Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Ryan sampai di apartemen , di seberang Meysha masuk ke taksi menuju bandara.


Ryan berlari menuju lantai tempat apartemen Meysha, seperti Dejavu Ryan melihat petugas keluar dari apartemen meysha.


"Ayolah sayang jangan lagi" gumam Ryan sambil mendekati petugas itu


"Pak dimana pemilik apartemen ini"


"Baru saja keluar , anda siapa?"


"Saya suaminya"


"Oh saya kira nona Meysha adalah pacar Pak Randy" ucap Petugas itu sambil menunjuk pintu berwarna hijau itu.


"Terimakasih pak" ucap Ryan kemudian menuju pintu berwarna hijau itu.


Tok Tok tok Randy membuka pintu untuk Ryan


"Pak Randy, saya Ryan dimana istri saya?" tanya Ryan tergesa setelah melihat Randy


"Duduk dulu , Saya dari tadi mencoba menghubungi Meysha tapi tidak terhubung, nomornya tidak aktif."


"Pak kenapa anda tidak memberitahu saya akan mempertemukan saya dengan Meysha?"


"Saya ingin memberi kejutan pada kalian , tapi anda sendiri yang membuat Meysha terkejut sampai hilang begini"


"Saya tidak tahu"


"Kan saya menyuruh anda untuk datang sendiri"


"Iya itu salah saya, sekarang dia dimana?"


Kemudian masuklah wanita paruh baya yaitu Mama Randy


"Randy , dimana Memey apa yang terjadi?" tanya Mama Randy saat baru datang


"Gak tau mah , Memey pergi" jawab Randy

__ADS_1


"Pergi kemana maksud kamu?" tanya Mama Randy


"Randy juga gak tau mah, nomornya tidak aktif" ucap Randy


"Kemana Memey , kasian dia sedang Hamil" ucap Mama Randy


"Maaf Tante , Memey sedang Hamil? Memey siapa pak Randy?" tanya Ryan setelah mendengar perkataan Mama Randy


"Siapa dia Randy?" tanya Mama Randy melihat Ryan yang sangat panik


"Dia adalah Ryan , calon suami Memey mah" jelas Randy


"Ooo Jadi anda yang bernama Ryan, Beruntung kamu bisa membuat Memey jatuh cinta padamu , anak saya tidak ada di hatinya sama sekali" ucap Mama Randy


"Mah" ucap Randy


"Kamu beruntung lo bisa di cintai Memey , Memey selalu setia padamu terlebih sekarang Memey sedang hamil" ucap Mama Randy


"Tante , apa Meysha ku hamil?" tanya Ryan menegaskan


"Iya , Meysha hamil Duo Baby dan sekarang dia pergi entah kemana" ucap Randy


"Kemana kamu sayang" teriak Ryan


Randy menceritakan segalanya tentang kepergian Meysha dari Indonesia yang dadakan sampai sekarang.


"Pak Randy terima kasih telah merawat istri dan anakku" ucap Ryan kemudian pergi dari rumah Randy.


Randy kembali ke apartemen nya masuk tanpa menyalakan lampu ia masuk dan terduduk di lantai samping tempat tidur nya.


"Maaf sayang , Kali ini kamu pergi karena aku" ucap Ryan menyesali perbuatannya yang mempertahankan Tania tetap disisinya.


Terdengar suara langkah kaki mendekati Ryan, Pintu yang tidak tertutup sempurna membuat Tania bisa masuk ke apartemen tempat Ryan berada.


"Kak , ada apa?" ucap Tania sambil menyalakan lampu kamar Ryan , Ryan tidak menjawabnya


"Kak" ucap Tania sambil memegang lutut Ryan

__ADS_1


"Pergi" ucap Ryan


"Kak ada apa?" tanya Tania


"Pergi" ucap Ryan menaikan suaranya


"Kak kenapa ada apa Tania tidak mengerti" ucap Tania masih memegang lutut Ryan


"PERGI" Teriak Ryan melempar badan tania sehingga terjengkang jauh.


"Auuh kak kenapa, aku gak ngerti" ucap Tania


"Jangan menguji kesabaran ku Tania, Meysha pergi harusnya kamu tahu jelas" ucap Ryan masih menahan amarahnya.


"Ya memang aku yang menyuruh dia pergi, aku yang menyuruh dia meninggalkan kamu, itu semua karena kamu , aku mencintai mu Kak" teriak Tania


"Kamu mencintaiku tapi aku tidak mencintaimu, aku mencintai Meysha dan meysha mencintai ku , tapi kamu tidak tahu diri selalu menempel padaku , dan bodohnya aku mengizinkan kamu, Tidak semua yang kamu inginkan bisa di dapatkan Tania" ucap Ryan dengan menekankan suaranya.


"Sekarang meysha ku pergi entah kemana dan dia tengah Hamil anakku sekarang, kalau kamu tidak mengacaukan segalanya kami akan hidup bahagia" ucap Ryan kembali menekankan suaranya


"Kak Meysha hamil?" tanya Tania


"Pergi kamu dari sini, jangan pernah berani muncul di hadapan ku lagi" ucap Ryan


"Kak aku...." ucap Tania terputus karena Ryan menarik tangan menuju pintu dan menyeretnya keluar kemudian Ryan mengunci pintunya.


kemudian Ryan kembali terduduk di balik pintu itu.


"Kakak dengarkan dulu penjelasan ku" teriak Tania


"Kak , aku mencintai mu" ucap Tania


"Kak tolong buka pintunya , maafkan keegoisan ku maafkan sifat kekanak-kanakan ku, aku akan berubah kak Meysha sudah pergi, biarkan dia pergi , kita memulai lagi dari awal" ucap Tania


"Baik Kak aku pergi , semoga kalian bisa bertemu dan hidup bahagia" ucap Tania kemudian meninggal kan pintu Kamar Ryan.


Drrt drrrt drrrrt panggilan telepon dari ponsel Ryan

__ADS_1


Setelah menerima panggilan Ryan langsung berdiri dan keluar


__ADS_2