Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Empat Puluh Lima - Bunga Mawar


__ADS_3

"Ini untukmu" ucap Jonathan sambil memberikan bunga mawar kuning yang baru di petiknya.


"Wah indah sekali , tapi sayang aku lebih suka mawar merah" ucap Meysha memperlihatkan hasil panennya yang semuanya mawar warna merah


"Kalau begitu aku akan memberikan mu bunga mawar merah yang banyak , kamu tahu apa makna bunga mawar?" tanya Jonathan


Meysha pun menggeleng


"Mawar adalah perwujudan cinta yang sempurna, tetapi warnanya memiliki arti berbeda" ucap Jonathan


"Yang kamu pegang adalah Mawar merah itu melambangkan cinta dan kekaguman" ucap Jonathan


"Lalu apa arti bunga mawar kuning yang kakak pegang?" tanya Meysha


"Kuning adalah warna yang terlihat cerah dan ceria ini melambangkan Persahabatan, tapi karena kamu suka Mawar merah aku akan memberi mu mawar merah" ucap Jonathan


"Haa oke aku terima bunganya" ucap Meysha sambil menangkap mawar kuning di tangan Jonathan tapi langsung di buang oleh Jonathan.


"Yah kok di buang" ucap Meysha


"Kamu lebih suka Mawar merah untuk apa aku memberimu mawar kuning ?" ucap Jonathan


"Hmmm lalu apa arti mawar putih?" tanya Meysha karena yang di tanam di sana hanya tiga warna mawar.


"Mawar putih adalah melambangkan kesucian kemurnian kepolosan biasanya di pakai untuk pernikahan karena sebagai awal yang baru" ucap Jonathan


"Ooo gitu ya" ucap Meysha , Meysha memetik mawar kuning dan memberikan nya pada Jonathan,


"Maaf aku tidak mau , aku lebih suka Mawar putih" ucap Jonathan


"Apa kamu tidak mau menjadi sahabat ku kak?" tanya Meysha


"Menikah denganmu aku bisa jadi apa saja untukmu" ucap Jonathan


"Selalu deh" ucap Meysha pergi mengambil beberapa mawar Putih dan juga kuning.


Meysha menghampiri Ibu Fang yang tengah memetik hasil kebunnya.


"Ibu kenapa menanam sayuran sendiri , di pasar atau mall kan banyak" ucap Meysha sambil membantu memetik cabai.

__ADS_1


"Kamu tahu tanaman ini kita yang tanam sendiri kebersihan kesehatan kita tahu, itu sebabnya Ibu menanam sayuran sendiri" ucap Ibu Fang


"Ibu aku sangat mengagumi mu" ucap Meysha


"Terimakasih sayang" ucap Ibu Fang


"Jonathan antar Meysha ke dalam, jangan terlalu capek nak" ucap Ibu Fang


"Iya bu , ibu juga udah , udah siang" ucap Jonathan


Di ruang keluarga Meysha tengah duduk di sofa depan televisi , sementara Jonathan asik dengan laptop nya.


Ting suara ponsel Meysha , menunjukkan pesan dari Tania


"Hai kakak ku tersayang, aku kembali" isi pesan itu dengan terkejut Meysha melempar Ponselnya.


"Kenapa?" tanya Jonathan menghampiri Meysha


"Tidak apa apa , hanya kaget saja" ucap Meysha sambil mengambil Ponsel kemudian pergi ke kamar nya


Sampai di dalam kamar Meysha terdiam ia mengingat keburukan terakhir kali Tania lakukan , yaitu hampir mendorongnya dari ketinggian.


"Apa maksud dia kali ini" ucap Meysha


"Tapi sore ini kelas hamil? apa aku batalkan saja ikut kelas hamil ? kenapa aku se takut ini? tapi seandainya aku yang jatuh aku bukan hanya kehilangan nyawaku tapi nyawa anak anakku juga " ucap Meysha berfikir keras


"Aku belajar lewat video aja deh , aku takut Tania akan mencelakakan anak anakku" ucap Meysha lagi


Tidak lama setelah berfikir keras Meysha pun tertidur pulas.


...****************...


Ryan melihat seseorang yang mencurigakan di samping rumah Jonathan,


"Siapa?" tanya Ryan


Orang itu kaget dan langsung berlari bertopi dan ber masker


"Hei" teriak Ryan

__ADS_1


Orang itu menghilang pergi di gang dekat Perumahan itu.


"Seperti nya Meysha sedang dalam bahaya" ucap Ryan "Aku harus memperingati Jonathan" ucap Ryan


Ryan memencet Bel rumah Jonathan


Seorang pembantu laki laki keluar dari rumah


"Siapa?" tanya Pembantu itu


"Saya Ryan mencari Jonathan" ucap Ryan


"Sebentar saya tanya dulu" ucap Pembantu itu


"Iya Terimakasih" ucap Ryan


Pembantu itu masuk dan menghampiri Jonathan yang tengah duduk di depan laptop nya.


"Maaf Pak ada Tamu ingin bertemu?" ucap Pembantu itu


"Siapa?" tanya Jonathan


"Pak Ryan" ucap Pembantu itu


"Baik saya ke sana" ucap Jonathan


Jonathan keluar menemui Ryan , di ikuti pembantu laki laki itu.


"Ada apa?" tanya Jonathan kepada Ryan yang berdiri di pagar rumah nya


Ryan memberikan isyarat kepada Jonathan meminta pembantu itu untuk pergi, karena menurut Ryan sudah tidak ada yang bisa di percaya lagi .


"Kamu pergilah" ucap Jonathan


"Saya takut laki laki ini punya maksud yang jahat pada tuan," ucap Pembantu itu


"Tidak ada , ini teman saya" ucap Jonathan yang sedikit curiga dengan sikap pembantu itu.


"Silahkan" ucap Ryan menunjuk mobilnya , Jonathan pun ikut mereka menuju cafe yang pernah di kunjungi oleh Ryan dan Jonathan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Jonathan


"Ada seseorang yang sedang mengawasi Rumahmu"


__ADS_2