yang menunggu mu, setelah kamu masuk ada seorang wanita yang keluar dari mobil dan berlari mengejar mu, dan tidak melihat wanita itu kembali, setelah itu Orang ku memberikan foto wanita yang mengikuti mu dan benar itu Tania"
"Dia terbang ke China , dari mana dia mendapatkan tiket pesawat?"
"Iya kita bisa menggunakan ini, Tania datang ke China sebagai penumpang gelap, tapi kita selidiki dulu saja, ini baru dugaan jangan terlalu gegabah"
"Iya Randy aku serahkan pada mu, Leher dan kakiku patah"
"Lagian ada tangga , lu main terjun aja"
"Rencana biar cepat gitu"
"Harusnya lu bawa Meysha nginep di hotel bukan di Rumah sakit"
"Disini Meysha menyediakan kamar VIP untukku, dengan ranjang yang seperti ini aku bisa tidur sambil memeluk Meysha ku"
"Via jangan di diemin dong"
"Hahaha Gue gak kaya elu, belum nikah udah main sikat aja"
"Ini kan kecelakaan"
"Hm kesempatan dalam kesempitan bukan kecelakaan"
"O ya tentang proyek hotel yang elu Tawarin bukan bohongan kan?"
"Bukan, itu beneran"
"Aduh sorry bro , gue gak bisa kerjain leher sama kaki cenat cenut" ucap Ryan kemudian menggeser ke panggilan video,
"Nih lo liat sendiri gue gak bisa apa apa"
"Ah lu jatuhnya gimana si"
"Terjun bebas"
__ADS_1
"Ya udah gue hadiahkan proyek ini buat perusahaan lu, ini semua karena Meysha mu ya"
"Iya , Thanks ya"
"Ntar gue kirim nomor Orang gue di China, Kalo ada apa apa Lu hubungi dia aja, udah ya gue mual liat muka lo"
"Hmm terimakasih Randy, next lu butuh bantuan gue bisa hubungi gue"
"Urusin dulu hidup lu, baru bantuin gue"
Panggilan dimatikan
Ryan kembali menelpon , kali ini ia menelpon Temmy
"Halo pak direktur"
"Temmy saya mengalami kecelakaan di China , tolong handle proyek hotel ya , aku dan pak Randy adalah kawan baik , kami sudah bicara dan mereka akan memilih kita sebagai pemenang"
"Baiklah"
"Terimakasih temmy"
panggilan dimatikan
"Auuuh" erang Ryan saat melepas gips di leher nya, kemudian menggerakkan nya ke kiri dan kanan melemaskan otot otot nya.
...****************...
Meysha pergi menuju minimarket terdekat di rumah sakit, ia membeli beberapa makanan ringan dan minuman juga buah buahan , juga memakan Fried chicken, kemudian dia meminta nomor minimarket barang kali butuh sesuatu ia tinggal meminta pesan antar.
Dirasa cukup Meysha kembali ke Rumah sakit dan masuk ke ruangan Ryan di rawat.
"Ryan" teriak Meysha ketika Masuk dan melihat Ryan tanpa Gips lehernya.
"Ada apa?" tanya Ryan sambil menari pinggang Meysha sehingga Meysha duduk di pangkuan Ryan.
"Aku" ucap Meysha terpotong karena Ryan menarik tengkuk Meysha. dan mencium sekilas, Tangan Ryan memencet tombol hidrolik samping tempat tidur nya, sehingga menaikkan sandaran nya.
"Mau yang Lebih?" tanya Ryan setelah duduk sejajar dengan Meysha
"Engga engga kamu sedang sakit" ucap Meysha sambil memeluk dada bidang Ryan.
"Meskipun kaki aku sakit , tapi aku masih bisa memanjakan mu" ucap Ryan sambil memeluk Meysha dan mencium kepala Meysha
__ADS_1
Ryan mengangkat badan meysha berbaring di sampingnya dan tangannya memencet tombol hidrolik samping tempat tidurnya membuat sandaran kembali turun , dan mereka pun tidur dengan berpelukan di Ranjang Rumah sakit.